CRIMSON
Oslo, Norwegia 14 Oktober 2010, 04:
37. Tiga menit sebelum generator diledakkan, Francis dan yang lain berada di
lantai terbawah markas. Francis berhasil memperdaya Margo untuk mengaktifkan
baju tempurnya, kini dia berdiri dengan tegap.
MENGAKTIFKAN
MODE CRIMSON
MEMPERBAIKI
KERUSAKAN BAJU TEMPUR
PERINGATAN
SELAMA
PEMAKAIAN, SUHU AKAN MENINGKAT MENJADI 50 DERAJAT CELCIUS
Lambang di dada Francis mulai
bersinar kemerahan, seluruh kristal di tubuhnya juga bersinar secara bersamaan.
Margo menutupi matanya karena silau, cahaya merah itu juga membuat es yang
menyelimuti Uchida dan Roy mencair. Francis kini berdiri tegap, sepasang mata
merah muncul dari lensa helmnya. Cahaya merah itu perlahan-lahan meredup,
suasana ruangan itu kembali menjadi gelap gulita.
Francis: “It's
payback time.” (waktunya pembalasan)
Margo: “Ugh,
sepertinya kau sudah menipuku. Tapi hal itu takkan mengubah apapun, kondisi
kita juga sama. Dalam kegelapan ini aku masih bisa merasakan panasmu, kau
sendiri masih bisa melihatku. (menoleh ke belakang) Dan sekarang aku merasakan
kau ada di... AAAAGHH!!”
Sesuatu terbang dan menusuk dada
Margo, membuatnya mundur ke belakang dan berhenti sejenak. Belalainya mencabut
benda yang menusuknya dan membuangnya ke tanah, Margo kemudian menjulurkan
belalainya ke arah benda itu terbang. Margo menangkap dan menariknya, namun
wajahnya terbentur sesuatu yang keras dan membuatnya mundur sedikit. Dia
langsung menyadari, bahwa yang dia tangkap bukanlah Francis.
Margo: “Ini bukan
dia, sejak kapan dia berubah menjadi kurus? Tunggu, aku bisa merasakan dia...
sumber panasnya... mustahil!”
Francis:
“Hahahahaha, terkejut?”
Margo: (menjulurkan
belalai ke arah suara) “Kena! (menangkap dan menarik) GYAAAAH!!” (kaki kanan
tertusuk)
Francis: “Maaf,
salah tangkap."
Margo: (kepala
dipukul dari belakang) “GAAAHH... (berlutut) Dasar licik... bagaimana bisa...
(menyemburkan es) Bagaimana bisa kau menjadi sebanyak ini!!”
Margo menyadari bahwa di sekitarnya
dia bisa merasakan banyak keberadaan dari Francis, dia menyemburkan es membabi
buta serta menebas beberapa dari mereka. Dia juga sempat diserang di punggung,
dada, dan perut ketika mengamuk. Dia mengangkat
dan menjejakkan kakinya satu persatu, seluruh ruangan bergetar dan
memperbesar retakan di langit-langit maupun di lantai. Sesuatu jatuh dari
retakan dan mengenai kepala Uchida yang pingsan, dia tersadar dan melihat
sekelilingnya. Ketika dia menoleh ke kanan, dia melihat sebutir Ulkamium berada
di hadapannya. Ketika hendak berdiri, sebutir Ulkamium jatuh lagi di atas kepalanya.
Uchida memungut Ulkamium itu dan melihat ke atas, dia kemudian segera bergegas
menghampiri Roy dan James.
Uchida: “Roy,
James, kalian baik-baik saja?”
James: “Humpty
Dumpty! Kau selamat, syukurlah. Aku baru berhasil lolos dari cekikan Mammoth itu,
Roy sepertinya pingsan karena kedinginan.”
Uchida: “Kita harus
cepat keluar, sepertinya tempat ini sudah tidak bisa bertahan lagi.”
James: “Apakah
pintunya sudah terbuka?”
Uchida: “Aku mau
mengeceknya sekarang, seharusnya kurang sedikit lagi.”
James: “Bagaimana
dengan Francis?”
Uchida: “Sepertinya
dia bisa mengatasi keadaan sekarang, serahkan saja semua pada dia.”
Margo berhenti mengamuk, dia kini
merasakan keberadaan di sekitarnya menjadi 6 bagian. Margo kemudian tersenyum
dan menjulurkan belalainya kepada salah satu keberadaan tersebut, dia menangkap
seseorang dan menariknya. Orang itu dibelit oleh belalainya, kemudian Margo
mendekatkan Machete ke lehernya.
Margo: “Subyek M46!
Lebih baik kau memperlihatkan dirimu, aku sudah menahan seekor tikus yang
berusaha membebaskanmu! Kau berhasil mempermainkanku dengan membagi-bagi
keberadaanmu, karena semua suhu yang kuincar sama dengan dirimu. Tapi
sepertinya kau lupa, sumber panas di sini bukan hanya kau saja. Aku menangkap
dia yang suhunya berbeda jauh denganmu, sekarang apa yang akan kau lakukan?”
Francis: “Ini.”
Terdengar suara dentingan besi dari
kegelapan, diikuti dengan suara 'gedebuk' yang besar. Kejadian itu berlangsung
dengan sangat cepat, Francis kini berada di belakang membelakanginya. Sebutir
Ulkamium jatuh tepat di antara mereka, mereka kedua kemudian membalikkan badan
mereka. Keadaan dalam ruangan menjadi sedikit terang karena cahaya dari
Ulkamium itu, mereka kemudian menengadah ke atas melihat langit-langit yang
retak. Sebutir demi sebutir Ulkamium itu jatuh di hadapan mereka, kini sosok
Margo dan Francis terlihat jelas saling berhadapan.
Francis:
“Sepertinya itu berkat amukanmu tadi.”
Margo: “Ruangan
penyimpanan berada tepat di atas kepala kita.”
Francis: “Tapi
dengan begini kau harus lebih berhati-hati, sebab es milikmu bisa membuatnya
mencair.”
Margo: “Jadi kau
kira aku takut untuk menggunakan kemampuanku untuk hal semacam ini? Kalau aku
berhati-hati dalam menangkapmu, aku bisa membekukanmu lagi dalam jarak yang
cukup dekat.”
Francis: “Aku tahu
kau bisa melacak dan membedakan orang dari tinggi suhunya, kau juga sempat
kerepotan saat melacak panas dariku. Sayang sekali ini adalah hari sialmu, lihatlah sekelilingmu.”
Margo melihat ke sekelilingnya,
ternyata yang dia serang selama ini adalah semacam patung yang diciptakan
Francis. Beberapa di antaranya dipasangi semacam tombak dan gada, dia sekarang
melihat Francis yang memegang sebuah pedang panjang di tangan kanannya,
serpihan-serpihan merah melayang di sekitar tubuhnya.
Margo: “Aku
mengerti, begitu rupanya. Tapi kau bodoh sekali, sampai menunjukkan dirimu di
hadapanku.”
Francis: “Jadi kau
tahu itu, sebenarnya siapa yang bodoh? Apa kau tahu apa yang kau tangkap
barusan?”
Ketika Margo melihat Francis memegang sebuah pedang berwarna merah, matanya
terbelalak. Margo melihat ke bawah, dia melihat semacam
patung tergeletak di tanah. Dia lebih terkejut ketika melihat sesuatu selain
itu, sesuatu yang panjang melilit patung itu. Margo baru menyadari kalau
belalainya baru saja terpotong, dia menjatuhkan kedua Machete-nya dan memegang
hidungnya yang tak berbelalai.
Margo:
“AAAAAARRGGHHH!!”
Francis: “Dengan
suhu manusia normal aku menciptakan boneka itu, kau berhasil terkecoh. Pada
saat itu juga aku juga menurunkan suhu badanku dengan es yang sudah kau
semburkan ke seluruh ruangan, aku sudah tahu kalau hidungmu itulah yang
digunakan untuk melacak keberadaanku.”
Margo: “Kubunuh
kau... sumpah akan kubunuh kau karena ini!!”
Mereka melihat ke atas ketika
mendengar suara bergemuruh dari atas, langit-langit di atas mereka kini
perlahan-lahan mulai retak dan jebol. Butiran-butiran Ulkamium jatuh
berhamburan dari atas, diikuti dengan Mandrake yang sudah kembali dengan tubuh
lengkap.
Francis: “Kau
lagi.”
Margo: “Mustahil, padahal kau sudah kupenggal.”
Hujan Ulkamium turun di dalam ruangan, Ketika
Mandrake mendarat di tanah, dia langsung merayap menuju mesin waktu. Dia
menekan tombol, mengaktifkan pengidentifikasi suara.
Mandrake: “Alpha 360 Beta 240.”
KODE DITERIMA
SUARA TERIDENTIFIKASI
JENDRAL DRAKE
MENGAKTIFKAN PORTAL
Di saat bersamaan,
pintu mesin waktu terbuka. Mandrake segera menaiki kendaraan milik Margo, dia
menekan tombol yang ada di dalam dan mengaktifkan kendaraan itu. Kendaraan itu
kini terbang melayang beberapa meter, dengan ekornya dia mengemudikan bagian
dalam kendaraan itu. Berhubung tubuhnya terlalu besar, dia tak bisa masuk ke
dalam dan mengemudikannya.
Margo: “Drake keparat itu… dia mencoba kabur dari sini!”
Uchida: “Francis! Hentikan dia! Kita membutuhkan kendaraan itu untuk
melintasi ruang dan waktu dengan aman, jangan dihancurkan! Dalam hitungan
menit, kita akan tertimbun oleh Ulkamium!”
Francis: “Mudah mengatakan daripada melakukannya.”
Francis melompat ke
bagian depan kendaraan sambil berhadapan dengan Mandrake yang berada di atasnya,
sambil menghunuskan pedang merah kepadanya.
Mandrake: “Kau!”
Francis: “Ayo maju, pemabuk.”
Mandrake mengeluarkan
lidahnya yang memiliki mulut, hanya saja lidahnya kini terbagi menjadi lima
bagian. Masing-masing menyemburkan cairan kuning dari mulutnya, Francis
menghindari semua serangannya dengan sigap. Semacam perubahan terjadi pada
tubuh Mandrake, banyak mata absorber yang muncul di sekujur tubuhnya. Mata itu
menembakkan laser ke segala penjuru, beberapa serangannya mengenai punggung
Uchida yang melindungi James dan Roy. Margo sendiri memantulkan laser dengan
Machetenya, dia berlari maju menuju Mandrake dan memanjat ke atas kendaraan.
Dia menusuk salah satu mata di tubuh Mandrake, membuatnya menjerit kesakitan.
Mandrake menyemburkan cairan kuning melalui salah satu lidahnya, bersamaan
dengan itu Margo juga ikut menyemburkan gas pembeku dari mulutnya. Cairan
kuning itu membeku bersamaan dengan salah satu lidah Mandrake dan membuatnya
hancur berkeping-keping, Francis melompat ke arah kepalanya dan memotong semua
lidah yang tersisa. Uchida memperhatikan kondisi tubuh Mandrake, luka yang dia
derita tidak sembuh dengan sendirinya.
Uchida: “Aneh, seharusnya dia bisa beregenerasi dengan cepat.”
James: “Hei, apa kita bisa masuk ke pintu itu sekarang?"
Uchida: “Tidak, kita harus merebut kendaraan yang digunakannya."
Roy: “Bukankah jika memasukinya semua akan baik-baik saja dan kita akan
berpindah tempat?”
Uchida: “Tidak, kalau manusia biasa seperti kalian memasukinya akan
terjadi beberapa resiko yang tak diinginkan. Aku tak bisa menjamin kalau saat
memasukinya beberapa anggota tubuh kalian masih terpasang di tempatnya, mungkin
saja tubuh kalian malah akan terjebak di suatu tempat yang padat.”
Roy: (membayangkan sambil menelan ludah) “Eugh.”
James: “Oh, kedengarannya menjanjikan. Masih ada yang perlu kuketahui
tentang mesin waktu ini?”
Uchida: “Berkat kadal sialan itu mengaktifkan pengenal suara dan
memberikan kodenya, pintu memang berhasil dibuka tapi itu malah mengubah tempat
dan waktu yang kuatur barusan.”
James: “Bisa kau atur ulang?”
Uchida: “Perlu waktu lebih lama untuk itu, aku harus masuk ke dalam
program utama dan meng-hack data yang ada di dalamnya.”
James: “Menarik, mungkin aku bisa membantumu.”
Uchida: “Kau yakin?”
James: “Tunjukkan saja padaku cara mengaksesnya dan biarkan aku bekerja,
sebab ini adalah tantangan yang begitu menarik untukku.” (meregangkan seluruh
jarinya)
Sementara Uchida dan
yang lain bergegas menuju mesin waktu, Francis dan Margo masih sibuk mengurus
Mandrake. Margo memotong ekor Mandrake yang mengemudikan kendaraan, Francis
menciptakan beberapa pasak dari kedua tangannya. Pasak-pasak itu dia lemparkan
ke bagian tubuh Mandrake yang mempunyai bagian mata Absorber, satu-persatu
pasak itu menancap di bagian-bagian tubuhnya. Hal itu membuat tubuh Mandrake
menggelepar dan menghantam Francis jatuh dari kendaraan, beruntung dia berhasil
berpegangan di pintu dan mencoba untuk naik ke atas. Namun dia berhenti sejenak
ketika melihat ada sesuatu yang mengemudi di dalam kendaraan, makhluk dengan mata
Absorber, mirip kadal, dan bertubuh manusia.
Francis: “Sorry, you must get down.” (maaf, kau harus turun)
Makhluk itu ditendang
keluar dari dalam kendaraan, badannya ditusuk dengan pasak dan menancap di
tanah. Francis mengaktifkan mode pilot otomatis di dalam kendaraan, kemudian
dia kembali naik ke atas. Kini dia melihat Margo dikerumuni oleh segerombolan
reptil bermata Absorber, Francis langsung menciptakan sepasang pisau dari kedua
bahunya. Beberapa Absorber reptil menyerang Francis, tubuh mereka terbelah
menjadi dua sebelum mereka sempat menyentuh Francis. Margo membekukan dan
menghancurkan beberapa dari mereka, namun mereka kembali pulih seperti sedia
kala. Berbeda halnya dengan Francis yang bisa menghancurkan mereka dengan
mudah, Margo mendadak menebas Francis dan serangannya ditahan dengan kedua
pisau miliknya.
Margo: “Kau… takkan kubiarkan kau lolos dari sini…”
Francis: “Coba saja kalau kau bisa.”
Sementara itu James dan
yang lain masih mencoba untuk menghack program pengoperasian mesin waktu, James
sedang mengetikkan kode-kode di laptopnya yang sekarang terhubung dengan mesin.
Uchida sendiri menjadi penghubung antara mesin itu dengan laptop James, dengan
menggunakan kabel dari tubuhnya.
Uchida: “Firewall pertama dan kedua berhasil ditembus dalam sekejap,
hebat.”
James: “Jangan senang dulu, masih ada 3 lagi. Terdeteksi virus mematikan
dari dalam, aku tak bisa gegabah. Roy, berikan aku Ultra V.”
Roy: “Siap.” (menyerahkan disc)
James: “Waktunya menjebol tembok."
Roy: “Hole in the wall!!” (lubang di tembok!)
James memasukkan disc
itu ke laptopnya, setelah itu dia mengetikkan beberapa kata. Terdengar suara
musik setelah itu, di layarnya muncul tulisan beserta gambar. Gambar superhero
‘Hulk’, di dalam laptop terlihat Hulk lari menjebol tembok tiga kali.
Hulk: “Hulk Smash!!”
Setelah tembok itu
ditembus, Uchida merasakan sesuatu. Portal mesin waktu kemudian mendadak tertutup, Francis yang melihat
berteriak marah.
Francis: “Bodoh! Apa yang kau lakukan?!”
Roy: “Oh, kerja bagus James.”
James: “Tunggu, pasti ada kesalahan."
Francis: “Lihat sekelilingmu! Jadi kau mau terkubur hidup-hidup di
tempat ini?!”
Hujan Ulkamium masih
turun dari dalam ruangan, ruangan itu hampir dipenuhi Ulkamium. Francis
berhasil menghabisi semua bagian tubuh Mandrake yang tersisa, kini Margo dan
Francis saling menyerang.
Uchida: “Tidak, kau tidak salah. Terima kasih, James-kun.”
Portal mesin waktu
kembali terbuka, cahaya biru muncul dari dalamnya. Uchida melepas kabel dan
memasukkannya kembali ke tubuhnya, dia kemudian menyalami James.
Uchida: “Aku sungguh kagum dengan keahlianmu.”
James: “Jangan berterima kasih padaku, berterima kasihlah padanya.”
(menunjukkan layar laptop)
Hulk: “Hulk adalah yang terkuat di sini!”
Uchida: (diam sejenak) “Arigato.” (terima kasih)
Roy: “Nah, karena masalah sudah selesai, kita bisa langsung pergi
bukan?”
Uchida: “Tunggu dulu, biarkan Francis menyelesaikan tugasnya.”
James: “Dan sepertinya pertarungan ini akan berakhir tak lama lagi.”
Francis menyeruduk
perut Margo dan dijatuhkan dari kendaraan, bahu kanan, dada, dan pipi kirinya
tertusuk pasak merah. Francis ikut turun sambil memegang kedua Machete milik
Margo, dia melempar Machete itu ke arahnya. Bilah Machete itu ditangkap dengan
tangan kirinya, Francis melempar lagi Machete yang satunya. Tapi serangan itu
berhasil ditahan dengan Machete yang Margo tangkap, ujung Machete yang dilempar
Francis menancap pada gagang Machete yang sebelumnya ditangkap Margo.
Margo: “Kau pikir aku akan bisa dilukai oleh senjataku sendiri?”
Ketika Margo melihat ke
depan, Francis sudah lenyap dari pandangan mata Margo. Pasak merah yang
menancap di tubuhnya mendadak terurai menjadi butiran merah dan menguap ke
udara, Margo yang menyadari apa yang terjadi kini melihat Francis berada di
depannya. Namun dia sudah tak lagi berada dalam mode Crimson, dia terbang
dengan kecepatan tinggi dan menendang gagang Machete. Karena kecepatannya,
jempol Margo terpotong. Machete yang dia pegang terlepas dan menancap di
perutnya, serangan Francis menembus badan Margo dan membuatnya berlubang besar.
Francis menembus tubuh Margo dengan kondisi sedikit membeku, Machete milik
Margo hancur berkeping-keping karena beku. Gas pembeku dari dalam tubuh Margo
keluar dalam jumlah besar dan memenuhi ruangan, ulkamium di sekitarnya mulai
mencair perlahan karena gas pembeku itu. Margo perlahan mundur, dia roboh dan
bersandar ke tembok. Francis berjalan dan berhenti di hadapannya, Margo kembali
dalam wujud manusia.
Margo: “Ohok…”
Francis: “Menyedihkan…”
Margo: “Aku… tak butuh simpatimu…”
Francis: “Aku tak bersimpati, aku hanya menertawakanmu karena demi
sebuah kekuatan kau jadi tak bisa menikmati apa yang kau sukai.”
Margo: “Ohok… dan kau pikir… itu lucu?”
Francis: “Sedikit, (merogoh kantung baju Margo) tapi ada satu hal yang
kukagumi darimu.”
Margo: “?”
Francis: (mengeluarkan cerutu dari kantong) “Kau prajurit yang hebat,
(meletakkan cerutu di mulut Margo) selain itu kau berani melawan orang yang
seharusnya atasanmu walau sebenarnya itu bukan perintah langsung.” (membakar
cerutu dengan jari)
Margo: “Jadi… ohok… kau tahu? Heh… (menghisap rokok) haaaah…
(menghembuskan asap dari hidung) nikmatnya…”
Francis: “Kita takkan bertemu lagi, tapi terima kasih atas rokok yang
kau berikan serta menemaniku dengan ceritamu barusan.” (memberi hormat)
Margo: (membalas hormat) “Dikalahkan olehmu… sungguh suatu kehormatan…”
Uchida: “Francis, cepat naik! Tempat ini akan segera runtuh!”
Uchida dan yang lain
sudah berada di dalam kendaraan, Francis segera terbang menuju ke kendaraan. Sementara
itu detonator yang dipasang dalam generator kini tersisa 5 detik, Francis dan
yang lain masuk ke dalam portal dengan kendaraan yang mereka rebut.
Meninggalkan Margo yang sekarat menikmati cerutu, tubuhnya hanyut oleh Ulkamium
cair. Ketika waktu menunjukkan 0 detik, generator itu meledak. Ledakannya
menghancurkan seisi markas beserta seluruh Absorber yang tersisa, bangunan di
permukaan yang menjadi kamuflase dari markas tenggelam ke dalam tanah. Ada
beberapa orang yang berkumpul di sekitarnya, beberapa orang berjas hitam keluar
dari dalam sebuah mobil. Orang-orang itu ternyata adalah para pengawal James
yang sedari tadi mengikutinya, seorang dari mereka menghubungi seseorang dengan
handphone.
Pengawal: “Kami membutuhkan bantuan di sini, ada sebuah gedung runtuh.
Tuan James beserta pelayannya Roy terjebak di dalam, segera kirimkan semua
bantuan yang ada saat ini.”
Pegawai: “Hei, hei, hei. Tenang dulu, apa maksudmu?”
Pengawal: “Putra presdir dan pelayannya tertimbun di dalam sebuah
bangunan, kami sekarang berada di depan bangunan itu.”
Pegawai: “Itu tidak mungkin.”
Pengawal: “Percayalah, ini…”
?: “Ada apa?"
Pengawal: “Tuan James?”
James: “Kau ini bisa tenang sedikit tidak? Sekarang aku ada di kantor
cabang, apa yang kau lakukan di luar sana?”
Pengawal: “Ta… tapi bagaimana?”
James: (mendesah) “Dengar, aku sudah kembali sejak tadi bersama dengan
beberapa temanku. Aku sudah bersiap-siap dengan pencegahan, jadi aku suruh
seseorang menyamar menjadi diriku. Kalian tak perlu lagi mengikutinya, karena
kalian sudah tertipu mentah-mentah.”
Pengawal: “Oh… maafkan aku…”
James: “Sekarang kembalilah, biarkan pihak kebersihan yang mengurus
gedung roboh itu. Lagipula gedung itu sudah dijadwalkan untuk dirobohkan, dan
satu hal lagi.”
Pengawal: “Ya pak?”
James: “Besok urus formulir untuk pendaftaran bodyguard yang baru, saat
ini aku sedang bersama dengan dia.”
Pengawal: “Siap pak, tetapi apakah dia tidak diuji dulu?”
James: “Oh, tenang saja. Sebab dia sudah berpengalaman, aku bisa jamin
itu.”
James menutup telpon,
kini dia berada dalam sebuah kamar bersama dengan Francis, Uchida, dan Roy yang
sedari tadi hanya bengong. Uchida kembali ke wujud semula, dia sedang menghisap
sejumlah besar makanan ke dalam perutnya. Francis sedang makan pizza sambil
menonton acara kuis, James mengambil dua botol cola dalam kulkas. Dia
melemparkan botol cola itu pada Francis, dengan sigap dia menangkapnya.
James: “Baiklah, karena ini adalah hari pertama kalian bekerja, mari
kita bersulang.” (membuka tutup botol)
Francis: (mengikuti yang dilakukan James) “Ini kulakukan bukan untukmu,
tapi untuk masa depan.”
Uchida: “Aku tak bisa bersulang dalam keadaan begini.”
James: “Kau lanjutkan saja makan, (mengangkat botol) dan semoga besok
jadi awal yang baru untuk kalian.”
Uchida: “Kau juga minumlah.” (menyerahkan botol pada Roy)
James, Francis, dan
Uchida saling mendekatkan botol satu sama lain kemudian meneguk cola itu.
Terkecuali Uchida yang masih menyedot makanan, dia meminumkan cola itu pada Roy
yang masih bengong.
Sementara itu, kembali
ke markas cabang Alterion yang sudah hancur. Beberapa petugas kebersihan
mengangkut puing-puing ke truk sampah, beberapa pengawal James berada di sana.
Pengawal: “Aku tak tahu kalau kalian bisa datang secepat ini.”
Petugas: “Bukan apa-apa, ini sudah pekerjaan kami. Gedung ini sudah
cukup tua dan memang dijadwalkan untuk dirobohkan hari ini, kami cukup
membersihkan apa yang ada di sini setelah gedung roboh.”
Pengawal: “Kalau begitu pekerjaan kami cukup sampai di sini, karena
kalian sudah datang.”
Petugas: “Tentu, semoga harimu menyenangkan.”
Semua pengawal James
langsung masuk ke mobil dan meninggalkan tempat, petugas itu memandangi mereka
sampai hilang dari pandangan. Dia kemudian masuk ke dalam kemudi truk sampah,
dia melepaskan topinya dan meletakkannya di jok.
Petugas: “Jadi, ada yang mau kau jelaskan pada kami? Drake?” (menoleh ke
kanan)
Di sebelah petugas itu
duduk Drake dalam keadaan luka parah di sekujur tubuhnya, tangannya diborgol
dengan borgol khusus. Borgol itu dipasang semacam tabung berisi cairan ungu,
cairan itu sendiri masuk ke dalam tubuhnya dan mengalir di dalamnya.
Drake: “Ugh… bukan salahku… subyek itu…”
?: “Aku baru mendapat kabar dari kelima markas cabang bahwa mereka akan
mengganti persediaan Ulkamium yang hilang dari tempatmu, sebagai gantinya kau
akan menyerahkan subyek kepada salah satu dari mereka.” (menyalakan radio)
Drake: “Aku... tidak… itu…”
?: “Ah, maaf. Kau kesulitan bicara? Pasti karena ‘Gurkanite’ yang ada
dalam tubuhmu saat ini, obat itu masih dalam percobaan. Sudah diuji pada 135
mutan, yang berhasil bertahan hidup hanya setengahnya. Mereka yang berhasil
bertahan menjadi bertambah kuat, sedangkan yang tidak menjadi hewan yang tak
punya pikiran atau lebih parah mati. Tapi tenang saja, itu takkan terjadi jika
kau sebutkan itu dalam 5 kata saja.”
Drake: “M64… Uchida… penyusup… penduduk… TDG…”
?: “TDG?”
Pria itu menoleh kepada
Drake, di dahinya ada tato laba-laba dengan sebuah mata di badannya. Pria itu
berkulit hitam, rambutnya keriting panjang, beralis dan berkumis tebal, serta
berdagu belah. Dia menyalakan radio di depannya, namun ternyata itu bukanlah
sebuah radio. Jendela di depannya berubah fungsi menjadi layar, muncul lambang
kelelawar bersayap 4, dengan lambang kapak dan pedang bersilang. Pria itu
kemudian meletakkan telapak tangannya di layar, setelah itu muncul suara
seseorang dari dalamnya.
AKSES DITERIMA
LETNAN MUNGO WAKUBU
MENGHUBUNGI KOLONEL RAMON TRIVALGO
Mungo: “Mohon maaf
jika mengganggu waktu luangmu, tapi kita punya prioritas level 5 di sini.”
No comments:
Post a Comment