PERJANJIAN
New York, Amerika Serikat, 19 Oktober
2010, 18:00. Di dalam garasi kediaman Max, terlihat cahaya dan percikan listrik
memancar. Ibu Max melihat keadaan tersebut dari dalam rumahnya, Roy sedang
mengobati wajah Max yang memar karena dipukul Uchida.
Ibu
Max: “Kenapa ada cahaya dari dalam sana?”
Roy:
“Biarkan saja, garasi itu sekarang sedang direnovasi. Mereka sedang mengelas
bagian dalam, harap dimaklumi saja kalau berisik.”
Sementara itu, orang-orang yang berada
di dalam garasi menghadapi ‘Hack’ yang keluar dari tubuh Uchida. Mereka adalah,
Francis, James, Megan, Olivia, dan dua orang baru, Arachnus dan Stigmavius.
Tapi perhatian semua orang di dalam ruangan tertuju pada Arachnus yang sudah
melepas topinya dan memperlihatkan apa yang ada di baliknya, makhluk semacam
laba-laba dengan sebuah mata yang besar menempel di kepalanya.
Francis:
“Jadi isu itu memang benar.”
Megan:
“Apa itu... hidup?”
James:
“Kau juga cyborg?”
Arachnus:
“Lahahahah, tentu saja bukan. Seluruh tubuhku ini organik, (melirik ke atas)
dia juga salah satu bagian dari tubuhku.”
Stigmavius:
“Dia datang!”
Salah satu kepala Hack menyerang dan
berusaha menggigit salah satu dari mereka, Megan mulai menembakkan senjata
perekat miliknya dan mengenai wajahnya. Namun cairan perekat tidak mempan
terhadapnya, cairan itu malah meleleh dan jatuh ke lantai. Olivia menembakkan
pistolnya, tapi peluru yang dia tembakkan hanya menembus tubuhnya dan tidak
melukainya. Kepalanya yang satu lagi menyerang Olivia, namun beruntung serangan
itu dihentikan Stigmavius. Kepala Hack dipegang dengan tangannya, namun aliran
listrik di tubuh Hack membuatnya menyetrum seluruh tubuhnya.
Stigmavius:
“Ugh!! Aku tidak apa-apa!”
Arachnus:
“Aku tahu.”
James:
“Francis, bertransformasilah sekali lagi.”
Francis:
“Dari tadi aku ingin melakukan itu, tapi helmku sedang kehabisan tenaga. Apa
boleh buat, aku harus pakai cara manual.”
Francis berjalan menuju tubuh Hack
dan memegang kedua lehernya, sengatan listrik menjalar di sekujur tubuhnya
ketika menyentuhnya. Kedua tangan yang memegang lehernya hangus, James melihat
ekor Hack hendak menusuk Francis dari belakang. James menembakkan senjatanya
dan membuat ekor itu mental, ekor itu kini menancap di skuter milik Max. Hack
berhasil melepaskan diri dari genggaman Francis dan masuk ke dalam skuter,
James kemudian menghampiri Francis yang tangannya terbakar dan sembuh
perlahan-lahan.
James:
“Apa yang terjadi dengannya?”
Francis:
“Dia masih hidup... di dalam sana...”
Skuter milik Max mendadak bergetar
dan bergerak dengan sendirinya, skuter itu menyala dan mengeluarkan suara
keras. Suara itu terdengar sampai keluar, diiringi dengan suara klakson
berulang-ulang. Max langsung keluar dari rumah menuju garasi, dia mencoba
membuka pintu tapi pintu itu tertutup rapat dan tidak bisa dibuka.
Max:
“Kalau sampai terjadi sesuatu dengan skuterku, mereka akan...”
Megan:
“Max! Menjauh dari pintu!”
Max:
(menggedor pintu) “Menjauh katamu?! Di dalam sana ada skuterku! Kalian sedang
apa di dalam?! Buka!”
Megan:
“Justru saat ini skutermu jadi masalahnya!”
Max:
“Barang-barang milikku tak pernah bermasalah, James sendiri yang selalu
memberiku masalah!”
Megan:
“James?!”
James:
“Mohon maaf soal itu, boleh kupanggil kau Archie?”
Arachnus:
“Panggilan apapun yang kau berikan padaku adalah suatu kehormatan bagiku.”
Megan:
(jengkel) “Dia tak mendengarkan.”
James:
“Tidak bisakah kau lakukan hal yang sama dengan Humpty Dumpty?”
Arachnus:
“Itu hanya untuk menghentikan pengendaliannya dan memaksanya keluar, tapi
sayangnya aku tak bisa melakukan itu dua kali pada musuh yang sama.”
James:
“Lalu apa langkah selanjutnya?”
Arachnus:
“Hack punya kemampuan untuk melacak mangsa seperti halnya anjing dengan
memberinya makan sebuah komponen elektronik, Hack bisa tahu persis dari bagian
mana dan di mana asal komponen tersebut. Itulah kenapa dia bisa menemukan
Profesor Uchida di tempat persembunyiannya, karena diberi makan sebuah komponen
dari bagian tubuh Profesor Uchida.”
Olivia:
“Lalu apa hubungannya?”
Arachnus:
“Sebenarnya... aku punya sebuah komponen yang kemarin kuambil dari musuh, dan
musuh itu sendiri adalah musuh yang sama dengan yang mengirimnya.”
Francis:
“Aku paham, tapi apa kau bisa membuatnya keluar dan memakannya? Komponen yang
kau berikan itu setidaknya harus memiliki rasa yang lebih enak dari yang
diberikan musuh sebelumnya.”
Arachnus:
“Kujamin dia akan menyukainya.”
Arachnus mengambil sesuatu dari
dalam topinya, sebuah chip komputer kecil. Arachnus berjalan menuju skuter
tersebut, dia mendekatkan chip komputer itu pada skuter. Mendadak skuter itu
berhenti bergerak, salah satu dari kepala Hack yang bertanduk 4 keluar. Kepala
itu mendekati chip yang dipegang, Hack mengamatinya sebentar.
Megan:
“Menurutmu dia bisa melihat?”
James:
“Kalau menurutmu dia punya mata, sudah jelas tidak. Tapi dia pasti bisa
merasakan sesuatu seperti mengendus bau atau mendeteksi energi, mungkin saja
tanduk yang ada di kepalanya berfungsi untuk itu.”
Megan:
“Diam, maniak komik. Olivia, berikan aku 100 dollar.”
Olivia:
“Untuk apa, Nona Megan?”
Megan:
“Nanti kujelaskan, letakkan kembali kepala Uchida-san dan pakaikan kembali
topengnya.”
Olivia:
“Baik, nona Megan.”
Kepala itu membuka mulutnya yang
tidak bergigi dan hendak melahap chip itu, mendadak tanduk di kepalanya
bergerak dan menjepit chip tersebut. Chip itu langsung dimasukkan ke dalam
mulutnya dengan tanduk itu, mendadak kepala Hack bertanduk tiga keluar. Hack
bertanduk 4 masuk kembali ke dalam skuter, mendadak skuter itu berubah bentuk
seperti robot. Kepalanya dari setang dan lampu depan, roda belakangnya menjadi
sebuah kaki, roda depannya menjadi sebuah tangan.
Megan:
“Menurutmu Max akan mengatakan apa saat melihat ini?”
James:
“Oh, jadi tanduk itu semacam gigi?”
Megan:
(jengkel) “Dengarkan aku!”
Olivia:
“Nona Megan, sepertinya anda tak perlu menanyakan hal itu.”
Megan:
“Kenapa?”
Olivia menunjuk ke arah jendela
kecil di garasi, terlihat sepasang mata yang terbelalak. Sepasang mata itu
adalah milik Max yang setengah kepalanya yang terlihat jelas, dia langsung
terjatuh dan berteriak. Terdengar suara tong sampah berjatuhan di luar, .
Olivia:
“Dia mengatakan ‘AAAAAH’.”
Megan:
“Kau tak perlu mengatakan hal itu.”
James:
“Yang jelas kita harus mengirimkan permohonan maaf atas kerusakan yang akan
terjadi setelah ini.”
Kepala Hack masuk ke dalam lubang
stop kontak, tubuh robot skuter itu berubah menjadi aliran listrik. Francis
langsung mengeluarkan alat yang tadi dia pakai untuk mengeluarkan helm, dia
menekan tombol di ujung alat itu. Sinar kemerahan muncul dan keluarlah
kendaraan yang tadi digunakan oleh Francis, dia langsung menaiki dan mengaktifkannya.
Mendadak Arachnus ikut membonceng di belakangnya, diikuti oleh James.
Francis:
“Apa yang kalian lakukan?”
James:
“Duduk.”
Arachnus:
“Jangan hiraukan kami, lanjutkan saja.”
Francis:
“Turun.”
James:
“Paksa aku.”
Francis:
“Baiklah.” (memegang kerah baju James)
James:
“Tunggu, tunggu! Aku cuma bercanda, kau tak bermaksud untuk melemparku turun
bukan?”
Francis:
“Kalau memang diperlukan.”
Francis mencoba untuk menurunkannya,
tapi mendadak Arachnus mencegahnya. Dia memegang tangan yang hendak menyentuh
James, cengkeramannya sangat kuat sampai membuatnya berdarah.
Arachnus:
“Mohon maaf, tapi kami berhak untuk ikut. Sebab perjanjian dengan klienku
adalah menghabisi siapapun yang berusaha menyerang Profesor, pekerjaan itu
masih belum selesai.”
Francis:
“Kalau begitu kau naiki saja klienmu itu.” (memandang Stigmavius)
Stigmavius:
“Aku? Maaf, tapi aku juga dipekerjakan untuk melindungi Profesor. Lebih
tepatnya rekan Profesor sendiri yang mengutusku, biaya yang digunakan untuk
mempekerjakan Arachnus sendiri sebenarnya dibayar oleh beliau. Aku hanya
menyampaikan bayaran itu dan memberikan pekerjaan yang disampaikan olehnya,
jadi tanggung jawabku sekarang hanyalah tinggal di sini dan menjaga Profesor.”
Francis:
“Tadi kau menyebut ‘kami’, apakah itu berarti...”
Arachnus:
“Benar sekali, Yorgins berhak untuk ikut. Sebab dia baru saja membayar dan
mempekerjakan diriku, hanya untuk mengizinkannya mengamati caraku menghabisi
musuh.”
James:
“Aku paham kau ingin sekali menghabisi musuh seorang diri, tapi kenapa kau
tidak langsung saja berubah ke mode crimson?”
Francis:
“Sayangnya itu mustahil, helm tersebut dirancang agar bisa berubah ke dalam
mode neutral, mode crimson hanya bisa dipakai saat aku sudah dalam mode neutral.
Kau tahu bukan jika aku harus memutar kenop untuk berubah ke mode crimson?”
James:
“Ah, benar. Betapa bodohnya diriku.”
Megan:
“Memang sudah dari dulu.”
Francis:
“Dan kau berencana untuk mengikutiku dengan memasuki jalur elektrostatis tanpa
pelindung sama sekali? Kalau kendaraan ini ditutupi pelindung itu lain soal,
adikmu bisa selamat melintasinya karena sebelumnya Uchida memberi kendaraan itu
pelindung. Tapi aku sudah mengupgradenya tanpa pelindung sama sekali, kau bisa
terpanggang kalau kau masih mengikutinya.”
James:
“Lantas kenapa kau juga tetap ingin mengikutinya tanpa memakai armor? Bukannya
kau juga akan terpanggang?”
Francis:
“Aku cyborg, aku akan cepat sembuh.”
Keadaan menjadi hening sejenak, Hack
yang hendak dikejar sudah kabur. Francis yang baru saja sadar, menoleh ke
belakang. Semua pandangan kini tertuju pada Francis, Arachnus menahan tawanya.
Arachnus:
“Hmph, kau memang punya kekuatan besar yang setara dengan kebodohanmu.”
James:
“Lagipula jika masalah pelindung itu sudah diurus oleh Archie.”
Francis menoleh dengan pandangan
kesal pada mereka berdua, akhirnya dia melepaskan cengkeramannya. Arachnus juga
melepas tangan Francis sehingga meninggalkan bekas, dia kembali menghadap ke
depan dan menstarter kendaraannya. Dari belakang, James memasangkan semacam
lencana ke dada Francis. Begitu juga dengan James dan Arachnus, mereka juga
memakai lencana yang sama dengannya
James:
“Kata Archie itu bisa melindungi.”
Francis:
“Globarrier, jadi ternyata kau sudah menyiapkan semuanya?”
Arachnus:
“Walaupun kau punya tubuh yang cukup kuat dan bisa menyembuhkan diri,
elektrostatis tetap bisa mempengaruhi bagian dalam tubuhmu. Kau pasti pernah
melihat cyborg yang otaknya mati tapi tubuhnya terus bekerja tanpa henti,
itupun jika kau mau ambil resiko.”
James:
“Jangan khawatir, dia sendiri tidak pernah pakai otak.”
Francis:
(jengkel) “Apa maksudmu?”
Arachnus:
“Jadi subyek M46, kita pergi sekarang atau kau masih ingin menurunkan kami dari
sini?”
Francis:
“Cih, aku takkan bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada kalian nanti.”
Arachnus:
“Keputusan yang bijak.”
Francis menekan tombol biru dan
menembakkan laser biru yang membuka portal.
Francis langsung tancap gas dan masuk ke dalam, meninggalkan Megan dan
Olivia bersama Stigmavius yang masih menyaksikan. Mereka kemudian dikagetkan
oleh suara seseorang, ternyata kepala Uchida yang memakai kepala boneka kucing
tergeletak di bawahnya.
Uchida:
“Mereka sudah pergi?”
Megan:
“Uchida-san? Daijobu ka?” (Kau tidak apa-apa?)
Uchida:
“Begitulah, tapi maaf sekarang ini aku dalam mode bahasa Inggris. Tubuhku belum
bisa berfungsi sepenuhnya, bisa lepaskan ini dari kepalaku?”
Stigmavius:
“Biar aku saja.”
Stigmavius berada di belakang Megan
dan Olivia, dia mengangkat tinggi-tinggi sebuah kampak besar dan hendak
mengayunkannya. Hal itu membuat Olivia menarik Megan mundur ke belakangnya,
Megan langsung menutup mata. Kampak diayunkan dan hampir mengenai mereka,
terdengar suara besi berdentang. Megan perlahan membuka matanya, dia melihat
kepala boneka kucing yang dipakai Uchida sudah terbelah. Kepala Uchida terlihat
menggelinding, Stigmavius langsung mengambilnya. Megan langsung melongo melihat
apa yang telah diperbuat Stigmavius, dia jatuh berlutut memandangi lantai.
Stigmavius:
“Sudah lepas.”
Uchida:
“T... terima kasih, bawa aku ke tubuhku.”
Olivia:
“Seharusnya katakan kalau kau tadi mau melakukan itu, kau malah membuat nona
shock! Nona Megan, anda tidak apa-apa?”
Stigmavius mengacuhkan Olivia dan berjalan
ke meja tempat di mana bagian-bagian tubuh Uchida diletakkan, dia kemudian
mengeluarkan sebuah jerigen berisi semacam cairan dari baju zirahnya. Tutupnya
dibuka, ada asap tipis keluar dari dalamnya. Jerigen itu kemudian diletakkan di
atas meja, tepat di depan tubuh Uchida. Asap dalam jerigen itu dihirup oleh
hidung Uchida, dia terlihat nyaman setelah menghirupnya. Bagian tubuhnya yang
seperti telur mendadak bergetar, selang keluar dari dalamnya dan mengisap habis
seluruh isi jerigen tersebut. Seluruh tubuhnya melayang-layang, kakinya yang
besar diturunkan oleh Stigmavius. Bagian-bagian tubuhnya menyusun kembali
dengan sendirinya, dia kini sudah berdiri tegak dalam kondisi seperti semula.
Tapi Uchida diam sejenak, dia mengangkat kedua tangannya yang masih terpasang
dengan sarung tangan kaki kucing. Uchida kemudian menjulurkan kedua tangannya
pada Stigmavius, dia kemudian mengeluarkan kampaknya sekali lagi. Namun belum
sempat mengayunkan kampak itu, kepala Stigmavius dipukul dengan martil oleh
Megan.
Megan:
“Hentikan! Sudah cukup kau merusaknya!”
Uchida:
“Megan?”
Megan:
“Uchida-san!”
Uchida diam melihat Megan yang
terlihat marah, dia berjalan menghampiri Uchida. Kedua tangan yang memakai
sarung tangan langsung dibuka oleh Megan dengan melepaskan perekat yang ada di
sana, dia langsung melepas sarung tangan itu dan melemparnya ke arah Olivia.
Suasana di dalam ruangan menjadi tegang, Megan memandang Uchida dan
mengomelinya dalam bahasa Jepang.
Megan:
(Padahal ini sudah dibuat supaya mudah dilepas, kenapa kau malah ingin
merusaknya?! Kau setidaknya bisa minta salah satu dari kami untuk
melepaskannya, bukannya pada kakaktua bodoh ini!)
Uchida:
“Tunggu sebentar.”
Uchida menarik lidahnya sampai
berbunyi, kali ini dia mulai berbicara dengan bahasa yang sama.
Uchida:
(Bukan begitu, maksudku memang meminta salah satu dari kalian melepasnya. Tapi
mendadak dia mengambil inisiatif dengan memotongnya jadi 2, karena dia saat itu
melakukannya mendadak jadi aku...)
Megan:
(Tadi aku lihat kau bermaksud menyuruh dia memotong sarung tangan itu juga
bukan? Aku sudah susah payah membuatkan samaran itu, lihat ini.)
Megan menunjukkan topeng yang
terpotong menjadi dua, dia menundukkan kepalanya seolah-olah terlihat sedih.
Uchida yang merasa bersalah kemudian membungkukkan badannya, matanya yang sipit
sedikit terbuka dan menunjukkan kesedihan. Dia melihat sosok lain dari Megan
dalam bayangannya, dia hendak mengelus kepala Megan. Tapi mendadak Megan
menjatuhkan topeng yang terbelah itu, mendadak Olivia melompat dari belakang
dan memakaikan Uchida topeng kucing yang sama dengan yang terbelah. Megan
langsung menekan sebuah tombol yang baru saja dia keluarkan dari saku bajunya,
sesuatu seperti lonceng berkedip-kedip di bagian paling bawah topeng.
Megan:
“Yatta!” (berhasil!)
Uchida:
“Do yu imi da?” (Apa maksudnya ini?)
Megan:
(Dengan begini kau tidak bisa melepasnya, aku sudah membuatnya agar bisa dilepaskan
olehku.)
Uchida:
“Usotsuita ka?” (Kau menipuku?)
Megan:
(Jangan berkata begitu, aku menyebutnya sebagai pencegahan.)
Uchida:
(Lantas bagaimana aku bisa mengerti pembicaraan orang lain? Kau tahu bukan aku
harus menarik lidahku agar bisa bicara dan memahami lawan bicaraku?)
Olivia:
“Itu sudah diatur.”
Uchida:
“Apa maksud... mu? Tunggu, aku berbahasa Inggris? Ah, aku paham speaker dalam
topeng ini yang membuatnya begitu.”
Megan:
(Ini masih dalam masa percobaan, kau harus menunggu setidaknya dua tahun lagi
sampai produk ini bisa dipatenkan kalau kau menginginkan yang sudah resmi.)
Uchida:
(Tidak masalah, mungkin aku bisa melakukan sesuatu dengan itu.)
Uchida mendadak diam setelah
berbicara, dia kemudian menyentuh lonceng yang ada di bawah kepalanya. Lonceng
itu sendiri berbunyi saat disentuh, dia kemudian memandang Megan.
Uchida:
(Sekarang aku berbicara bahasa Jepang lagi, kalaupun ini memang bertujuan untuk
mengurangi kecurigaan terhadap orang-orang di lingkungan sekitar mungkin aku
bisa menerimanya.)
Stigmavius:
“Profesor?”
Uchida:
“Oh, kau masih di sini? (mendesah) Sekarang aku kembali berbahasa Inggris.”
Stigmavius:
“Aku di sini untuk memastikan profesor sudah aman dari musuh, apakah generator
yang dikirim sudah diterima?”
Uchida:
“Aku yakin tadi kau sudah melihat kemampuannya saat pengejaran tadi, kenapa
harus kau tanyakan lagi?”
Stigmavius:
“Jika memang begitu, aku mengerti. Untuk selanjutnya, serahkan saja pengamanan
Profesor padaku.”
Olivia:
“Dari tadi kau belum memberitahu namamu.”
Stigmavius:
“Aku, hmph. Panggil aku Stigmavius yang hebat, bahahahahah!”
Olivia, Megan, dan Uchida hanya
bengong memandangi Stigmavius yang tertawa terbahak-bahak, Uchida langsung
menyentuhkan jempolnya ke badan Stigmavius dan menyetrumnya hingga membuatnya diam.
Uchida:
“Apanya yang Stigmavius? Jangan besar kepala, Sturgess.”
Sturgess:
“Maaf.”