Saturday, July 6, 2013

Level 18

TERPOJOK

Oslo, Norwegia 14 Oktober 2010, 04:00. Di markas rahasia bawah tanah, James dan yang lain kini terjebak di antara dua musuh. Satu dari Margo dan kumpulan pasukan absorber, satu lagi makhluk tak dikenal. Makhluk dari dalam elevator itu keluar perlahan-lahan, mereka cukup kaget ketika melihatnya.

Margo: “Drake?”
Drake: (Bahasa Norwegia) “Bukan... panggil aku... Mandrake.”

Makhluk dengan dua pasang kaki kecil dan dua pasang tangan, sekujur tubuhnya berwarna biru, badan yang sangat panjang seperti ular mulai dari ekor sampai kepalanya, lehernya juga panjang, kepala bundar, dua pasang mata, sepasang hijau, dan sepasang merah, mulut yang lebar, lidah bercabang seperti ular, memiliki bulu mata yang bergerak-gerak seperti cacing. Dia sedang mengunyah absorber es milik Margo kemudian menelan bulat-bulat tubuh aslinya, liur menetes dari mulutnya.

Uchida: “Apa itu?”
James: “Dia tadi yang berusaha membunuhku, tapi bentuknya tadi tidak seperti itu. Seseorang bernama Drake, jika tak salah.”
Uchida: “Drake? Kadal biru itu?”
Roy: “Hei, bagaimana ini? Kita terjebak di antara musuh, kita sudah tak bisa apa-apa lagi.”
James: “Jadi bagaimana? Perlukah ini kumasukkan ke dalam tubuhmu?” (Mengocok botol)
Uchida: “...sepertinya... memang tak ada pilihan lain...”

Drake yang menyadari James membawa botol miliknya langsung menjulurkan lidahnya pada James dengan cepat, James langsung berguling menghindar di balik tubuh besar Uchida. Roy langsung menembakkan tongkat pada Drake sampai dia jatuh terpental, namun dia berhasil menghindarinya dengan tubuhnya yang panjang dan lentur. Drake merayap di langit-langit dengan cepat, Margo mulai mengisyaratkan seluruh absorber untuk menembak. Para absorber menembakkan jarum-jarum es dari tubuh mereka ke arah Drake, namun dia berhasil menghindari semua berkat kelenturan tubuhnya. Drake meludahkan semacam cairan pada absorber yang menembakinya, absorber itu langsung meleleh berikut dengan tubuh asli mereka. Margo langsung berlari ke depan dan menangkap ekor Drake yang , menarik jatuh dirinya dari langit-langit. Drake kini jatuh dan menggelepar, beberapa absorber memegangi tubuhnya. Margo menduduki leher dan mencengkeram kepalanya, sementara itu James dan yang lain diabaikan.

James: “Jadi bagaimana? Apa aku harus menarik keluar selang di dadamu?”
Uchida: “Tidak... tak perlu... apa Ulkamium itu sudah dicairkan?”
James: (mengocok botol) “Sepertinya belum, tapi bagaimana caranya?”
Uchida: “Aku tahu botol itu... kau lihat tombol di tutupnya? Tekan itu.”
James: (menekan tombol) “Whoa!! Ini bergetar!”
Uchida: “Jangan dilepas, tunggu sampai berhenti bergetar.”
James: “Walau kau bilang begitu... tunggu, aku ada ide lebih baik.”

James meletakkan botol yang bergetar itu di tubuh Francis yang membeku, membuat kedua tangannya yang kaku memegangi botol. Kini seluruh tubuhnya bergetar, merontokkan serpihan es di sekujur tubuhnya. Kini kedua tangannya mencengkeram erat botol yang dia pegang, dia bangun dengan badan gemetaran. Dia berjalan ke arah James, botol itu diserahkan dengan tangan gemetaran padanya.

James: “Francis?”
Francis: (suara bergetar) “Jjjjaaaaaangggaaaaannn dddiiiiaaaaammm ssssaaajjjjaaa, aammmbbbiiilll iiiinnniii.”
James: “Bukankah botolnya masih bergetar? Kenapa tidak kau pegang saja dulu?”
Francis: (suara bergetar) “Aaaammmmbbbiiiilll ssssaaajjjjaaa!!”
Roy: “B-biar kuambil. (mengambil botol) Ng, botolnya berhenti bergetar.”
James: “Hei, kenapa kau masih bergetar?”
Francis: (memeluk tubuhnya sendiri) “Eeeefffeeekknnnyaaa mmmaaassssiiihhh tteeeerrraaassaaa. Ah-Aaah chooo!!”
Uchida, James, dan Roy: “Kau jelas-jelas kedinginan.”
James: (membuka botol) “Wow, benar-benar mencair.”
Uchida: “Bagus, cepat masukkan.”
Roy: “Di mana aku harus memasukkannya? Hidung, perut, atau mulutmu?”
Uchida: “Tidak... seharusnya ada lubang kecil di bagian bawah tubuhku yang besar, carilah.”
James: “Aku melihatnya berada di tengah-tengah dua lubang kakimu, tapi... kau yakin di situ?”
Uchida: “Kenapa?”
Roy: “Aku pun pasti akan memikirkannya terlebih dahulu sebelum memasukkannya ke dalam sana.”
James: “Kau minta kami memasukkan botol ini ke dalam lubang P4*&7$- mu?”
Uchida: (jengkel) “Bisakah kalian masukkan saja dan tidak memikirkan posisi lubangnya?”

Francis langsung mengambil botol yang dipegang Roy dan langsung menempelkan mulut botol ke lubang di badan besar Uchida, suara mendenging muncul dari dalam badan Uchida. Lubang kecil di tubuhnya membesar sedikit, leher botol itu langsung masuk ke dalam. Kali ini seluruh tubuhnya bergetar kencang dan perlahan-lahan melayang di udara, lubang-lubang di tubuhnya bersinar keunguan.

Uchida: “Seseorang, tolong letakkan kepalaku kembali ke atas.”

Francis mengambil kepala Uchida dan memasukkan ke dalam lubang di atasnya secara paksa. Kaki dan tangannya yang lepas langsung kembali menempel pada tubuhnya, tidak melayang seperti biasanya. Tubuhnya mulai berubah bentuk, telapak tangan kirinya menekuk dan berubah menjadi meriam. Kedua kakinya menekuk dan berubah menjadi roda tank, dari punggungnya muncul sepasang sayap pesawat. Jari-jari di tangan kanannya berubah bentuk menjadi gatling gun, Francis langsung mengeluarkan tangannya dari lubang di tubuh Uchida. Dia menarik sesuatu dari dalam, kepala Uchida kini sudah berubah bentuk ketika ditarik keluar. Wajahnya ditutupi dengan sebuah topeng masker, ada laras senapan di kanan dan kiri kepalanya. Sebuah lubang mata yang panjang dan menunjukkan sebuah bola mata buatan, botol di bagian bawah belakang tubuhnya keluar bersamaan dengan teriakan keras Uchida.

Uchida: “UAAAARRGGHHH!!!” (botol meluncur keluar dari lubang)
Roy: “Itu sungguh...”
James: “...menjijikkan.”

Satu Absorber es terpental ke arah Uchida dan yang lain, Uchida kemudian menembakkan gatling gun di tangan kanannya. Absorber es itu hancur berkeping-keping dan menyisakan tubuh aslinya, Uchida langsung menyemburkan api dari laras senapan yang ada di kepalanya dan membuatnya meleleh.

Uchida: “Ada keluhan lain?”
James: “Keren.”
Francis: “Hey... keluarkan lagi... apinya...”
Uchida: “Dengan senang hati.”

Uchida membakar sekujur tubuh Francis, Roy sendiri kaget melihatnya dan segera mengambil es yang berserakan di lantai. Roy langsung mengumpulkan es-es itu dan membungkusnya menjadi satu di dalam jaketnya, ia melemparkan es-es itu kepada Francis yang terbakar hidup-hidup saking paniknya. Setelah selesai memadamkan api, Francis berdiri dengan keadaan ditutupi jaket yang basah.

Roy: “Apa kau gila?! Kenapa kau bakar dia?!”
Uchida: “Aku hanya mencoba menghangatkannya, aku pakai cara yang cepat.”
Roy: “Tapi paling tidak ada cara yang lebih baik kan?!”
James: “Roy, tenanglah. Dia tidak akan apa-apa walau terluka separah apapun, benar kan?”
Uchida: “Benar.”
Roy: “Bagaimana bisa kau bilang begitu?”

Pundak Roy ditepuk oleh Francis dari belakang, dia membuka jaket yang menutupi tubuhnya. Roy melihat Francis yang terluka bakar di sekujur tubuhnya, lukanya sembuh dengan sendirinya.

Francis: “Terima kasih untuk esnya.” (menyerahkan jaket)
James: “Lihat?”
Roy: “Iya.” (pingsan)
Francis: “Apa dia baik-baik saja?”
James: “Biarkan saja dia, tapi paling tidak kau bisa padamkan apinya sendiri tadi bukan?”
Francis: “Lalu maksudmu aku harus memadamkannya dengan menjilati seluruh tubuhku seperti kucing begitu?”
James: “Bukan begitu maksudku.”
Francis: “Nah, apa yang aku lewatkan?”
James: “Lihat saja sendiri.” (memiringkan kepalanya)

Francis melihat pemandangan di mana Margo dan para absorber es menyerang dan menahan 'Mandrake', beberapa absorber es dihancurkan dengan mudahnya olehnya. Margo menyemburkan es dari belalainya dan membuat ekor Mandrake membeku, ekornya hancur berkeping-keping. Mandrake langsung melemparkan absorber es yang baru saja dia makan separuh bagian tubuhnya kepada Margo, membuatnya mundur ke belakang.

Margo: (bahasa Norwegia) “Kalau begini aku terpaksa harus menggunakan ijin untuk menghabisimu, walau sebenarnya sudah dari dulu aku ingin membunuhmu. Ng?”
Francis: “Oh, you.” (oh, kau)
Margo: (bahasa Norwegia) “Sepertinya kau sudah terlihat segar.”
Francis: “Looks like you're really busy, what is that freak?” (Sepertinya kau sibuk. Makhluk aneh apa itu?)
James: “It's Drake.” (Itu Drake)
Francis: “He is that freak? He looks ugly.” (Dia makhluk aneh itu? Dia kelihatan jelek)
Margo: (bahasa Norwegia) “Permisi...”
James: “He is like a worm, but with legs and hands.” (dia seperti cacing, tapi dengan kaki dan tangan)
Francis: “I tottally agree with you.” (Aku sangat setuju denganmu)
Margo: (bahasa Norwegia) “Maaf...”
Uchida: “Hey, this isn't the right time to talk! Let's escape from here!” (Hei, ini bukan saat yang tepat untuk bicara! Ayo kabur dari sini!)
Margo: (bahasa Norwegia) “Maaf mengganggu, tapi kalian harus ikut denganku!” (jengkel)

Margo langsung menyemburkan es dari belalainya, Francis dan yang lain langsung menghindari serangannya. Francis langsung berlari ke arah Margo, dia menghindari serangan belalai Margo. Dia melompat dan meninju Margo di wajahnya, Margo langsung menangkapnya dengan belalainya dan melemparnya ke langit-langit. Sebelum tubuhnya membentur langit-langit, Uchida terbang dan berhasil menangkapnya dengan tangan kanannya. Dia langsung mendarat dan menembakkan meriam di tangan kirinya, asap yang tebal muncul dari dalam ruangan.

Uchida: “Bodoh! Apa yang kau lakukan?!”
Francis: “Seharusnya aku yang bertanya begitu! Lepaskan aku!”

Uchida membawa Roy, James, dan Francis ke pintu elevator. Mereka kabur dan terbang ke dalam, namun belalai Margo memegang kaki Uchida dan membawanya turut serta. Mandrake sendiri sudah menghabisi seluruh absorber es yang menahannya, ekornya yang hancur tumbuh kembali. Dia melihat ke arah pintu elevator, mengikuti Margo dan yang lain ke dalam pintu elevator. Sementara itu Uchida dan yang lain terbang menelusuri lorong elevator, Margo melepaskan salah satu gadingnya. Ternyata gadingnya itu adalah semacam pedang, dia menebas salah satu sayap Uchida. Keseimbangannya pun hilang, dia terbang naik turun tak karuan. Akhirnya dia menabrak tembok dan memasuki sebuah ruangan yang luas, di dalamnya terdapat sebuah mesin besar. James dan Roy terpental, sementara Francis tertindih badan Uchida.

Uchida: “Argh!”
Francis: “Hei, bangun! Kau berat!”
Uchida: “Tunggu... punggungku... bisa kau dorong aku? Aku tak bisa bangun sendiri”
Francis: “Merepotkan, ngh!! (mendorong dan memberdirikan Uchida) Kau tak apa?”
Uchida: “Ada goresan di punggungku, sayapku rusak”
James: “Francis, sebelah sini!”
Francis: “Oh, kau masih hidup”
James: “Ayolah, kau tak punya kata lain pada orang yang selalu menolongmu?”
Francis: “Kau tahu? Kupikir aku takkan bertemu denganmu lagi setelah kita kabur dari sini”
James: “Aku jamin bahwa kau akan mengubah pikiranmu setelah kita lolos”
Uchida: “Oi, Francis. Lihat ini, sepertinya kita berada di ruang generator.”
Francis: “Kau benar, ini adalah generator yang memberi tenaga pada seluruh fasilitas ini. Kau bawa detonator?”
Uchida: “Kau tak berencana untuk menghancurkan tempat ini bukan?”
Francis: “Menurutmu ada cara lain? Kita sudah ditangkap dan ditawan, ditambah lagi si tolol ini sudah masuk kemari. Kalaupun berhasil lolos, mereka akan dicari dan dikejar sampai ke tempat tinggal mereka. Aku tak bisa jamin mereka akan selamat, apa kau mau menjamin itu?”
Uchida: “Memang benar, tapi jika begitu aku tak punya kesempatan untuk meneliti data mereka dan memperoleh tekhnologi mesin waktu yang mereka miliki.”
James: (suara hati) “Mesin waktu?”
Francis: “Seharusnya kau lakukan saja itu sejak tadi.”
Uchida: “Sebenarnya siapa mereka? Kenapa dia sampai nekat masuk ke sini untuk bertemu denganmu? Salah satu kenalan Claudia?”
Francis: “Hanya orang tolol bernama 'James'.”
Uchida: “Begitu... James ya... (diam sejenak) APPAAAA??!!”
Francis: “Hei hei hei hei hei, ada apa denganmu?!”
Uchida: “JAMES YORGINS?! SI PLAYBOY JUTAWAN ITU?!”
James: “Sebenarnya itu hanya melebih-lebihkan, jangan percaya dengan media. Aku membantah soal playboy itu, bagian jutawannya benar.”
Uchida: “Ah, maafkan aku Tuan James. Francis pasti sudah membuatmu repot selama beberapa hari ini, aku sungguh minta maaf.”
James: “Tidak apa-apa, dia hanya merusak satu blok kota dan beberapa mobil saja hanya karena berusaha menyelamatkanku. Hahahaha.”
Uchida: (suara hati) “Kenapa dia bisa tertawa sesantai itu hanya karena satu blok kota hancur?”
James: “Sudah sekali dia menyelamatkanku, tapi aku sudah banyak membantunya dalam berbagai hal. Apalagi dalam situasi ini, bukankah seharusnya dia yang berhutang banyak kepadaku?”
Uchida: “Memang benar, seharusnya dia jadi budakmu.”
Francis: “Maaf saja, tapi kita belum keluar 'hidup-hidup' dari sini. Kau mungkin sudah membebaskanku, tapi belum berarti kita lolos bukan?”
James: “Karena itulah, sekarang adalah giliranmu untuk melakukannya.”
Francis: “Apa maksudmu.”
James: (mengeluarkan helm dari dalam tas) “Aku yakin ini milikmu.”
Uchida: “Helmnya...”
Francis: “Dari mana kau...”
James: “Kutemukan di puing-puing tempat tinggal kalian beserta beberapa barang yang lain.”

Sesuatu terlempar dari lubang tempat Uchida menerobos masuk, ternyata itu adalah Margo. Menyusul kemudian, Mandrake yang merayap cepat dengan ke 8 anggota tubuhnya.

Margo: “Sepertinya aku harus mengurusmu terlebih dahulu sebelum mengembalikan dia.”
Mandrake: “Akan kutelan kau bulat-bulat.”
Francis: “Oh, great.” (oh, bagus)
James: “So... will you show me your abilities? (melempar-lempar helm) If you still wanna get out, of course.”
Francis: (mengambil helm) “I'm so damn gladly doing it, but let me tell you. This isn't mean I accepting your offer, this is only for survival. We will get out of here, get it?” (Aku dengan sangat senang hati akan melakukannya, tapi biar kuberitahu kau. Ini bukan berarti aku menerima tawaranmu, ini hanya untuk bertahan hidup. Kita akan keluar dari sini, kau paham?)
James: “Hmph, serves your right. For now.” (Hmph, sesuai keinginanmu. Untuk sekarang.)
Francis: (memakai helm) “Let's end this.” (mari akhiri ini)

Identitas Pemakai
Francis Zero
Kecocokan Wajah
75%
Kecocokan Suara
67%
Kecocokan DNA
100%
Memulai Transformasi
Masukkan Kata Sandi

Francis: “N-Gage!”

Kata Sandi Diterima
Baju Tempur Diaktifkan

Tubuh Francis mulai diselimuti cahaya kemerahan, garis keemasan muncul di sekujur tubuhnya. Berikutnya muncul kristal kuning di beberapa bagian tubuhnya, setelah itu semua tubuhnya mulai ditutupi serpihan merah yang membentuk pakaian. Helmnya kemudian tertutup rapat dengan penutup mulut dan lensa, sepasang mata kuning muncul dari lensanya. Ketika perubahan selesai, Francis kemudian menembakkan laser dari kedua telapak tangan, dada, dan lutut kirinya. Tembakan itu mengenai beberapa bagian tubuh Mandrake dan mementalkannya, beberapa dihindari oleh Margo.

Francis: “Maaf mengganggu, tapi bolehkah aku ikut bergabung?”
James: “Nice.” (Hebat)
Margo: “M46 N4 120 K, jadi kau dengan sukarela menyerahkan dirimu?”
Francis: “Jangan salah paham, aku bukan membantumu. Aku juga tak mau bergabung denganmu, aku akan terus hidup sampai Alterion benar-benar hancur.”
Margo: “Jadi kau menolak? Ya sudahlah, lagipula setelah kau kembali kau juga takkan ingat apa-apa.”

Margo menyemburkan es dari belalainya, Francis langsung meloncat ke atas. Dia terbang meluncur menuju Margo, dia mengayunkan belalainya dan ditangkap oleh Francis. Belalainya ditarik bersama dengan Margo kemudian dia dibanting ke tanah, berikutnya dia diputar-putar dan dilempar menabrak tembok. Mendadak tubuh Francis dililit oleh Mandrake, dia dililit dengan kencang dan membuatnya kesakitan.

Francis: “Ugh! Aku lupa kalau ada kau.”
Mandrake: “Kemarikan... Ulkamiumnya...”
Francis: “Kepalanya sudah tidak berotak lagi, bicaranya sudah tidak karuan.”

Mulut Mandrake mendadak terbuka lebar, lidahnya keluar dari dalam. Lidahnya sendiri ternyata punya mulut, lidah itu menggigit kepala Francis. Seluruh kepalanya berada dalam lidah Mandrake, Uchida menembaki Mandrake dengan gatling gun diikuti dengan meriam. Beberapa tembakan itu melukai satu matanya yang berwarna hijau, melubangi pipinya, dan memutuskan lidahnya. Tembakan meriamnya mengenai tubuh Mandrake yang melilit Francis, dia terlepas dari lilitan. Francis jatuh ke lantai dan melepaskan lidah yang melahap kepalanya, dia melihat Mandrake yang terluka dan sembuh kembali setelah ditembaki.

Francis: “Dia juga punya kemampuan regenerasi? Merepotkan sekali.”
Uchida: (bahasa Jepang) “Francis, kita harus segera pergi.”
Francis: “Sebenarnya bahasa apa yang sebenarnya mau kau pakai? Sekarang aku bicara dengan bahasamu, tidak bisakah kau putuskan bahasa apa yang ingin kau gunakan untuk bicara kepadaku?”
Uchida: “Jika kau pakai helm itu kau mengerti semua bahasa yang kau dengar, jadi tidak masalah jika aku bicara dengan bahasaku. Tapi jika nanti kau sedang tidak bertransformasi aku akan pakai bahasamu, setuju?”
Francis: “Terserah, kau sudah pasang detonatornya?”
Uchida: “Sudah, tapi kau harus mengaktifkannya sendiri. Aku harus pergi ke ruangan pribadi Drake, aku baru saja diberitahu di mana letaknya oleh James. Aku harus mendownload semua info yang ada, kau aktifkan detonator itu saat aku sudah berhasil mendapat semua info yang ada.”
Francis: “Baiklah, lakukan dengan cepat. Sepertinya tempat ini mulai semakin ramai.”

Sebuah pintu terbuka dan masuklah segerombolan absorber, kali ini mereka terjebak di tengah kerumunan. Roy baru saja terbangun dan sangat terkejut melihat keadaan di sekelilingnya, dia memutuskan untuk pura-pura pingsan. James yang kebetulan berada di dekatnya, menepuk bahunya.

James: “Hei, tak perlu pura-pura mati. Kita akan segera keluar dari sini, kau ikut?”
Roy: (bangun) “Tentu saja, lalu ke mana mereka?”
James: “Di sana.”
Roy: “Benar, itu dia. Tunggu, siapa si merah yang bersamanya?”
James: “Itu Francis.”
Roy: “Apa? Dia?”
James: “Hei, Francis!”
Francis: “Apa?”
James: “Kau ikut dengan kami atau tidak?”
Francis: “Kalian pergi saja dulu dengan Uchida, di sini biar aku yang urus. Oh, kau sudah bangun botak?”
Roy: (jengkel) “Namaku Roy, bukan botak.”
Francis: “Lebih baik kalau kau pingsan lagi.”
Roy: “Setelah semua itu? Aku sudah tak ada tenaga lagi untuk pingsan.”
Francis: “Lebih baik kau segera pergi, aku akan secepatnya menyusul kalian ke permukaan.”
Uchida: “Yokai.” (ok)

Uchida langsung menyeruduk gerombolan absorber di depannya dan membawa kabur James dan Roy dengan kecepatan penuh, mereka melewati pintu di mana para absorber masuk. Francis langsung menembak langit-langit dan membuat pintu itu tertutup reruntuhan, Margo dan Mandrake baru saja terbangun.

Francis: “Nah, bagaimana sekarang?”
Mandrake: “Ulkamium... ulkamium...”
Margo: (mengeluarkan sebuah alat dari sakunya dan bicara melalui alat) “Kalian semua yang ada di fasilitas ini, Drake sudah tidak lagi memimpin. Sekarang akulah yang memimpin, prioritas kalian adalah bunuh Drake yang sekarang sudah bermutasi. Bawa kepala Profesor Uchida Tomizawa yang sekarang kabur bersama dengan dua penyusup, habisi penyusup itu. Lalu yang terpenting dan prioritas utama kalian saat ini, tangkap hidup-hidup subyek M46 N4 120 K!”

Francis: (menepukkan tangan) “Memang itu yang kuinginkan.”