Wednesday, June 24, 2015

Level 39



PEMBURU BAYARAN

New York, Amerika Serikat, 19 Oktober 2010, 19:30. Di pekarangan mansion keluarga Yorgins, James, Arachnus, beserta para maid dan pelayan yang panik tengah menghadapi Hack merah yang sudah dimodifikasi. Hack mulai menyerang, lehernya memanjang dan kepalanya hendak menggigit salah satu maid. Sebuah mata yang besar terbuka di topi Arachnus, topi itu kemudian dilepas dan dilemparkan pada kepala Hack. Kepala itu menggigit dan mencabik-cabik topinya, dalam topi itu ada sebuah kartu yang menancap di salah satu giginya. Kartu 8 hati memancarkan percikan api dan membakarnya, membuat mulut Hack terbakar. Para pelayan lebih terkejut lagi ketika melihat ada laba-laba besar dengan tiga ekor seperti kalajengking di atas kepala Arachnus, dia mengeluarkan tiga lembar kartu dari lengan bajunya.

James: “Tuan-tuan dan nona-nona, kuperkenalkan pada kalian...”
Arachnus: “Jangan seenaknya menyebut nama seseorang di depan umum, aku lebih suka memperkenalkan daripada diperkenalkan.”
James: “Maaf soal itu, tapi boleh kukatakan pada mereka kalau kau ini seorang pesulap?”
Arachnus: “Terserah dirimu, tapi ingatlah bahwa aku adalah pemburu bayaran dan namaku adalah Arachnus.”

Sementara itu sang pria yang mengirim Hack mengawasi dari layar monitor, senyuman jahat muncul dari mulutnya.

?: “Dasar bodoh, kau kira partikel Crimson bisa hancur gara-gara hal itu?

            Mulut Hack yang terbakar mengisap api yang membakarnya, lehernya kemudian ditarik kembali ke tubuhnya. Knalpot yang ada di atas kepalanya mendadak bergetar dan mengeluarkan banyak asap, Hack menggulung dirinya menjadi bola berduri. Bagian knalpot dan kedua tangan di tubuhnya masih terlihat, kedua tangannya mulai mengais-ngais tanah. Knalpot itu kemudian menembakkan api, membuat Hack meluncur terbang dan nyaris mengenai Arachnus. Hack meninggalkan jejak yang besar di tanah, menabrak dan menghancurkan patung, akhirnya makhluk itu berhenti setelah menabrak tembok. Tidak ada gerakan sedikitpun darinya, Arachnus, James, para maid dan pelayan perlahan menoleh ke belakang.

James: “Apa dia mati?”
Arachnus: “Tidak, dia baru pemanasan.”

            Seorang pelayan maju perlahan mendekati Hack, dia mengambil sebatang dahan pohon kecil yang patah.

James: “Hei, taruh kembali itu.”
Pelayan: “Ma-maaf, Tuan James. Saya hanya ingin mengambil ini.”

            Pelayan itu menunjuk ke bawah, ada sebuah arloji yang berada di tempat di mana tadinya dahan pohon itu tergeletak. Dia mengambilnya dan memasukkannya ke saku jasnya, James hanya memandanginya. Pelayan itu lalu menjatuhkan dahan pohon tersebut, mendadak Hack di belakangnya bergerak sedikit. Pelayan itu langsung kaget dan berlari sembunyi di balik patung yang sudah hancur sebagian tubuh atasnya, James langsung memberi isyarat tangan. Dia menyentuhkan jari telunjuknya ke mulut lalu perlahan mundur ke belakang, para pelayan dan maid juga ikut mundur. Tapi tanpa sengaja salah seorang maid menyenggol patung, kepalanya patah dan jatuh mengenai tanah. Hal itu membuat Hack yang terdiam itu bergerak, kedua bahunya mengeluarkan percikan listrik. Mereka semua berhenti, tidak ada yang berani bergerak dalam waktu yang singkat.

James: “Jangan bergerak.”

            Kedua tangan Hack bergerak perlahan dan mencoba mengeluarkan tubuhnya yang menancap di tembok tapi tidak berhasil, tangannya kemudian memegang knalpot dan memutarnya ke arah berlawanan. James menyadari sesuatu saat melihatnya, dia langsung berlari menuju para maid dan pelayan.

James: “Tolong urus sisanya.”
Arachnus: “Dengan senang hati.”

            Knalpot di tubuh Hack menyemburkan api dan dalam sekejap mendorong tubuhnya lepas dari tembok, kemudian terbang dengan kecepatan tinggi pada Arachnus. Ekor laba-laba di kepalanya mulai bergerak melambai-lambai, Arachnus meloncat dan menghindari serangan. Dia kemudian mendarat di belakangnya, mendadak pergerakan Hack terhenti di udara. Ketika James mengamati keadaan sekitar pekarangan, dia kemudian tersenyum dan berkacak pinggang.

James: “Jadi begitu.”

            Setelah diamati dengan baik, ternyata pergerakan Hack terhenti karena terjebak dalam jaring-jaring yang begitu tipis dan hanya bisa terlihat di kegelapan. Akan tetapi knalpot di tubuhnya mengeluarkan api yang sangat besar dan hampir membakar seluruh pekarangan, api tersebut juga membuatnya terlepas dari jaring.

Maid: “Ta-tamannya...”
James: “Tidak masalah, hancurkan saja. Kebetulan aku sedang ingin merenovasinya.”
Para Pelayan: “Tuan James?!”
James: “Satu hal lagi, jangan laporkan hal ini pada dinas keamanan manapun. Ini hanya pertunjukan, tidak akan ada korban.”

Hack terbang tinggi di udara dan hampir meninggalkan wilayah mansion, Arachnus langsung mengambil tindakan dengan melemparkan 3 buah kartu. Salah satunya masuk ke dalam lubang knalpot, dua sisanya menancap di kedua tangannya. Dalam sekejap tiga bagian itu meledak dan hancur berkeping-keping, ledakan itu sendiri membuatnya terjun bebas di luar area. Arachnus langsung menembakkan jaring dari ekor laba-labanya, Hack berhasil tertangkap.

Arachnus: “Tarik yang kuat.”

Laba-laba di kepala Arachnus langsung menancapkan taringnya ke wajahnya, kini Arachnus dalam wujud berkepala laba-laba. Otot bahu dan tangannya sedikit membesar, dia menarik dan membanting Hack langsung ke arah air mancur. Hack terjatuh dengan dentuman keras dan menghancurkan air mancur itu, air langsung menyembur deras dari dalam tanah di mana air mancur tersebut berada. Air tersebut juga memadamkan api yang membakar sebagian pekarangan, Arachnus berdiri membelakangi semburan air. James sendiri merasa takjub melihatnya, begitu juga beberapa maid dan pelayan.
James: “Keren.”

            Seorang pelayan baru saja keluar membawa payung, membukanya, dan menutupi James dengan payung tersebut. Dia sendiri terlihat heran karena Arachnus sama sekali tidak terlihat basah terkena guyuran air, seolah-olah ada payung yang tidak terlihat di atas kepalanya.

Pelayan: “Bagaimana bisa dia tidak basah?”

            James menjulurkan tangannya keluar dari payung, tangannya yang seharusnya basah karena terkena air tidak tersentuh setetespun. Air yang mengguyur di tangannya terlihat seolah-olah mengambang, seakan-akan ada sebuah pakaian yang tak terlihat menyelimuti tangannya.

James: “Globarrier.”
Pelayan: “Maaf?”
James: “Nanti kujelaskan, kau tak perlu menutupi diriku. Gunakan saja untukmu, aku yakin yang lain sudah memakainya.”
Pelayan: “Tapi tuan...”
James: “Ayolah.”

            James mendorong mundur sang pelayan, kini seluruh tubuh James terkena guyuran air. Para pelayan dan maid melihat tidak ada setetespun air yang mengenai James, dia masih dalam keadaan kering. Dia memperhatikan tubuhnya sendiri, setelah itu dia menengadah ke atas dan tertawa terbahak-bahak.

James: “Hahahahahahahah! Barang yang bagus, boleh aku  minta ini?”
Arachnus: “Tidak, aku hanya meminjami saja.”
James: “Aaah, ayolah.”
Arachnus: “Tapi kalau kau masih menginginkannya, aku tahu tempat yang bagus.”
James: “Sungguh? Terima... dia datang!”

Dari dalam air yang menyembur, sebuah siluet yang besar muncul. Setelah itu keluar sebuah bola berduri besar yang menggelinding dari semburan air, Arachnus melompat menghindarinya. Bola berduri itu menabrak pohon dan memantul, lalu menabrak tembok dan memantul lagi. Arachnus yang bergantung terbalik dengan jaring laba-laba di kakinya melihat bola itu terus memantul setiap menabrak sesuatu, pada akhirnya bola itu memantul ke udara tepat di hadapan Arachnus. Dia terkena serangan telak, bola itu kemudian jatuh ke tanah. Para maid berteriak histeris, beberapa dari mereka menutup matanya.

James: “Semuanya, tenanglah. Lihat baik-baik.”

            Mereka semua melihat baik-baik bola berduri itu, bola itu mulai bergerak. Dari bawah bola itu keluar beberapa helai jaring, bola itu kemudian terlempar ke atas. Kini terlihat jelas semacam kepompong ada di tempat bola berduri itu tadinya berada, dari dalamnya mendadak keluar sebuah kartu. Kartu tersebut meluncur dan mengenai sebuah kartu tiga sekop yang menancap di bola tersebut, sebuah ledakan terjadi ketika kedua kartu itu bergesek. Beberapa duri beterbangan, beberapa hampir mengenai para pelayan dan maid. Ketika salah satunya terbang ke arah James, duri itu mendadak berhenti dan hampir mengenai dadanya.

James: “Auw!”

            Baju yang dipakai James berlubang karena duri, duri itu jatuh ke tanah. Ada sebuah jaring yang menempel, jaring itu ditarik dan ditangkap oleh Arachnus.

Arachnus: “Maaf sedikit terlambat, tapi Globarrier tidak akan mampu menahan serangan fisik seperti itu. Yang bisa ditangkal hanyalah cairan, energi, dan segala macam suhu.”
James: “Aduh, itu tadi sakit. Berarti peluru sekalipun bisa menembusnya? Payah.”
Arachnus: “Maaf, sudah mengecewakanmu.”
James: “Tidak masalah, kau tadi bilang bisa menunjukkan di mana aku bisa mendapat barang yang bagus selain ini. Jadi jangan dipermasalahkan, kau hebat sekali bisa membuat kepompong sebelum makhluk itu melumatmu.”

            Flashback pada kejadian saat serangan Hack dalam bentuk bola berduri hampir mengenai Arachnus yang bergelantungan di jaringnya. Ketiga ekor laba-laba di kepalanya langsung menembakkan jaring, sementara Arachnus memintal jaring tersebut menjadi kepompong dengan kedua tangan dan seluruh jarinya dengan cepat. Kepompong itu mengeras dan melindunginya dari duri-duri tersebut, menghentikan pergerakannya dan jatuh ke tanah secara bersamaan.

Arachnus: “Jaringku ini spesial.”
James: “Terima kasih, tapi bisakah setidaknya kau melindungi mereka juga?”
Arachnus: “Seingatku kau memberiku pekerjaan hanya untuk melindungi dirimu yang sedang melihatku bertempur saat ini.”
James: “Kulipat gandakan bayaranmu.”
Arachnus: “Aku tak perlu banyak lembaran kertas, cukup berikan aku saja selembar untuk satu pekerjaan.”
James: “Diterima, pembayaran di muka.”

            James mengeluarkan 100 dollar dari sakunya, Arachnus sudah berada di hadapannya dalam sekejap dan mengambil uang tersebut.

James: “Pekerjaan yang kedua, aku ingin kau bereskan Hack tanpa harus ada seorangpun di mansion ini yang mati atau terluka.”
Arachnus: “Permintaan diterima.”

            Di sekeliling mereka, kumpulan kerikil berwarna merah bergerak ke satu tempat. Duri-duri yang menancap di sekeliling pekarangan juga bergetar dan terbang ke tempat di mana kerikil merah itu berkumpul, kerikil-kerikil itu menyatu dan membentuk tubuh. Kini di tempat itu telah berdiri Hack dengan wujud yang sama seperti dihadapi Arachnus, tapi kali ini tanpa knalpot di bagian atas tubuhnya. Sementara itu, pria yang mengawasi dari monitor memperhatikan dan tertawa terbahak-bahak.

?: “Grahahahah, partikel crimson ini memang menakjubkan. Tapi... sayang sekali aku sudah kehilangan seekor.”

            Pria itu memperhatikan kejadian di sebuah monitor di mana Francis sudah mengalahkan Hack, dia berdiri di atas tubuhnya yang tidak berkepala. Dia juga memperhatikan monitor satunya yang terlihat buram, ada tulisan ‘koneksi terputus’ di layarnya.

?: “Aku tak bisa mengetahui apa yang terjadi dengan yang ketiga, apakah sang profesor sudah menghabisinya? Tapi dia tidak sekuat itu, kecuali ada rekan dari pemburu bayaran itu di sana.”

            Dia kembali melihat monitor di mana Arachnus sedang bertarung, di tempat kejadian itu sendiri. Arachnus maju lima langkah, dia kemudian mengeluarkan banyak kartu dari lengan bajunya dan memegangnya. Semua kartu itu kemudian dilempar ke udara, laba-laba di kepalanya menembakkan jaring dari ekornya ke semua kartu tersebut. Ekor-ekornya memutar-mutar jaring, menancapkan semua kartu itu di sekeliling pekarangan. Jaring-jaring itu sendiri perlahan-lahan membentuk sebuah kubah yang cukup besar, mengurung Arachnus dan Hack di dalamnya. Jaring-jaring yang membentuk kubah mulai mengeras, James sendiri berada di luar kubah.

James: “Hei, hei, hei. Kalau tertutup seperti ini bagaimana aku bisa melihat sampai akhir?”

            HP di saku James bergetar dan berbunyi, dia kemudian melihat ada pesan video di dalamnya. Dia langsung menekan tombol dan memainkan video itu, wajah Uchida muncul dari dalam video itu dari jarak dekat.

Uchida: “James, kuharap kau bisa mendengar ini bila kau masih hidup. Kurasa musuh sudah selangkah lebih maju, Hack yang dikirim untuk membunuh kita semua sekarang sudah dimodifikasi dengan partikel Crimson. Partikel tersebut tidak akan bertahan lama jika berada di luar dimensi Crimson, seluruh benda yang terbuat dari partikel tersebut hanya bisa bertahan paling tidak selama 3 menit. Tapi benda yang terbuat dari partikel Crimson bisa dibuat awet dengan elemen listrik, elemen tersebut akan menghasilkan elektromagnet pada partikel Crimson dan membuat semua partikel itu merekat kuat. Aku tidak menyangka mereka akan menggunakannya pada Hack, terlebih lagi tubuh Hack seluruhnya terbuat dari listrik jadi takkan mudah untuk menghancurkannya.”
James: “Kau baru beritahu itu sekarang?”
Uchida: “Tapi ada cara untuk menghancurkannya, serang tubuh utamanya. Pisahkan Hack dari partikel Crimson, keluarkan dia dari dalamnya. Francis bisa melakukan hal tersebut karena bajunya didesain untuk menyerap partikel Crimson, seharusnya sekarang dia sudah tahu caranya dan bisa mengalahkannya dengan cepat. Hanya itu saja pesanku, saat ini di tempatku juga mendapat serangan oleh musuh yang sama. Tidak usah khawatirkan kami, keadaan ini bisa diatasi. Adikmu sekarang sedang dalam perjalanan pulang, jadi kuharap kau cepat menyelesaikannya.”

            Ketika pesan video itu berakhir, James langsung mendesah. Seorang maid datang membawakannya biskuit di nampan dan jus kalengan, seorang pelayan membawakannya kursi lipat. James langsung duduk di kursi yang disediakan, mengambil 3 buah biskuit dan memakannya.

James: “Terima kasih.”
Maid: “Ada lagi yang diperlukan, tuan James?”
James: “Meggy dalam perjalanan pulang, Archie masih sibuk dengan masalah ini. Uchida mengatakan jika Francis bisa menyelesaikannya dengan cepat, tapi sampai sekarang dia belum kembali ke sini.”
Arachnus: “Tidak masalah, aku sudah dengar yang barusan.”
James: “Archie? Di mana kau? Kukira kau ada di dalam.”
Arachnus: “Aku memang masih di dalam, lihatlah kaki kananmu.”

            James langsung melihat ke kaki kanannya, di bawah sepatunya ada selembar kartu. Dia mengambil kartu itu, sebuah kartu enam wajik. Gambar wajik di tengah kartu berkedip-kedip, dari dalamnya keluar suara.

James: “Syukurlah, apa kau sudah menghabisinya?”
Arachnus: “Aku sudah janji akan menunjukkan semuanya sampai berakhir, kau masih bisa melihatnya. Letakkan kartu itu di dahimu.”

            James langsung menempelkan kartu itu ke dahinya, ia langsung merasakan sebuah sensasi yang aneh. Penglihatannya mendadak kabur selama beberapa saat, dia langsung tak sadarkan diri dengan kondisi kepala menunduk.      James membuka matanya. Samar-samar dalam penglihatannya, dia melihat dirinya sudah berada dalam kubah. Di hadapannya ada Hack yang sekarang berusaha untuk keluar dengan mencakar-cakar jaring, tubuhnya langsung bergulung menjadi bola berduri dan menyerang membabibuta ke segala arah. James berusaha untuk menghindar tapi dia tak bisa menggerakkan tubuhnya, dia kemudian mendengar suara Arachnus entah dari mana.

Arachnus: “Bagaimana menurutmu dengan situasi ini, Mr. James.”
James: “I... ini, bukankah aku tadi ada di luar kubah? Archie, di mana kau? Hack ini terus-menerus berguling-guling, aku tak bisa menggerakkan tubuhku sama sekali.”
Arachnus: “Aku sudah bersamamu.”
James: “Tapi aku tak bisa melihatmu.”
Arachnus: “Ah, maaf. Maksudku, kau sekarang berada dalam diriku.”

            Dalam penglihatan James, dia melihat sebuah tangan dilambaikan tepat di hadapan wajahnya. Tapi yang terlihat aneh adalah tangan yang melambai itu milik James tapi bukan tangan James, tangan yang satunya kini memperlihatkan sebuah kartu bergambar Joker. Kartu itu dibalik ke belakang, bagian belakangnya mengkilat seperti cermin. James melihat bayangannya di kartu itu, tapi yang dia lihat bukan wajahnya. Wajah Arachnus dengan kepala laba-laba muncul di sana, Arachnus terlihat tersenyum padanya.

James: “Astaga...”
Arachnus: “Terkejut? Tapi kau salah kalau kau anggap kita sedang berbagi tubuh, aku hanya berbagi penglihatan denganmu. Tubuhmu yang ada di luar kubah sedang dalam keadaan tak sadarkan diri, tapi itu hanya sementara...”
James: “Keren!”

            Sementara itu tubuh James yang berada di luar kubah mendadak bangkit berdiri dan meloncat kegirangan, pelayan dan maid yang mencoba menyadarkannya kaget dan terjatuh.

Arachnus: “Sepertinya tubuhmu di luar sudah sadar, tapi lebih baik kau jangan banyak bergerak. Kau tak ingin menabrak atau tersandung sesuatu bukan? Jadi duduk saja dengan tenang dan nikmati pertunjukannya.”
James: “Tentu saja!”

James kembali duduk di kursinya dengan keadaan kartu masih menempel di dahinya, para pelayan dan maid terheran-heran melihatnya. Sementara Hack di dalam menyerang membabibuta ke segala arah, tidak ada satupun serangan yang mengenai Arachnus. Dia hanya berdiri di tengah-tengah dan tak bergerak sama sekali, dari kedua tangannya dia memegang masing-masing satu set kartu berwarna merah bernomor 1-10. Tangan kiri wajik, tangan kanan hati. Arachnus menebarkan semua kartunya ke segala penjuru, semua kartu itu jatuh ke tanah. Beberapa di antaranya dilindas Hack dan menempel pada tubuhnya, tangannya yang keluar dari dalam tubuhnya mencoba menyerang Arachnus tapi nyaris mengenai pinggangnya. Hack menggunakan kedua tangannya untuk melompat, kini posisinya berada tepat di atas kepala Arachnus. Untungnya ia berhasil menghindar sebelum dilumat, kini posisi menyerang Hack berubah dengan melompat-lompat. Arachnus terus berusaha menghindar, beberapa dari serangan Hack dipantulkan dengan jaring yang dibuat Arachnus. Setelah beberapa saat, Arachnus mulai berhenti berlari.

Arachnus: “Waktunya menguliti.”

            Ketika Hack itu sudah tepat berada di atasnya, Arachnus melemparkan sebuah kartu Joker bergambar tengkorak ke tubuhnya. Gerakannya mendadak terhenti di udara, terlihat dengan jelas di seluruh tubuhnya menempel semua kartu wajik dan hati yang tadi dilempar Arachnus. Sesuatu terjadi pada tubuhnya, muncul percikan api merah seperti kembang api dari setiap kartu yang menempel. Serpihan merah mengelupas dari tubuhnya dan berceceran, semua kartu wajik dan merah di seluruh tubuhnya langsung menyerap serpihan-serpihan itu. Dari dalam tubuhnya muncul kilatan listrik, tubuhnya mulai retak. Dari retakan itu muncul kepala Hack yang asli dan terbuat dari energi listrik, Arachnus langsung menerjang menuju kepala itu. Mata laba-labanya mendadak bersinar di bagian segitiganya, dalam sekejap Arachnus sudah berada di belakang Hack dengan posisi memegang sebuah kartu di tiap tangan. Kartu ratu hati di tangan kiri, kartu menteri wajik di tangan kanan. Kepala Hack yang baru saja keluar itu kini berlubang besar dengan bentuk segitiga, seluruh tubuhnya yang merah sudah diserap habis. Tubuh listriknya menghilang secara perlahan, laba-laba di kepala Arachnus kini sudah tidak hinggap di wajahnya lagi. Kini dia terlihat menggigit sebuah kartu raja wajik di mulutnya, Arachnus melambaikan tangan dan menepukkan kedua kartu di tangannya. Dalam sekejap muncul sebuah topi panjang di antara kedua tangannya, kartu yang dia gigit dia  lempar ke atas sampai menancap di kubah. Secara bersamaan kubah jaring yang dia buat pecah dan menguap dengan cepat, sambil disaksikan para maid dan pelayan yang tidak bisa berkata apa-apa. James baru saja tersadar ketika kartu yang menempel di kepalanya lepas dengan sendirinya, dia melihat Arachnus sedang memutar-mutar topinya dan mengenakannya langsung di kepala.

Arachnus: “Pertunjukan selesai.”