PENGEJARAN
19 Oktober 2010,
di tempat yang tidak diketahui negara, waktu, dan tempatnya. Di sebuah markas
rahasia dengan tekhnologi canggih, ada seseorang yang sedang duduk mengamati
layar monitor kecil. Di layar tampak semacam radar yang menunjukkan lokasi
keberadaan sesuatu, sebuah titik merah berkedip-kedip.
?: “Cih, gagal. Padahal akan lebih baik
kalau melihat satu pemukiman hilang tak berbekas.”
??: “Mohon maaf, tapi perintah dari atas
sudah jelas.”
Pria
yang duduk di kursi itu memutar kursinya, kini dia berhadapan dengan seseorang
berpenampilan seperti burung berwarna hijau. Dia memakai helm bermotif condor
dan memiliki rambut berkuncir panjang di atas kepalanya, dia sendiri adalah
Ramon.
?: “Ramon... Kau pikir aku mau dengar
itu dari mulut seseorang yang membiarkannya kabur?”
Ramon: “Aku tidak membiarkannya kabur,
saat itu aku sudah menyerahkannya pada Doctor Alvon. Aku dan kelompokku tak
bisa mengejar mereka karena itu sudah di luar batas wilayah.”
?: “Tapi kenyataannya Alvon sudah
berkhianat, ditambah dengan Drake. Kau sendiri mungkin bisa berpikir untuk
melawan Alterion, kapan pun kau mau. Tapi aku tahu jelas kau bukan orang
seperti itu, setiap orang punya agendanya sendiri. Beberapa hanya mementingkan
diri sendiri, tapi kau dan aku sama.”
Pria
yang duduk di kursi itu memutar kembali kursinya, kali ini dia menekan sebuah
tombol dan menunjukkan foto Francis berukuran besar. Tapi warna rambutnya tidak
merah dan kuning seperti saat ini, warna rambutnya hijau sama dengan matanya.
?: “Siapa yang sangka kalau dia akan
menjadi percobaan yang berhasil pertama kalinya dalam mengendalikan partikel
crimson, terima kasih atas data yang dikirimkan oleh seorang keroco di Norwegia
sebelum dia tewas.”
Ramon: “Setelah ini langkah apa yang
akan kau lakukan?”
?: “Tentu saja menangkap subyek
hidup-hidup sesuai apa yang diperintahkan oleh pihak atas, aku tidak lupa akan
hal itu. Hack sudah gagal meledakkan diri, tapi dia masih punya satu tugas
lagi. Kita adalah pion dari Alterion yang tidak akan pernah sekalipun menolak
sebuah perintah, kita sama-sama mengabdikan diri kita baik jiwa ataupun raga.”
Ramon: “Aku mengerti, kalau begitu
izinkan aku meninggalkan tempat.”
?: “Kau tidak mau membantu?”
Ramon: “Aku hanya menyampaikan perintah,
setidaknya itulah yang Letnan Mungo sampaikan kepadaku.”
?: “Akan kukirimkan rekamannya saat aku
berhasil menangkap subyek M46N4 120K, sayang jika kau tak melihatnya secara
langsung.”
Ramon
langsung berbalik dan keluar dari pintu, dia memandangi pemandangan yang ada di
depannya. Dia berdiri di atas sebuah puing-puing bangunan yang besar dan
melayang-layang dalam sebuah dimensi, di sekitarnya banyak bangkai kendaraan
atau robot mengitarinya.
Ramon: (Kau pikir kita sama, tapi kadar
kesetiaanmu sendiri masih tergolong sedang. Kesetiaanku bukan pada Alterion, hanya
pada ‘Capitan’ aku percaya.)
Ramon
merentangkan sayapnya dan terbang meninggalkan puing-puing, sementara itu Hack
yang dikejar Francis baru saja kembali dan memasuki puing-puing. Kini Hack
berada dalam ruangan yang gelap, makhluk itu keluar dari dalam skuter Max. Kini
ruangan itu terlihat jelas, Hack berada dalam sebuah kurungan. Kurungan
tersebut tidak hanya satu, ada banyak Hack yang ditampung dalam ruangan itu.
Pria itu mulai mengoperasikan beberapa peralatan dalam ruangan tempat Hack
berada, Hack yang tadi merasuki skuter ditangkap dengan jaring laser. Makhluk
itu berontak dan dibawa ke sebuah ruangan berisi semacam kolam berwarna merah,
Hack dijatuhkan ke dalamnya.
?: “Sekarang... mari kita lihat seberapa
hebatnya partikel crimson ini.”
Sementara
itu, Francis dan yang lain masih mencari dan mengejar Hack di dalam jalur
elektrostatis. Francis masih mengemudi, sementara James mendengarkan penjelasan
dari Arachnus.
Arachnus: “Jalur elektrostatis adalah
satu dari 5 jalur yang digunakan untuk transportasi di masa depan, jalur ini
sendiri tergolong berbahaya di kategori ke 3.”
James: “Oh, apa ada yang paling aman?”
Francis: “Tidak ada yang aman di masa
depan sana.”
Arachnus: “Sayangnya yang dia katakan
itu benar, setiap jalur selalu memiliki resiko tersendiri.”
James: “Aku sudah tahu kalau kita
memasuki jalur ini tanpa pelindung, tubuh kita akan hangus karena tegangan
listrik. Tapi apa ada bahaya lain?”
Arachnus: “Pertanyaan yang bagus, di
jalur ini walau memakai pelindung sekalipun tetap saja akan terkena efek
negatif bagi kalangan tertentu.”
James: “Lalu siapa yang dimaksud
‘kalangan tertentu’ itu?”
Arachnus: “Makhluk hidup yang memiliki
‘cairan’ di tubuhnya.”
Suasana
mendadak hening, James memasukkan tangannya ke dalam saku celananya dan
mengambil sebungkus permen M&M. Dia membuka bungkusnya dan mengangkatnya ke
atas, dia menjatuhkan beberapa butir dari dalam dan akhirnya masuk ke dalam
mulutnya. James mengunyah-ngunyah permen itu, dia lalu menawarkan pada
Arachnus.
Arachnus: “Tidak, terima kasih.”
James: “Bukankah semua makhluk yang
‘hidup’ itu memiliki cairan dalam tubuhnya?”
Arachnus: “Memang benar... tapi itu
tidak berlaku lagi sejak partikel Crimson ditemukan.”
James: “Partikel Crimson? Kalau tidak
salah itu nama partikel yang dipakai Francis
untuk membuat berbagai macam benda, sebenarnya apa itu?”
Arachnus: “Itu...”
Francis: “Musuh datang.”
Perhatian
James terpecah ketika mendengar hal tersebut, kendaraan yang dinaiki Francis
ditabrak dari belakang dan berguncang. James hampir terjatuh, tetapi untungnya
Arachnus berhasil menangkapnya. Kendaraan itu lagi-lagi ditabrak, kali ini
James dan Arachnus terhempas dari kendaraan dan ditangkap oleh suatu benda yang
panjang.
James: “Apa ini?!”
Arachnus: “Hack.”
James: “Itu? Kau yakin? Tapi
warnanya...”
James
dan Arachnus yang terbelit melihat di hadapan mereka makhluk yang sebenarnya
adalah Hack, tapi wujudnya sendiri berbeda dengan yang tadi dihadapi. Yang
tadinya memiliki dua buah kepala kini menjadi tiga, kepala kedua dan ketiga
masing-masing membelit Arachnus dan James. Kepala tambahan itu sendiri mirip
dengan ekor Hack yang memiliki sengat, hanya saja memiliki mulut dengan rahang
yang terbelah menjadi empat bagian.
?: “Kuakui itu usaha yang bagus.”
James: “Makhluk itu bicara? Ugh!”
?: “Mencoba menggunakan Hack untuk
melacak keberadaanku, benar-benar pemburu bayaran kelas A.”
Arachnus: “Aku kenal suara itu.”
James: “Biar kutebak, dari Alterion?”
Francis: “Memang siapa lagi... yang suka
mengganggu ketenangan dan privasi orang seenaknya selain mereka?!”
Francis
menyerempet masing-masing kepala yang membelit Arachnus dan James, mereka
berdua berhasil lepas dan dengan cepat dibawa oleh Francis. Kini mereka berdua
sudah duduk kembali di kendaraan, mereka langsung melarikan diri.
Arachnus: “Karena sudah ketahuan, lebih
baik segera cari celah agar kita bisa keluar dari sini.”
Francis: “Aku tahu itu! Terima kasih
berkatmu dan rencanamu!”
Arachnus: “Itu bukan rencana tapi
strategi.”
James: “Kelihatannya itu sama saja, ugh!
Tubuhku terasa kesemutan.”
Arachnus: “Sepertinya Globarrier tidak
sepenuhnya bekerja, aku sudah sebutkan padamu mengenai efek negatif dari jalur
ini bukan?”
James: “Kesemutan ini? Aliran
listriknya, jadi itu penyebabnya.”
Arachnus: “Yang bisa melindungi kita
dari aliran listrik di jalur ini hanya dua, yaitu Globarrier dan partikel
Crimson. Globarrier biasanya dipasang di kendaraan yang dirancang untuk
melewati medan tertentu, seperti misalnya gunung berapi. Tapi Globarrier
sendiri punya keterbatasan, efek dari medan yang ditempuh itu perlahan akan kau
rasakan seiring dengan berjalannya waktu.”
James: “Jadi tinggal menunggu waktu sampai
aku terpanggang, aku suka matang.”
Arachnus: “Kalau aku lebih suka mentah.”
Francis: “Aku terserah mau seperti apa,
kalian gosong pun aku tidak akan peduli.”
Arachnus: “Dia marah.”
James: “Tidak, dia memang sudah begitu.”
Francis: “Kalau kalian punya waktu untuk
bercanda, setidaknya carikan celah keluar.”
Arachnus: “Sudah sejak tadi kulakukan.”
Mata
laba-laba di kepala Arachnus bergerak ke segala arah, semuanya terlihat seperti
percikan dalam pandangan mata itu. James dan Francis terlihat seperti kumpulan
garis bercahaya di tubuh mereka dan sebuah kepala yang memancarkan sinar. Dia
melihat ke segala arah, akhirnya dia melihat semacam percikan yang cukup besar
di kejauhan.
Arachnus: “Arah barat, kejauhan 10
meter.”
James: “Di mana? Aku tak melihatnya?”
Arachnus: “Mata rekanku bisa melihat
sesuatu yang tak bisa dilihat oleh mata biasa.”
Francis: “Pegangan erat, kita akan
segera keluar.”
Francis
mengubah haluan 180 derajat, dia menekan tombol biru pada tuas lalu
mendorongnya ke depan. Dengan kecepatan tinggi, mereka meluncur ke arah celah
yang dimaksud oleh Arachnus. Kendaraan mereka kini diselimuti oleh
percikan-percikan biru, lama-kelamaan percikan itu semakin banyak dan membuat
kendaraan itu terlihat seperti bola listrik yang berpijar. Akhirnya mereka
berhasil masuk ke dalam celah itu, sementara Hack berkepala ketiga hanya
mengamati mereka. Dalam pandangan Hack sebenarnya tersambung dengan layar
monitor yang dioperasikan oleh pria misterius di persembunyiannya di dimensi
lain, dia mulai mengetikkan beberapa perintah. Bersamaan dengan itu Hack yang
dikendalikan olehnya mengalami perubahan, makhluk itu tampak seperti membelah
diri. Masing-masing kepala tersebut kini memiliki tubuh sendiri, pria misterius
itu lagi-lagi mengetikkan perintah.
?: “Sementara dia mengejar subyek M46 N4
120K, akan kukirimkan kejutan untuk Profesor.”
Di
layar monitor muncul semacam radar, ada dua buah titik berwarna merah dan biru.
Terdapat 3 titik merah, titik merah sendiri menunjukkan Hack yang dikendalikan
pria tersebut. Masing-masing dari mereka berpencar menuju titik biru yang
terpencar di segala arah, titik yang dikejar Hack sendiri menunjukkan 3 warna.
1 biru, 1 ungu, dan satu lagi berpijar dan berganti warna antara merah dan
kuning.
Sementara
itu di mansion kediaman Yorgins, sebuah mobil baru saja memasuki pintu depan.
Mobil itu sendiri dikendarai oleh Olivia dan penumpangnya sendiri adalah Megan
dan Roy, mereka segera turun dari kendaraan. Beberapa pelayan dan maid sudah
datang menghampiri mereka, Megan langsung berjalan memasuki mansion.
Pelayan: “Nona Megan? Anda habis dari
mana?”
Maid: “Tadi sempat terjadi kebakaran
kecil di garasi tempat anda tadi masuk, bagaimana anda bisa keluar? Anda
baik-baik saja?”
Olivia: “Kalian semua, jangan menanyai
nona dengan pertanyaan tidak berguna. Kalian tahu sekarang waktu untuk apa?”
Pelayan: “Benar, acara makan malam.”
Maid: “Kami sudah menyiapkan semuanya di
dalam, tapi... ada sedikit masalah.”
Olivia: “Apa itu? Tuan dan nyonya besar
sudah datang?”
Maid: “Justru sebaliknya, mereka tak
bisa datang. Tuan Henry sedang rapat dengan para staff, saat ini Nyonya Ursula
sedang menunggu penerbangannya yang tertunda.”
Roy: “Kedengarannya bagus, dengan begini
kita tak perlu khawatir jika mereka tahu soal kekacauan ini.”
Olivia: “Lalu, masalah apa yang kalian
maksud?
Beberapa
saat kemudian, Olivia, Roy, para pelayan dan maid berlari menuju sebuah
pekarangan. Di sana mereka mendapati Megan sudah berdiri mematung, dia melihat
sesuatu yang sangat mengejutkan. Pekarangan yang luas itu dalam kondisi
berantakan, banyak patung-patung yang hancur, tanah di sekitarnya retak dan ada
air yang menyembur deras dari dalam tanah. Perhatian mereka teralihkan pada
seseorang yang baru saja minum teh dan meletakkan cangkirnya di atas meja,
terlihat Arachnus yang sudah mengenakan topinya duduk bersama dengan James
sambil menikmati cake di sebuah tawang.
Roy: “JAMES ARCHIBALD YORGINS!!”
James: “Halo.”
Roy
berlari ke arah James, dia kemudian berhenti tepat di hadapannya. Dengan wajah
kesal dia menatap James, bibirnya mencibir dan mata kanannya melotot.
Roy: “Setelah semua kekacauan ini, kau
cuma bisa bilang halo?!”
James: “Tidak begitu buruk.”
Roy: “Justru itu sangat buruk!”
Arachnus: “Memangnya halaman ini
milikmu? Kenapa kau yang marah?”
Roy: “Halaman ini memang bukan milikku
tapi kepunyaan orang lain, orang itu sendiri akan marah-marah dan menyalahkanku
dan...
Mendadak
Roy berhenti berbicara saat melihat Arachnus, dia langsung mundur perlahan ke
belakang. Dia tak sengaja menabrak Olivia di belakangnya, dia langsung
bersembunyi di belakang Olivia. Megan lalu maju mendekati Arachnus, dia
memberikan uang 100 dollar kepadanya.
Arachnus: “Dengan senang hati, nona.”
Megan: “Kenapa kau malah bawa makhluk
itu kemari, James?”
James: “Itu ketidak sengajaan, makhluk
itu menyerang dan berbalik mengejar. Kalau mau salahkan seseorang, Francis yang
membawanya.”
Megan: “Tapi dia itu bawahanmu, di mana
dia sekarang?”
James: “Sedang membereskan di tempat
lain.”
Megan: “Kalau ayah dan ibu pulang,
bagaimana kau bisa menjelaskan ini?”
James: “Itu sudah kupikirkan, semuanya
akan beres dalam 5 menit.”
Megan: “Dan bagaimana kau akan
melakukannya?”
James: “Bukan aku, dia.”
James
menunjuk Arachnus, dia mengambil sebuah alat yang ada di bawah meja. Alat itu
sendiri ternyata adalah alat yang dulu pernah digunakan Uchida untuk
memperbaiki tembok yang jebol di Norwegia, Arachnus berjalan ke tengah
pekarangan.
James: “Sebelum Francis kembali, suruh
para pelayan kemari dan mengikuti instruksiku.”
Megan: “Lebih baik kau ceritakan dulu
apa yang terjadi tadi.”
James: “Akan kuceritakan sambil
membereskan.”
Flashback
ketika Francis, Arachnus, dan James berhasil keluar dari jalur elektrostatis,
mereka keluar tepat di atas sebuah
gedung. Mereka langsung terjun bebas dari atas gedung tersebut, untungnya
Francis sempat mengaktifkan sebuah tombol. Kendaraan tersebut tidak jadi jatuh
tapi melayang-layang di udara, mereka naik semakin tinggi kemudian berhenti.
James: “Kupikir aku akan mati.”
Francis: “Kau memang lebih baik mati.”
James: “Hei, hei, hei, itu dingin
sekali.”
Francis: “Sebentar lagi dia akan
menyusul, kalian turun saja.”
James: “Halo? Ini di tengah-tengah
udara, kau mau aku jatuh? Setidaknya turunkan kami di suatu tempat.”
Arachnus: “Kenapa tidak ke mansion saja?
Letaknya tidak jauh dari sini, lihat ke kiri.”
James: “Kau benar, dan ini adalah gedung
yang kelihatan dari jendela ruanganku. Tapi apa tidak masalah jika nanti Hack
ke sana?”
Arachnus: “Pengawalmu bisa mengurusnya,
lagipula kau ada acara makan malam dengan keluargamu bukan?”
James: “Makan malam, tentu saja.
Francis, ayo kita ke mansion.”
Arachnus: “Tak usah repot-repot aku akan
mengantarmu, lagipula anginnya sangat pas.”
Laba-laba
di kepala Arachnus, pupil matanya mengecil. Makhluk itu langsung menancapkan
dua taringnya di ubun-ubun Arachnus, matanya ditutupi oleh sang laba-laba
sehingga terlihat Arachnus memiliki mata dari laba-laba itu. Dia langsung
mengangkat James dan terjun ke bawah, Arachnus mengeluarkan semacam jaring dari
mulutnya. Jaring itu disemburkan ke atas sehingga membentuk sebuah parasut,
jaring itu kemudian digigit hingga putus. Ujung jaring yang diputus dililitkan
di sekitar pinggang James, sedangkan yang satu dibelit dan dipegang di tangan
kanan Arachnus. Mereka berdua terbang melayang tertiup angin, membawa mereka
langsung ke mansion. Sementara Francis memandangi mereka dari kejauhan, dia
kemudian mengalihkan pandangannya ke portal yang terbuka. Francis langsung
mengambil alat yang dia pakai untuk mengambil helm, sekarang dia
mengacungkannya ke atas dan menekannya. Tak lama kemudian, Hack muncul
bersamaan dengan saat dia mengambil helm.
Francis: “N-Gage.”
Francis
langsung berubah dan berhasil menangkap salah satu kepala Hack, tapi tidak
disangka muncul satu kepala lagi. Francis melihat Hack tersebut terbang
melewatinya, dia kemudian melihat Hack yang dia tangkap hanya memiliki satu
kepala dan mempunyai tubuh baru. Kepalanya memiliki leher panjang, tiga buah
tanduk dan sebuah mulut. Badannya seperti seekor kura-kura dengan cangkang yang
terlihat keras, kepalanya kemudian menarik tubuhnya sendiri hingga menabrak
Francis jatuh dari kendaraannya. Dia jatuh di atap gedung bersama dengan
kendaraannya, Hack tersebut memasukkan kepalanya ke dalam cangkang. Di cangkang
itu ada tiga lubang, mendadak dari masing-masing lubang keluar sesuatu. Sebuah
bazooka, gergaji mesin, dan kait. Seluruh senjata itu masuk kembali ke dalam
cangkang, kali ini muncul percikan api dari seluruh lubang sehingga membuatnya
terbang berputar.
Francis: “Ini jadi semakin menarik, sebenarnya
aku mau mengejar yang satu lagi. Tapi lupakan saja, sudah ada dia.”
Sementara
itu Arachnus dan James sudah mendarat tepat di pekarangan mansion, mereka mendarat
tepat di sebelah seorang pelayan yang sedang mengurus tanaman. Sang pelayan
sendiri kaget saat dia berbalik dan melihat James dan Arachnus sudah berdiri di
belakangnya, Arachnus sendiri sudah memakai kembali topinya.
Pelayan: “Tu-tuan James?! Sejak kapan
anda kembali?!”
James: “Baru saja, ayah dan ibu sudah
datang?”
Pelayan: “Ah, mengenai itu...”
James: “Biar kutebak, mereka tidak akan
datang. Tidak masalah, lagipula mereka selalu mengikuti acara makan malam
keluarga hanya dua kali sebulan.”
Pelayan: “Tuan James...”
James: “Lupakan saja, aku masih bisa
makan malam itu sudah cukup.”
Pada saat
bersamaan, para maid yang sudah mengetahui keberadaan James keluar dari dalam
mansion dengan bersuka cita.
Para Maid: “Tuan James!”
James: “Halo semuanya, para maid-ku
tercinta.”
Pelayan: “Lalu... siapa orang ini?”
James: “Ah, benar. Dia yang akan
menemaniku makan malam hari ini, dia adalah...”
Arachnus: “Aku pertunjukan pada malam
ini untuk kalian, terutama untuk James.”
Pelayan: “Pertunjukan?”
James: “Kebetulan aku sedang bosan.”
Arachnus: “Tadi kau mengatakan ingin
tahu seberapa jauh kemampuanku bukan? Kebetulan sekali...”
Sesuatu
yang besar mendarat dengan keras di tengah pekarangan, menghancurkan beberapa
patung dan menumbangkan beberapa pohon. Beberapa oorang di pekarangan jatuh
karena guncangan keras, terlihat siluet yang besar dari balik debu yang
beterbangan. Wujudnya nampak seperti manusia, perlahan-lahan debu menghilang
dan menampakkan wujud sebenarnya. Seluruh tubuhnya berwarna merah, punggung
berduri, leher yang bisa memanjang, percikan listrik memancar dari kedua
bahunya, sepasang tangan bercakar, bagian atasnya terlihat seperti knalpot yang
bengkok, bagian kepalanya sendiri berada di bawah.
James: “Itu wujud terjelek yang pernah
kulihat.”
Semua
pelayan dan maid yang melihat terlihat kaget, beberapa ada yang pingsan dan
lari ketakutan. Pelayan yang berada dekat James hanya bisa berdiri mematung,
James kemudian memegang pundaknya.
James: “Jangan khawatir, semuanya!
Dengarlah, ini bagian dari pertunjukan!”
Arachnus: “Aku jamin... ini akan jadi
malam yang menyenangkan, Mr. James.”