MARGO
Oslo,
Norwegia, 14 Oktober, 02:30. Lantai terbawah di markas rahasia Drake,
Uchida dalam keadaan kritis. Tangan kanannya tergeletak di tanah
dalam keadaan membeku, dia berdiri dan bernafas tersengal-sengal.
Tangan kirinya memegang Roy yang masih pingsan, badannya yang
berbentuk telur sedikit membeku. Mereka dikelilingi oleh sekelompok
Absorber yang dipimpin oleh Margo, hanya saja para Absorber itu
badannya tidak lagi terbuat dari tanah tapi dari es. Uchida kemudian
jatuh berlutut, dia menurunkan Roy kemudian mengangkat tangannya.
Margo:
“Apa ini? Kau menyerah? (melangkah maju) Aku mengerti kau tidak
ingin mati, tapi perintah yang kuterima sudah jelas.”
Uchida:
“Tidak, aku hanya minta kesempatan untuk menanyakan sesuatu.”
Margo:
“Apa itu?”
Uchida:
“Kau dari divisi tempur bukan?”
Margo:
“Memang.”
Uchida:
“Jadi lambang itu...”
Margo:
“Benar, ini asli.”
Uchida:
(suara hati) “Tenagaku tinggal 1%, melawan pun percuma saja. Apa
boleh buat.”
Tubuh
Uchida roboh, kepalanya menggelinding ke arah Margo. Dia mengangkat
kepala itu dengan belalainya, menatap wajah Uchida yang kelihatan
tidak berekspresi. Asap putih keluar dari ujung belalainya, membuat
kepala Uchida terbungkus es perlahan-lahan. Dia melemparkan kepala
itu ke arah pasukan absorber es, sementara itu Roy melihat kejadian
itu dengan berpura-pura masih pingsan.
Roy:
(suara hati) “Harusnya aku tak ke tempat ini!”
Di
ruangan di mana James dan Drake berada, kini mereka saling
berhadapan. James melihat sosok Drake yang ada di depannya, namun
yang dia lihat bukanlah Drake. Sesuatu seperti kulit dan pakaian
tergeletak di lantai, kini James mengalihkan pandangan ke belakang.
Sesuatu yang dimuntahkan oleh Drake bergerak-gerak di kegelapan,
mendadak menyerang dengan sesuatu yang panjang dan keluar dari
dalamnya. James langsung meloncat ke dalam lubang, dia terjun bebas
ke bawah. Makhluk itu berjalan mendekati lubang, mengamatinya
sebentar. Mendadak makhluk itu berlari menuju pintu lift dan
menjebolnya, ekor yang panjang merusak tembok di ruangan itu.
Sementara itu James yang jatuh ke lubang, berpegangan pada tongkat
milik Drake yang tersangkut di dinding lubang. Di bawahnya dia
melihat timbunan Ulkamium, beberapa absorber mengangkut Ulkamium
dengan kereta dorong dan meletakkannya di timbunan.
James:
“This is... treasure room, I must get down. But how?” (Ini...
ruang harta, aku harus turun. Tapi bagaimana?)
Mendadak
tongkat yang tersangkut itu lepas dan otomatis membuat James jatuh,
posisi kepalanya berada di bawah. Ketika dia hendak menghantam tanah,
tak sengaja dia menekan tombol di tongkat dan menembakkan laser.
Tembakan itu mendorongnya ke atas, kemudian dia terjatuh ke dalam
kereta dorong yang kosong. Satu absorber mendengar suara jatuh itu
melirik ke belakang, tapi dia tak melihat apa-apa dan melanjutkan
pekerjaannya kembali. Senjata yang dibawa oleh James ternyata jatuh
di tanah, kini tertimbun Ulkamium. Sambil mengusap-usap kepalanya,
James keluar perlahan-lahan dari kereta dorong.
James:
“Aw, that hurt. Well, at least I'm already down. Ah, shoot. I lost
my gun, (melihat tongkat yang dipegang) but I have the replacement.”
(Aw, itu sakit. Yah, setidaknya aku sudah turun. Ah, sial. Aku
kehilangan senjataku, tapi aku dapat penggantinya)
James
merunduk ketika ada absorber yang lewat di depannya, memasukkan
Ulkamium yang baru saja ditambang. Ketika absorber itu selesai
meletakkan Ulkamium dan keluar dari ruangan, James melongok keluar.
James:
“Oh, I want to take it. But I can't easily touch it, maybe it's
radioactive.” (oh, aku mau mengambilnya. Tapi aku tak bisa semudah
itu menyentuhnya, mungkin saja bersifat radioaktif)
Mendadak
sebuah botol jatuh dari lubang, James sempat menghindar. Dia diam dan
sempat mengamati botol itu, itu adalah botol yang digunakan oleh
Drake untuk mencairkan Ulkamium. James tersenyum simpul, dia
mengambil botol itu.
James:
“Maybe I can use this, I don't know if that freak have more than
one.” (mungkin ini bisa kugunakan, aku tak tahu jika orang aneh itu
punya lebih dari satu.)
James
turun dari kereta dorong, sambil membawa botol dan tongkat Drake. Dia
melongok ke kanan dan kiri, berjalan melewati 2 atau 3 absorber yang
berada di dalam ruangan. Kini dia sudah berada tepat di depan
timbunan Ulkamium, dia membuka tutup botol itu dan mendekatkannya ke
Ulkamium. Mendadak botol itu menyedot dengan sangat kuat, Ulkamium di
hadapannya disedot dengan cepat. James yang memegang botol penyedot
itu mencengkeram erat-erat dengan kedua tangannya, mencegah botol itu
lepas dari cengkeramannya. Ketika sudah penuh, botol itu menutup
dengan sendirinya. James yang kelihatan takjub memasukkan botol itu
ke dalam bajunya, dia disambut oleh satu absorber ketika dia berbalik
ke belakang. Ketika absorber itu hendak menangkapnya, James
menembakkan tongkat milik Drake. Absorber itu hancur tertembak, tapi
James malah terpental karena kekuatan tembakan dari tongkat yang
begitu kuat. Dia jatuh lagi ke dalam kereta dorong yang kosong,
kereta itu kini bergerak dengan sendirinya dan membawa serta James
keluar dari dalam ruangan yang penuh dengan Ulkamium.
Francis:
“Oh, great.” (oh, bagus)
Francis
yang masih terjebak di dalam es kini melihat kepala Uchida yang
membeku dibawa oleh salah satu absorber es milik Margo, mereka kini
berada di ruangan mesin waktu. Margo sendiri sedang menyalakan mesin
di kendaraan pengangkutnya, dia kemudian turun dari kendaraan.
Margo:
“Sebentar lagi kita akan berangkat, ke mana gerangan Drake?”
Francis:
“Untuk apa kau menunggu dia, kenapa tidak antarkan saja kami
seperti perintah mereka?”
Margo:
“Sebab mesin ini mati dan untuk menyalakannya harus memakai
pengenal suara, portal waktu hanya bisa dibuka dengan kata kunci yang
diucapkan oleh suaranya.”
Francis:
“Memang berapa lama sisa waktu yang kau punya untuk mengantar kami
sampai tujuan? Mungkin kau bisa mengantarku berkeliling, aku belum
tahu sebagian besar dari tempat ini.”
Margo:
“Kau pikir aku bodoh? Kau mengatakan itu supaya kau bisa lari
bukan?”
Francis:
“Dengan kondisi seperti ini? Aku bahkan tak bisa menggerakkan 1
jariku, kau masih ragu?”
Margo:
“Sebenarnya aku punya ide lain, bagaimana jika kutunjukkan sesuatu
yang menarik padamu?”
Mendadak
sosok Margo mulai berubah, sepasang gading muncul dari mulutnya.
Belalainya yang panjang keluar, tubuhnya mulai mengeluarkan bulu-bulu
yang sangat lebat. Tangan dan kakinya membesar, sepatu yang dia
kenakan hancur. Wujudnya kini seperti seekor gajah dengan banyak
bulu, telapak kaki bundar, dan tangan seperti gorila.
Francis:
“Jadi kau Zyborg?”
Margo:
“Benar, aku adalah salah satu dari sekian banyak Zyborg. Margo,
Mammoth Pembeku.”
Francis:
“Setelah itu kau mau apa?”
Margo:
“Sambil menunggu Drake datang, aku punya sedikit kesenangan untuk
meremukkan beberapa bagian tubuhmu. Seharusnya kau senang mendapat
kehormatan seperti ini, berterima kasihlah.”
Francis:
“Lalu maksudmu aku harus bersiul sambil menggonggong begitu?”
Margo:
“Tidak, kau cukup nikmati saja.”
Francis:
“Satu pertanyaan... siapa orang yang sedari tadi mengintip kita
dari balik tembok itu.”
Margo
langsung menoleh ke belakang, dia melihat Roy yang berada di balik
tembok. Roy langsung keluar mengangkat kedua tangannya, tanda
menyerahkan diri. Dia sendiri tampak terlihat ketakutan, mendadak
belalai Margo membelit tubuhnya. Dia dibawa dan didekatkan ke wajah
Margo, ujung belalainya memegang ubun-ubun Roy.
Margo:
“Harusnya tadi kau lari saja.”
Roy:
“Wait, wait! I'm just searching for the toilet, I swear!”
(Tunggu, tunggu! Aku hanya mencari toilet, sumpah!)
Francis:
“Just now you speak my language?” (Barusan kau bicara bahasaku?)
Roy:
“Y... yes, are you the one that James talking about? F... Francis?”
(I... iya, apa kau yang dibicarakan James? F... Francis?)
Francis:
(wajah kesal) “Please don't tell me that idiot is here, is that
idiot here?” (Tolong jangan bilang kalau si bodoh itu di sini, apa
si bodoh itu di sini?)
Roy:
“Rather than idiot, he's just a narcissist.” (Daripada disebut
bodoh, dia hanyalah narsisis.)
Francis:
“Where is he?” (Di mana dia)
Roy:
“I... I don't know, are you ok?” (A... aku tak tahu, kau
baik-baik saja?)
Francis:
“You think?” (Menurutmu?)
Roy:
“Looks bad, just stay cool.” (Kelihatan buruk, tenang sajalah)
Francis:
“I am really cool now, who are you anyway?” (Aku memang dingin
sekarang, lagipula siapa kau?)
Roy:
“I'm just accompanied him to recruit you.” (Aku hanya menemaninya
untuk merekrutmu)
Francis:
“He's still thinking about that?” (Dia masih memikirkan itu?)
Roy:
“Of course I totally disagree, but he's insisting.” (Tentu saja
aku sepenuhnya tak setuju, tapi dia bersikeras)
Francis:
“I bet that he won't get out until he finds me, that idiot.”
(Kupikir dia takkan keluar sampai dia menemukanku, si bodoh itu.)
Roy:
“Right... (Benar...) URGH!!” (Tercekik)
Margo:
“Sudah selesai bicaranya? Rasanya aku harus membuatmu diam terlebih
dahulu.”
Francis:
“Hey, I haven't done talking!” (Hei, aku belum selesai bicara!)
Margo:
“Jangan bicara dengan bahasa itu, aku tak menyukainya. Ada
kata-kata terakhir?”
Mendadak
sebuah pintu terbuka, ada kereta dorong keluar dari dalam pintu.
Margo dan yang lainnya melihat ke arahnya, beberapa absorber es
mendekati kereta itu. Tapi di dalamnya hanya ada butiran-butiran
Ulkamium, Margo menoleh ke arah Roy lagi.
Margo:
“Sampai di mana kita tadi?”
Kali
ini sebuah ledakan terjadi di pintu tempat kereta dorong itu muncul,
membuat terpental kereta dorong dan menghancurkan absorber es.
Ulkamium yang terkumpul jatuh berserakan, Margo sempat lengah dengan
kejadian itu. Dari dalam asap ledakan, sebuah tembakan laser mengenai
tubuh Margo dan membuatnya jatuh tersungkur. Roy berhasil lepas dari
lilitan belalai Margo, sebuah kereta dorong baru keluar dari dalam
asap. Seseorang keluar dari dalam, James berdiri dengan gagahnya
sambil membawa tongkat.
James:
“Did I miss something?” (Apa aku melewatkan sesuatu?)
Francis:
“Ough, not you.” (Ough, jangan kau.)
Roy:
“JAMES ARCHIBALD YORGINS!!”
James:
“Roy, you're safe! Thank goodness!” (Roy, kau selamat!
Syukurlah!)
Roy:
“Let's get out of here! Let's call the soldiers, let them waste
this guys!” (Ayo keluar dari sini! Ayo panggil tentara, biarkan
mereka menghabisi orang-orang ini!)
James:
“Ah, wait. (melihat Francis) You alright?” (Ah, tunggu. Kau tak
apa-apa?)
Francis:
“Just get the hell out of here.” (Keluar saja kau dari sini.)
James:
“Hey, where is the Humpty Dumpty?” (Hei, ke mana si Humpty
Dumpty?)
Roy:
“He...” (Dia...)
Kepala
Uchida yang membeku menggelinding dan menabrak kaki James
James:
“...cool.” (keren)
Roy:
“Freezing...” (membeku)
James:
“Just the head? Where is the body?” (Hanya kepala? Di mana
tubuhnya?)
Roy:
“Upstairs.” (Di atas)
James:
“Then let's deliver it, but before that... can you hold it?”
(Maka mari kita antarkan, tapi sebelum itu... bisa kau pegang ini?)
James
memberikan tongkat Drake pada Roy, dia menerima dan memegangnya.
Setelah itu James mengarahkan tongkat yang dipegang Roy ke arah
Francis yang membeku, dia langsung menekan tombol di tongkat itu.
Laser ditembakkan dari ujung tongkat, mementalkan Roy dan
menghancurkan es yang membelenggu badan Francis. Dia terjatuh di
lantai yang keras, James segera menghampiri dan memapahnya.
James:
“Looks like you're cool now.” (Sepertinya kau tenang sekarang)
Francis:
“Just get me out of here.” (Keluarkan saja aku dari sini)
Margo
yang baru saja ditembak, berdiri dan melihat James yang membawa lari
Francis. Dia langsung menyemburkan gas pembeku dari belalainya,
Absorber yang kehilangan tubuhnya kini membentuk kembali tubuhnya
dari es yang Margo buat. Margo mengalihkan pandangannya kepada James,
dia kemudian melihat Roy yang membawa tongkat milik Drake.
Margo:
“Tongkat itu...”
Roy:
“Ow...” (dibantu James bangun)
James:
“Hey, get up. Help me.” (Hei, bangun. Tolong aku.)
Roy:
“Next time you tell me that you gonna blow him up using this
gadget, it's a good tool you know?” (Lain kali kau beritahu aku
jika kau mau meledakkannya menggunakan alat ini, ini alat yang bagus
kau tahu?)
James:
(melihat Margo) “What is that freak?” (Makhluk aneh apa itu?)
Roy:
“Ignore it, let's escape.” (Biarkan saja, ayo kabur)
Mereka
kemudian lari sambil memapah Francis dan membawa tongkat Drake,
sambil dikejar absorber es milik Margo. Margo sendiri menyalakan
monitor di dalam ruangan, melihat keadaan di sebuah ruangan. Dia
melihat kamera keamanan, kondisi beberapa ruangan terlihat rusak
berat. Beberapa tembok ruangan dijebol oleh sesuatu, ada beberapa
absorber yang hancur dan tergeletak di lantai. Sesosok makhluk
tertangkap di dalam kamera, makhluk itu melemparkan absorber ke
kamera hingga rusak.
Margo:
“Drake...”
James,
Francis, dan Roy kini berada di tubuh Uchida yang membeku, James
mencoba meletakkan kembali kepalanya ke tempat semula. Tapi tidak
terjadi sesuatu sama sekali, Francis sendiri kini terbaring lemas
dengan diselimuti jaket milik Roy.
Roy:
“Kau masih kedinginan?”
Francis:
“......”
Roy:
“Dia terlalu kedinginan sampai tak bisa menjawab.”
James:
“Dia sama sekali tak bereaksi, mungkin aku harus mencairkan esnya.
Aku ragu kalau bisa menggunakan senjata ini, kepalanya bisa hancur.
Mungkin dia tahu bagaimana caranya, bagaimana keadaannya?”
Roy:
“James, dia sama sekali tak bicara.”
James:
“Dia masih kedinginan? Kita harus cepat membangunkannya, pintu itu
takkan bisa menahan mereka lebih lama.”
Mereka
melihat pintu yang sekarang sedang didobrak dari luar, James
mengambil sesuatu dari tasnya. Helm yang dikenakan Francis untuk
berubah dikeluarkannya, setelah itu dia memakaikannya kepada Francis.
James:
“Sekarang tunjukkan keajaibanmu.”
Identitas
Pemakai
Francis
Zero
Kecocokan
Wajah
53%
Kecocokan
Suara
0%
Kecocokan
DNA
100%
Perhatian
Kecocokan
Suara Diperlukan Untuk Memulai Transformasi
Roy:
“Itu hebat sekali.”
James:
“Tunggu sebentar, pasti ada tombolnya.” (mengambil helm lagi)
James
meraba-raba bagian luar helm, menekan setiap bagian yang ada di sana.
Setelah itu dia meraba-raba bagian dalam, meletakkan kembali helm ke
kepala Francis. Setelah semenit menunggu, tidak terjadi apa-apa.
Roy:
“Wow, itu hebat sekali.”
James:
“Ah! Shoot!” (mengambil dan membanting helm)
Roy:
“Hei, hei, apa yang membuatmu kesal?”
James:
“Tenang... tenanglah...” (menarik nafas dan menahannya)
Roy:
“1... 2... 3...”
James:
(menghembuskan nafas) “Huff, terima kasih. (melihat helm lalu
Francis) Kepalanya tak terbakar, itu berarti dia memang pemakai asli
dari helm ini. Andai aku tak menjatuhkan pistol tadi, mungkin aku
bisa menghangatkannya.”
Roy:
“Kau bawa pistol?”
James:
“Diberi.”
James:
“Ini gawat, kita tak bisa apa-apa kalau dia lemah. Kalau aku yang
memakai helm itu, kepalaku... (tersenyum simpul) Aku ada ide bagus.”
James
mengambil helm itu dan meletakkannya ke kepala Uchida yang membeku,
namun helm itu hanya muat setengah karena kepalanya terlalu besar.
PERINGATAN
IDENTITAS
PEMAKAI TAK DIKENALI
AKTIFKAN
MODE EKSEKUSI
Helm
itu kini bergetar hebat, percikan listrik muncul disertai dengan
laser. Es yang menyelimuti kepala Uchida langsung mencair, James
segera mengambil helm itu. Kini mereka semua diam, Roy mengambil
kepalanya dan meletakkannya di tempat semula atas perintah James.
Namun tidak terjadi apa-apa setelah kepalanya kembali ke tubuhnya,
James lalu mengetuk kepala Uchida.
James:
“Apa dia mati?”
Roy:
“Jangan tanya aku.”
James:
“Periksa saja apakah dia masih bernafas, setidaknya dia punya
hidung kan?”
Roy:
(diam 5 detik) “Ide bagus, kenapa tidak kau saja? Dia mungkin punya
mulut, tapi dia tidak menggunakannya untuk makan. Walau tak punya
leher untuk menelan makanan, dia menelannya dengan selang yang ada di
perutnya. Kalaupun aku cek hidungnya untuk memeriksa dia bernafas
atau tidak, dia tak mungkin menghisap dan mengeluarkan udara dari
sana.”
James:
“Baiklah, kalau begitu begini saja.”
James
memeriksa hidung Uchida, dia kemudian mencabut bulu hidungnya.
Beberapa detik kemudian, Uchida langsung bersin dengan keras.
Uchida:
“A... AHCHOOOO!!”
Roy:
“...James, itu tadi hal paling menjijikkan yang pernah kulihat...”
James:
“Terima kasih, pegang ini.” (memberikan bulu hidung)
Roy:
(menerima dan membuangnya) “Hih!”
James:
“Kau sudah sadar?”
Uchida:
“Uh... samui... (Uh, dingin) Akh!” (mulut dibuka dan lidah
ditarik oleh James)
James:
“Bagaimana perasaanmu?”
Uchida:
“Siapa? Oh... kalian.”
James:
“Bukan hanya aku, Francis di sini juga.”
Uchida:
“Benarkah? Syukurlah... cepat bawa dia keluar dari sini.”
James:
“Tapi dia membeku dan pistol yang kau berikan padaku hilang, apa
kau masih bisa membantu?”
Uchida:
“Kalian bawa saja dia keluar... energiku tinggal 1%. Kalian...
takkan bisa membawa diriku dengan tubuhku yang berat, naiklah
elevator di belakang... sampai ke permukaan.”
James:
“Tadi kau bilang tubuhmu bisa diisi energinya dengan cara lain
selain makanan, aku tak tahu apakah ini bisa membantu. (mengeluarkan
botol dari dalam tas) Tadi aku mengisi penuh ini dengan mineral yang
ditambang di sini, apakah ini bisa?”
Uchida:
“Ulkamium? Dari mana...”
James:
“Bukan saatnya untuk menanyakan itu, kita sendiri sekarang
terjebak. Kami butuh bantuanmu, (melihat ke belakang) di atas juga
ada pemabuk yang lepas kendali.”
Uchida:
“Apa maksudmu?”
Mendadak
pintu elevator terpental, sesuatu baru saja mendobrak pintu elevator.
Bersamaan dengan itu pintu di belakang James berhasil didobrak,
beberapa absorber es berhasil masuk diikuti dengan Margo.
Margo:
(bahasa Norwegia) “Kalian masih mau lari? Ng?”
Mendadak
dari arah berlawanan, sebuah benda panjang menarik dan melilit salah
satu absorber es. Sesosok makhluk besar muncul dari dalam pintu
elevator, dia menelan absorber es itu bulat-bulat.
James:
“Itu maksudku.”