Wednesday, August 12, 2020

Level 44

 

PHOBIA

 

            24 Oktober 2010, 21:00. Kapal Pesiar Deiguscorp, di Laut Pasifik Selatan dekat pantai Acapulco. Penyanderaan masih terjadi di atas kapal, sandera dijatuhkan ke laut dari kapal. Sementara itu Olivia berlindung di balik dinding dari berondongan senjata, mencari kesempatan untuk kabur. Perhatian Olivia mendadak teralihkan, dia melihat sesuatu yang mengejutkan. Kepala Roy mengintip dari balik anjungan, tak ada respon sama sekali dari mereka berdua selama beberapa detik. Roy beranjak sebentar, sesuatu dilemparkan ke Olivia beberapa detik kemudian. Olivia menangkapnya, ternyata itu sebuah ikat pinggang yang dilengkapi dengan pistol lengkap dengan sarungnya. Isi dalam sarung senjata itu diperiksa, ada semacam pistol yang  terlihat canggih walau ukurannya kecil. Setelah diamati dengan seksama, ada kenop di bagian belakang atas. Senjata itu digenggam dengan posisi jempol menyentuh kenop, sebuah garis bersinar muncul menghiasi pistol tersebut.

 

DIKONFIRMASI

OLIVIA CRANE

MULTIFUNGSI DIAKTIFKAN SEPENUHNYA

 

Olivia: “Multifungsi? Kuharap ini tidak meledak.”

 

KONFIRMASI SUARA DITERIMA

MODE GRANAT DIAKTIFKAN

 

Olivia: “Gra...?! Harus kuapakan ini?!”

 

            Olivia melihat Roy memperagakan dengan tangannya, tangannya mengepal dan jempolnya bergerak naik turun seperti mencubit. Olivia menekan kenop seperti yang diperagakan Roy, sesuatu keluar di bagian ujung dan meluncur ke atas. Olivia dan Roy melihat benda tersebut terbang cukup tinggi kemudian jatuh, benda itu jatuh tepat di tengah-tengah bajak laut yang sedang menembak. Salah satu bajak laut itu menyadari benda jatuh tersebut, dia melihat ke bawah di belakangnya. Dia melihat semacam koin dengan angka 5, namun angka itu mendadak berubah jadi hitungan mundur dari 4 3 2 1. Ledakan besar membuat para bajak laut itu terlempar ke segala arah, beberapa jatuh ke laut. Olivia dan Roy saling pandang, senjata itu dipandangi oleh Olivia yang mendadak tersenyum.

 

Olivia: “Coba kita lihat apa ada fungsi untuk melumpuhkan?”

 

KONFIRMASI SUARA DITERIMA

MODE PEMBIUS DIAKTIFKAN

 

            Olivia keluar dari persembunyiannya dan menembaki bajak laut yang tersisa, yang keluar dari pistol itu ada semacam bola kecil yang menempel di masing-masing tubuh mereka. Bola-bola itu mengeluarkan tegangan listrik yang membuat mereka kejang, salah satu tak sengaja menembak ke segala arah. Namun untungnya tidak ada yang kena, senjata mereka berjatuhan. Olivia langsung maju dan menendang senjata yang berjatuhan ke laut sebelum mereka mengambilnya, dipandanginya bajak laut itu dengan pandangan sinis.

 

Olivia: “Itu bukan pembius itu penyetrum.”

 

            James dan Megan naik ke atas kapal dengan tambang yang masih terkait, Roy sendiri menyusul naik. Ternyata dia sedari tadi melihat sambil duduk di atas bahu Francis. Dia diturunkan dengan kasar oleh Francis, tapi untungnya dia tidak terjatuh.

 

Roy: “Hei, hati-hati!”

Olivia: “Nona, syukurlah anda selamat.”

Megan: “Ya, aku tidak apa-apa. Yang terpenting sekarang kita harus menghubungi polisi dan menyelamatkan penumpang.”

James: “Wow, tidak ada yang bilang kalau pestanya akan seramai ini. Harusnya aku datang lebih awal.”

 

Ketika Francis naik ke kapal, dia melihat ke kanan dan kiri mencari sesuatu, dia langsung berjalan ke meja yang menyajikan makanan. Dia mengambil apapun makanan yang dia lihat dan langsung memakannya dengan lahap, James menyusul dan mengambil 2 gelas minuman di atas meja. James memberikan minuman tersebut pada Roy, mereka berdua langsung minum dan meneguknya dengan cepat.


Megan: “Setidaknya tolong bantu mereka dulu.”

James: “Kami belum makan malam sejak tadi, setidaknya sepotong sandwich cukup.”

Olivia: (melihat Francis) “Kurasa itu bukan Cuma sepotong.”

James: “Francis, jangan habiskan semua. Sisakan untuk kami setidaknya 2 atau 3 buah.”

 

 

            Sementara itu di dalam kapal, sang pemimpin bajak laut dan beberapa anak buahnya berada di depan sebuah pintu brankas yang besar bersama dengan sang kapten. Dia dilepaskan dan didorong ke depan, sang pemimpin mengambil senapan dari belakang punggungnya dan menodongkannya ke bagian belakang kepala Mendez.

 

?: “(Kapitan, kami tak punya banyak waktu. Buka pintu itu.)”

Mendez: “(Tapi di sini tak ada perhiasan ataupun uang.)”

?: “(Aku tahu.)”

 

            Mendez mencoba membuka pintu dengan menekan tombol di sebelah pintu, muncul semacam panel berisi angka. Dia memasukkan kode dengan menekan angka-angka pada panel, kemudian muncul semacam layar di balik panel tersebut. Tangan kanannya diletakkan pada layar, muncul garis bercahaya di layar yang bergerak dari atas ke bawah. Muncul tulisan ‘akses diterima’ dalam bahasa Spanyol. Pintu itu kemudian terbuka ke atas, mereka semua menunggu sampai pintu terbuka lebar.

 

?: “(Panggil Julio, tanyakan dia keadaan di atas.)”

 

            Sementara itu di kapal nelayan milik para bajak laut, mereka semua ada di atas kapal dalam kondisi terikat. Terdengar suara seseorang dari walkie talkie yang ada di ruang kemudi, memanggil-manggil Julio yang terikat dan tak sadarkan diri.

 

Bajak Laut: “(Julio, apa kau di sana? Jawablah, Julio.)”

 

            Julio tersadar saat mendengar suara tersebut, dia menemukan dirinya dalam keadaan terikat tambang dan mulutnya diplester. Dia melihat awak yang lain juga terikat, dia melihat dari jendela kapal pesiar tersebut sudah separuh tenggelam dan beberapa awak dan penumpang sedang diselamatkan  oleh Roy dan Olivia menggunakan speedboat. Terdengar suara sirine dari kejauhan, Julio mencoba untuk melepaskan dirinya begitu mendengar suara tersebut. Dengan sekuat tenaga dia memutuskan tambang itu memakai tubuhnya yang besar, plester di mulutnya dilepas kencang dan membuat mulutnya kesakitan. Tapi dia mencegah dirinya berteriak dengan menutup mulutnya rapat memakai tangan kanannya, dia mengendap-endap mengambil walkie talkie yang ada di ruangan pengemudi dengan tangan kiri.

 

Julio: “(Julio di sini.)”

Bajak Laut: “(Dari mana saja kau? Lama sekali, kau tidak sedang bercinta bukan?)”

Julio: “(Aku tadi mau melakukannya, tapi gagal. Ada yang melumpuhkan semua anggota kita, aku sekarang ada di kapal dan ada polisi pantai yang sedang menuju kemari!)”

Bajak Laut: “(Hei, jangan bercanda...)”

Julio: “(Kalau kau kira aku bohong, dengar ini!)”

 

            Julio menjulurkan tangannya yang memegang walkie talkie keluar jendela, terdengar suara sirine yang kecil dan lama kelamaan mengeras. Mendengar hal tersebut, sang pemimpin memberi perintah dengan anggukan. Beberapa anak buahnya langsung pergi, sementara sisanya mengawal sang pemimpin masuk ke dalam ruangan. Mendez menyalakan lampu ruangan dengan menekan saklar di dinding, isi dalam ruangan itu terlihat jelas. Ada banyak tempat tidur berjejer, ada pria dan wanita berbaring di masing-masing tempat tidur hanya diselimuti selembar kain dan tidak memakai baju. Di mulut mereka terpasang regulator yang terhubung dengan sebuah tabung, ada pengukur detak jantung yang terhubung dengan kabel di dada dan kepala mereka.

 

?: “(Cari dia, salah satu pasti di antara mereka.)”

 

            Mereka mulai memeriksa setiap ranjang, sang pemimpin mengamati sekelilingnya. Dia melihat sebuah tabung kaca berisi cairan hijau dan pria yang tertidur di dalamnya, wajahnya tak terlihat jelas karena memakai semacam helm.

 

?: “(Keluarkan dia.)”

Mendez: “(Aku takkan melakukan itu jika jadi kau, dia akan mati jika kau keluarkan dia dari tabung.)”

?: “(Kalau begitu kau keluarkan dia.)”

Mendez: “(Itu bukan keahlianku.)”

?: “(Kalau begitu panggil orang yang ahli.)”

 

            Sang wanita menodongkan senjatanya masuk ke mulut Mendez, mata Mendez melirik ke tabung. Salah satu dari jari pria dalam tabung bergerak sedikit, mendadak denyut jantung orang-orang yang tertidur di ranjang meningkat sedikit. Tapi tak ada yang mempedulikan, salah satu perompak melapor pada sang wanita.

 

Perompak: “(Dia tidak ada di antara mereka.)”

?: “(Dia belum diperiksa bukan?)”

 

            Sang wanita menunjuk pria dalam tabung, Mendez mencoba untuk bicara dengan bahasa isyarat. Dia menganggukkan kepala dan menunjuk-nunjuk tabung, wanita itu mengeluarkan senjatanya dari mulut Mendez.

 

Mendez: “(Kalau kau ingin mengeluarkan dia dari sana, tidak perlu repot-repot.)”
?: “(Kenapa?)”

Mendez: “(Karena dia sendiri bisa keluar dari sana.)”

 

            Mendadak salah satu dari jari kaki seorang wanita yang ada di ranjang bergerak sedikit, salah satu perompak menyadari hal tersebut. Beberapa orang di ranjang juga mengalami hal yang sama, jari-jari mereka mulai bergerak. Ada yang membuka mulutnya sedikit Mesin menunjukkan denyut jantung semua orang di ranjang meningkat sedikit demi sedikit, perompak itu mencoba mengamati wajah wanita itu dari dekat. Ketika wajah mereka hampir bersentuhan, mendadak perompak itu merasakan sesuatu di dadanya. Dia ditusuk dengan tangan kosong tembus sampai punggungnya, wanita itu membuka matanya lebar-lebar. Bola matanya seperti bola mata kucing, dengan pupil yang tipis tapi berwarna kemerahan. Wanita itu melempar sang perompak dan hampir mengenai Mendez dan sang pemimpin, mereka berdua menghindar. Sang pemimpin melihat anak buahnya yang terluka parah dan mencoba menggapai, tangannya jatuh dan akhirnya dia tewas. Melihat hal tersebut, pemimpin perompak itu menodongkan senjatanya pada sang wanita dengan marah. Namun apa yang didapati dia selanjutnya adalah kejadian yang mengerikan, orang-orang yang terbangun dari ranjang langsung membantai seluruh anak buahnya. Ada yang digigit, dicabik anggota badannya sampai lepas dan dipukul sampai lumat. Senjata yang dia pegang mendadak diambil oleh Mendez dan dihancurkan dengan tangan kosong, membuat sang wanita terkejut dan jatuh terduduk.

 

Mendez: “(Senorita, kau tidak pantas untuk memegang senjata.)”

 

            Tabung kaca tempat pria berhelm itu mendadak bergetar, cairan dalam tabung berubah merah. Kepala pria itu mendadak mendongak dan dia langsung meninju tabung itu sampai pecah, cairan dalam tabung tumpah membanjiri ruangan. Pria itu keluar dari tabung, menginjak kepala mayat di depannya sampai hancur. Dia memandangi seisi ruangan, semua orang kecuali si wanita bajak laut menundukkan kepala mereka dan melakukan salam khas. Memukul dada sebelah kiri dengan tangan kanan kemudian menyilangkan dua tangan di depan dada, pria itu kemudian mengangkat mayat yang kepalanya dia injak dan mengambil pakaiannya. Setelah dia memakai pakaian, helm tersebut dia lepas. Wajahnya tidak begitu kelihatan, dia melihat sang wanita kemudian menghampiri Mendez.

 

??: “(Jelaskan.)”

 

 

            Sementara di luar kapal, para penumpang dan awak sudah diselamatkan oleh petugas perairan. Kapal pesiar itu sendiri sudah separuh tenggelam, James, Roy, Francis, Megan dan Olivia sudah berada di atas speedboat. James sendiri sedang menelpon dengan HP-nya, dia menelepon kamar hotel tempat Uchida saat ini berada. Telpon itu diangkat oleh sebuah tangan yang kurus sampai kelihatan tulang, dengan lemahnya telpon itu dijawab oleh suara yang terdengar serak.

 

James: “Halo, kuharap kau tak kesepian di sana. Pestanya sudah selesai dan kami akan segera kembali ke hotel.”

Uchida: “Mengenai itu... kenapa kalian tidak berkeliling saja dulu... aku tidak masalah sendirian...”

James: “Humpty Dumpty? Ada apa dengan suaramu?”

Uchida: “Tidak apa-apa, mungkin hanya gangguan dari telepon.”

James: “Kau yakin kau tidak apa-apa?”

Uchida: “Aku yakin... apa kau bawa sesuatu untuk dibawa pulang?”

James: “Ah, kau benar. Aku sebenarnya ingin membawa oleh-oleh, tapi sayangnya ada sedikit masalah di pesta. Kalau begitu kau tunggu saja sebentar lagi, aku akan membawakan sesuatu.”

Uchida: “Terima kasih... akan kutunggu...”

 

            Tangan kurus itu menutup telpon, tapi tangan itu mendadak menjadi serpihan dan tinggal tersisa tulang.

 

Uchida: “...untuk waktu yang lama...”

 

 

            Di dalam kapal, di ruangan tempat wanita pemimpin bajak laut itu berada. Dia dalam kondisi tak sadarkan diri, berbaring dan terikat rantai di atas ranjang. Posisinya sendiri terbalik karena kapal yang tenggelam, mendadak seseorang muncul memasuki ruangan dari atas dan mendarat di dinding kapal. Dia melihat sekeliling dan pandangannya langsung terarah pada wanita itu, rantai yang mengikatnya langsung diputuskan dengan tangan kosong. Sang wanita perompak itu sendiri sedang bermimpi buruk dengan melihat dirinya berhadapan dengan sosok berhelm yang mengejarnya, dari langit turun hujan darah disertai dengan potongan-potongan tubuh manusia. Pria berhelm itu melangkah maju, namun tubuhnya makin lama makin besar setiap kali dia melangkah. Wanita itu mencoba kabur, tapi dia ditangkap oleh tangan raksasa sang pria. Saking paniknya, wanita itu berontak mencoba melepaskan diri. Dalam tidurnya dia juga berontak hingga menendang dan memukuli penyelamatnya, dia jatuh dan akhirnya tersadar. Kepalanya terasa pusing, dia bangkit terhuyung-huyung dan samar-samar melihat seseorang di depannya. Wanita itu mendadak memukulnya di wajah, namun dia terlalu lemah dan pukulannya tidak berpengaruh apa-apa. Wajah orang di depannya kini terlihat jelas, ternyata dia adalah Francis. Di pipi kirinya menempel tinju dari wanita tersebut, Francis sama sekali tidak bergerak dan memandangi wanita itu dengan sorot mata yang tajam. Dia menurunkan dan menjauhkan tangan wanita tersebut dari wajahnya, mengacuhkan sang wanita dan melihat sekelilingnya. Dia memandangi cairan merah yang membasahi ruangan, setelah itu membungkuk dan mengusap cairan tersebut. Dia mengamati cairan kemerahan yang ada di tangannya, menggosok-gosok dengan jarinya.


?: “(Kau siapa?)”

 

            Flashback setelah kejadian saat James menelepon Uchida, Francis sedang mengamati kapal yang tenggelam. Dia melihat beberapa anggota dari bajak laut itu muncul dari dalam laut, ternyata mereka keluar dari kapal secara sembunyi-sembunyi melewati sebuah jendela kecil yang terendam air. Tanpa pikir panjang, Francis terjun ke dalam laut dan menyelam. Dia langsung berenang dengan kecepatan abnormal dan menangkap salah satu dari mereka, Francis sedikit kaget saat melihat siapa yang dia tangkap. Sesosok makhluk berwajah ikan mengenakan pakaian dari bajak laut itu, makhluk itu menyemburkan gelembung pada Francis. Namun itu tak membuatnya bergeming, justru membuatnya mematahkan tangan makhluk yang dia pegang. Makhluk itu akhirnya lolos dengan kondisi terluka dan kehilangan satu tangan. Francis mencoba mengejar, tapi dia menyadari ada sesuatu di dalam kapal. Tanpa pikir panjang dia masuk ke dalam kapal, melalui jendela yang dipakai bajak laut itu kabur. Di dalamnya, air belum begitu banyak membanjiri ruangan. Dia mulai memanjat bagian dalam kapal yang tegak berdiri, hingga pada akhirnya menemukan sang wanita.

 

            Sementara di luar kapal, James, Olivia, Megan dan Roy masih menunggu. Para polisi sudah menangkap bajak laut yang dilumpuhkan, terkecuali Julio yang sudah kabur dengan berenang sampai ke pantai. Dia berjalan sempoyongan dan ambruk, kemudian dia berbaring sambil bernafas terengah-engah. Wajahnya terlihat sangat ketakutan, di pikirannya terngiang-ngiang suara teriakan dari rekan-rekannya yang dibantai lewat walkie talkie.

 

Julio: “Kenapa aku jadi pengecut seperti ini...”

 

            Kembali ke dalam kapal, Francis sedang berusaha memanjat keluar ruangan kapal, saat ini dia berada di sebuah dapur. Di pinggangnya terikat sebuah tali yang panjang, tali tersebut digunakan untuk memanjat oleh sang wanita perompak. Francis mulai memanjat lagi, tapi mendadak bajunya ditarik.

 

?: “(Tunggu!)”


            Francis berhenti dan menoleh pada sang wanita yang terlihat lelah, dia terduduk di lantai.

 

?: “(Biarkan aku istirahat sejenak, kau paham maksudku?)”

 

            Mendadak Francis mengangkat tinggi sang wanita, mereka berdua saling berpandangan. Dirinya kemudian dipanggul Francis dengan posisi wajah di belakang dan pinggang di depannya, dia kemudian meloncat sekuat tenaga sampai ke ruangan berikut. Kedua tangan Francis memegang pintu yang terbuka, dia menggunakan satu tangannya untuk mengangkat sang wanita dan mendorongnya ke atas. Sang wanita mendarat jatuh dengan pantat terlebih dulu, menyusul Francis yang melompat naik.

 

?: “(Aduh! Bisakah kau lakukan pelan-pelan?! Idiota!)

 

            Kapal mendadak bergetar, seisi ruangan mendadak jungkir balik. Francis dan sang wanita berpegangan pada pipa yang ada di dinding, namun pegangan Francis terlalu kuat sehingga pipa yang dia pegang patah. Dia jatuh menghantam dinding sampai dindingnya penyok, tangan kanannya menembus tembok. Di satu sisi sang wanita masih bergelantungan di pipa, mendadak terdengar suara pintu tertutup dari dua arah. Dari jendela terlihat air yang menutupi bagian luar, ternyata kapal itu sendiri tenggelam dengan cepat. James dan penumpang yang telah diselamatkan melihat bagian depan kapal meledak dan membuat bagian belakang tenggelam tanpa mereka sadari, kejadian itu sendiri dilihat oleh Mendez yang berada di antara kerumunan penumpang. Sementara di dalam bagian kapal yang tenggelam, air mulai masuk membanjiri ruangan tempat Francis dan sang wanita berada. Sang wanita berayun dari satu pipa ke pipa lainnya dan turun ke bawah menghampiri Francis, dia melihat dinding yang penyok karena benturan badan Francis. Air dalam ruangan sudah sebatas mata kaki sang wanita, dia menggoyang-goyang badan Francis.

 

?: “(Bangun, kita harus cepat keluar! Kapal ini sudah tenggelam!)”

 

            Namun Francis tidak menanggapi, sang wanita menyadari kondisi Francis yang aneh. Raut wajahnya menunjukkan rasa takut, bibir dan giginya menggigil, matanya bergerak ke sana kemari. Sang wanita mencoba mengangkat tubuhnya, tapi badan robotnya terlalu berat. Sang wanita memasukkan kepalanya sendiri ke dalam air, dia melihat tangan Francis yang tersangkut di tembok. Wanita tersebut mengeluarkan kepalanya dari air, ketinggian air dalam ruangan semakin meninggi. Air di wajah Francis sudah mulai masuk ke hidung dan mulutnya, sebuah ingatan lama mendadak muncul dari pikirannya. Dia melihat sebuah ruangan gelap dan air yang turun dari atas membanjiri ruangan dari pandangannya, ketinggian air tersebut sudah sampai lehernya. Dia memukuli dinding dan berteriak-teriak, sampai akhirnya air sudah memenuhi ruangan dan membuatnya tenggelam. Dia meronta-ronta di dalam air, mencoba berenang sampai ke langit-langit. Namun dia sendiri mulai kesulitan bernafas sebelum tangannya sempat menyentuh langit-langit, pada akhirnya dia tenggelam. Francis kembali ke dunia nyata, mendadak dia berteriak kencang sampai membuat sang wanita menutup telinga.

 

Francis: “AAAAAAAAAAAARGGGGH!!!”