Sunday, September 29, 2013

Level 20


CRIMSON

            Oslo, Norwegia 14 Oktober 2010, 04: 37. Tiga menit sebelum generator diledakkan, Francis dan yang lain berada di lantai terbawah markas. Francis berhasil memperdaya Margo untuk mengaktifkan baju tempurnya, kini dia berdiri dengan tegap.

MENGAKTIFKAN MODE CRIMSON
MEMPERBAIKI KERUSAKAN BAJU TEMPUR
PERINGATAN
SELAMA PEMAKAIAN, SUHU AKAN MENINGKAT MENJADI 50 DERAJAT CELCIUS 

            Lambang di dada Francis mulai bersinar kemerahan, seluruh kristal di tubuhnya juga bersinar secara bersamaan. Margo menutupi matanya karena silau, cahaya merah itu juga membuat es yang menyelimuti Uchida dan Roy mencair. Francis kini berdiri tegap, sepasang mata merah muncul dari lensa helmnya. Cahaya merah itu perlahan-lahan meredup, suasana ruangan itu kembali menjadi gelap gulita.

Francis: “It's payback time.” (waktunya pembalasan)
Margo: “Ugh, sepertinya kau sudah menipuku. Tapi hal itu takkan mengubah apapun, kondisi kita juga sama. Dalam kegelapan ini aku masih bisa merasakan panasmu, kau sendiri masih bisa melihatku. (menoleh ke belakang) Dan sekarang aku merasakan kau ada di... AAAAGHH!!”

            Sesuatu terbang dan menusuk dada Margo, membuatnya mundur ke belakang dan berhenti sejenak. Belalainya mencabut benda yang menusuknya dan membuangnya ke tanah, Margo kemudian menjulurkan belalainya ke arah benda itu terbang. Margo menangkap dan menariknya, namun wajahnya terbentur sesuatu yang keras dan membuatnya mundur sedikit. Dia langsung menyadari, bahwa yang dia tangkap bukanlah Francis.
 
Margo: “Ini bukan dia, sejak kapan dia berubah menjadi kurus? Tunggu, aku bisa merasakan dia... sumber panasnya... mustahil!”
Francis: “Hahahahaha, terkejut?”
Margo: (menjulurkan belalai ke arah suara) “Kena! (menangkap dan menarik) GYAAAAH!!” (kaki kanan tertusuk)
Francis: “Maaf, salah tangkap."
Margo: (kepala dipukul dari belakang) “GAAAHH... (berlutut) Dasar licik... bagaimana bisa... (menyemburkan es) Bagaimana bisa kau menjadi sebanyak ini!!”

            Margo menyadari bahwa di sekitarnya dia bisa merasakan banyak keberadaan dari Francis, dia menyemburkan es membabi buta serta menebas beberapa dari mereka. Dia juga sempat diserang di punggung, dada, dan perut ketika mengamuk. Dia mengangkat  dan menjejakkan kakinya satu persatu, seluruh ruangan bergetar dan memperbesar retakan di langit-langit maupun di lantai. Sesuatu jatuh dari retakan dan mengenai kepala Uchida yang pingsan, dia tersadar dan melihat sekelilingnya. Ketika dia menoleh ke kanan, dia melihat sebutir Ulkamium berada di hadapannya. Ketika hendak berdiri, sebutir Ulkamium jatuh lagi di atas kepalanya. Uchida memungut Ulkamium itu dan melihat ke atas, dia kemudian segera bergegas menghampiri Roy dan James.

Uchida: “Roy, James, kalian baik-baik saja?”
James: “Humpty Dumpty! Kau selamat, syukurlah. Aku baru berhasil lolos dari cekikan Mammoth itu, Roy sepertinya pingsan karena kedinginan.”
Uchida: “Kita harus cepat keluar, sepertinya tempat ini sudah tidak bisa bertahan lagi.”
James: “Apakah pintunya sudah terbuka?”
Uchida: “Aku mau mengeceknya sekarang, seharusnya kurang sedikit lagi.”
James: “Bagaimana dengan Francis?”
Uchida: “Sepertinya dia bisa mengatasi keadaan sekarang, serahkan saja semua pada dia.” 

            Margo berhenti mengamuk, dia kini merasakan keberadaan di sekitarnya menjadi 6 bagian. Margo kemudian tersenyum dan menjulurkan belalainya kepada salah satu keberadaan tersebut, dia menangkap seseorang dan menariknya. Orang itu dibelit oleh belalainya, kemudian Margo mendekatkan Machete ke lehernya.
 
Margo: “Subyek M46! Lebih baik kau memperlihatkan dirimu, aku sudah menahan seekor tikus yang berusaha membebaskanmu! Kau berhasil mempermainkanku dengan membagi-bagi keberadaanmu, karena semua suhu yang kuincar sama dengan dirimu. Tapi sepertinya kau lupa, sumber panas di sini bukan hanya kau saja. Aku menangkap dia yang suhunya berbeda jauh denganmu, sekarang apa yang akan kau lakukan?”
Francis: “Ini.”

            Terdengar suara dentingan besi dari kegelapan, diikuti dengan suara 'gedebuk' yang besar. Kejadian itu berlangsung dengan sangat cepat, Francis kini berada di belakang membelakanginya. Sebutir Ulkamium jatuh tepat di antara mereka, mereka kedua kemudian membalikkan badan mereka. Keadaan dalam ruangan menjadi sedikit terang karena cahaya dari Ulkamium itu, mereka kemudian menengadah ke atas melihat langit-langit yang retak. Sebutir demi sebutir Ulkamium itu jatuh di hadapan mereka, kini sosok Margo dan Francis terlihat jelas saling berhadapan.

Francis: “Sepertinya itu berkat amukanmu tadi.”
Margo: “Ruangan penyimpanan berada tepat di atas kepala kita.”
Francis: “Tapi dengan begini kau harus lebih berhati-hati, sebab es milikmu bisa membuatnya mencair.”
Margo: “Jadi kau kira aku takut untuk menggunakan kemampuanku untuk hal semacam ini? Kalau aku berhati-hati dalam menangkapmu, aku bisa membekukanmu lagi dalam jarak yang cukup dekat.”
Francis: “Aku tahu kau bisa melacak dan membedakan orang dari tinggi suhunya, kau juga sempat kerepotan saat melacak panas dariku. Sayang sekali ini adalah hari sialmu, lihatlah sekelilingmu. 

            Margo melihat ke sekelilingnya, ternyata yang dia serang selama ini adalah semacam patung yang diciptakan Francis. Beberapa di antaranya dipasangi semacam tombak dan gada, dia sekarang melihat Francis yang memegang sebuah pedang panjang di tangan kanannya, serpihan-serpihan merah melayang di sekitar tubuhnya.
 
Margo: “Aku mengerti, begitu rupanya. Tapi kau bodoh sekali, sampai menunjukkan dirimu di hadapanku.”
Francis: “Jadi kau tahu itu, sebenarnya siapa yang bodoh? Apa kau tahu apa yang kau tangkap barusan?”

            Ketika Margo melihat Francis memegang sebuah pedang berwarna merah, matanya terbelalak. Margo melihat ke bawah, dia melihat semacam patung tergeletak di tanah. Dia lebih terkejut ketika melihat sesuatu selain itu, sesuatu yang panjang melilit patung itu. Margo baru menyadari kalau belalainya baru saja terpotong, dia menjatuhkan kedua Machete-nya dan memegang hidungnya yang tak berbelalai.

Margo: “AAAAAARRGGHHH!!”
Francis: “Dengan suhu manusia normal aku menciptakan boneka itu, kau berhasil terkecoh. Pada saat itu juga aku juga menurunkan suhu badanku dengan es yang sudah kau semburkan ke seluruh ruangan, aku sudah tahu kalau hidungmu itulah yang digunakan untuk melacak keberadaanku.”
Margo: “Kubunuh kau... sumpah akan kubunuh kau karena ini!!”

            Mereka melihat ke atas ketika mendengar suara bergemuruh dari atas, langit-langit di atas mereka kini perlahan-lahan mulai retak dan jebol. Butiran-butiran Ulkamium jatuh berhamburan dari atas, diikuti dengan Mandrake yang sudah kembali dengan tubuh lengkap.

Francis: “Kau lagi.”
Margo: “Mustahil, padahal kau sudah kupenggal.”

            Hujan Ulkamium turun di dalam ruangan, Ketika Mandrake mendarat di tanah, dia langsung merayap menuju mesin waktu. Dia menekan tombol, mengaktifkan pengidentifikasi suara.

Mandrake: “Alpha 360 Beta 240.”

KODE DITERIMA
SUARA TERIDENTIFIKASI
JENDRAL DRAKE
MENGAKTIFKAN PORTAL

            Di saat bersamaan, pintu mesin waktu terbuka. Mandrake segera menaiki kendaraan milik Margo, dia menekan tombol yang ada di dalam dan mengaktifkan kendaraan itu. Kendaraan itu kini terbang melayang beberapa meter, dengan ekornya dia mengemudikan bagian dalam kendaraan itu. Berhubung tubuhnya terlalu besar, dia tak bisa masuk ke dalam dan mengemudikannya. 

Margo: “Drake keparat itu… dia mencoba kabur dari sini!”
Uchida: “Francis! Hentikan dia! Kita membutuhkan kendaraan itu untuk melintasi ruang dan waktu dengan aman, jangan dihancurkan! Dalam hitungan menit, kita akan tertimbun oleh Ulkamium!”
Francis: “Mudah mengatakan daripada melakukannya.”

            Francis melompat ke bagian depan kendaraan sambil berhadapan dengan Mandrake yang berada di atasnya, sambil menghunuskan pedang merah kepadanya.

Mandrake: “Kau!”
Francis: “Ayo maju, pemabuk.”

            Mandrake mengeluarkan lidahnya yang memiliki mulut, hanya saja lidahnya kini terbagi menjadi lima bagian. Masing-masing menyemburkan cairan kuning dari mulutnya, Francis menghindari semua serangannya dengan sigap. Semacam perubahan terjadi pada tubuh Mandrake, banyak mata absorber yang muncul di sekujur tubuhnya. Mata itu menembakkan laser ke segala penjuru, beberapa serangannya mengenai punggung Uchida yang melindungi James dan Roy. Margo sendiri memantulkan laser dengan Machetenya, dia berlari maju menuju Mandrake dan memanjat ke atas kendaraan. Dia menusuk salah satu mata di tubuh Mandrake, membuatnya menjerit kesakitan. Mandrake menyemburkan cairan kuning melalui salah satu lidahnya, bersamaan dengan itu Margo juga ikut menyemburkan gas pembeku dari mulutnya. Cairan kuning itu membeku bersamaan dengan salah satu lidah Mandrake dan membuatnya hancur berkeping-keping, Francis melompat ke arah kepalanya dan memotong semua lidah yang tersisa. Uchida memperhatikan kondisi tubuh Mandrake, luka yang dia derita tidak sembuh dengan sendirinya.

Uchida: “Aneh, seharusnya dia bisa beregenerasi dengan cepat.”
James: “Hei, apa kita bisa masuk ke pintu itu sekarang?"
Uchida: “Tidak, kita harus merebut kendaraan yang digunakannya."
Roy: “Bukankah jika memasukinya semua akan baik-baik saja dan kita akan berpindah tempat?”
Uchida: “Tidak, kalau manusia biasa seperti kalian memasukinya akan terjadi beberapa resiko yang tak diinginkan. Aku tak bisa menjamin kalau saat memasukinya beberapa anggota tubuh kalian masih terpasang di tempatnya, mungkin saja tubuh kalian malah akan terjebak di suatu tempat yang padat.”
Roy: (membayangkan sambil menelan ludah) “Eugh.”
James: “Oh, kedengarannya menjanjikan. Masih ada yang perlu kuketahui tentang mesin waktu ini?”
Uchida: “Berkat kadal sialan itu mengaktifkan pengenal suara dan memberikan kodenya, pintu memang berhasil dibuka tapi itu malah mengubah tempat dan waktu yang kuatur barusan.”
James: “Bisa kau atur ulang?”
Uchida: “Perlu waktu lebih lama untuk itu, aku harus masuk ke dalam program utama dan meng-hack data yang ada di dalamnya.”
James: “Menarik, mungkin aku bisa membantumu.”
Uchida: “Kau yakin?”
James: “Tunjukkan saja padaku cara mengaksesnya dan biarkan aku bekerja, sebab ini adalah tantangan yang begitu menarik untukku.” (meregangkan seluruh jarinya) 

            Sementara Uchida dan yang lain bergegas menuju mesin waktu, Francis dan Margo masih sibuk mengurus Mandrake. Margo memotong ekor Mandrake yang mengemudikan kendaraan, Francis menciptakan beberapa pasak dari kedua tangannya. Pasak-pasak itu dia lemparkan ke bagian tubuh Mandrake yang mempunyai bagian mata Absorber, satu-persatu pasak itu menancap di bagian-bagian tubuhnya. Hal itu membuat tubuh Mandrake menggelepar dan menghantam Francis jatuh dari kendaraan, beruntung dia berhasil berpegangan di pintu dan mencoba untuk naik ke atas. Namun dia berhenti sejenak ketika melihat ada sesuatu yang mengemudi di dalam kendaraan, makhluk dengan mata Absorber, mirip kadal, dan bertubuh manusia.

Francis: “Sorry, you must get down.” (maaf, kau harus turun) 

            Makhluk itu ditendang keluar dari dalam kendaraan, badannya ditusuk dengan pasak dan menancap di tanah. Francis mengaktifkan mode pilot otomatis di dalam kendaraan, kemudian dia kembali naik ke atas. Kini dia melihat Margo dikerumuni oleh segerombolan reptil bermata Absorber, Francis langsung menciptakan sepasang pisau dari kedua bahunya. Beberapa Absorber reptil menyerang Francis, tubuh mereka terbelah menjadi dua sebelum mereka sempat menyentuh Francis. Margo membekukan dan menghancurkan beberapa dari mereka, namun mereka kembali pulih seperti sedia kala. Berbeda halnya dengan Francis yang bisa menghancurkan mereka dengan mudah, Margo mendadak menebas Francis dan serangannya ditahan dengan kedua pisau miliknya.
 
Margo: “Kau… takkan kubiarkan kau lolos dari sini…”
Francis: “Coba saja kalau kau bisa.”

            Sementara itu James dan yang lain masih mencoba untuk menghack program pengoperasian mesin waktu, James sedang mengetikkan kode-kode di laptopnya yang sekarang terhubung dengan mesin. Uchida sendiri menjadi penghubung antara mesin itu dengan laptop James, dengan menggunakan kabel dari tubuhnya.

Uchida: “Firewall pertama dan kedua berhasil ditembus dalam sekejap, hebat.”
James: “Jangan senang dulu, masih ada 3 lagi. Terdeteksi virus mematikan dari dalam, aku tak bisa gegabah. Roy, berikan aku Ultra V.”
Roy: “Siap.” (menyerahkan disc)
James: “Waktunya menjebol tembok."
Roy: “Hole in the wall!!” (lubang di tembok!)

            James memasukkan disc itu ke laptopnya, setelah itu dia mengetikkan beberapa kata. Terdengar suara musik setelah itu, di layarnya muncul tulisan beserta gambar. Gambar superhero ‘Hulk’, di dalam laptop terlihat Hulk lari menjebol tembok tiga kali.

Hulk: “Hulk Smash!!”

            Setelah tembok itu ditembus, Uchida merasakan sesuatu. Portal mesin waktu kemudian  mendadak tertutup, Francis yang melihat berteriak marah. 

Francis: “Bodoh! Apa yang kau lakukan?!”
Roy: “Oh, kerja bagus James.”
James: “Tunggu, pasti ada kesalahan."
Francis: “Lihat sekelilingmu! Jadi kau mau terkubur hidup-hidup di tempat ini?!” 

            Hujan Ulkamium masih turun dari dalam ruangan, ruangan itu hampir dipenuhi Ulkamium. Francis berhasil menghabisi semua bagian tubuh Mandrake yang tersisa, kini Margo dan Francis saling menyerang.
 
Uchida: “Tidak, kau tidak salah. Terima kasih, James-kun.”

            Portal mesin waktu kembali terbuka, cahaya biru muncul dari dalamnya. Uchida melepas kabel dan memasukkannya kembali ke tubuhnya, dia kemudian menyalami James.

Uchida: “Aku sungguh kagum dengan keahlianmu.”
James: “Jangan berterima kasih padaku, berterima kasihlah padanya.” (menunjukkan layar laptop)
Hulk: “Hulk adalah yang terkuat di sini!”
Uchida: (diam sejenak) “Arigato.” (terima kasih)
Roy: “Nah, karena masalah sudah selesai, kita bisa langsung pergi bukan?”
Uchida: “Tunggu dulu, biarkan Francis menyelesaikan tugasnya.”
James: “Dan sepertinya pertarungan ini akan berakhir tak lama lagi.”

            Francis menyeruduk perut Margo dan dijatuhkan dari kendaraan, bahu kanan, dada, dan pipi kirinya tertusuk pasak merah. Francis ikut turun sambil memegang kedua Machete milik Margo, dia melempar Machete itu ke arahnya. Bilah Machete itu ditangkap dengan tangan kirinya, Francis melempar lagi Machete yang satunya. Tapi serangan itu berhasil ditahan dengan Machete yang Margo tangkap, ujung Machete yang dilempar Francis menancap pada gagang Machete yang sebelumnya ditangkap Margo. 

Margo: “Kau pikir aku akan bisa dilukai oleh senjataku sendiri?”

            Ketika Margo melihat ke depan, Francis sudah lenyap dari pandangan mata Margo. Pasak merah yang menancap di tubuhnya mendadak terurai menjadi butiran merah dan menguap ke udara, Margo yang menyadari apa yang terjadi kini melihat Francis berada di depannya. Namun dia sudah tak lagi berada dalam mode Crimson, dia terbang dengan kecepatan tinggi dan menendang gagang Machete. Karena kecepatannya, jempol Margo terpotong. Machete yang dia pegang terlepas dan menancap di perutnya, serangan Francis menembus badan Margo dan membuatnya berlubang besar. Francis menembus tubuh Margo dengan kondisi sedikit membeku, Machete milik Margo hancur berkeping-keping karena beku. Gas pembeku dari dalam tubuh Margo keluar dalam jumlah besar dan memenuhi ruangan, ulkamium di sekitarnya mulai mencair perlahan karena gas pembeku itu. Margo perlahan mundur, dia roboh dan bersandar ke tembok. Francis berjalan dan berhenti di hadapannya, Margo kembali dalam wujud manusia.

Margo: “Ohok…”
Francis: “Menyedihkan…”
Margo: “Aku… tak butuh simpatimu…”
Francis: “Aku tak bersimpati, aku hanya menertawakanmu karena demi sebuah kekuatan kau jadi tak bisa menikmati apa yang kau sukai.”
Margo: “Ohok… dan kau pikir… itu lucu?”
Francis: “Sedikit, (merogoh kantung baju Margo) tapi ada satu hal yang kukagumi darimu.”
Margo: “?”
Francis: (mengeluarkan cerutu dari kantong) “Kau prajurit yang hebat, (meletakkan cerutu di mulut Margo) selain itu kau berani melawan orang yang seharusnya atasanmu walau sebenarnya itu bukan perintah langsung.” (membakar cerutu dengan jari)
Margo: “Jadi… ohok… kau tahu? Heh… (menghisap rokok) haaaah… (menghembuskan asap dari hidung) nikmatnya…”
Francis: “Kita takkan bertemu lagi, tapi terima kasih atas rokok yang kau berikan serta menemaniku dengan ceritamu barusan.” (memberi hormat)
Margo: (membalas hormat) “Dikalahkan olehmu… sungguh suatu kehormatan…”
Uchida: “Francis, cepat naik! Tempat ini akan segera runtuh!”

            Uchida dan yang lain sudah berada di dalam kendaraan, Francis segera terbang menuju ke kendaraan. Sementara itu detonator yang dipasang dalam generator kini tersisa 5 detik, Francis dan yang lain masuk ke dalam portal dengan kendaraan yang mereka rebut. Meninggalkan Margo yang sekarat menikmati cerutu, tubuhnya hanyut oleh Ulkamium cair. Ketika waktu menunjukkan 0 detik, generator itu meledak. Ledakannya menghancurkan seisi markas beserta seluruh Absorber yang tersisa, bangunan di permukaan yang menjadi kamuflase dari markas tenggelam ke dalam tanah. Ada beberapa orang yang berkumpul di sekitarnya, beberapa orang berjas hitam keluar dari dalam sebuah mobil. Orang-orang itu ternyata adalah para pengawal James yang sedari tadi mengikutinya, seorang dari mereka menghubungi seseorang dengan handphone.

Pengawal: “Kami membutuhkan bantuan di sini, ada sebuah gedung runtuh. Tuan James beserta pelayannya Roy terjebak di dalam, segera kirimkan semua bantuan yang ada saat ini.”
Pegawai: “Hei, hei, hei. Tenang dulu, apa maksudmu?”
Pengawal: “Putra presdir dan pelayannya tertimbun di dalam sebuah bangunan, kami sekarang berada di depan bangunan itu.”
Pegawai: “Itu tidak mungkin.”
Pengawal: “Percayalah, ini…”
?: “Ada apa?"
Pengawal: “Tuan James?”
James: “Kau ini bisa tenang sedikit tidak? Sekarang aku ada di kantor cabang, apa yang kau lakukan di luar sana?”
Pengawal: “Ta… tapi bagaimana?”
James: (mendesah) “Dengar, aku sudah kembali sejak tadi bersama dengan beberapa temanku. Aku sudah bersiap-siap dengan pencegahan, jadi aku suruh seseorang menyamar menjadi diriku. Kalian tak perlu lagi mengikutinya, karena kalian sudah tertipu mentah-mentah.”
Pengawal: “Oh… maafkan aku…”
James: “Sekarang kembalilah, biarkan pihak kebersihan yang mengurus gedung roboh itu. Lagipula gedung itu sudah dijadwalkan untuk dirobohkan, dan satu hal lagi.”
Pengawal: “Ya pak?”
James: “Besok urus formulir untuk pendaftaran bodyguard yang baru, saat ini aku sedang bersama dengan dia.”
Pengawal: “Siap pak, tetapi apakah dia tidak diuji dulu?”
James: “Oh, tenang saja. Sebab dia sudah berpengalaman, aku bisa jamin itu.” 

            James menutup telpon, kini dia berada dalam sebuah kamar bersama dengan Francis, Uchida, dan Roy yang sedari tadi hanya bengong. Uchida kembali ke wujud semula, dia sedang menghisap sejumlah besar makanan ke dalam perutnya. Francis sedang makan pizza sambil menonton acara kuis, James mengambil dua botol cola dalam kulkas. Dia melemparkan botol cola itu pada Francis, dengan sigap dia menangkapnya.

James: “Baiklah, karena ini adalah hari pertama kalian bekerja, mari kita bersulang.” (membuka tutup botol)
Francis: (mengikuti yang dilakukan James) “Ini kulakukan bukan untukmu, tapi untuk masa depan.”
Uchida: “Aku tak bisa bersulang dalam keadaan begini.”
James: “Kau lanjutkan saja makan, (mengangkat botol) dan semoga besok jadi awal yang baru untuk kalian.”
Uchida: “Kau juga minumlah.” (menyerahkan botol pada Roy)

            James, Francis, dan Uchida saling mendekatkan botol satu sama lain kemudian meneguk cola itu. Terkecuali Uchida yang masih menyedot makanan, dia meminumkan cola itu pada Roy yang masih bengong.
 

            Sementara itu, kembali ke markas cabang Alterion yang sudah hancur. Beberapa petugas kebersihan mengangkut puing-puing ke truk sampah, beberapa pengawal James berada di sana.

Pengawal: “Aku tak tahu kalau kalian bisa datang secepat ini.”
Petugas: “Bukan apa-apa, ini sudah pekerjaan kami. Gedung ini sudah cukup tua dan memang dijadwalkan untuk dirobohkan hari ini, kami cukup membersihkan apa yang ada di sini setelah gedung roboh.”
Pengawal: “Kalau begitu pekerjaan kami cukup sampai di sini, karena kalian sudah datang.”
Petugas: “Tentu, semoga harimu menyenangkan.” 

            Semua pengawal James langsung masuk ke mobil dan meninggalkan tempat, petugas itu memandangi mereka sampai hilang dari pandangan. Dia kemudian masuk ke dalam kemudi truk sampah, dia melepaskan topinya dan meletakkannya di jok. 

Petugas: “Jadi, ada yang mau kau jelaskan pada kami? Drake?” (menoleh ke kanan)
 
            Di sebelah petugas itu duduk Drake dalam keadaan luka parah di sekujur tubuhnya, tangannya diborgol dengan borgol khusus. Borgol itu dipasang semacam tabung berisi cairan ungu, cairan itu sendiri masuk ke dalam tubuhnya dan mengalir di dalamnya.

Drake: “Ugh… bukan salahku… subyek itu…”
?: “Aku baru mendapat kabar dari kelima markas cabang bahwa mereka akan mengganti persediaan Ulkamium yang hilang dari tempatmu, sebagai gantinya kau akan menyerahkan subyek kepada salah satu dari mereka.” (menyalakan radio)
Drake: “Aku... tidak… itu…”
?: “Ah, maaf. Kau kesulitan bicara? Pasti karena ‘Gurkanite’ yang ada dalam tubuhmu saat ini, obat itu masih dalam percobaan. Sudah diuji pada 135 mutan, yang berhasil bertahan hidup hanya setengahnya. Mereka yang berhasil bertahan menjadi bertambah kuat, sedangkan yang tidak menjadi hewan yang tak punya pikiran atau lebih parah mati. Tapi tenang saja, itu takkan terjadi jika kau sebutkan itu dalam 5 kata saja.”
Drake: “M64… Uchida… penyusup… penduduk… TDG…”
?: “TDG?”

            Pria itu menoleh kepada Drake, di dahinya ada tato laba-laba dengan sebuah mata di badannya. Pria itu berkulit hitam, rambutnya keriting panjang, beralis dan berkumis tebal, serta berdagu belah. Dia menyalakan radio di depannya, namun ternyata itu bukanlah sebuah radio. Jendela di depannya berubah fungsi menjadi layar, muncul lambang kelelawar bersayap 4, dengan lambang kapak dan pedang bersilang. Pria itu kemudian meletakkan telapak tangannya di layar, setelah itu muncul suara seseorang dari dalamnya.

AKSES DITERIMA
LETNAN MUNGO WAKUBU
MENGHUBUNGI KOLONEL RAMON TRIVALGO

Mungo: “Mohon maaf jika mengganggu waktu luangmu, tapi kita punya prioritas level 5 di sini.”