PEMBURU BAYARAN
New York,
Amerika Serikat, 19 Oktober 2010, 19:30. Di pekarangan mansion keluarga Yorgins,
James, Arachnus, beserta para maid dan pelayan yang panik tengah menghadapi
Hack merah yang sudah dimodifikasi. Hack mulai menyerang, lehernya memanjang
dan kepalanya hendak menggigit salah satu maid. Sebuah mata yang besar terbuka
di topi Arachnus, topi itu kemudian dilepas dan dilemparkan pada kepala Hack.
Kepala itu menggigit dan mencabik-cabik topinya, dalam topi itu ada sebuah
kartu yang menancap di salah satu giginya. Kartu 8 hati memancarkan percikan
api dan membakarnya, membuat mulut Hack terbakar. Para pelayan lebih terkejut
lagi ketika melihat ada laba-laba besar dengan tiga ekor seperti kalajengking
di atas kepala Arachnus, dia mengeluarkan tiga lembar kartu dari lengan
bajunya.
James: “Tuan-tuan dan nona-nona,
kuperkenalkan pada kalian...”
Arachnus: “Jangan seenaknya menyebut
nama seseorang di depan umum, aku lebih suka memperkenalkan daripada
diperkenalkan.”
James: “Maaf soal itu, tapi boleh
kukatakan pada mereka kalau kau ini seorang pesulap?”
Arachnus: “Terserah dirimu, tapi
ingatlah bahwa aku adalah pemburu bayaran dan namaku adalah Arachnus.”
Sementara itu
sang pria yang mengirim Hack mengawasi dari layar monitor, senyuman jahat
muncul dari mulutnya.
?:
“Dasar bodoh, kau kira partikel Crimson bisa hancur gara-gara hal itu?
Mulut
Hack yang terbakar mengisap api yang membakarnya, lehernya kemudian ditarik
kembali ke tubuhnya. Knalpot yang ada di atas kepalanya mendadak bergetar dan
mengeluarkan banyak asap, Hack menggulung dirinya menjadi bola berduri. Bagian
knalpot dan kedua tangan di tubuhnya masih terlihat, kedua tangannya mulai
mengais-ngais tanah. Knalpot itu kemudian menembakkan api, membuat Hack
meluncur terbang dan nyaris mengenai Arachnus. Hack meninggalkan jejak yang
besar di tanah, menabrak dan menghancurkan patung, akhirnya makhluk itu
berhenti setelah menabrak tembok. Tidak ada gerakan sedikitpun darinya,
Arachnus, James, para maid dan pelayan perlahan menoleh ke belakang.
James: “Apa dia mati?”
Arachnus: “Tidak, dia baru pemanasan.”
Seorang
pelayan maju perlahan mendekati Hack, dia mengambil sebatang dahan pohon kecil
yang patah.
James: “Hei, taruh kembali itu.”
Pelayan: “Ma-maaf, Tuan James. Saya
hanya ingin mengambil ini.”
Pelayan
itu menunjuk ke bawah, ada sebuah arloji yang berada di tempat di mana tadinya
dahan pohon itu tergeletak. Dia mengambilnya dan memasukkannya ke saku jasnya,
James hanya memandanginya. Pelayan itu lalu menjatuhkan dahan pohon tersebut,
mendadak Hack di belakangnya bergerak sedikit. Pelayan itu langsung kaget dan
berlari sembunyi di balik patung yang sudah hancur sebagian tubuh atasnya,
James langsung memberi isyarat tangan. Dia menyentuhkan jari telunjuknya ke
mulut lalu perlahan mundur ke belakang, para pelayan dan maid juga ikut mundur.
Tapi tanpa sengaja salah seorang maid menyenggol patung, kepalanya patah dan
jatuh mengenai tanah. Hal itu membuat Hack yang terdiam itu bergerak, kedua
bahunya mengeluarkan percikan listrik. Mereka semua berhenti, tidak ada yang
berani bergerak dalam waktu yang singkat.
James: “Jangan bergerak.”
Kedua
tangan Hack bergerak perlahan dan mencoba mengeluarkan tubuhnya yang menancap
di tembok tapi tidak berhasil, tangannya kemudian memegang knalpot dan memutarnya
ke arah berlawanan. James menyadari sesuatu saat melihatnya, dia langsung
berlari menuju para maid dan pelayan.
James: “Tolong urus sisanya.”
Arachnus: “Dengan senang hati.”
Knalpot
di tubuh Hack menyemburkan api dan dalam sekejap mendorong tubuhnya lepas dari
tembok, kemudian terbang dengan kecepatan tinggi pada Arachnus. Ekor laba-laba
di kepalanya mulai bergerak melambai-lambai, Arachnus meloncat dan menghindari
serangan. Dia kemudian mendarat di belakangnya, mendadak pergerakan Hack
terhenti di udara. Ketika James mengamati keadaan sekitar pekarangan, dia
kemudian tersenyum dan berkacak pinggang.
James: “Jadi begitu.”
Setelah
diamati dengan baik, ternyata pergerakan Hack terhenti karena terjebak dalam
jaring-jaring yang begitu tipis dan hanya bisa terlihat di kegelapan. Akan
tetapi knalpot di tubuhnya mengeluarkan api yang sangat besar dan hampir
membakar seluruh pekarangan, api tersebut juga membuatnya terlepas dari jaring.
Maid: “Ta-tamannya...”
James: “Tidak masalah, hancurkan saja.
Kebetulan aku sedang ingin merenovasinya.”
Para Pelayan: “Tuan James?!”
James: “Satu hal lagi, jangan laporkan
hal ini pada dinas keamanan manapun. Ini hanya pertunjukan, tidak akan ada
korban.”
Hack terbang
tinggi di udara dan hampir meninggalkan wilayah mansion, Arachnus langsung
mengambil tindakan dengan melemparkan 3 buah kartu. Salah satunya masuk ke
dalam lubang knalpot, dua sisanya menancap di kedua tangannya. Dalam sekejap
tiga bagian itu meledak dan hancur berkeping-keping, ledakan itu sendiri
membuatnya terjun bebas di luar area. Arachnus langsung menembakkan jaring dari
ekor laba-labanya, Hack berhasil tertangkap.
Arachnus: “Tarik yang kuat.”
Laba-laba di
kepala Arachnus langsung menancapkan taringnya ke wajahnya, kini Arachnus dalam
wujud berkepala laba-laba. Otot bahu dan tangannya sedikit membesar, dia menarik
dan membanting Hack langsung ke arah air mancur. Hack terjatuh dengan dentuman
keras dan menghancurkan air mancur itu, air langsung menyembur deras dari dalam
tanah di mana air mancur tersebut berada. Air tersebut juga memadamkan api yang
membakar sebagian pekarangan, Arachnus berdiri membelakangi semburan air. James
sendiri merasa takjub melihatnya, begitu juga beberapa maid dan pelayan.
James: “Keren.”
Seorang
pelayan baru saja keluar membawa payung, membukanya, dan menutupi James dengan
payung tersebut. Dia sendiri terlihat heran karena Arachnus sama sekali tidak
terlihat basah terkena guyuran air, seolah-olah ada payung yang tidak terlihat
di atas kepalanya.
Pelayan: “Bagaimana bisa dia tidak
basah?”
James
menjulurkan tangannya keluar dari payung, tangannya yang seharusnya basah
karena terkena air tidak tersentuh setetespun. Air yang mengguyur di tangannya
terlihat seolah-olah mengambang, seakan-akan ada sebuah pakaian yang tak
terlihat menyelimuti tangannya.
James: “Globarrier.”
Pelayan: “Maaf?”
James: “Nanti kujelaskan, kau tak perlu
menutupi diriku. Gunakan saja untukmu, aku yakin yang lain sudah memakainya.”
Pelayan: “Tapi tuan...”
James: “Ayolah.”
James
mendorong mundur sang pelayan, kini seluruh tubuh James terkena guyuran air.
Para pelayan dan maid melihat tidak ada setetespun air yang mengenai James, dia
masih dalam keadaan kering. Dia memperhatikan tubuhnya sendiri, setelah itu dia
menengadah ke atas dan tertawa terbahak-bahak.
James: “Hahahahahahahah! Barang yang
bagus, boleh aku minta ini?”
Arachnus: “Tidak, aku hanya meminjami
saja.”
James: “Aaah, ayolah.”
Arachnus: “Tapi kalau kau masih
menginginkannya, aku tahu tempat yang bagus.”
James: “Sungguh? Terima... dia datang!”
Dari dalam air
yang menyembur, sebuah siluet yang besar muncul. Setelah itu keluar sebuah bola
berduri besar yang menggelinding dari semburan air, Arachnus melompat
menghindarinya. Bola berduri itu menabrak pohon dan memantul, lalu menabrak
tembok dan memantul lagi. Arachnus yang bergantung terbalik dengan jaring
laba-laba di kakinya melihat bola itu terus memantul setiap menabrak sesuatu,
pada akhirnya bola itu memantul ke udara tepat di hadapan Arachnus. Dia terkena
serangan telak, bola itu kemudian jatuh ke tanah. Para maid berteriak histeris,
beberapa dari mereka menutup matanya.
James: “Semuanya, tenanglah. Lihat
baik-baik.”
Mereka
semua melihat baik-baik bola berduri itu, bola itu mulai bergerak. Dari bawah
bola itu keluar beberapa helai jaring, bola itu kemudian terlempar ke atas.
Kini terlihat jelas semacam kepompong ada di tempat bola berduri itu tadinya
berada, dari dalamnya mendadak keluar sebuah kartu. Kartu tersebut meluncur dan
mengenai sebuah kartu tiga sekop yang menancap di bola tersebut, sebuah ledakan
terjadi ketika kedua kartu itu bergesek. Beberapa duri beterbangan, beberapa
hampir mengenai para pelayan dan maid. Ketika salah satunya terbang ke arah
James, duri itu mendadak berhenti dan hampir mengenai dadanya.
James: “Auw!”
Baju
yang dipakai James berlubang karena duri, duri itu jatuh ke tanah. Ada sebuah
jaring yang menempel, jaring itu ditarik dan ditangkap oleh Arachnus.
Arachnus: “Maaf sedikit terlambat, tapi
Globarrier tidak akan mampu menahan serangan fisik seperti itu. Yang bisa
ditangkal hanyalah cairan, energi, dan segala macam suhu.”
James: “Aduh, itu tadi sakit. Berarti
peluru sekalipun bisa menembusnya? Payah.”
Arachnus: “Maaf, sudah mengecewakanmu.”
James: “Tidak masalah, kau tadi bilang
bisa menunjukkan di mana aku bisa mendapat barang yang bagus selain ini. Jadi
jangan dipermasalahkan, kau hebat sekali bisa membuat kepompong sebelum makhluk
itu melumatmu.”
Flashback
pada kejadian saat serangan Hack dalam bentuk bola berduri hampir mengenai
Arachnus yang bergelantungan di jaringnya. Ketiga ekor laba-laba di kepalanya
langsung menembakkan jaring, sementara Arachnus memintal jaring tersebut
menjadi kepompong dengan kedua tangan dan seluruh jarinya dengan cepat.
Kepompong itu mengeras dan melindunginya dari duri-duri tersebut, menghentikan
pergerakannya dan jatuh ke tanah secara bersamaan.
Arachnus: “Jaringku ini spesial.”
James: “Terima kasih, tapi bisakah
setidaknya kau melindungi mereka juga?”
Arachnus: “Seingatku kau memberiku
pekerjaan hanya untuk melindungi dirimu yang sedang melihatku bertempur saat
ini.”
James: “Kulipat gandakan bayaranmu.”
Arachnus: “Aku tak perlu banyak lembaran
kertas, cukup berikan aku saja selembar untuk satu pekerjaan.”
James: “Diterima, pembayaran di muka.”
James
mengeluarkan 100 dollar dari sakunya, Arachnus sudah berada di hadapannya dalam
sekejap dan mengambil uang tersebut.
James: “Pekerjaan yang kedua, aku ingin
kau bereskan Hack tanpa harus ada seorangpun di mansion ini yang mati atau
terluka.”
Arachnus: “Permintaan diterima.”
Di
sekeliling mereka, kumpulan kerikil berwarna merah bergerak ke satu tempat.
Duri-duri yang menancap di sekeliling pekarangan juga bergetar dan terbang ke
tempat di mana kerikil merah itu berkumpul, kerikil-kerikil itu menyatu dan
membentuk tubuh. Kini di tempat itu telah berdiri Hack dengan wujud yang sama
seperti dihadapi Arachnus, tapi kali ini tanpa knalpot di bagian atas tubuhnya.
Sementara itu, pria yang mengawasi dari monitor memperhatikan dan tertawa
terbahak-bahak.
?: “Grahahahah, partikel crimson ini
memang menakjubkan. Tapi... sayang sekali aku sudah kehilangan seekor.”
Pria
itu memperhatikan kejadian di sebuah monitor di mana Francis sudah mengalahkan
Hack, dia berdiri di atas tubuhnya yang tidak berkepala. Dia juga memperhatikan
monitor satunya yang terlihat buram, ada tulisan ‘koneksi terputus’ di
layarnya.
?: “Aku tak bisa mengetahui apa yang
terjadi dengan yang ketiga, apakah sang profesor sudah menghabisinya? Tapi dia
tidak sekuat itu, kecuali ada rekan dari pemburu bayaran itu di sana.”
Dia
kembali melihat monitor di mana Arachnus sedang bertarung, di tempat kejadian
itu sendiri. Arachnus maju lima langkah, dia kemudian mengeluarkan banyak kartu
dari lengan bajunya dan memegangnya. Semua kartu itu kemudian dilempar ke
udara, laba-laba di kepalanya menembakkan jaring dari ekornya ke semua kartu
tersebut. Ekor-ekornya memutar-mutar jaring, menancapkan semua kartu itu di
sekeliling pekarangan. Jaring-jaring itu sendiri perlahan-lahan membentuk
sebuah kubah yang cukup besar, mengurung Arachnus dan Hack di dalamnya.
Jaring-jaring yang membentuk kubah mulai mengeras, James sendiri berada di luar
kubah.
James: “Hei, hei, hei. Kalau tertutup
seperti ini bagaimana aku bisa melihat sampai akhir?”
HP
di saku James bergetar dan berbunyi, dia kemudian melihat ada pesan video di
dalamnya. Dia langsung menekan tombol dan memainkan video itu, wajah Uchida
muncul dari dalam video itu dari jarak dekat.
Uchida: “James, kuharap kau bisa
mendengar ini bila kau masih hidup. Kurasa musuh sudah selangkah lebih maju,
Hack yang dikirim untuk membunuh kita semua sekarang sudah dimodifikasi dengan
partikel Crimson. Partikel tersebut tidak akan bertahan lama jika berada di
luar dimensi Crimson, seluruh benda yang terbuat dari partikel tersebut hanya
bisa bertahan paling tidak selama 3 menit. Tapi benda yang terbuat dari
partikel Crimson bisa dibuat awet dengan elemen listrik, elemen tersebut akan
menghasilkan elektromagnet pada partikel Crimson dan membuat semua partikel itu
merekat kuat. Aku tidak menyangka mereka akan menggunakannya pada Hack, terlebih
lagi tubuh Hack seluruhnya terbuat dari listrik jadi takkan mudah untuk
menghancurkannya.”
James: “Kau baru beritahu itu sekarang?”
Uchida: “Tapi ada cara untuk
menghancurkannya, serang tubuh utamanya. Pisahkan Hack dari partikel Crimson,
keluarkan dia dari dalamnya. Francis bisa melakukan hal tersebut karena bajunya
didesain untuk menyerap partikel Crimson, seharusnya sekarang dia sudah tahu
caranya dan bisa mengalahkannya dengan cepat. Hanya itu saja pesanku, saat ini
di tempatku juga mendapat serangan oleh musuh yang sama. Tidak usah khawatirkan
kami, keadaan ini bisa diatasi. Adikmu sekarang sedang dalam perjalanan pulang,
jadi kuharap kau cepat menyelesaikannya.”
Ketika
pesan video itu berakhir, James langsung mendesah. Seorang maid datang
membawakannya biskuit di nampan dan jus kalengan, seorang pelayan membawakannya
kursi lipat. James langsung duduk di kursi yang disediakan, mengambil 3 buah
biskuit dan memakannya.
James: “Terima kasih.”
Maid: “Ada lagi yang diperlukan, tuan
James?”
James: “Meggy dalam perjalanan pulang,
Archie masih sibuk dengan masalah ini. Uchida mengatakan jika Francis bisa
menyelesaikannya dengan cepat, tapi sampai sekarang dia belum kembali ke sini.”
Arachnus: “Tidak masalah, aku sudah
dengar yang barusan.”
James: “Archie? Di mana kau? Kukira kau
ada di dalam.”
Arachnus: “Aku memang masih di dalam,
lihatlah kaki kananmu.”
James
langsung melihat ke kaki kanannya, di bawah sepatunya ada selembar kartu. Dia
mengambil kartu itu, sebuah kartu enam wajik. Gambar wajik di tengah kartu
berkedip-kedip, dari dalamnya keluar suara.
James: “Syukurlah, apa kau sudah
menghabisinya?”
Arachnus: “Aku sudah janji akan
menunjukkan semuanya sampai berakhir, kau masih bisa melihatnya. Letakkan kartu
itu di dahimu.”
James
langsung menempelkan kartu itu ke dahinya, ia langsung merasakan sebuah sensasi
yang aneh. Penglihatannya mendadak kabur selama beberapa saat, dia langsung tak
sadarkan diri dengan kondisi kepala menunduk. James
membuka matanya. Samar-samar dalam penglihatannya, dia melihat dirinya sudah
berada dalam kubah. Di hadapannya ada Hack yang sekarang berusaha untuk keluar
dengan mencakar-cakar jaring, tubuhnya langsung bergulung menjadi bola berduri
dan menyerang membabibuta ke segala arah. James berusaha untuk menghindar tapi
dia tak bisa menggerakkan tubuhnya, dia kemudian mendengar suara Arachnus entah
dari mana.
Arachnus: “Bagaimana menurutmu dengan
situasi ini, Mr. James.”
James: “I... ini, bukankah aku tadi ada
di luar kubah? Archie, di mana kau? Hack ini terus-menerus berguling-guling,
aku tak bisa menggerakkan tubuhku sama sekali.”
Arachnus: “Aku sudah bersamamu.”
James: “Tapi aku tak bisa melihatmu.”
Arachnus: “Ah, maaf. Maksudku, kau
sekarang berada dalam diriku.”
Dalam
penglihatan James, dia melihat sebuah tangan dilambaikan tepat di hadapan
wajahnya. Tapi yang terlihat aneh adalah tangan yang melambai itu milik James
tapi bukan tangan James, tangan yang satunya kini memperlihatkan sebuah kartu
bergambar Joker. Kartu itu dibalik ke belakang, bagian belakangnya mengkilat
seperti cermin. James melihat bayangannya di kartu itu, tapi yang dia lihat
bukan wajahnya. Wajah Arachnus dengan kepala laba-laba muncul di sana, Arachnus
terlihat tersenyum padanya.
James: “Astaga...”
Arachnus: “Terkejut? Tapi kau salah
kalau kau anggap kita sedang berbagi tubuh, aku hanya berbagi penglihatan
denganmu. Tubuhmu yang ada di luar kubah sedang dalam keadaan tak sadarkan
diri, tapi itu hanya sementara...”
James: “Keren!”
Sementara
itu tubuh James yang berada di luar kubah mendadak bangkit berdiri dan meloncat
kegirangan, pelayan dan maid yang mencoba menyadarkannya kaget dan terjatuh.
Arachnus: “Sepertinya tubuhmu di luar
sudah sadar, tapi lebih baik kau jangan banyak bergerak. Kau tak ingin menabrak
atau tersandung sesuatu bukan? Jadi duduk saja dengan tenang dan nikmati
pertunjukannya.”
James: “Tentu saja!”
James kembali
duduk di kursinya dengan keadaan kartu masih menempel di dahinya, para pelayan
dan maid terheran-heran melihatnya. Sementara Hack di dalam menyerang
membabibuta ke segala arah, tidak ada satupun serangan yang mengenai Arachnus.
Dia hanya berdiri di tengah-tengah dan tak bergerak sama sekali, dari kedua
tangannya dia memegang masing-masing satu set kartu berwarna merah bernomor
1-10. Tangan kiri wajik, tangan kanan hati. Arachnus menebarkan semua kartunya
ke segala penjuru, semua kartu itu jatuh ke tanah. Beberapa di antaranya
dilindas Hack dan menempel pada tubuhnya, tangannya yang keluar dari dalam
tubuhnya mencoba menyerang Arachnus tapi nyaris mengenai pinggangnya. Hack
menggunakan kedua tangannya untuk melompat, kini posisinya berada tepat di atas
kepala Arachnus. Untungnya ia berhasil menghindar sebelum dilumat, kini posisi
menyerang Hack berubah dengan melompat-lompat. Arachnus terus berusaha
menghindar, beberapa dari serangan Hack dipantulkan dengan jaring yang dibuat
Arachnus. Setelah beberapa saat, Arachnus mulai berhenti berlari.
Arachnus: “Waktunya menguliti.”
Ketika
Hack itu sudah tepat berada di atasnya, Arachnus melemparkan sebuah kartu Joker
bergambar tengkorak ke tubuhnya. Gerakannya mendadak terhenti di udara,
terlihat dengan jelas di seluruh tubuhnya menempel semua kartu wajik dan hati
yang tadi dilempar Arachnus. Sesuatu terjadi pada tubuhnya, muncul percikan api
merah seperti kembang api dari setiap kartu yang menempel. Serpihan merah
mengelupas dari tubuhnya dan berceceran, semua kartu wajik dan merah di seluruh
tubuhnya langsung menyerap serpihan-serpihan itu. Dari dalam tubuhnya muncul
kilatan listrik, tubuhnya mulai retak. Dari retakan itu muncul kepala Hack yang
asli dan terbuat dari energi listrik, Arachnus langsung menerjang menuju kepala
itu. Mata laba-labanya mendadak bersinar di bagian segitiganya, dalam sekejap
Arachnus sudah berada di belakang Hack dengan posisi memegang sebuah kartu di
tiap tangan. Kartu ratu hati di tangan kiri, kartu menteri wajik di tangan
kanan. Kepala Hack yang baru saja keluar itu kini berlubang besar dengan bentuk
segitiga, seluruh tubuhnya yang merah sudah diserap habis. Tubuh listriknya
menghilang secara perlahan, laba-laba di kepala Arachnus kini sudah tidak
hinggap di wajahnya lagi. Kini dia terlihat menggigit sebuah kartu raja wajik
di mulutnya, Arachnus melambaikan tangan dan menepukkan kedua kartu di tangannya.
Dalam sekejap muncul sebuah topi panjang di antara kedua tangannya, kartu yang
dia gigit dia lempar ke atas sampai
menancap di kubah. Secara bersamaan kubah jaring yang dia buat pecah dan
menguap dengan cepat, sambil disaksikan para maid dan pelayan yang tidak bisa
berkata apa-apa. James baru saja tersadar ketika kartu yang menempel di
kepalanya lepas dengan sendirinya, dia melihat Arachnus sedang memutar-mutar
topinya dan mengenakannya langsung di kepala.
Arachnus: “Pertunjukan selesai.”
No comments:
Post a Comment