Wednesday, June 24, 2015

Level 39



PEMBURU BAYARAN

New York, Amerika Serikat, 19 Oktober 2010, 19:30. Di pekarangan mansion keluarga Yorgins, James, Arachnus, beserta para maid dan pelayan yang panik tengah menghadapi Hack merah yang sudah dimodifikasi. Hack mulai menyerang, lehernya memanjang dan kepalanya hendak menggigit salah satu maid. Sebuah mata yang besar terbuka di topi Arachnus, topi itu kemudian dilepas dan dilemparkan pada kepala Hack. Kepala itu menggigit dan mencabik-cabik topinya, dalam topi itu ada sebuah kartu yang menancap di salah satu giginya. Kartu 8 hati memancarkan percikan api dan membakarnya, membuat mulut Hack terbakar. Para pelayan lebih terkejut lagi ketika melihat ada laba-laba besar dengan tiga ekor seperti kalajengking di atas kepala Arachnus, dia mengeluarkan tiga lembar kartu dari lengan bajunya.

James: “Tuan-tuan dan nona-nona, kuperkenalkan pada kalian...”
Arachnus: “Jangan seenaknya menyebut nama seseorang di depan umum, aku lebih suka memperkenalkan daripada diperkenalkan.”
James: “Maaf soal itu, tapi boleh kukatakan pada mereka kalau kau ini seorang pesulap?”
Arachnus: “Terserah dirimu, tapi ingatlah bahwa aku adalah pemburu bayaran dan namaku adalah Arachnus.”

Sementara itu sang pria yang mengirim Hack mengawasi dari layar monitor, senyuman jahat muncul dari mulutnya.

?: “Dasar bodoh, kau kira partikel Crimson bisa hancur gara-gara hal itu?

            Mulut Hack yang terbakar mengisap api yang membakarnya, lehernya kemudian ditarik kembali ke tubuhnya. Knalpot yang ada di atas kepalanya mendadak bergetar dan mengeluarkan banyak asap, Hack menggulung dirinya menjadi bola berduri. Bagian knalpot dan kedua tangan di tubuhnya masih terlihat, kedua tangannya mulai mengais-ngais tanah. Knalpot itu kemudian menembakkan api, membuat Hack meluncur terbang dan nyaris mengenai Arachnus. Hack meninggalkan jejak yang besar di tanah, menabrak dan menghancurkan patung, akhirnya makhluk itu berhenti setelah menabrak tembok. Tidak ada gerakan sedikitpun darinya, Arachnus, James, para maid dan pelayan perlahan menoleh ke belakang.

James: “Apa dia mati?”
Arachnus: “Tidak, dia baru pemanasan.”

            Seorang pelayan maju perlahan mendekati Hack, dia mengambil sebatang dahan pohon kecil yang patah.

James: “Hei, taruh kembali itu.”
Pelayan: “Ma-maaf, Tuan James. Saya hanya ingin mengambil ini.”

            Pelayan itu menunjuk ke bawah, ada sebuah arloji yang berada di tempat di mana tadinya dahan pohon itu tergeletak. Dia mengambilnya dan memasukkannya ke saku jasnya, James hanya memandanginya. Pelayan itu lalu menjatuhkan dahan pohon tersebut, mendadak Hack di belakangnya bergerak sedikit. Pelayan itu langsung kaget dan berlari sembunyi di balik patung yang sudah hancur sebagian tubuh atasnya, James langsung memberi isyarat tangan. Dia menyentuhkan jari telunjuknya ke mulut lalu perlahan mundur ke belakang, para pelayan dan maid juga ikut mundur. Tapi tanpa sengaja salah seorang maid menyenggol patung, kepalanya patah dan jatuh mengenai tanah. Hal itu membuat Hack yang terdiam itu bergerak, kedua bahunya mengeluarkan percikan listrik. Mereka semua berhenti, tidak ada yang berani bergerak dalam waktu yang singkat.

James: “Jangan bergerak.”

            Kedua tangan Hack bergerak perlahan dan mencoba mengeluarkan tubuhnya yang menancap di tembok tapi tidak berhasil, tangannya kemudian memegang knalpot dan memutarnya ke arah berlawanan. James menyadari sesuatu saat melihatnya, dia langsung berlari menuju para maid dan pelayan.

James: “Tolong urus sisanya.”
Arachnus: “Dengan senang hati.”

            Knalpot di tubuh Hack menyemburkan api dan dalam sekejap mendorong tubuhnya lepas dari tembok, kemudian terbang dengan kecepatan tinggi pada Arachnus. Ekor laba-laba di kepalanya mulai bergerak melambai-lambai, Arachnus meloncat dan menghindari serangan. Dia kemudian mendarat di belakangnya, mendadak pergerakan Hack terhenti di udara. Ketika James mengamati keadaan sekitar pekarangan, dia kemudian tersenyum dan berkacak pinggang.

James: “Jadi begitu.”

            Setelah diamati dengan baik, ternyata pergerakan Hack terhenti karena terjebak dalam jaring-jaring yang begitu tipis dan hanya bisa terlihat di kegelapan. Akan tetapi knalpot di tubuhnya mengeluarkan api yang sangat besar dan hampir membakar seluruh pekarangan, api tersebut juga membuatnya terlepas dari jaring.

Maid: “Ta-tamannya...”
James: “Tidak masalah, hancurkan saja. Kebetulan aku sedang ingin merenovasinya.”
Para Pelayan: “Tuan James?!”
James: “Satu hal lagi, jangan laporkan hal ini pada dinas keamanan manapun. Ini hanya pertunjukan, tidak akan ada korban.”

Hack terbang tinggi di udara dan hampir meninggalkan wilayah mansion, Arachnus langsung mengambil tindakan dengan melemparkan 3 buah kartu. Salah satunya masuk ke dalam lubang knalpot, dua sisanya menancap di kedua tangannya. Dalam sekejap tiga bagian itu meledak dan hancur berkeping-keping, ledakan itu sendiri membuatnya terjun bebas di luar area. Arachnus langsung menembakkan jaring dari ekor laba-labanya, Hack berhasil tertangkap.

Arachnus: “Tarik yang kuat.”

Laba-laba di kepala Arachnus langsung menancapkan taringnya ke wajahnya, kini Arachnus dalam wujud berkepala laba-laba. Otot bahu dan tangannya sedikit membesar, dia menarik dan membanting Hack langsung ke arah air mancur. Hack terjatuh dengan dentuman keras dan menghancurkan air mancur itu, air langsung menyembur deras dari dalam tanah di mana air mancur tersebut berada. Air tersebut juga memadamkan api yang membakar sebagian pekarangan, Arachnus berdiri membelakangi semburan air. James sendiri merasa takjub melihatnya, begitu juga beberapa maid dan pelayan.
James: “Keren.”

            Seorang pelayan baru saja keluar membawa payung, membukanya, dan menutupi James dengan payung tersebut. Dia sendiri terlihat heran karena Arachnus sama sekali tidak terlihat basah terkena guyuran air, seolah-olah ada payung yang tidak terlihat di atas kepalanya.

Pelayan: “Bagaimana bisa dia tidak basah?”

            James menjulurkan tangannya keluar dari payung, tangannya yang seharusnya basah karena terkena air tidak tersentuh setetespun. Air yang mengguyur di tangannya terlihat seolah-olah mengambang, seakan-akan ada sebuah pakaian yang tak terlihat menyelimuti tangannya.

James: “Globarrier.”
Pelayan: “Maaf?”
James: “Nanti kujelaskan, kau tak perlu menutupi diriku. Gunakan saja untukmu, aku yakin yang lain sudah memakainya.”
Pelayan: “Tapi tuan...”
James: “Ayolah.”

            James mendorong mundur sang pelayan, kini seluruh tubuh James terkena guyuran air. Para pelayan dan maid melihat tidak ada setetespun air yang mengenai James, dia masih dalam keadaan kering. Dia memperhatikan tubuhnya sendiri, setelah itu dia menengadah ke atas dan tertawa terbahak-bahak.

James: “Hahahahahahahah! Barang yang bagus, boleh aku  minta ini?”
Arachnus: “Tidak, aku hanya meminjami saja.”
James: “Aaah, ayolah.”
Arachnus: “Tapi kalau kau masih menginginkannya, aku tahu tempat yang bagus.”
James: “Sungguh? Terima... dia datang!”

Dari dalam air yang menyembur, sebuah siluet yang besar muncul. Setelah itu keluar sebuah bola berduri besar yang menggelinding dari semburan air, Arachnus melompat menghindarinya. Bola berduri itu menabrak pohon dan memantul, lalu menabrak tembok dan memantul lagi. Arachnus yang bergantung terbalik dengan jaring laba-laba di kakinya melihat bola itu terus memantul setiap menabrak sesuatu, pada akhirnya bola itu memantul ke udara tepat di hadapan Arachnus. Dia terkena serangan telak, bola itu kemudian jatuh ke tanah. Para maid berteriak histeris, beberapa dari mereka menutup matanya.

James: “Semuanya, tenanglah. Lihat baik-baik.”

            Mereka semua melihat baik-baik bola berduri itu, bola itu mulai bergerak. Dari bawah bola itu keluar beberapa helai jaring, bola itu kemudian terlempar ke atas. Kini terlihat jelas semacam kepompong ada di tempat bola berduri itu tadinya berada, dari dalamnya mendadak keluar sebuah kartu. Kartu tersebut meluncur dan mengenai sebuah kartu tiga sekop yang menancap di bola tersebut, sebuah ledakan terjadi ketika kedua kartu itu bergesek. Beberapa duri beterbangan, beberapa hampir mengenai para pelayan dan maid. Ketika salah satunya terbang ke arah James, duri itu mendadak berhenti dan hampir mengenai dadanya.

James: “Auw!”

            Baju yang dipakai James berlubang karena duri, duri itu jatuh ke tanah. Ada sebuah jaring yang menempel, jaring itu ditarik dan ditangkap oleh Arachnus.

Arachnus: “Maaf sedikit terlambat, tapi Globarrier tidak akan mampu menahan serangan fisik seperti itu. Yang bisa ditangkal hanyalah cairan, energi, dan segala macam suhu.”
James: “Aduh, itu tadi sakit. Berarti peluru sekalipun bisa menembusnya? Payah.”
Arachnus: “Maaf, sudah mengecewakanmu.”
James: “Tidak masalah, kau tadi bilang bisa menunjukkan di mana aku bisa mendapat barang yang bagus selain ini. Jadi jangan dipermasalahkan, kau hebat sekali bisa membuat kepompong sebelum makhluk itu melumatmu.”

            Flashback pada kejadian saat serangan Hack dalam bentuk bola berduri hampir mengenai Arachnus yang bergelantungan di jaringnya. Ketiga ekor laba-laba di kepalanya langsung menembakkan jaring, sementara Arachnus memintal jaring tersebut menjadi kepompong dengan kedua tangan dan seluruh jarinya dengan cepat. Kepompong itu mengeras dan melindunginya dari duri-duri tersebut, menghentikan pergerakannya dan jatuh ke tanah secara bersamaan.

Arachnus: “Jaringku ini spesial.”
James: “Terima kasih, tapi bisakah setidaknya kau melindungi mereka juga?”
Arachnus: “Seingatku kau memberiku pekerjaan hanya untuk melindungi dirimu yang sedang melihatku bertempur saat ini.”
James: “Kulipat gandakan bayaranmu.”
Arachnus: “Aku tak perlu banyak lembaran kertas, cukup berikan aku saja selembar untuk satu pekerjaan.”
James: “Diterima, pembayaran di muka.”

            James mengeluarkan 100 dollar dari sakunya, Arachnus sudah berada di hadapannya dalam sekejap dan mengambil uang tersebut.

James: “Pekerjaan yang kedua, aku ingin kau bereskan Hack tanpa harus ada seorangpun di mansion ini yang mati atau terluka.”
Arachnus: “Permintaan diterima.”

            Di sekeliling mereka, kumpulan kerikil berwarna merah bergerak ke satu tempat. Duri-duri yang menancap di sekeliling pekarangan juga bergetar dan terbang ke tempat di mana kerikil merah itu berkumpul, kerikil-kerikil itu menyatu dan membentuk tubuh. Kini di tempat itu telah berdiri Hack dengan wujud yang sama seperti dihadapi Arachnus, tapi kali ini tanpa knalpot di bagian atas tubuhnya. Sementara itu, pria yang mengawasi dari monitor memperhatikan dan tertawa terbahak-bahak.

?: “Grahahahah, partikel crimson ini memang menakjubkan. Tapi... sayang sekali aku sudah kehilangan seekor.”

            Pria itu memperhatikan kejadian di sebuah monitor di mana Francis sudah mengalahkan Hack, dia berdiri di atas tubuhnya yang tidak berkepala. Dia juga memperhatikan monitor satunya yang terlihat buram, ada tulisan ‘koneksi terputus’ di layarnya.

?: “Aku tak bisa mengetahui apa yang terjadi dengan yang ketiga, apakah sang profesor sudah menghabisinya? Tapi dia tidak sekuat itu, kecuali ada rekan dari pemburu bayaran itu di sana.”

            Dia kembali melihat monitor di mana Arachnus sedang bertarung, di tempat kejadian itu sendiri. Arachnus maju lima langkah, dia kemudian mengeluarkan banyak kartu dari lengan bajunya dan memegangnya. Semua kartu itu kemudian dilempar ke udara, laba-laba di kepalanya menembakkan jaring dari ekornya ke semua kartu tersebut. Ekor-ekornya memutar-mutar jaring, menancapkan semua kartu itu di sekeliling pekarangan. Jaring-jaring itu sendiri perlahan-lahan membentuk sebuah kubah yang cukup besar, mengurung Arachnus dan Hack di dalamnya. Jaring-jaring yang membentuk kubah mulai mengeras, James sendiri berada di luar kubah.

James: “Hei, hei, hei. Kalau tertutup seperti ini bagaimana aku bisa melihat sampai akhir?”

            HP di saku James bergetar dan berbunyi, dia kemudian melihat ada pesan video di dalamnya. Dia langsung menekan tombol dan memainkan video itu, wajah Uchida muncul dari dalam video itu dari jarak dekat.

Uchida: “James, kuharap kau bisa mendengar ini bila kau masih hidup. Kurasa musuh sudah selangkah lebih maju, Hack yang dikirim untuk membunuh kita semua sekarang sudah dimodifikasi dengan partikel Crimson. Partikel tersebut tidak akan bertahan lama jika berada di luar dimensi Crimson, seluruh benda yang terbuat dari partikel tersebut hanya bisa bertahan paling tidak selama 3 menit. Tapi benda yang terbuat dari partikel Crimson bisa dibuat awet dengan elemen listrik, elemen tersebut akan menghasilkan elektromagnet pada partikel Crimson dan membuat semua partikel itu merekat kuat. Aku tidak menyangka mereka akan menggunakannya pada Hack, terlebih lagi tubuh Hack seluruhnya terbuat dari listrik jadi takkan mudah untuk menghancurkannya.”
James: “Kau baru beritahu itu sekarang?”
Uchida: “Tapi ada cara untuk menghancurkannya, serang tubuh utamanya. Pisahkan Hack dari partikel Crimson, keluarkan dia dari dalamnya. Francis bisa melakukan hal tersebut karena bajunya didesain untuk menyerap partikel Crimson, seharusnya sekarang dia sudah tahu caranya dan bisa mengalahkannya dengan cepat. Hanya itu saja pesanku, saat ini di tempatku juga mendapat serangan oleh musuh yang sama. Tidak usah khawatirkan kami, keadaan ini bisa diatasi. Adikmu sekarang sedang dalam perjalanan pulang, jadi kuharap kau cepat menyelesaikannya.”

            Ketika pesan video itu berakhir, James langsung mendesah. Seorang maid datang membawakannya biskuit di nampan dan jus kalengan, seorang pelayan membawakannya kursi lipat. James langsung duduk di kursi yang disediakan, mengambil 3 buah biskuit dan memakannya.

James: “Terima kasih.”
Maid: “Ada lagi yang diperlukan, tuan James?”
James: “Meggy dalam perjalanan pulang, Archie masih sibuk dengan masalah ini. Uchida mengatakan jika Francis bisa menyelesaikannya dengan cepat, tapi sampai sekarang dia belum kembali ke sini.”
Arachnus: “Tidak masalah, aku sudah dengar yang barusan.”
James: “Archie? Di mana kau? Kukira kau ada di dalam.”
Arachnus: “Aku memang masih di dalam, lihatlah kaki kananmu.”

            James langsung melihat ke kaki kanannya, di bawah sepatunya ada selembar kartu. Dia mengambil kartu itu, sebuah kartu enam wajik. Gambar wajik di tengah kartu berkedip-kedip, dari dalamnya keluar suara.

James: “Syukurlah, apa kau sudah menghabisinya?”
Arachnus: “Aku sudah janji akan menunjukkan semuanya sampai berakhir, kau masih bisa melihatnya. Letakkan kartu itu di dahimu.”

            James langsung menempelkan kartu itu ke dahinya, ia langsung merasakan sebuah sensasi yang aneh. Penglihatannya mendadak kabur selama beberapa saat, dia langsung tak sadarkan diri dengan kondisi kepala menunduk.      James membuka matanya. Samar-samar dalam penglihatannya, dia melihat dirinya sudah berada dalam kubah. Di hadapannya ada Hack yang sekarang berusaha untuk keluar dengan mencakar-cakar jaring, tubuhnya langsung bergulung menjadi bola berduri dan menyerang membabibuta ke segala arah. James berusaha untuk menghindar tapi dia tak bisa menggerakkan tubuhnya, dia kemudian mendengar suara Arachnus entah dari mana.

Arachnus: “Bagaimana menurutmu dengan situasi ini, Mr. James.”
James: “I... ini, bukankah aku tadi ada di luar kubah? Archie, di mana kau? Hack ini terus-menerus berguling-guling, aku tak bisa menggerakkan tubuhku sama sekali.”
Arachnus: “Aku sudah bersamamu.”
James: “Tapi aku tak bisa melihatmu.”
Arachnus: “Ah, maaf. Maksudku, kau sekarang berada dalam diriku.”

            Dalam penglihatan James, dia melihat sebuah tangan dilambaikan tepat di hadapan wajahnya. Tapi yang terlihat aneh adalah tangan yang melambai itu milik James tapi bukan tangan James, tangan yang satunya kini memperlihatkan sebuah kartu bergambar Joker. Kartu itu dibalik ke belakang, bagian belakangnya mengkilat seperti cermin. James melihat bayangannya di kartu itu, tapi yang dia lihat bukan wajahnya. Wajah Arachnus dengan kepala laba-laba muncul di sana, Arachnus terlihat tersenyum padanya.

James: “Astaga...”
Arachnus: “Terkejut? Tapi kau salah kalau kau anggap kita sedang berbagi tubuh, aku hanya berbagi penglihatan denganmu. Tubuhmu yang ada di luar kubah sedang dalam keadaan tak sadarkan diri, tapi itu hanya sementara...”
James: “Keren!”

            Sementara itu tubuh James yang berada di luar kubah mendadak bangkit berdiri dan meloncat kegirangan, pelayan dan maid yang mencoba menyadarkannya kaget dan terjatuh.

Arachnus: “Sepertinya tubuhmu di luar sudah sadar, tapi lebih baik kau jangan banyak bergerak. Kau tak ingin menabrak atau tersandung sesuatu bukan? Jadi duduk saja dengan tenang dan nikmati pertunjukannya.”
James: “Tentu saja!”

James kembali duduk di kursinya dengan keadaan kartu masih menempel di dahinya, para pelayan dan maid terheran-heran melihatnya. Sementara Hack di dalam menyerang membabibuta ke segala arah, tidak ada satupun serangan yang mengenai Arachnus. Dia hanya berdiri di tengah-tengah dan tak bergerak sama sekali, dari kedua tangannya dia memegang masing-masing satu set kartu berwarna merah bernomor 1-10. Tangan kiri wajik, tangan kanan hati. Arachnus menebarkan semua kartunya ke segala penjuru, semua kartu itu jatuh ke tanah. Beberapa di antaranya dilindas Hack dan menempel pada tubuhnya, tangannya yang keluar dari dalam tubuhnya mencoba menyerang Arachnus tapi nyaris mengenai pinggangnya. Hack menggunakan kedua tangannya untuk melompat, kini posisinya berada tepat di atas kepala Arachnus. Untungnya ia berhasil menghindar sebelum dilumat, kini posisi menyerang Hack berubah dengan melompat-lompat. Arachnus terus berusaha menghindar, beberapa dari serangan Hack dipantulkan dengan jaring yang dibuat Arachnus. Setelah beberapa saat, Arachnus mulai berhenti berlari.

Arachnus: “Waktunya menguliti.”

            Ketika Hack itu sudah tepat berada di atasnya, Arachnus melemparkan sebuah kartu Joker bergambar tengkorak ke tubuhnya. Gerakannya mendadak terhenti di udara, terlihat dengan jelas di seluruh tubuhnya menempel semua kartu wajik dan hati yang tadi dilempar Arachnus. Sesuatu terjadi pada tubuhnya, muncul percikan api merah seperti kembang api dari setiap kartu yang menempel. Serpihan merah mengelupas dari tubuhnya dan berceceran, semua kartu wajik dan merah di seluruh tubuhnya langsung menyerap serpihan-serpihan itu. Dari dalam tubuhnya muncul kilatan listrik, tubuhnya mulai retak. Dari retakan itu muncul kepala Hack yang asli dan terbuat dari energi listrik, Arachnus langsung menerjang menuju kepala itu. Mata laba-labanya mendadak bersinar di bagian segitiganya, dalam sekejap Arachnus sudah berada di belakang Hack dengan posisi memegang sebuah kartu di tiap tangan. Kartu ratu hati di tangan kiri, kartu menteri wajik di tangan kanan. Kepala Hack yang baru saja keluar itu kini berlubang besar dengan bentuk segitiga, seluruh tubuhnya yang merah sudah diserap habis. Tubuh listriknya menghilang secara perlahan, laba-laba di kepala Arachnus kini sudah tidak hinggap di wajahnya lagi. Kini dia terlihat menggigit sebuah kartu raja wajik di mulutnya, Arachnus melambaikan tangan dan menepukkan kedua kartu di tangannya. Dalam sekejap muncul sebuah topi panjang di antara kedua tangannya, kartu yang dia gigit dia  lempar ke atas sampai menancap di kubah. Secara bersamaan kubah jaring yang dia buat pecah dan menguap dengan cepat, sambil disaksikan para maid dan pelayan yang tidak bisa berkata apa-apa. James baru saja tersadar ketika kartu yang menempel di kepalanya lepas dengan sendirinya, dia melihat Arachnus sedang memutar-mutar topinya dan mengenakannya langsung di kepala.

Arachnus: “Pertunjukan selesai.”

Tuesday, April 14, 2015

Level 38



PENGEJARAN

19 Oktober 2010, di tempat yang tidak diketahui negara, waktu, dan tempatnya. Di sebuah markas rahasia dengan tekhnologi canggih, ada seseorang yang sedang duduk mengamati layar monitor kecil. Di layar tampak semacam radar yang menunjukkan lokasi keberadaan sesuatu, sebuah titik merah berkedip-kedip.

?: “Cih, gagal. Padahal akan lebih baik kalau melihat satu pemukiman hilang tak berbekas.”
??: “Mohon maaf, tapi perintah dari atas sudah jelas.”

            Pria yang duduk di kursi itu memutar kursinya, kini dia berhadapan dengan seseorang berpenampilan seperti burung berwarna hijau. Dia memakai helm bermotif condor dan memiliki rambut berkuncir panjang di atas kepalanya, dia sendiri adalah Ramon.

?: “Ramon... Kau pikir aku mau dengar itu dari mulut seseorang yang membiarkannya kabur?”
Ramon: “Aku tidak membiarkannya kabur, saat itu aku sudah menyerahkannya pada Doctor Alvon. Aku dan kelompokku tak bisa mengejar mereka karena itu sudah di luar batas wilayah.”
?: “Tapi kenyataannya Alvon sudah berkhianat, ditambah dengan Drake. Kau sendiri mungkin bisa berpikir untuk melawan Alterion, kapan pun kau mau. Tapi aku tahu jelas kau bukan orang seperti itu, setiap orang punya agendanya sendiri. Beberapa hanya mementingkan diri sendiri, tapi kau dan aku sama.”

            Pria yang duduk di kursi itu memutar kembali kursinya, kali ini dia menekan sebuah tombol dan menunjukkan foto Francis berukuran besar. Tapi warna rambutnya tidak merah dan kuning seperti saat ini, warna rambutnya hijau sama dengan matanya.

?: “Siapa yang sangka kalau dia akan menjadi percobaan yang berhasil pertama kalinya dalam mengendalikan partikel crimson, terima kasih atas data yang dikirimkan oleh seorang keroco di Norwegia sebelum dia tewas.”
Ramon: “Setelah ini langkah apa yang akan kau lakukan?”
?: “Tentu saja menangkap subyek hidup-hidup sesuai apa yang diperintahkan oleh pihak atas, aku tidak lupa akan hal itu. Hack sudah gagal meledakkan diri, tapi dia masih punya satu tugas lagi. Kita adalah pion dari Alterion yang tidak akan pernah sekalipun menolak sebuah perintah, kita sama-sama mengabdikan diri kita baik jiwa ataupun raga.”
Ramon: “Aku mengerti, kalau begitu izinkan aku meninggalkan tempat.”
?: “Kau tidak mau membantu?”
Ramon: “Aku hanya menyampaikan perintah, setidaknya itulah yang Letnan Mungo sampaikan kepadaku.”
?: “Akan kukirimkan rekamannya saat aku berhasil menangkap subyek M46N4 120K, sayang jika kau tak melihatnya secara langsung.”

            Ramon langsung berbalik dan keluar dari pintu, dia memandangi pemandangan yang ada di depannya. Dia berdiri di atas sebuah puing-puing bangunan yang besar dan melayang-layang dalam sebuah dimensi, di sekitarnya banyak bangkai kendaraan atau robot mengitarinya.

Ramon: (Kau pikir kita sama, tapi kadar kesetiaanmu sendiri masih tergolong sedang. Kesetiaanku bukan pada Alterion, hanya pada ‘Capitan’ aku percaya.)
            Ramon merentangkan sayapnya dan terbang meninggalkan puing-puing, sementara itu Hack yang dikejar Francis baru saja kembali dan memasuki puing-puing. Kini Hack berada dalam ruangan yang gelap, makhluk itu keluar dari dalam skuter Max. Kini ruangan itu terlihat jelas, Hack berada dalam sebuah kurungan. Kurungan tersebut tidak hanya satu, ada banyak Hack yang ditampung dalam ruangan itu. Pria itu mulai mengoperasikan beberapa peralatan dalam ruangan tempat Hack berada, Hack yang tadi merasuki skuter ditangkap dengan jaring laser. Makhluk itu berontak dan dibawa ke sebuah ruangan berisi semacam kolam berwarna merah, Hack dijatuhkan ke dalamnya.

?: “Sekarang... mari kita lihat seberapa hebatnya partikel crimson ini.”


            Sementara itu, Francis dan yang lain masih mencari dan mengejar Hack di dalam jalur elektrostatis. Francis masih mengemudi, sementara James mendengarkan penjelasan dari Arachnus.

Arachnus: “Jalur elektrostatis adalah satu dari 5 jalur yang digunakan untuk transportasi di masa depan, jalur ini sendiri tergolong berbahaya di kategori ke 3.”
James: “Oh, apa ada yang paling aman?”
Francis: “Tidak ada yang aman di masa depan sana.”
Arachnus: “Sayangnya yang dia katakan itu benar, setiap jalur selalu memiliki resiko tersendiri.”
James: “Aku sudah tahu kalau kita memasuki jalur ini tanpa pelindung, tubuh kita akan hangus karena tegangan listrik. Tapi apa ada bahaya lain?”
Arachnus: “Pertanyaan yang bagus, di jalur ini walau memakai pelindung sekalipun tetap saja akan terkena efek negatif bagi kalangan tertentu.”
James: “Lalu siapa yang dimaksud ‘kalangan tertentu’ itu?”
Arachnus: “Makhluk hidup yang memiliki ‘cairan’ di tubuhnya.”

            Suasana mendadak hening, James memasukkan tangannya ke dalam saku celananya dan mengambil sebungkus permen M&M. Dia membuka bungkusnya dan mengangkatnya ke atas, dia menjatuhkan beberapa butir dari dalam dan akhirnya masuk ke dalam mulutnya. James mengunyah-ngunyah permen itu, dia lalu menawarkan pada Arachnus.

Arachnus: “Tidak, terima kasih.”
James: “Bukankah semua makhluk yang ‘hidup’ itu memiliki cairan dalam tubuhnya?”
Arachnus: “Memang benar... tapi itu tidak berlaku lagi sejak partikel Crimson ditemukan.”
James: “Partikel Crimson? Kalau tidak salah itu nama partikel yang dipakai Francis  untuk membuat berbagai macam benda, sebenarnya apa itu?”
Arachnus: “Itu...”
Francis: “Musuh datang.”

            Perhatian James terpecah ketika mendengar hal tersebut, kendaraan yang dinaiki Francis ditabrak dari belakang dan berguncang. James hampir terjatuh, tetapi untungnya Arachnus berhasil menangkapnya. Kendaraan itu lagi-lagi ditabrak, kali ini James dan Arachnus terhempas dari kendaraan dan ditangkap oleh suatu benda yang panjang.

James: “Apa ini?!”
Arachnus: “Hack.”
James: “Itu? Kau yakin? Tapi warnanya...”
            James dan Arachnus yang terbelit melihat di hadapan mereka makhluk yang sebenarnya adalah Hack, tapi wujudnya sendiri berbeda dengan yang tadi dihadapi. Yang tadinya memiliki dua buah kepala kini menjadi tiga, kepala kedua dan ketiga masing-masing membelit Arachnus dan James. Kepala tambahan itu sendiri mirip dengan ekor Hack yang memiliki sengat, hanya saja memiliki mulut dengan rahang yang terbelah menjadi empat bagian.

?: “Kuakui itu usaha yang bagus.”
James: “Makhluk itu bicara? Ugh!”
?: “Mencoba menggunakan Hack untuk melacak keberadaanku, benar-benar pemburu bayaran kelas A.”
Arachnus: “Aku kenal suara itu.”
James: “Biar kutebak, dari Alterion?”
Francis: “Memang siapa lagi... yang suka mengganggu ketenangan dan privasi orang seenaknya selain mereka?!”

            Francis menyerempet masing-masing kepala yang membelit Arachnus dan James, mereka berdua berhasil lepas dan dengan cepat dibawa oleh Francis. Kini mereka berdua sudah duduk kembali di kendaraan, mereka langsung melarikan diri.

Arachnus: “Karena sudah ketahuan, lebih baik segera cari celah agar kita bisa keluar dari sini.”
Francis: “Aku tahu itu! Terima kasih berkatmu dan rencanamu!”
Arachnus: “Itu bukan rencana tapi strategi.”
James: “Kelihatannya itu sama saja, ugh! Tubuhku terasa kesemutan.”
Arachnus: “Sepertinya Globarrier tidak sepenuhnya bekerja, aku sudah sebutkan padamu mengenai efek negatif dari jalur ini bukan?”
James: “Kesemutan ini? Aliran listriknya, jadi itu penyebabnya.”
Arachnus: “Yang bisa melindungi kita dari aliran listrik di jalur ini hanya dua, yaitu Globarrier dan partikel Crimson. Globarrier biasanya dipasang di kendaraan yang dirancang untuk melewati medan tertentu, seperti misalnya gunung berapi. Tapi Globarrier sendiri punya keterbatasan, efek dari medan yang ditempuh itu perlahan akan kau rasakan seiring dengan berjalannya waktu.”
James: “Jadi tinggal menunggu waktu sampai aku terpanggang, aku suka matang.”
Arachnus: “Kalau aku lebih suka mentah.”
Francis: “Aku terserah mau seperti apa, kalian gosong pun aku tidak akan peduli.”
Arachnus: “Dia marah.”
James: “Tidak, dia memang sudah begitu.”
Francis: “Kalau kalian punya waktu untuk bercanda, setidaknya carikan celah keluar.”
Arachnus: “Sudah sejak tadi kulakukan.”

            Mata laba-laba di kepala Arachnus bergerak ke segala arah, semuanya terlihat seperti percikan dalam pandangan mata itu. James dan Francis terlihat seperti kumpulan garis bercahaya di tubuh mereka dan sebuah kepala yang memancarkan sinar. Dia melihat ke segala arah, akhirnya dia melihat semacam percikan yang cukup besar di kejauhan.

Arachnus: “Arah barat, kejauhan 10 meter.”
James: “Di mana? Aku tak melihatnya?”
Arachnus: “Mata rekanku bisa melihat sesuatu yang tak bisa dilihat oleh mata biasa.”
Francis: “Pegangan erat, kita akan segera keluar.”
            Francis mengubah haluan 180 derajat, dia menekan tombol biru pada tuas lalu mendorongnya ke depan. Dengan kecepatan tinggi, mereka meluncur ke arah celah yang dimaksud oleh Arachnus. Kendaraan mereka kini diselimuti oleh percikan-percikan biru, lama-kelamaan percikan itu semakin banyak dan membuat kendaraan itu terlihat seperti bola listrik yang berpijar. Akhirnya mereka berhasil masuk ke dalam celah itu, sementara Hack berkepala ketiga hanya mengamati mereka. Dalam pandangan Hack sebenarnya tersambung dengan layar monitor yang dioperasikan oleh pria misterius di persembunyiannya di dimensi lain, dia mulai mengetikkan beberapa perintah. Bersamaan dengan itu Hack yang dikendalikan olehnya mengalami perubahan, makhluk itu tampak seperti membelah diri. Masing-masing kepala tersebut kini memiliki tubuh sendiri, pria misterius itu lagi-lagi mengetikkan perintah.

?: “Sementara dia mengejar subyek M46 N4 120K, akan kukirimkan kejutan untuk Profesor.”

            Di layar monitor muncul semacam radar, ada dua buah titik berwarna merah dan biru. Terdapat 3 titik merah, titik merah sendiri menunjukkan Hack yang dikendalikan pria tersebut. Masing-masing dari mereka berpencar menuju titik biru yang terpencar di segala arah, titik yang dikejar Hack sendiri menunjukkan 3 warna. 1 biru, 1 ungu, dan satu lagi berpijar dan berganti warna antara merah dan kuning.


            Sementara itu di mansion kediaman Yorgins, sebuah mobil baru saja memasuki pintu depan. Mobil itu sendiri dikendarai oleh Olivia dan penumpangnya sendiri adalah Megan dan Roy, mereka segera turun dari kendaraan. Beberapa pelayan dan maid sudah datang menghampiri mereka, Megan langsung berjalan memasuki mansion.

Pelayan: “Nona Megan? Anda habis dari mana?”
Maid: “Tadi sempat terjadi kebakaran kecil di garasi tempat anda tadi masuk, bagaimana anda bisa keluar? Anda baik-baik saja?”
Olivia: “Kalian semua, jangan menanyai nona dengan pertanyaan tidak berguna. Kalian tahu sekarang waktu untuk apa?”
Pelayan: “Benar, acara makan malam.”
Maid: “Kami sudah menyiapkan semuanya di dalam, tapi... ada sedikit masalah.”
Olivia: “Apa itu? Tuan dan nyonya besar sudah datang?”
Maid: “Justru sebaliknya, mereka tak bisa datang. Tuan Henry sedang rapat dengan para staff, saat ini Nyonya Ursula sedang menunggu penerbangannya yang tertunda.”
Roy: “Kedengarannya bagus, dengan begini kita tak perlu khawatir jika mereka tahu soal kekacauan ini.”
Olivia: “Lalu, masalah apa yang kalian maksud?


            Beberapa saat kemudian, Olivia, Roy, para pelayan dan maid berlari menuju sebuah pekarangan. Di sana mereka mendapati Megan sudah berdiri mematung, dia melihat sesuatu yang sangat mengejutkan. Pekarangan yang luas itu dalam kondisi berantakan, banyak patung-patung yang hancur, tanah di sekitarnya retak dan ada air yang menyembur deras dari dalam tanah. Perhatian mereka teralihkan pada seseorang yang baru saja minum teh dan meletakkan cangkirnya di atas meja, terlihat Arachnus yang sudah mengenakan topinya duduk bersama dengan James sambil menikmati cake di sebuah tawang.

Roy: “JAMES ARCHIBALD YORGINS!!”
James: “Halo.”

            Roy berlari ke arah James, dia kemudian berhenti tepat di hadapannya. Dengan wajah kesal dia menatap James, bibirnya mencibir dan mata kanannya melotot.

Roy: “Setelah semua kekacauan ini, kau cuma bisa bilang halo?!”
James: “Tidak begitu buruk.”
Roy: “Justru itu sangat buruk!”
Arachnus: “Memangnya halaman ini milikmu? Kenapa kau yang marah?”
Roy: “Halaman ini memang bukan milikku tapi kepunyaan orang lain, orang itu sendiri akan marah-marah dan menyalahkanku dan...

            Mendadak Roy berhenti berbicara saat melihat Arachnus, dia langsung mundur perlahan ke belakang. Dia tak sengaja menabrak Olivia di belakangnya, dia langsung bersembunyi di belakang Olivia. Megan lalu maju mendekati Arachnus, dia memberikan uang 100 dollar kepadanya.

Arachnus: “Dengan senang hati, nona.”
Megan: “Kenapa kau malah bawa makhluk itu kemari, James?”
James: “Itu ketidak sengajaan, makhluk itu menyerang dan berbalik mengejar. Kalau mau salahkan seseorang, Francis yang membawanya.”
Megan: “Tapi dia itu bawahanmu, di mana dia sekarang?”
James: “Sedang membereskan di tempat lain.”
Megan: “Kalau ayah dan ibu pulang, bagaimana kau bisa menjelaskan ini?”
James: “Itu sudah kupikirkan, semuanya akan beres dalam 5 menit.”
Megan: “Dan bagaimana kau akan melakukannya?”
James: “Bukan aku, dia.”

            James menunjuk Arachnus, dia mengambil sebuah alat yang ada di bawah meja. Alat itu sendiri ternyata adalah alat yang dulu pernah digunakan Uchida untuk memperbaiki tembok yang jebol di Norwegia, Arachnus berjalan ke tengah pekarangan.

James: “Sebelum Francis kembali, suruh para pelayan kemari dan mengikuti instruksiku.”
Megan: “Lebih baik kau ceritakan dulu apa yang terjadi tadi.”
James: “Akan kuceritakan sambil membereskan.”

            Flashback ketika Francis, Arachnus, dan James berhasil keluar dari jalur elektrostatis, mereka keluar tepat di  atas sebuah gedung. Mereka langsung terjun bebas dari atas gedung tersebut, untungnya Francis sempat mengaktifkan sebuah tombol. Kendaraan tersebut tidak jadi jatuh tapi melayang-layang di udara, mereka naik semakin tinggi kemudian berhenti.

James: “Kupikir aku akan mati.”
Francis: “Kau memang lebih baik mati.”
James: “Hei, hei, hei, itu dingin sekali.”
Francis: “Sebentar lagi dia akan menyusul, kalian turun saja.”
James: “Halo? Ini di tengah-tengah udara, kau mau aku jatuh? Setidaknya turunkan kami di suatu tempat.”
Arachnus: “Kenapa tidak ke mansion saja? Letaknya tidak jauh dari sini, lihat ke kiri.”
James: “Kau benar, dan ini adalah gedung yang kelihatan dari jendela ruanganku. Tapi apa tidak masalah jika nanti Hack ke sana?”
Arachnus: “Pengawalmu bisa mengurusnya, lagipula kau ada acara makan malam dengan keluargamu bukan?”
James: “Makan malam, tentu saja. Francis, ayo kita ke mansion.”
Arachnus: “Tak usah repot-repot aku akan mengantarmu, lagipula anginnya sangat pas.”

            Laba-laba di kepala Arachnus, pupil matanya mengecil. Makhluk itu langsung menancapkan dua taringnya di ubun-ubun Arachnus, matanya ditutupi oleh sang laba-laba sehingga terlihat Arachnus memiliki mata dari laba-laba itu. Dia langsung mengangkat James dan terjun ke bawah, Arachnus mengeluarkan semacam jaring dari mulutnya. Jaring itu disemburkan ke atas sehingga membentuk sebuah parasut, jaring itu kemudian digigit hingga putus. Ujung jaring yang diputus dililitkan di sekitar pinggang James, sedangkan yang satu dibelit dan dipegang di tangan kanan Arachnus. Mereka berdua terbang melayang tertiup angin, membawa mereka langsung ke mansion. Sementara Francis memandangi mereka dari kejauhan, dia kemudian mengalihkan pandangannya ke portal yang terbuka. Francis langsung mengambil alat yang dia pakai untuk mengambil helm, sekarang dia mengacungkannya ke atas dan menekannya. Tak lama kemudian, Hack muncul bersamaan dengan saat dia mengambil helm.

Francis: “N-Gage.”

            Francis langsung berubah dan berhasil menangkap salah satu kepala Hack, tapi tidak disangka muncul satu kepala lagi. Francis melihat Hack tersebut terbang melewatinya, dia kemudian melihat Hack yang dia tangkap hanya memiliki satu kepala dan mempunyai tubuh baru. Kepalanya memiliki leher panjang, tiga buah tanduk dan sebuah mulut. Badannya seperti seekor kura-kura dengan cangkang yang terlihat keras, kepalanya kemudian menarik tubuhnya sendiri hingga menabrak Francis jatuh dari kendaraannya. Dia jatuh di atap gedung bersama dengan kendaraannya, Hack tersebut memasukkan kepalanya ke dalam cangkang. Di cangkang itu ada tiga lubang, mendadak dari masing-masing lubang keluar sesuatu. Sebuah bazooka, gergaji mesin, dan kait. Seluruh senjata itu masuk kembali ke dalam cangkang, kali ini muncul percikan api dari seluruh lubang sehingga membuatnya terbang berputar.

Francis: “Ini jadi semakin menarik, sebenarnya aku mau mengejar yang satu lagi. Tapi lupakan saja, sudah ada dia.”

            Sementara itu Arachnus dan James sudah mendarat tepat di pekarangan mansion, mereka mendarat tepat di sebelah seorang pelayan yang sedang mengurus tanaman. Sang pelayan sendiri kaget saat dia berbalik dan melihat James dan Arachnus sudah berdiri di belakangnya, Arachnus sendiri sudah memakai kembali topinya.

Pelayan: “Tu-tuan James?! Sejak kapan anda kembali?!”
James: “Baru saja, ayah dan ibu sudah datang?”
Pelayan: “Ah, mengenai itu...”
James: “Biar kutebak, mereka tidak akan datang. Tidak masalah, lagipula mereka selalu mengikuti acara makan malam keluarga hanya dua kali sebulan.”
Pelayan: “Tuan James...”
James: “Lupakan saja, aku masih bisa makan malam itu sudah cukup.”

Pada saat bersamaan, para maid yang sudah mengetahui keberadaan James keluar dari dalam mansion dengan bersuka cita.

Para Maid: “Tuan James!”
James: “Halo semuanya, para maid-ku tercinta.”
Pelayan: “Lalu... siapa orang ini?”
James: “Ah, benar. Dia yang akan menemaniku makan malam hari ini, dia adalah...”
Arachnus: “Aku pertunjukan pada malam ini untuk kalian, terutama untuk James.”
Pelayan: “Pertunjukan?”
James: “Kebetulan aku sedang bosan.”
Arachnus: “Tadi kau mengatakan ingin tahu seberapa jauh kemampuanku bukan? Kebetulan sekali...”

            Sesuatu yang besar mendarat dengan keras di tengah pekarangan, menghancurkan beberapa patung dan menumbangkan beberapa pohon. Beberapa oorang di pekarangan jatuh karena guncangan keras, terlihat siluet yang besar dari balik debu yang beterbangan. Wujudnya nampak seperti manusia, perlahan-lahan debu menghilang dan menampakkan wujud sebenarnya. Seluruh tubuhnya berwarna merah, punggung berduri, leher yang bisa memanjang, percikan listrik memancar dari kedua bahunya, sepasang tangan bercakar, bagian atasnya terlihat seperti knalpot yang bengkok, bagian kepalanya sendiri berada di bawah.

James: “Itu wujud terjelek yang pernah kulihat.”

            Semua pelayan dan maid yang melihat terlihat kaget, beberapa ada yang pingsan dan lari ketakutan. Pelayan yang berada dekat James hanya bisa berdiri mematung, James kemudian memegang pundaknya.

James: “Jangan khawatir, semuanya! Dengarlah, ini bagian dari pertunjukan!”
Arachnus: “Aku jamin... ini akan jadi malam yang menyenangkan, Mr. James.”