Wednesday, January 14, 2015

Level 37



PERJANJIAN

New York, Amerika Serikat, 19 Oktober 2010, 18:00. Di dalam garasi kediaman Max, terlihat cahaya dan percikan listrik memancar. Ibu Max melihat keadaan tersebut dari dalam rumahnya, Roy sedang mengobati wajah Max yang memar karena dipukul Uchida.

Ibu Max: “Kenapa ada cahaya dari dalam sana?”
Roy: “Biarkan saja, garasi itu sekarang sedang direnovasi. Mereka sedang mengelas bagian dalam, harap dimaklumi saja kalau berisik.”

            Sementara itu, orang-orang yang berada di dalam garasi menghadapi ‘Hack’ yang keluar dari tubuh Uchida. Mereka adalah, Francis, James, Megan, Olivia, dan dua orang baru, Arachnus dan Stigmavius. Tapi perhatian semua orang di dalam ruangan tertuju pada Arachnus yang sudah melepas topinya dan memperlihatkan apa yang ada di baliknya, makhluk semacam laba-laba dengan sebuah mata yang besar menempel di kepalanya.

Francis: “Jadi isu itu memang benar.”
Megan: “Apa itu... hidup?”
James: “Kau juga cyborg?”
Arachnus: “Lahahahah, tentu saja bukan. Seluruh tubuhku ini organik, (melirik ke atas) dia juga salah satu bagian dari tubuhku.”
Stigmavius: “Dia datang!”

            Salah satu kepala Hack menyerang dan berusaha menggigit salah satu dari mereka, Megan mulai menembakkan senjata perekat miliknya dan mengenai wajahnya. Namun cairan perekat tidak mempan terhadapnya, cairan itu malah meleleh dan jatuh ke lantai. Olivia menembakkan pistolnya, tapi peluru yang dia tembakkan hanya menembus tubuhnya dan tidak melukainya. Kepalanya yang satu lagi menyerang Olivia, namun beruntung serangan itu dihentikan Stigmavius. Kepala Hack dipegang dengan tangannya, namun aliran listrik di tubuh Hack membuatnya menyetrum seluruh tubuhnya.

Stigmavius: “Ugh!! Aku tidak apa-apa!”
Arachnus: “Aku tahu.”
James: “Francis, bertransformasilah sekali lagi.”
Francis: “Dari tadi aku ingin melakukan itu, tapi helmku sedang kehabisan tenaga. Apa boleh buat, aku harus pakai cara manual.”

            Francis berjalan menuju tubuh Hack dan memegang kedua lehernya, sengatan listrik menjalar di sekujur tubuhnya ketika menyentuhnya. Kedua tangan yang memegang lehernya hangus, James melihat ekor Hack hendak menusuk Francis dari belakang. James menembakkan senjatanya dan membuat ekor itu mental, ekor itu kini menancap di skuter milik Max. Hack berhasil melepaskan diri dari genggaman Francis dan masuk ke dalam skuter, James kemudian menghampiri Francis yang tangannya terbakar dan sembuh perlahan-lahan.

James: “Apa yang terjadi dengannya?”
Francis: “Dia masih hidup... di dalam sana...”

            Skuter milik Max mendadak bergetar dan bergerak dengan sendirinya, skuter itu menyala dan mengeluarkan suara keras. Suara itu terdengar sampai keluar, diiringi dengan suara klakson berulang-ulang. Max langsung keluar dari rumah menuju garasi, dia mencoba membuka pintu tapi pintu itu tertutup rapat dan tidak bisa dibuka.

Max: “Kalau sampai terjadi sesuatu dengan skuterku, mereka akan...”
Megan: “Max! Menjauh dari pintu!”
Max: (menggedor pintu) “Menjauh katamu?! Di dalam sana ada skuterku! Kalian sedang apa di dalam?! Buka!”
Megan: “Justru saat ini skutermu jadi masalahnya!”
Max: “Barang-barang milikku tak pernah bermasalah, James sendiri yang selalu memberiku masalah!”
Megan: “James?!”
James: “Mohon maaf soal itu, boleh kupanggil kau Archie?”
Arachnus: “Panggilan apapun yang kau berikan padaku adalah suatu kehormatan bagiku.”
Megan: (jengkel) “Dia tak mendengarkan.”
James: “Tidak bisakah kau lakukan hal yang sama dengan Humpty Dumpty?”
Arachnus: “Itu hanya untuk menghentikan pengendaliannya dan memaksanya keluar, tapi sayangnya aku tak bisa melakukan itu dua kali pada musuh yang sama.”
James: “Lalu apa langkah selanjutnya?”
Arachnus: “Hack punya kemampuan untuk melacak mangsa seperti halnya anjing dengan memberinya makan sebuah komponen elektronik, Hack bisa tahu persis dari bagian mana dan di mana asal komponen tersebut. Itulah kenapa dia bisa menemukan Profesor Uchida di tempat persembunyiannya, karena diberi makan sebuah komponen dari bagian tubuh Profesor Uchida.”
Olivia: “Lalu apa hubungannya?”
Arachnus: “Sebenarnya... aku punya sebuah komponen yang kemarin kuambil dari musuh, dan musuh itu sendiri adalah musuh yang sama dengan yang mengirimnya.”
Francis: “Aku paham, tapi apa kau bisa membuatnya keluar dan memakannya? Komponen yang kau berikan itu setidaknya harus memiliki rasa yang lebih enak dari yang diberikan musuh sebelumnya.”
Arachnus: “Kujamin dia akan menyukainya.”

            Arachnus mengambil sesuatu dari dalam topinya, sebuah chip komputer kecil. Arachnus berjalan menuju skuter tersebut, dia mendekatkan chip komputer itu pada skuter. Mendadak skuter itu berhenti bergerak, salah satu dari kepala Hack yang bertanduk 4 keluar. Kepala itu mendekati chip yang dipegang, Hack mengamatinya sebentar.

Megan: “Menurutmu dia bisa melihat?”
James: “Kalau menurutmu dia punya mata, sudah jelas tidak. Tapi dia pasti bisa merasakan sesuatu seperti mengendus bau atau mendeteksi energi, mungkin saja tanduk yang ada di kepalanya berfungsi untuk itu.”
Megan: “Diam, maniak komik. Olivia, berikan aku 100 dollar.”
Olivia: “Untuk apa, Nona Megan?”
Megan: “Nanti kujelaskan, letakkan kembali kepala Uchida-san dan pakaikan kembali topengnya.”
Olivia: “Baik, nona Megan.”

            Kepala itu membuka mulutnya yang tidak bergigi dan hendak melahap chip itu, mendadak tanduk di kepalanya bergerak dan menjepit chip tersebut. Chip itu langsung dimasukkan ke dalam mulutnya dengan tanduk itu, mendadak kepala Hack bertanduk tiga keluar. Hack bertanduk 4 masuk kembali ke dalam skuter, mendadak skuter itu berubah bentuk seperti robot. Kepalanya dari setang dan lampu depan, roda belakangnya menjadi sebuah kaki, roda depannya menjadi sebuah tangan.

Megan: “Menurutmu Max akan mengatakan apa saat melihat ini?”
James: “Oh, jadi tanduk itu semacam gigi?”
Megan: (jengkel) “Dengarkan aku!”
Olivia: “Nona Megan, sepertinya anda tak perlu menanyakan hal itu.”
Megan: “Kenapa?”

            Olivia menunjuk ke arah jendela kecil di garasi, terlihat sepasang mata yang terbelalak. Sepasang mata itu adalah milik Max yang setengah kepalanya yang terlihat jelas, dia langsung terjatuh dan berteriak. Terdengar suara tong sampah berjatuhan di luar, .

Olivia: “Dia mengatakan ‘AAAAAH’.”
Megan: “Kau tak perlu mengatakan hal itu.”
James: “Yang jelas kita harus mengirimkan permohonan maaf atas kerusakan yang akan terjadi setelah ini.”

            Kepala Hack masuk ke dalam lubang stop kontak, tubuh robot skuter itu berubah menjadi aliran listrik. Francis langsung mengeluarkan alat yang tadi dia pakai untuk mengeluarkan helm, dia menekan tombol di ujung alat itu. Sinar kemerahan muncul dan keluarlah kendaraan yang tadi digunakan oleh Francis, dia langsung menaiki dan mengaktifkannya. Mendadak Arachnus ikut membonceng di belakangnya, diikuti oleh James.

Francis: “Apa yang kalian lakukan?”
James: “Duduk.”
Arachnus: “Jangan hiraukan kami, lanjutkan saja.”
Francis: “Turun.”
James: “Paksa aku.”
Francis: “Baiklah.” (memegang kerah baju James)
James: “Tunggu, tunggu! Aku cuma bercanda, kau tak bermaksud untuk melemparku turun bukan?”
Francis: “Kalau memang diperlukan.”

            Francis mencoba untuk menurunkannya, tapi mendadak Arachnus mencegahnya. Dia memegang tangan yang hendak menyentuh James, cengkeramannya sangat kuat sampai membuatnya berdarah.

Arachnus: “Mohon maaf, tapi kami berhak untuk ikut. Sebab perjanjian dengan klienku adalah menghabisi siapapun yang berusaha menyerang Profesor, pekerjaan itu masih belum selesai.”
Francis: “Kalau begitu kau naiki saja klienmu itu.” (memandang Stigmavius)
Stigmavius: “Aku? Maaf, tapi aku juga dipekerjakan untuk melindungi Profesor. Lebih tepatnya rekan Profesor sendiri yang mengutusku, biaya yang digunakan untuk mempekerjakan Arachnus sendiri sebenarnya dibayar oleh beliau. Aku hanya menyampaikan bayaran itu dan memberikan pekerjaan yang disampaikan olehnya, jadi tanggung jawabku sekarang hanyalah tinggal di sini dan menjaga Profesor.”
Francis: “Tadi kau menyebut ‘kami’, apakah itu berarti...”
Arachnus: “Benar sekali, Yorgins berhak untuk ikut. Sebab dia baru saja membayar dan mempekerjakan diriku, hanya untuk mengizinkannya mengamati caraku menghabisi musuh.”
James: “Aku paham kau ingin sekali menghabisi musuh seorang diri, tapi kenapa kau tidak langsung saja berubah ke mode crimson?”
Francis: “Sayangnya itu mustahil, helm tersebut dirancang agar bisa berubah ke dalam mode neutral, mode crimson hanya bisa dipakai saat aku sudah dalam mode neutral. Kau tahu bukan jika aku harus memutar kenop untuk berubah ke mode crimson?”
James: “Ah, benar. Betapa bodohnya diriku.”
Megan: “Memang sudah dari dulu.”
Francis: “Dan kau berencana untuk mengikutiku dengan memasuki jalur elektrostatis tanpa pelindung sama sekali? Kalau kendaraan ini ditutupi pelindung itu lain soal, adikmu bisa selamat melintasinya karena sebelumnya Uchida memberi kendaraan itu pelindung. Tapi aku sudah mengupgradenya tanpa pelindung sama sekali, kau bisa terpanggang kalau kau masih mengikutinya.”
James: “Lantas kenapa kau juga tetap ingin mengikutinya tanpa memakai armor? Bukannya kau juga akan terpanggang?”
Francis: “Aku cyborg, aku akan cepat sembuh.”

            Keadaan menjadi hening sejenak, Hack yang hendak dikejar sudah kabur. Francis yang baru saja sadar, menoleh ke belakang. Semua pandangan kini tertuju pada Francis, Arachnus menahan tawanya.

Arachnus: “Hmph, kau memang punya kekuatan besar yang setara dengan kebodohanmu.”
James: “Lagipula jika masalah pelindung itu sudah diurus oleh Archie.”

            Francis menoleh dengan pandangan kesal pada mereka berdua, akhirnya dia melepaskan cengkeramannya. Arachnus juga melepas tangan Francis sehingga meninggalkan bekas, dia kembali menghadap ke depan dan menstarter kendaraannya. Dari belakang, James memasangkan semacam lencana ke dada Francis. Begitu juga dengan James dan Arachnus, mereka juga memakai lencana yang sama dengannya

James: “Kata Archie itu bisa melindungi.”
Francis: “Globarrier, jadi ternyata kau sudah menyiapkan semuanya?”
Arachnus: “Walaupun kau punya tubuh yang cukup kuat dan bisa menyembuhkan diri, elektrostatis tetap bisa mempengaruhi bagian dalam tubuhmu. Kau pasti pernah melihat cyborg yang otaknya mati tapi tubuhnya terus bekerja tanpa henti, itupun jika kau mau ambil resiko.”
James: “Jangan khawatir, dia sendiri tidak pernah pakai otak.”
Francis: (jengkel) “Apa maksudmu?”
Arachnus: “Jadi subyek M46, kita pergi sekarang atau kau masih ingin menurunkan kami dari sini?”
Francis: “Cih, aku takkan bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada kalian nanti.”
Arachnus: “Keputusan yang bijak.”

            Francis menekan tombol biru dan menembakkan laser biru yang membuka portal.  Francis langsung tancap gas dan masuk ke dalam, meninggalkan Megan dan Olivia bersama Stigmavius yang masih menyaksikan. Mereka kemudian dikagetkan oleh suara seseorang, ternyata kepala Uchida yang memakai kepala boneka kucing tergeletak di bawahnya.

Uchida: “Mereka sudah pergi?”
Megan: “Uchida-san? Daijobu ka?” (Kau tidak apa-apa?)
Uchida: “Begitulah, tapi maaf sekarang ini aku dalam mode bahasa Inggris. Tubuhku belum bisa berfungsi sepenuhnya, bisa lepaskan ini dari kepalaku?”
Stigmavius: “Biar aku saja.”

            Stigmavius berada di belakang Megan dan Olivia, dia mengangkat tinggi-tinggi sebuah kampak besar dan hendak mengayunkannya. Hal itu membuat Olivia menarik Megan mundur ke belakangnya, Megan langsung menutup mata. Kampak diayunkan dan hampir mengenai mereka, terdengar suara besi berdentang. Megan perlahan membuka matanya, dia melihat kepala boneka kucing yang dipakai Uchida sudah terbelah. Kepala Uchida terlihat menggelinding, Stigmavius langsung mengambilnya. Megan langsung melongo melihat apa yang telah diperbuat Stigmavius, dia jatuh berlutut memandangi lantai.

Stigmavius: “Sudah lepas.”
Uchida: “T... terima kasih, bawa aku ke tubuhku.”
Olivia: “Seharusnya katakan kalau kau tadi mau melakukan itu, kau malah membuat nona shock! Nona Megan, anda tidak apa-apa?”

            Stigmavius mengacuhkan Olivia dan berjalan ke meja tempat di mana bagian-bagian tubuh Uchida diletakkan, dia kemudian mengeluarkan sebuah jerigen berisi semacam cairan dari baju zirahnya. Tutupnya dibuka, ada asap tipis keluar dari dalamnya. Jerigen itu kemudian diletakkan di atas meja, tepat di depan tubuh Uchida. Asap dalam jerigen itu dihirup oleh hidung Uchida, dia terlihat nyaman setelah menghirupnya. Bagian tubuhnya yang seperti telur mendadak bergetar, selang keluar dari dalamnya dan mengisap habis seluruh isi jerigen tersebut. Seluruh tubuhnya melayang-layang, kakinya yang besar diturunkan oleh Stigmavius. Bagian-bagian tubuhnya menyusun kembali dengan sendirinya, dia kini sudah berdiri tegak dalam kondisi seperti semula. Tapi Uchida diam sejenak, dia mengangkat kedua tangannya yang masih terpasang dengan sarung tangan kaki kucing. Uchida kemudian menjulurkan kedua tangannya pada Stigmavius, dia kemudian mengeluarkan kampaknya sekali lagi. Namun belum sempat mengayunkan kampak itu, kepala Stigmavius dipukul dengan martil oleh Megan.

Megan: “Hentikan! Sudah cukup kau merusaknya!”
Uchida: “Megan?”
Megan: “Uchida-san!”

            Uchida diam melihat Megan yang terlihat marah, dia berjalan menghampiri Uchida. Kedua tangan yang memakai sarung tangan langsung dibuka oleh Megan dengan melepaskan perekat yang ada di sana, dia langsung melepas sarung tangan itu dan melemparnya ke arah Olivia. Suasana di dalam ruangan menjadi tegang, Megan memandang Uchida dan mengomelinya dalam bahasa Jepang.

Megan: (Padahal ini sudah dibuat supaya mudah dilepas, kenapa kau malah ingin merusaknya?! Kau setidaknya bisa minta salah satu dari kami untuk melepaskannya, bukannya pada kakaktua bodoh ini!)
Uchida: “Tunggu sebentar.”

            Uchida menarik lidahnya sampai berbunyi, kali ini dia mulai berbicara dengan bahasa yang sama.

Uchida: (Bukan begitu, maksudku memang meminta salah satu dari kalian melepasnya. Tapi mendadak dia mengambil inisiatif dengan memotongnya jadi 2, karena dia saat itu melakukannya mendadak jadi aku...)
Megan: (Tadi aku lihat kau bermaksud menyuruh dia memotong sarung tangan itu juga bukan? Aku sudah susah payah membuatkan samaran itu, lihat ini.)

            Megan menunjukkan topeng yang terpotong menjadi dua, dia menundukkan kepalanya seolah-olah terlihat sedih. Uchida yang merasa bersalah kemudian membungkukkan badannya, matanya yang sipit sedikit terbuka dan menunjukkan kesedihan. Dia melihat sosok lain dari Megan dalam bayangannya, dia hendak mengelus kepala Megan. Tapi mendadak Megan menjatuhkan topeng yang terbelah itu, mendadak Olivia melompat dari belakang dan memakaikan Uchida topeng kucing yang sama dengan yang terbelah. Megan langsung menekan sebuah tombol yang baru saja dia keluarkan dari saku bajunya, sesuatu seperti lonceng berkedip-kedip di bagian paling bawah topeng.

Megan: “Yatta!” (berhasil!)
Uchida: “Do yu imi da?” (Apa maksudnya ini?)
Megan: (Dengan begini kau tidak bisa melepasnya, aku sudah membuatnya agar bisa dilepaskan olehku.)
Uchida: “Usotsuita ka?” (Kau menipuku?)
Megan: (Jangan berkata begitu, aku menyebutnya sebagai pencegahan.)
Uchida: (Lantas bagaimana aku bisa mengerti pembicaraan orang lain? Kau tahu bukan aku harus menarik lidahku agar bisa bicara dan memahami lawan bicaraku?)
Olivia: “Itu sudah diatur.”
Uchida: “Apa maksud... mu? Tunggu, aku berbahasa Inggris? Ah, aku paham speaker dalam topeng ini yang membuatnya begitu.”
Megan: (Ini masih dalam masa percobaan, kau harus menunggu setidaknya dua tahun lagi sampai produk ini bisa dipatenkan kalau kau menginginkan yang sudah resmi.)
Uchida: (Tidak masalah, mungkin aku bisa melakukan sesuatu dengan itu.)

            Uchida mendadak diam setelah berbicara, dia kemudian menyentuh lonceng yang ada di bawah kepalanya. Lonceng itu sendiri berbunyi saat disentuh, dia kemudian memandang Megan.

Uchida: (Sekarang aku berbicara bahasa Jepang lagi, kalaupun ini memang bertujuan untuk mengurangi kecurigaan terhadap orang-orang di lingkungan sekitar mungkin aku bisa menerimanya.)
Stigmavius: “Profesor?”
Uchida: “Oh, kau masih di sini? (mendesah) Sekarang aku kembali berbahasa Inggris.”
Stigmavius: “Aku di sini untuk memastikan profesor sudah aman dari musuh, apakah generator yang dikirim sudah diterima?”
Uchida: “Aku yakin tadi kau sudah melihat kemampuannya saat pengejaran tadi, kenapa harus kau tanyakan lagi?”
Stigmavius: “Jika memang begitu, aku mengerti. Untuk selanjutnya, serahkan saja pengamanan Profesor padaku.”
Olivia: “Dari tadi kau belum memberitahu namamu.”
Stigmavius: “Aku, hmph. Panggil aku Stigmavius yang hebat, bahahahahah!”

            Olivia, Megan, dan Uchida hanya bengong memandangi Stigmavius yang tertawa terbahak-bahak, Uchida langsung menyentuhkan jempolnya ke badan Stigmavius dan menyetrumnya hingga  membuatnya diam.

Uchida: “Apanya yang Stigmavius? Jangan besar kepala, Sturgess.”
Sturgess: “Maaf.”