TERPOJOK
Oslo,
Norwegia 14 Oktober 2010, 04:00. Di markas rahasia bawah tanah, James
dan yang lain kini terjebak di antara dua musuh. Satu dari Margo dan
kumpulan pasukan absorber, satu lagi makhluk tak dikenal. Makhluk
dari dalam elevator itu keluar perlahan-lahan, mereka cukup kaget
ketika melihatnya.
Margo:
“Drake?”
Drake:
(Bahasa Norwegia) “Bukan... panggil aku... Mandrake.”
Makhluk
dengan dua pasang kaki kecil dan dua pasang tangan, sekujur tubuhnya
berwarna biru, badan yang sangat panjang seperti ular mulai dari ekor
sampai kepalanya, lehernya juga panjang, kepala bundar, dua pasang
mata, sepasang hijau, dan sepasang merah, mulut yang lebar, lidah
bercabang seperti ular, memiliki bulu mata yang bergerak-gerak
seperti cacing. Dia sedang mengunyah absorber es milik Margo kemudian
menelan bulat-bulat tubuh aslinya, liur menetes dari mulutnya.
Uchida:
“Apa itu?”
James:
“Dia tadi yang berusaha membunuhku, tapi bentuknya tadi tidak
seperti itu. Seseorang bernama Drake, jika tak salah.”
Uchida:
“Drake? Kadal biru itu?”
Roy:
“Hei, bagaimana ini? Kita terjebak di antara musuh, kita sudah tak
bisa apa-apa lagi.”
James:
“Jadi bagaimana? Perlukah ini kumasukkan ke dalam tubuhmu?”
(Mengocok botol)
Uchida:
“...sepertinya... memang tak ada pilihan lain...”
Drake
yang menyadari James membawa botol miliknya langsung menjulurkan
lidahnya pada James dengan cepat, James langsung berguling menghindar
di balik tubuh besar Uchida. Roy langsung menembakkan tongkat pada
Drake sampai dia jatuh terpental, namun dia berhasil menghindarinya
dengan tubuhnya yang panjang dan lentur. Drake merayap di
langit-langit dengan cepat, Margo mulai mengisyaratkan seluruh
absorber untuk menembak. Para absorber menembakkan jarum-jarum es
dari tubuh mereka ke arah Drake, namun dia berhasil menghindari semua
berkat kelenturan tubuhnya. Drake meludahkan semacam cairan pada
absorber yang menembakinya, absorber itu langsung meleleh berikut
dengan tubuh asli mereka. Margo langsung berlari ke depan dan
menangkap ekor Drake yang , menarik jatuh dirinya dari langit-langit.
Drake kini jatuh dan menggelepar, beberapa absorber memegangi
tubuhnya. Margo menduduki leher dan mencengkeram kepalanya, sementara
itu James dan yang lain diabaikan.
James:
“Jadi bagaimana? Apa aku harus menarik keluar selang di dadamu?”
Uchida:
“Tidak... tak perlu... apa Ulkamium itu sudah dicairkan?”
James:
(mengocok botol) “Sepertinya belum, tapi bagaimana caranya?”
Uchida:
“Aku tahu botol itu... kau lihat tombol di tutupnya? Tekan itu.”
James:
(menekan tombol) “Whoa!! Ini bergetar!”
Uchida:
“Jangan dilepas, tunggu sampai berhenti bergetar.”
James:
“Walau kau bilang begitu... tunggu, aku ada ide lebih baik.”
James
meletakkan botol yang bergetar itu di tubuh Francis yang membeku,
membuat kedua tangannya yang kaku memegangi botol. Kini seluruh
tubuhnya bergetar, merontokkan serpihan es di sekujur tubuhnya. Kini
kedua tangannya mencengkeram erat botol yang dia pegang, dia bangun
dengan badan gemetaran. Dia berjalan ke arah James, botol itu
diserahkan dengan tangan gemetaran padanya.
James:
“Francis?”
Francis:
(suara bergetar) “Jjjjaaaaaangggaaaaannn dddiiiiaaaaammm
ssssaaajjjjaaa, aammmbbbiiilll iiiinnniii.”
James:
“Bukankah botolnya masih bergetar? Kenapa tidak kau pegang saja
dulu?”
Francis:
(suara bergetar) “Aaaammmmbbbiiiilll ssssaaajjjjaaa!!”
Roy:
“B-biar kuambil. (mengambil botol) Ng, botolnya berhenti bergetar.”
James:
“Hei, kenapa kau masih bergetar?”
Francis:
(memeluk tubuhnya sendiri) “Eeeefffeeekknnnyaaa mmmaaassssiiihhh
tteeeerrraaassaaa. Ah-Aaah chooo!!”
Uchida,
James, dan Roy: “Kau jelas-jelas kedinginan.”
James:
(membuka botol) “Wow, benar-benar mencair.”
Uchida:
“Bagus, cepat masukkan.”
Roy:
“Di mana aku harus memasukkannya? Hidung, perut, atau mulutmu?”
Uchida:
“Tidak... seharusnya ada lubang kecil di bagian bawah tubuhku yang
besar, carilah.”
James:
“Aku melihatnya berada di tengah-tengah dua lubang kakimu, tapi...
kau yakin di situ?”
Uchida:
“Kenapa?”
Roy:
“Aku pun pasti akan memikirkannya terlebih dahulu sebelum
memasukkannya ke dalam sana.”
James:
“Kau minta kami memasukkan botol ini ke dalam lubang P4*&7$-
mu?”
Uchida:
(jengkel) “Bisakah kalian masukkan saja dan tidak memikirkan posisi
lubangnya?”
Francis
langsung mengambil botol yang dipegang Roy dan langsung menempelkan
mulut botol ke lubang di badan besar Uchida, suara mendenging muncul
dari dalam badan Uchida. Lubang kecil di tubuhnya membesar sedikit,
leher botol itu langsung masuk ke dalam. Kali ini seluruh tubuhnya
bergetar kencang dan perlahan-lahan melayang di udara, lubang-lubang
di tubuhnya bersinar keunguan.
Uchida:
“Seseorang, tolong letakkan kepalaku kembali ke atas.”
Francis
mengambil kepala Uchida dan memasukkan ke dalam lubang di atasnya
secara paksa. Kaki dan tangannya yang lepas langsung kembali menempel
pada tubuhnya, tidak melayang seperti biasanya. Tubuhnya mulai
berubah bentuk, telapak tangan kirinya menekuk dan berubah menjadi
meriam. Kedua kakinya menekuk dan berubah menjadi roda tank, dari
punggungnya muncul sepasang sayap pesawat. Jari-jari di tangan
kanannya berubah bentuk menjadi gatling gun, Francis langsung
mengeluarkan tangannya dari lubang di tubuh Uchida. Dia menarik
sesuatu dari dalam, kepala Uchida kini sudah berubah bentuk ketika
ditarik keluar. Wajahnya ditutupi dengan sebuah topeng masker, ada
laras senapan di kanan dan kiri kepalanya. Sebuah lubang mata yang
panjang dan menunjukkan sebuah bola mata buatan, botol di bagian
bawah belakang tubuhnya keluar bersamaan dengan teriakan keras
Uchida.
Uchida:
“UAAAARRGGHHH!!!” (botol meluncur keluar dari lubang)
Roy:
“Itu sungguh...”
James:
“...menjijikkan.”
Satu
Absorber es terpental ke arah Uchida dan yang lain, Uchida kemudian
menembakkan gatling gun di tangan kanannya. Absorber es itu hancur
berkeping-keping dan menyisakan tubuh aslinya, Uchida langsung
menyemburkan api dari laras senapan yang ada di kepalanya dan
membuatnya meleleh.
Uchida:
“Ada keluhan lain?”
James:
“Keren.”
Francis:
“Hey... keluarkan lagi... apinya...”
Uchida:
“Dengan senang hati.”
Uchida
membakar sekujur tubuh Francis, Roy sendiri kaget melihatnya dan
segera mengambil es yang berserakan di lantai. Roy langsung
mengumpulkan es-es itu dan membungkusnya menjadi satu di dalam
jaketnya, ia melemparkan es-es itu kepada Francis yang terbakar
hidup-hidup saking paniknya. Setelah selesai memadamkan api, Francis
berdiri dengan keadaan ditutupi jaket yang basah.
Roy:
“Apa kau gila?! Kenapa kau bakar dia?!”
Uchida:
“Aku hanya mencoba menghangatkannya, aku pakai cara yang cepat.”
Roy:
“Tapi paling tidak ada cara yang lebih baik kan?!”
James:
“Roy, tenanglah. Dia tidak akan apa-apa walau terluka separah
apapun, benar kan?”
Uchida:
“Benar.”
Roy:
“Bagaimana bisa kau bilang begitu?”
Pundak
Roy ditepuk oleh Francis dari belakang, dia membuka jaket yang
menutupi tubuhnya. Roy melihat Francis yang terluka bakar di sekujur
tubuhnya, lukanya sembuh dengan sendirinya.
Francis:
“Terima kasih untuk esnya.” (menyerahkan jaket)
James:
“Lihat?”
Roy:
“Iya.” (pingsan)
Francis:
“Apa dia baik-baik saja?”
James:
“Biarkan saja dia, tapi paling tidak kau bisa padamkan apinya
sendiri tadi bukan?”
Francis:
“Lalu maksudmu aku harus memadamkannya dengan menjilati seluruh
tubuhku seperti kucing begitu?”
James:
“Bukan begitu maksudku.”
Francis:
“Nah, apa yang aku lewatkan?”
James:
“Lihat saja sendiri.” (memiringkan kepalanya)
Francis
melihat pemandangan di mana Margo dan para absorber es menyerang dan
menahan 'Mandrake', beberapa absorber es dihancurkan dengan mudahnya
olehnya. Margo menyemburkan es dari belalainya dan membuat ekor
Mandrake membeku, ekornya hancur berkeping-keping. Mandrake langsung
melemparkan absorber es yang baru saja dia makan separuh bagian
tubuhnya kepada Margo, membuatnya mundur ke belakang.
Margo:
(bahasa Norwegia) “Kalau begini aku terpaksa harus menggunakan ijin
untuk menghabisimu, walau sebenarnya sudah dari dulu aku ingin
membunuhmu. Ng?”
Francis:
“Oh, you.” (oh, kau)
Margo:
(bahasa Norwegia) “Sepertinya kau sudah terlihat segar.”
Francis:
“Looks like you're really busy, what is that freak?” (Sepertinya
kau sibuk. Makhluk aneh apa itu?)
James:
“It's Drake.” (Itu Drake)
Francis:
“He is that freak? He looks ugly.” (Dia makhluk aneh itu? Dia
kelihatan jelek)
Margo:
(bahasa Norwegia) “Permisi...”
James:
“He is like a worm, but with legs and hands.” (dia seperti
cacing, tapi dengan kaki dan tangan)
Francis:
“I tottally agree with you.” (Aku sangat setuju denganmu)
Margo:
(bahasa Norwegia) “Maaf...”
Uchida:
“Hey, this isn't the right time to talk! Let's escape from here!”
(Hei, ini bukan saat yang tepat untuk bicara! Ayo kabur dari sini!)
Margo:
(bahasa Norwegia) “Maaf mengganggu, tapi kalian harus ikut
denganku!” (jengkel)
Margo
langsung menyemburkan es dari belalainya, Francis dan yang lain
langsung menghindari serangannya. Francis langsung berlari ke arah
Margo, dia menghindari serangan belalai Margo. Dia melompat dan
meninju Margo di wajahnya, Margo langsung menangkapnya dengan
belalainya dan melemparnya ke langit-langit. Sebelum tubuhnya
membentur langit-langit, Uchida terbang dan berhasil menangkapnya
dengan tangan kanannya. Dia langsung mendarat dan menembakkan meriam
di tangan kirinya, asap yang tebal muncul dari dalam ruangan.
Uchida:
“Bodoh! Apa yang kau lakukan?!”
Francis:
“Seharusnya aku yang bertanya begitu! Lepaskan aku!”
Uchida
membawa Roy, James, dan Francis ke pintu elevator. Mereka kabur dan
terbang ke dalam, namun belalai Margo memegang kaki Uchida dan
membawanya turut serta. Mandrake sendiri sudah menghabisi seluruh
absorber es yang menahannya, ekornya yang hancur tumbuh kembali. Dia
melihat ke arah pintu elevator, mengikuti Margo dan yang lain ke
dalam pintu elevator. Sementara itu Uchida dan yang lain terbang
menelusuri lorong elevator, Margo melepaskan salah satu gadingnya.
Ternyata gadingnya itu adalah semacam pedang, dia menebas salah satu
sayap Uchida. Keseimbangannya pun hilang, dia terbang naik turun tak
karuan. Akhirnya dia menabrak tembok dan memasuki sebuah ruangan yang
luas, di dalamnya terdapat sebuah mesin besar. James dan Roy
terpental, sementara Francis tertindih badan Uchida.
Uchida:
“Argh!”
Francis:
“Hei, bangun! Kau berat!”
Uchida:
“Tunggu... punggungku... bisa kau dorong aku? Aku tak bisa bangun
sendiri”
Francis:
“Merepotkan, ngh!! (mendorong dan memberdirikan Uchida) Kau tak
apa?”
Uchida:
“Ada goresan di punggungku, sayapku rusak”
James:
“Francis, sebelah sini!”
Francis:
“Oh, kau masih hidup”
James:
“Ayolah, kau tak punya kata lain pada orang yang selalu
menolongmu?”
Francis:
“Kau tahu? Kupikir aku takkan bertemu denganmu lagi setelah kita
kabur dari sini”
James:
“Aku jamin bahwa kau akan mengubah pikiranmu setelah kita lolos”
Uchida:
“Oi, Francis. Lihat ini, sepertinya kita berada di ruang
generator.”
Francis:
“Kau benar, ini adalah generator yang memberi tenaga pada seluruh
fasilitas ini. Kau bawa detonator?”
Uchida:
“Kau tak berencana untuk menghancurkan tempat ini bukan?”
Francis:
“Menurutmu ada cara lain? Kita sudah ditangkap dan ditawan,
ditambah lagi si tolol ini sudah masuk kemari. Kalaupun berhasil
lolos, mereka akan dicari dan dikejar sampai ke tempat tinggal
mereka. Aku tak bisa jamin mereka akan selamat, apa kau mau menjamin
itu?”
Uchida:
“Memang benar, tapi jika begitu aku tak punya kesempatan untuk
meneliti data mereka dan memperoleh tekhnologi mesin waktu yang
mereka miliki.”
James:
(suara hati) “Mesin waktu?”
Francis:
“Seharusnya kau lakukan saja itu sejak tadi.”
Uchida:
“Sebenarnya siapa mereka? Kenapa dia sampai nekat masuk ke sini
untuk bertemu denganmu? Salah satu kenalan Claudia?”
Francis:
“Hanya orang tolol bernama 'James'.”
Uchida:
“Begitu... James ya... (diam sejenak) APPAAAA??!!”
Francis:
“Hei hei hei hei hei, ada apa denganmu?!”
Uchida:
“JAMES YORGINS?! SI PLAYBOY JUTAWAN ITU?!”
James:
“Sebenarnya itu hanya melebih-lebihkan, jangan percaya dengan
media. Aku membantah soal playboy itu, bagian jutawannya benar.”
Uchida:
“Ah, maafkan aku Tuan James. Francis pasti sudah membuatmu repot
selama beberapa hari ini, aku sungguh minta maaf.”
James:
“Tidak apa-apa, dia hanya merusak satu blok kota dan beberapa mobil
saja hanya karena berusaha menyelamatkanku. Hahahaha.”
Uchida:
(suara hati) “Kenapa dia bisa tertawa sesantai itu hanya karena
satu blok kota hancur?”
James:
“Sudah sekali dia menyelamatkanku, tapi aku sudah banyak
membantunya dalam berbagai hal. Apalagi dalam situasi ini, bukankah
seharusnya dia yang berhutang banyak kepadaku?”
Uchida:
“Memang benar, seharusnya dia jadi budakmu.”
Francis:
“Maaf saja, tapi kita belum keluar 'hidup-hidup' dari sini. Kau
mungkin sudah membebaskanku, tapi belum berarti kita lolos bukan?”
James:
“Karena itulah, sekarang adalah giliranmu untuk melakukannya.”
Francis:
“Apa maksudmu.”
James:
(mengeluarkan helm dari dalam tas) “Aku yakin ini milikmu.”
Uchida:
“Helmnya...”
Francis:
“Dari mana kau...”
James:
“Kutemukan di puing-puing tempat tinggal kalian beserta beberapa
barang yang lain.”
Sesuatu
terlempar dari lubang tempat Uchida menerobos masuk, ternyata itu
adalah Margo. Menyusul kemudian, Mandrake yang merayap cepat dengan
ke 8 anggota tubuhnya.
Margo:
“Sepertinya aku harus mengurusmu terlebih dahulu sebelum
mengembalikan dia.”
Mandrake:
“Akan kutelan kau bulat-bulat.”
Francis:
“Oh, great.” (oh, bagus)
James:
“So... will you show me your abilities? (melempar-lempar helm) If
you still wanna get out, of course.”
Francis:
(mengambil helm) “I'm so damn gladly doing it, but let me tell you.
This isn't mean I accepting your offer, this is only for survival. We
will get out of here, get it?” (Aku dengan sangat senang hati akan
melakukannya, tapi biar kuberitahu kau. Ini bukan berarti aku
menerima tawaranmu, ini hanya untuk bertahan hidup. Kita akan keluar
dari sini, kau paham?)
James:
“Hmph, serves your right. For now.” (Hmph, sesuai keinginanmu.
Untuk sekarang.)
Francis:
(memakai helm) “Let's end this.” (mari akhiri ini)
Identitas
Pemakai
Francis
Zero
Kecocokan
Wajah
75%
Kecocokan
Suara
67%
Kecocokan
DNA
100%
Memulai
Transformasi
Masukkan
Kata Sandi
Francis:
“N-Gage!”
Kata
Sandi Diterima
Baju
Tempur Diaktifkan
Tubuh
Francis mulai diselimuti cahaya kemerahan, garis keemasan muncul di
sekujur tubuhnya. Berikutnya muncul kristal kuning di beberapa bagian
tubuhnya, setelah itu semua tubuhnya mulai ditutupi serpihan merah
yang membentuk pakaian. Helmnya kemudian tertutup rapat dengan
penutup mulut dan lensa, sepasang mata kuning muncul dari lensanya.
Ketika perubahan selesai, Francis kemudian menembakkan laser dari
kedua telapak tangan, dada, dan lutut kirinya. Tembakan itu mengenai
beberapa bagian tubuh Mandrake dan mementalkannya, beberapa dihindari
oleh Margo.
Francis:
“Maaf mengganggu, tapi bolehkah aku ikut bergabung?”
James:
“Nice.” (Hebat)
Margo:
“M46 N4 120 K, jadi kau dengan sukarela menyerahkan dirimu?”
Francis:
“Jangan salah paham, aku bukan membantumu. Aku juga tak mau
bergabung denganmu, aku akan terus hidup sampai Alterion benar-benar
hancur.”
Margo:
“Jadi kau menolak? Ya sudahlah, lagipula setelah kau kembali kau
juga takkan ingat apa-apa.”
Margo
menyemburkan es dari belalainya, Francis langsung meloncat ke atas.
Dia terbang meluncur menuju Margo, dia mengayunkan belalainya dan
ditangkap oleh Francis. Belalainya ditarik bersama dengan Margo
kemudian dia dibanting ke tanah, berikutnya dia diputar-putar dan
dilempar menabrak tembok. Mendadak tubuh Francis dililit oleh
Mandrake, dia dililit dengan kencang dan membuatnya kesakitan.
Francis:
“Ugh! Aku lupa kalau ada kau.”
Mandrake:
“Kemarikan... Ulkamiumnya...”
Francis:
“Kepalanya sudah tidak berotak lagi, bicaranya sudah tidak karuan.”
Mulut
Mandrake mendadak terbuka lebar, lidahnya keluar dari dalam. Lidahnya
sendiri ternyata punya mulut, lidah itu menggigit kepala Francis.
Seluruh kepalanya berada dalam lidah Mandrake, Uchida menembaki
Mandrake dengan gatling gun diikuti dengan meriam. Beberapa tembakan
itu melukai satu matanya yang berwarna hijau, melubangi pipinya, dan
memutuskan lidahnya. Tembakan meriamnya mengenai tubuh Mandrake yang
melilit Francis, dia terlepas dari lilitan. Francis jatuh ke lantai
dan melepaskan lidah yang melahap kepalanya, dia melihat Mandrake
yang terluka dan sembuh kembali setelah ditembaki.
Francis:
“Dia juga punya kemampuan regenerasi? Merepotkan sekali.”
Uchida:
(bahasa Jepang) “Francis, kita harus segera pergi.”
Francis:
“Sebenarnya bahasa apa yang sebenarnya mau kau pakai? Sekarang aku
bicara dengan bahasamu, tidak bisakah kau putuskan bahasa apa yang
ingin kau gunakan untuk bicara kepadaku?”
Uchida:
“Jika kau pakai helm itu kau mengerti semua bahasa yang kau dengar,
jadi tidak masalah jika aku bicara dengan bahasaku. Tapi jika nanti
kau sedang tidak bertransformasi aku akan pakai bahasamu, setuju?”
Francis:
“Terserah, kau sudah pasang detonatornya?”
Uchida:
“Sudah, tapi kau harus mengaktifkannya sendiri. Aku harus pergi ke
ruangan pribadi Drake, aku baru saja diberitahu di mana letaknya oleh
James. Aku harus mendownload semua info yang ada, kau aktifkan
detonator itu saat aku sudah berhasil mendapat semua info yang ada.”
Francis:
“Baiklah, lakukan dengan cepat. Sepertinya tempat ini mulai semakin
ramai.”
Sebuah
pintu terbuka dan masuklah segerombolan absorber, kali ini mereka
terjebak di tengah kerumunan. Roy baru saja terbangun dan sangat
terkejut melihat keadaan di sekelilingnya, dia memutuskan untuk
pura-pura pingsan. James yang kebetulan berada di dekatnya, menepuk
bahunya.
James:
“Hei, tak perlu pura-pura mati. Kita akan segera keluar dari sini,
kau ikut?”
Roy:
(bangun) “Tentu saja, lalu ke mana mereka?”
James:
“Di sana.”
Roy:
“Benar, itu dia. Tunggu, siapa si merah yang bersamanya?”
James:
“Itu Francis.”
Roy:
“Apa? Dia?”
James:
“Hei, Francis!”
Francis:
“Apa?”
James:
“Kau ikut dengan kami atau tidak?”
Francis:
“Kalian pergi saja dulu dengan Uchida, di sini biar aku yang urus.
Oh, kau sudah bangun botak?”
Roy:
(jengkel) “Namaku Roy, bukan botak.”
Francis:
“Lebih baik kalau kau pingsan lagi.”
Roy:
“Setelah semua itu? Aku sudah tak ada tenaga lagi untuk pingsan.”
Francis:
“Lebih baik kau segera pergi, aku akan secepatnya menyusul kalian
ke permukaan.”
Uchida:
“Yokai.” (ok)
Uchida
langsung menyeruduk gerombolan absorber di depannya dan membawa kabur
James dan Roy dengan kecepatan penuh, mereka melewati pintu di mana
para absorber masuk. Francis langsung menembak langit-langit dan
membuat pintu itu tertutup reruntuhan, Margo dan Mandrake baru saja
terbangun.
Francis:
“Nah, bagaimana sekarang?”
Mandrake:
“Ulkamium... ulkamium...”
Margo:
(mengeluarkan sebuah alat dari sakunya dan bicara melalui alat)
“Kalian semua yang ada di fasilitas ini, Drake sudah tidak lagi
memimpin. Sekarang akulah yang memimpin, prioritas kalian adalah
bunuh Drake yang sekarang sudah bermutasi. Bawa kepala Profesor
Uchida Tomizawa yang sekarang kabur bersama dengan dua penyusup,
habisi penyusup itu. Lalu yang terpenting dan prioritas utama kalian
saat ini, tangkap hidup-hidup subyek M46 N4 120 K!”
Francis:
(menepukkan tangan) “Memang itu yang kuinginkan.”
No comments:
Post a Comment