Thursday, May 30, 2013

Level 17

MARGO

Oslo, Norwegia, 14 Oktober, 02:30. Lantai terbawah di markas rahasia Drake, Uchida dalam keadaan kritis. Tangan kanannya tergeletak di tanah dalam keadaan membeku, dia berdiri dan bernafas tersengal-sengal. Tangan kirinya memegang Roy yang masih pingsan, badannya yang berbentuk telur sedikit membeku. Mereka dikelilingi oleh sekelompok Absorber yang dipimpin oleh Margo, hanya saja para Absorber itu badannya tidak lagi terbuat dari tanah tapi dari es. Uchida kemudian jatuh berlutut, dia menurunkan Roy kemudian mengangkat tangannya.

Margo: “Apa ini? Kau menyerah? (melangkah maju) Aku mengerti kau tidak ingin mati, tapi perintah yang kuterima sudah jelas.”
Uchida: “Tidak, aku hanya minta kesempatan untuk menanyakan sesuatu.”
Margo: “Apa itu?”
Uchida: “Kau dari divisi tempur bukan?”
Margo: “Memang.”
Uchida: “Jadi lambang itu...”
Margo: “Benar, ini asli.”
Uchida: (suara hati) “Tenagaku tinggal 1%, melawan pun percuma saja. Apa boleh buat.”

Tubuh Uchida roboh, kepalanya menggelinding ke arah Margo. Dia mengangkat kepala itu dengan belalainya, menatap wajah Uchida yang kelihatan tidak berekspresi. Asap putih keluar dari ujung belalainya, membuat kepala Uchida terbungkus es perlahan-lahan. Dia melemparkan kepala itu ke arah pasukan absorber es, sementara itu Roy melihat kejadian itu dengan berpura-pura masih pingsan.

Roy: (suara hati) “Harusnya aku tak ke tempat ini!”


Di ruangan di mana James dan Drake berada, kini mereka saling berhadapan. James melihat sosok Drake yang ada di depannya, namun yang dia lihat bukanlah Drake. Sesuatu seperti kulit dan pakaian tergeletak di lantai, kini James mengalihkan pandangan ke belakang. Sesuatu yang dimuntahkan oleh Drake bergerak-gerak di kegelapan, mendadak menyerang dengan sesuatu yang panjang dan keluar dari dalamnya. James langsung meloncat ke dalam lubang, dia terjun bebas ke bawah. Makhluk itu berjalan mendekati lubang, mengamatinya sebentar. Mendadak makhluk itu berlari menuju pintu lift dan menjebolnya, ekor yang panjang merusak tembok di ruangan itu. Sementara itu James yang jatuh ke lubang, berpegangan pada tongkat milik Drake yang tersangkut di dinding lubang. Di bawahnya dia melihat timbunan Ulkamium, beberapa absorber mengangkut Ulkamium dengan kereta dorong dan meletakkannya di timbunan.

James: “This is... treasure room, I must get down. But how?” (Ini... ruang harta, aku harus turun. Tapi bagaimana?)

Mendadak tongkat yang tersangkut itu lepas dan otomatis membuat James jatuh, posisi kepalanya berada di bawah. Ketika dia hendak menghantam tanah, tak sengaja dia menekan tombol di tongkat dan menembakkan laser. Tembakan itu mendorongnya ke atas, kemudian dia terjatuh ke dalam kereta dorong yang kosong. Satu absorber mendengar suara jatuh itu melirik ke belakang, tapi dia tak melihat apa-apa dan melanjutkan pekerjaannya kembali. Senjata yang dibawa oleh James ternyata jatuh di tanah, kini tertimbun Ulkamium. Sambil mengusap-usap kepalanya, James keluar perlahan-lahan dari kereta dorong.

James: “Aw, that hurt. Well, at least I'm already down. Ah, shoot. I lost my gun, (melihat tongkat yang dipegang) but I have the replacement.” (Aw, itu sakit. Yah, setidaknya aku sudah turun. Ah, sial. Aku kehilangan senjataku, tapi aku dapat penggantinya)

James merunduk ketika ada absorber yang lewat di depannya, memasukkan Ulkamium yang baru saja ditambang. Ketika absorber itu selesai meletakkan Ulkamium dan keluar dari ruangan, James melongok keluar.

James: “Oh, I want to take it. But I can't easily touch it, maybe it's radioactive.” (oh, aku mau mengambilnya. Tapi aku tak bisa semudah itu menyentuhnya, mungkin saja bersifat radioaktif)

Mendadak sebuah botol jatuh dari lubang, James sempat menghindar. Dia diam dan sempat mengamati botol itu, itu adalah botol yang digunakan oleh Drake untuk mencairkan Ulkamium. James tersenyum simpul, dia mengambil botol itu.

James: “Maybe I can use this, I don't know if that freak have more than one.” (mungkin ini bisa kugunakan, aku tak tahu jika orang aneh itu punya lebih dari satu.)

James turun dari kereta dorong, sambil membawa botol dan tongkat Drake. Dia melongok ke kanan dan kiri, berjalan melewati 2 atau 3 absorber yang berada di dalam ruangan. Kini dia sudah berada tepat di depan timbunan Ulkamium, dia membuka tutup botol itu dan mendekatkannya ke Ulkamium. Mendadak botol itu menyedot dengan sangat kuat, Ulkamium di hadapannya disedot dengan cepat. James yang memegang botol penyedot itu mencengkeram erat-erat dengan kedua tangannya, mencegah botol itu lepas dari cengkeramannya. Ketika sudah penuh, botol itu menutup dengan sendirinya. James yang kelihatan takjub memasukkan botol itu ke dalam bajunya, dia disambut oleh satu absorber ketika dia berbalik ke belakang. Ketika absorber itu hendak menangkapnya, James menembakkan tongkat milik Drake. Absorber itu hancur tertembak, tapi James malah terpental karena kekuatan tembakan dari tongkat yang begitu kuat. Dia jatuh lagi ke dalam kereta dorong yang kosong, kereta itu kini bergerak dengan sendirinya dan membawa serta James keluar dari dalam ruangan yang penuh dengan Ulkamium.


Francis: “Oh, great.” (oh, bagus)

Francis yang masih terjebak di dalam es kini melihat kepala Uchida yang membeku dibawa oleh salah satu absorber es milik Margo, mereka kini berada di ruangan mesin waktu. Margo sendiri sedang menyalakan mesin di kendaraan pengangkutnya, dia kemudian turun dari kendaraan.

Margo: “Sebentar lagi kita akan berangkat, ke mana gerangan Drake?”
Francis: “Untuk apa kau menunggu dia, kenapa tidak antarkan saja kami seperti perintah mereka?”
Margo: “Sebab mesin ini mati dan untuk menyalakannya harus memakai pengenal suara, portal waktu hanya bisa dibuka dengan kata kunci yang diucapkan oleh suaranya.”
Francis: “Memang berapa lama sisa waktu yang kau punya untuk mengantar kami sampai tujuan? Mungkin kau bisa mengantarku berkeliling, aku belum tahu sebagian besar dari tempat ini.”
Margo: “Kau pikir aku bodoh? Kau mengatakan itu supaya kau bisa lari bukan?”
Francis: “Dengan kondisi seperti ini? Aku bahkan tak bisa menggerakkan 1 jariku, kau masih ragu?”
Margo: “Sebenarnya aku punya ide lain, bagaimana jika kutunjukkan sesuatu yang menarik padamu?”

Mendadak sosok Margo mulai berubah, sepasang gading muncul dari mulutnya. Belalainya yang panjang keluar, tubuhnya mulai mengeluarkan bulu-bulu yang sangat lebat. Tangan dan kakinya membesar, sepatu yang dia kenakan hancur. Wujudnya kini seperti seekor gajah dengan banyak bulu, telapak kaki bundar, dan tangan seperti gorila.

Francis: “Jadi kau Zyborg?”
Margo: “Benar, aku adalah salah satu dari sekian banyak Zyborg. Margo, Mammoth Pembeku.”
Francis: “Setelah itu kau mau apa?”
Margo: “Sambil menunggu Drake datang, aku punya sedikit kesenangan untuk meremukkan beberapa bagian tubuhmu. Seharusnya kau senang mendapat kehormatan seperti ini, berterima kasihlah.”
Francis: “Lalu maksudmu aku harus bersiul sambil menggonggong begitu?”
Margo: “Tidak, kau cukup nikmati saja.”
Francis: “Satu pertanyaan... siapa orang yang sedari tadi mengintip kita dari balik tembok itu.”

Margo langsung menoleh ke belakang, dia melihat Roy yang berada di balik tembok. Roy langsung keluar mengangkat kedua tangannya, tanda menyerahkan diri. Dia sendiri tampak terlihat ketakutan, mendadak belalai Margo membelit tubuhnya. Dia dibawa dan didekatkan ke wajah Margo, ujung belalainya memegang ubun-ubun Roy.

Margo: “Harusnya tadi kau lari saja.”
Roy: “Wait, wait! I'm just searching for the toilet, I swear!” (Tunggu, tunggu! Aku hanya mencari toilet, sumpah!)
Francis: “Just now you speak my language?” (Barusan kau bicara bahasaku?)
Roy: “Y... yes, are you the one that James talking about? F... Francis?” (I... iya, apa kau yang dibicarakan James? F... Francis?)
Francis: (wajah kesal) “Please don't tell me that idiot is here, is that idiot here?” (Tolong jangan bilang kalau si bodoh itu di sini, apa si bodoh itu di sini?)
Roy: “Rather than idiot, he's just a narcissist.” (Daripada disebut bodoh, dia hanyalah narsisis.)
Francis: “Where is he?” (Di mana dia)
Roy: “I... I don't know, are you ok?” (A... aku tak tahu, kau baik-baik saja?)
Francis: “You think?” (Menurutmu?)
Roy: “Looks bad, just stay cool.” (Kelihatan buruk, tenang sajalah)
Francis: “I am really cool now, who are you anyway?” (Aku memang dingin sekarang, lagipula siapa kau?)
Roy: “I'm just accompanied him to recruit you.” (Aku hanya menemaninya untuk merekrutmu)
Francis: “He's still thinking about that?” (Dia masih memikirkan itu?)
Roy: “Of course I totally disagree, but he's insisting.” (Tentu saja aku sepenuhnya tak setuju, tapi dia bersikeras)
Francis: “I bet that he won't get out until he finds me, that idiot.” (Kupikir dia takkan keluar sampai dia menemukanku, si bodoh itu.)
Roy: “Right... (Benar...) URGH!!” (Tercekik)
Margo: “Sudah selesai bicaranya? Rasanya aku harus membuatmu diam terlebih dahulu.”
Francis: “Hey, I haven't done talking!” (Hei, aku belum selesai bicara!)
Margo: “Jangan bicara dengan bahasa itu, aku tak menyukainya. Ada kata-kata terakhir?”

Mendadak sebuah pintu terbuka, ada kereta dorong keluar dari dalam pintu. Margo dan yang lainnya melihat ke arahnya, beberapa absorber es mendekati kereta itu. Tapi di dalamnya hanya ada butiran-butiran Ulkamium, Margo menoleh ke arah Roy lagi.

Margo: “Sampai di mana kita tadi?”

Kali ini sebuah ledakan terjadi di pintu tempat kereta dorong itu muncul, membuat terpental kereta dorong dan menghancurkan absorber es. Ulkamium yang terkumpul jatuh berserakan, Margo sempat lengah dengan kejadian itu. Dari dalam asap ledakan, sebuah tembakan laser mengenai tubuh Margo dan membuatnya jatuh tersungkur. Roy berhasil lepas dari lilitan belalai Margo, sebuah kereta dorong baru keluar dari dalam asap. Seseorang keluar dari dalam, James berdiri dengan gagahnya sambil membawa tongkat.

James: “Did I miss something?” (Apa aku melewatkan sesuatu?)
Francis: “Ough, not you.” (Ough, jangan kau.)
Roy: “JAMES ARCHIBALD YORGINS!!”
James: “Roy, you're safe! Thank goodness!” (Roy, kau selamat! Syukurlah!)
Roy: “Let's get out of here! Let's call the soldiers, let them waste this guys!” (Ayo keluar dari sini! Ayo panggil tentara, biarkan mereka menghabisi orang-orang ini!)
James: “Ah, wait. (melihat Francis) You alright?” (Ah, tunggu. Kau tak apa-apa?)
Francis: “Just get the hell out of here.” (Keluar saja kau dari sini.)
James: “Hey, where is the Humpty Dumpty?” (Hei, ke mana si Humpty Dumpty?)
Roy: “He...” (Dia...)

Kepala Uchida yang membeku menggelinding dan menabrak kaki James

James: “...cool.” (keren)
Roy: “Freezing...” (membeku)
James: “Just the head? Where is the body?” (Hanya kepala? Di mana tubuhnya?)
Roy: “Upstairs.” (Di atas)
James: “Then let's deliver it, but before that... can you hold it?” (Maka mari kita antarkan, tapi sebelum itu... bisa kau pegang ini?)

James memberikan tongkat Drake pada Roy, dia menerima dan memegangnya. Setelah itu James mengarahkan tongkat yang dipegang Roy ke arah Francis yang membeku, dia langsung menekan tombol di tongkat itu. Laser ditembakkan dari ujung tongkat, mementalkan Roy dan menghancurkan es yang membelenggu badan Francis. Dia terjatuh di lantai yang keras, James segera menghampiri dan memapahnya.

James: “Looks like you're cool now.” (Sepertinya kau tenang sekarang)
Francis: “Just get me out of here.” (Keluarkan saja aku dari sini)

Margo yang baru saja ditembak, berdiri dan melihat James yang membawa lari Francis. Dia langsung menyemburkan gas pembeku dari belalainya, Absorber yang kehilangan tubuhnya kini membentuk kembali tubuhnya dari es yang Margo buat. Margo mengalihkan pandangannya kepada James, dia kemudian melihat Roy yang membawa tongkat milik Drake.

Margo: “Tongkat itu...”
Roy: “Ow...” (dibantu James bangun)
James: “Hey, get up. Help me.” (Hei, bangun. Tolong aku.)
Roy: “Next time you tell me that you gonna blow him up using this gadget, it's a good tool you know?” (Lain kali kau beritahu aku jika kau mau meledakkannya menggunakan alat ini, ini alat yang bagus kau tahu?)
James: (melihat Margo) “What is that freak?” (Makhluk aneh apa itu?)
Roy: “Ignore it, let's escape.” (Biarkan saja, ayo kabur)

Mereka kemudian lari sambil memapah Francis dan membawa tongkat Drake, sambil dikejar absorber es milik Margo. Margo sendiri menyalakan monitor di dalam ruangan, melihat keadaan di sebuah ruangan. Dia melihat kamera keamanan, kondisi beberapa ruangan terlihat rusak berat. Beberapa tembok ruangan dijebol oleh sesuatu, ada beberapa absorber yang hancur dan tergeletak di lantai. Sesosok makhluk tertangkap di dalam kamera, makhluk itu melemparkan absorber ke kamera hingga rusak.

Margo: “Drake...”


James, Francis, dan Roy kini berada di tubuh Uchida yang membeku, James mencoba meletakkan kembali kepalanya ke tempat semula. Tapi tidak terjadi sesuatu sama sekali, Francis sendiri kini terbaring lemas dengan diselimuti jaket milik Roy.

Roy: “Kau masih kedinginan?”
Francis: “......”
Roy: “Dia terlalu kedinginan sampai tak bisa menjawab.”
James: “Dia sama sekali tak bereaksi, mungkin aku harus mencairkan esnya. Aku ragu kalau bisa menggunakan senjata ini, kepalanya bisa hancur. Mungkin dia tahu bagaimana caranya, bagaimana keadaannya?”
Roy: “James, dia sama sekali tak bicara.”
James: “Dia masih kedinginan? Kita harus cepat membangunkannya, pintu itu takkan bisa menahan mereka lebih lama.”

Mereka melihat pintu yang sekarang sedang didobrak dari luar, James mengambil sesuatu dari tasnya. Helm yang dikenakan Francis untuk berubah dikeluarkannya, setelah itu dia memakaikannya kepada Francis.

James: “Sekarang tunjukkan keajaibanmu.”

Identitas Pemakai
Francis Zero
Kecocokan Wajah
53%
Kecocokan Suara
0%
Kecocokan DNA
100%
Perhatian
Kecocokan Suara Diperlukan Untuk Memulai Transformasi

Roy: “Itu hebat sekali.”
James: “Tunggu sebentar, pasti ada tombolnya.” (mengambil helm lagi)

James meraba-raba bagian luar helm, menekan setiap bagian yang ada di sana. Setelah itu dia meraba-raba bagian dalam, meletakkan kembali helm ke kepala Francis. Setelah semenit menunggu, tidak terjadi apa-apa.

Roy: “Wow, itu hebat sekali.”
James: “Ah! Shoot!” (mengambil dan membanting helm)
Roy: “Hei, hei, apa yang membuatmu kesal?”
James: “Tenang... tenanglah...” (menarik nafas dan menahannya)
Roy: “1... 2... 3...”
James: (menghembuskan nafas) “Huff, terima kasih. (melihat helm lalu Francis) Kepalanya tak terbakar, itu berarti dia memang pemakai asli dari helm ini. Andai aku tak menjatuhkan pistol tadi, mungkin aku bisa menghangatkannya.”
Roy: “Kau bawa pistol?”
James: “Diberi.”
James: “Ini gawat, kita tak bisa apa-apa kalau dia lemah. Kalau aku yang memakai helm itu, kepalaku... (tersenyum simpul) Aku ada ide bagus.”

James mengambil helm itu dan meletakkannya ke kepala Uchida yang membeku, namun helm itu hanya muat setengah karena kepalanya terlalu besar.

PERINGATAN
IDENTITAS PEMAKAI TAK DIKENALI
AKTIFKAN MODE EKSEKUSI

Helm itu kini bergetar hebat, percikan listrik muncul disertai dengan laser. Es yang menyelimuti kepala Uchida langsung mencair, James segera mengambil helm itu. Kini mereka semua diam, Roy mengambil kepalanya dan meletakkannya di tempat semula atas perintah James. Namun tidak terjadi apa-apa setelah kepalanya kembali ke tubuhnya, James lalu mengetuk kepala Uchida.

James: “Apa dia mati?”
Roy: “Jangan tanya aku.”
James: “Periksa saja apakah dia masih bernafas, setidaknya dia punya hidung kan?”
Roy: (diam 5 detik) “Ide bagus, kenapa tidak kau saja? Dia mungkin punya mulut, tapi dia tidak menggunakannya untuk makan. Walau tak punya leher untuk menelan makanan, dia menelannya dengan selang yang ada di perutnya. Kalaupun aku cek hidungnya untuk memeriksa dia bernafas atau tidak, dia tak mungkin menghisap dan mengeluarkan udara dari sana.”
James: “Baiklah, kalau begitu begini saja.”

James memeriksa hidung Uchida, dia kemudian mencabut bulu hidungnya. Beberapa detik kemudian, Uchida langsung bersin dengan keras.

Uchida: “A... AHCHOOOO!!”
Roy: “...James, itu tadi hal paling menjijikkan yang pernah kulihat...”
James: “Terima kasih, pegang ini.” (memberikan bulu hidung)
Roy: (menerima dan membuangnya) “Hih!”
James: “Kau sudah sadar?”
Uchida: “Uh... samui... (Uh, dingin) Akh!” (mulut dibuka dan lidah ditarik oleh James)
James: “Bagaimana perasaanmu?”
Uchida: “Siapa? Oh... kalian.”
James: “Bukan hanya aku, Francis di sini juga.”
Uchida: “Benarkah? Syukurlah... cepat bawa dia keluar dari sini.”
James: “Tapi dia membeku dan pistol yang kau berikan padaku hilang, apa kau masih bisa membantu?”
Uchida: “Kalian bawa saja dia keluar... energiku tinggal 1%. Kalian... takkan bisa membawa diriku dengan tubuhku yang berat, naiklah elevator di belakang... sampai ke permukaan.”
James: “Tadi kau bilang tubuhmu bisa diisi energinya dengan cara lain selain makanan, aku tak tahu apakah ini bisa membantu. (mengeluarkan botol dari dalam tas) Tadi aku mengisi penuh ini dengan mineral yang ditambang di sini, apakah ini bisa?”
Uchida: “Ulkamium? Dari mana...”
James: “Bukan saatnya untuk menanyakan itu, kita sendiri sekarang terjebak. Kami butuh bantuanmu, (melihat ke belakang) di atas juga ada pemabuk yang lepas kendali.”
Uchida: “Apa maksudmu?”

Mendadak pintu elevator terpental, sesuatu baru saja mendobrak pintu elevator. Bersamaan dengan itu pintu di belakang James berhasil didobrak, beberapa absorber es berhasil masuk diikuti dengan Margo.

Margo: (bahasa Norwegia) “Kalian masih mau lari? Ng?”

Mendadak dari arah berlawanan, sebuah benda panjang menarik dan melilit salah satu absorber es. Sesosok makhluk besar muncul dari dalam pintu elevator, dia menelan absorber es itu bulat-bulat.


James: “Itu maksudku.”

No comments:

Post a Comment