Tuesday, April 14, 2015

Level 38



PENGEJARAN

19 Oktober 2010, di tempat yang tidak diketahui negara, waktu, dan tempatnya. Di sebuah markas rahasia dengan tekhnologi canggih, ada seseorang yang sedang duduk mengamati layar monitor kecil. Di layar tampak semacam radar yang menunjukkan lokasi keberadaan sesuatu, sebuah titik merah berkedip-kedip.

?: “Cih, gagal. Padahal akan lebih baik kalau melihat satu pemukiman hilang tak berbekas.”
??: “Mohon maaf, tapi perintah dari atas sudah jelas.”

            Pria yang duduk di kursi itu memutar kursinya, kini dia berhadapan dengan seseorang berpenampilan seperti burung berwarna hijau. Dia memakai helm bermotif condor dan memiliki rambut berkuncir panjang di atas kepalanya, dia sendiri adalah Ramon.

?: “Ramon... Kau pikir aku mau dengar itu dari mulut seseorang yang membiarkannya kabur?”
Ramon: “Aku tidak membiarkannya kabur, saat itu aku sudah menyerahkannya pada Doctor Alvon. Aku dan kelompokku tak bisa mengejar mereka karena itu sudah di luar batas wilayah.”
?: “Tapi kenyataannya Alvon sudah berkhianat, ditambah dengan Drake. Kau sendiri mungkin bisa berpikir untuk melawan Alterion, kapan pun kau mau. Tapi aku tahu jelas kau bukan orang seperti itu, setiap orang punya agendanya sendiri. Beberapa hanya mementingkan diri sendiri, tapi kau dan aku sama.”

            Pria yang duduk di kursi itu memutar kembali kursinya, kali ini dia menekan sebuah tombol dan menunjukkan foto Francis berukuran besar. Tapi warna rambutnya tidak merah dan kuning seperti saat ini, warna rambutnya hijau sama dengan matanya.

?: “Siapa yang sangka kalau dia akan menjadi percobaan yang berhasil pertama kalinya dalam mengendalikan partikel crimson, terima kasih atas data yang dikirimkan oleh seorang keroco di Norwegia sebelum dia tewas.”
Ramon: “Setelah ini langkah apa yang akan kau lakukan?”
?: “Tentu saja menangkap subyek hidup-hidup sesuai apa yang diperintahkan oleh pihak atas, aku tidak lupa akan hal itu. Hack sudah gagal meledakkan diri, tapi dia masih punya satu tugas lagi. Kita adalah pion dari Alterion yang tidak akan pernah sekalipun menolak sebuah perintah, kita sama-sama mengabdikan diri kita baik jiwa ataupun raga.”
Ramon: “Aku mengerti, kalau begitu izinkan aku meninggalkan tempat.”
?: “Kau tidak mau membantu?”
Ramon: “Aku hanya menyampaikan perintah, setidaknya itulah yang Letnan Mungo sampaikan kepadaku.”
?: “Akan kukirimkan rekamannya saat aku berhasil menangkap subyek M46N4 120K, sayang jika kau tak melihatnya secara langsung.”

            Ramon langsung berbalik dan keluar dari pintu, dia memandangi pemandangan yang ada di depannya. Dia berdiri di atas sebuah puing-puing bangunan yang besar dan melayang-layang dalam sebuah dimensi, di sekitarnya banyak bangkai kendaraan atau robot mengitarinya.

Ramon: (Kau pikir kita sama, tapi kadar kesetiaanmu sendiri masih tergolong sedang. Kesetiaanku bukan pada Alterion, hanya pada ‘Capitan’ aku percaya.)
            Ramon merentangkan sayapnya dan terbang meninggalkan puing-puing, sementara itu Hack yang dikejar Francis baru saja kembali dan memasuki puing-puing. Kini Hack berada dalam ruangan yang gelap, makhluk itu keluar dari dalam skuter Max. Kini ruangan itu terlihat jelas, Hack berada dalam sebuah kurungan. Kurungan tersebut tidak hanya satu, ada banyak Hack yang ditampung dalam ruangan itu. Pria itu mulai mengoperasikan beberapa peralatan dalam ruangan tempat Hack berada, Hack yang tadi merasuki skuter ditangkap dengan jaring laser. Makhluk itu berontak dan dibawa ke sebuah ruangan berisi semacam kolam berwarna merah, Hack dijatuhkan ke dalamnya.

?: “Sekarang... mari kita lihat seberapa hebatnya partikel crimson ini.”


            Sementara itu, Francis dan yang lain masih mencari dan mengejar Hack di dalam jalur elektrostatis. Francis masih mengemudi, sementara James mendengarkan penjelasan dari Arachnus.

Arachnus: “Jalur elektrostatis adalah satu dari 5 jalur yang digunakan untuk transportasi di masa depan, jalur ini sendiri tergolong berbahaya di kategori ke 3.”
James: “Oh, apa ada yang paling aman?”
Francis: “Tidak ada yang aman di masa depan sana.”
Arachnus: “Sayangnya yang dia katakan itu benar, setiap jalur selalu memiliki resiko tersendiri.”
James: “Aku sudah tahu kalau kita memasuki jalur ini tanpa pelindung, tubuh kita akan hangus karena tegangan listrik. Tapi apa ada bahaya lain?”
Arachnus: “Pertanyaan yang bagus, di jalur ini walau memakai pelindung sekalipun tetap saja akan terkena efek negatif bagi kalangan tertentu.”
James: “Lalu siapa yang dimaksud ‘kalangan tertentu’ itu?”
Arachnus: “Makhluk hidup yang memiliki ‘cairan’ di tubuhnya.”

            Suasana mendadak hening, James memasukkan tangannya ke dalam saku celananya dan mengambil sebungkus permen M&M. Dia membuka bungkusnya dan mengangkatnya ke atas, dia menjatuhkan beberapa butir dari dalam dan akhirnya masuk ke dalam mulutnya. James mengunyah-ngunyah permen itu, dia lalu menawarkan pada Arachnus.

Arachnus: “Tidak, terima kasih.”
James: “Bukankah semua makhluk yang ‘hidup’ itu memiliki cairan dalam tubuhnya?”
Arachnus: “Memang benar... tapi itu tidak berlaku lagi sejak partikel Crimson ditemukan.”
James: “Partikel Crimson? Kalau tidak salah itu nama partikel yang dipakai Francis  untuk membuat berbagai macam benda, sebenarnya apa itu?”
Arachnus: “Itu...”
Francis: “Musuh datang.”

            Perhatian James terpecah ketika mendengar hal tersebut, kendaraan yang dinaiki Francis ditabrak dari belakang dan berguncang. James hampir terjatuh, tetapi untungnya Arachnus berhasil menangkapnya. Kendaraan itu lagi-lagi ditabrak, kali ini James dan Arachnus terhempas dari kendaraan dan ditangkap oleh suatu benda yang panjang.

James: “Apa ini?!”
Arachnus: “Hack.”
James: “Itu? Kau yakin? Tapi warnanya...”
            James dan Arachnus yang terbelit melihat di hadapan mereka makhluk yang sebenarnya adalah Hack, tapi wujudnya sendiri berbeda dengan yang tadi dihadapi. Yang tadinya memiliki dua buah kepala kini menjadi tiga, kepala kedua dan ketiga masing-masing membelit Arachnus dan James. Kepala tambahan itu sendiri mirip dengan ekor Hack yang memiliki sengat, hanya saja memiliki mulut dengan rahang yang terbelah menjadi empat bagian.

?: “Kuakui itu usaha yang bagus.”
James: “Makhluk itu bicara? Ugh!”
?: “Mencoba menggunakan Hack untuk melacak keberadaanku, benar-benar pemburu bayaran kelas A.”
Arachnus: “Aku kenal suara itu.”
James: “Biar kutebak, dari Alterion?”
Francis: “Memang siapa lagi... yang suka mengganggu ketenangan dan privasi orang seenaknya selain mereka?!”

            Francis menyerempet masing-masing kepala yang membelit Arachnus dan James, mereka berdua berhasil lepas dan dengan cepat dibawa oleh Francis. Kini mereka berdua sudah duduk kembali di kendaraan, mereka langsung melarikan diri.

Arachnus: “Karena sudah ketahuan, lebih baik segera cari celah agar kita bisa keluar dari sini.”
Francis: “Aku tahu itu! Terima kasih berkatmu dan rencanamu!”
Arachnus: “Itu bukan rencana tapi strategi.”
James: “Kelihatannya itu sama saja, ugh! Tubuhku terasa kesemutan.”
Arachnus: “Sepertinya Globarrier tidak sepenuhnya bekerja, aku sudah sebutkan padamu mengenai efek negatif dari jalur ini bukan?”
James: “Kesemutan ini? Aliran listriknya, jadi itu penyebabnya.”
Arachnus: “Yang bisa melindungi kita dari aliran listrik di jalur ini hanya dua, yaitu Globarrier dan partikel Crimson. Globarrier biasanya dipasang di kendaraan yang dirancang untuk melewati medan tertentu, seperti misalnya gunung berapi. Tapi Globarrier sendiri punya keterbatasan, efek dari medan yang ditempuh itu perlahan akan kau rasakan seiring dengan berjalannya waktu.”
James: “Jadi tinggal menunggu waktu sampai aku terpanggang, aku suka matang.”
Arachnus: “Kalau aku lebih suka mentah.”
Francis: “Aku terserah mau seperti apa, kalian gosong pun aku tidak akan peduli.”
Arachnus: “Dia marah.”
James: “Tidak, dia memang sudah begitu.”
Francis: “Kalau kalian punya waktu untuk bercanda, setidaknya carikan celah keluar.”
Arachnus: “Sudah sejak tadi kulakukan.”

            Mata laba-laba di kepala Arachnus bergerak ke segala arah, semuanya terlihat seperti percikan dalam pandangan mata itu. James dan Francis terlihat seperti kumpulan garis bercahaya di tubuh mereka dan sebuah kepala yang memancarkan sinar. Dia melihat ke segala arah, akhirnya dia melihat semacam percikan yang cukup besar di kejauhan.

Arachnus: “Arah barat, kejauhan 10 meter.”
James: “Di mana? Aku tak melihatnya?”
Arachnus: “Mata rekanku bisa melihat sesuatu yang tak bisa dilihat oleh mata biasa.”
Francis: “Pegangan erat, kita akan segera keluar.”
            Francis mengubah haluan 180 derajat, dia menekan tombol biru pada tuas lalu mendorongnya ke depan. Dengan kecepatan tinggi, mereka meluncur ke arah celah yang dimaksud oleh Arachnus. Kendaraan mereka kini diselimuti oleh percikan-percikan biru, lama-kelamaan percikan itu semakin banyak dan membuat kendaraan itu terlihat seperti bola listrik yang berpijar. Akhirnya mereka berhasil masuk ke dalam celah itu, sementara Hack berkepala ketiga hanya mengamati mereka. Dalam pandangan Hack sebenarnya tersambung dengan layar monitor yang dioperasikan oleh pria misterius di persembunyiannya di dimensi lain, dia mulai mengetikkan beberapa perintah. Bersamaan dengan itu Hack yang dikendalikan olehnya mengalami perubahan, makhluk itu tampak seperti membelah diri. Masing-masing kepala tersebut kini memiliki tubuh sendiri, pria misterius itu lagi-lagi mengetikkan perintah.

?: “Sementara dia mengejar subyek M46 N4 120K, akan kukirimkan kejutan untuk Profesor.”

            Di layar monitor muncul semacam radar, ada dua buah titik berwarna merah dan biru. Terdapat 3 titik merah, titik merah sendiri menunjukkan Hack yang dikendalikan pria tersebut. Masing-masing dari mereka berpencar menuju titik biru yang terpencar di segala arah, titik yang dikejar Hack sendiri menunjukkan 3 warna. 1 biru, 1 ungu, dan satu lagi berpijar dan berganti warna antara merah dan kuning.


            Sementara itu di mansion kediaman Yorgins, sebuah mobil baru saja memasuki pintu depan. Mobil itu sendiri dikendarai oleh Olivia dan penumpangnya sendiri adalah Megan dan Roy, mereka segera turun dari kendaraan. Beberapa pelayan dan maid sudah datang menghampiri mereka, Megan langsung berjalan memasuki mansion.

Pelayan: “Nona Megan? Anda habis dari mana?”
Maid: “Tadi sempat terjadi kebakaran kecil di garasi tempat anda tadi masuk, bagaimana anda bisa keluar? Anda baik-baik saja?”
Olivia: “Kalian semua, jangan menanyai nona dengan pertanyaan tidak berguna. Kalian tahu sekarang waktu untuk apa?”
Pelayan: “Benar, acara makan malam.”
Maid: “Kami sudah menyiapkan semuanya di dalam, tapi... ada sedikit masalah.”
Olivia: “Apa itu? Tuan dan nyonya besar sudah datang?”
Maid: “Justru sebaliknya, mereka tak bisa datang. Tuan Henry sedang rapat dengan para staff, saat ini Nyonya Ursula sedang menunggu penerbangannya yang tertunda.”
Roy: “Kedengarannya bagus, dengan begini kita tak perlu khawatir jika mereka tahu soal kekacauan ini.”
Olivia: “Lalu, masalah apa yang kalian maksud?


            Beberapa saat kemudian, Olivia, Roy, para pelayan dan maid berlari menuju sebuah pekarangan. Di sana mereka mendapati Megan sudah berdiri mematung, dia melihat sesuatu yang sangat mengejutkan. Pekarangan yang luas itu dalam kondisi berantakan, banyak patung-patung yang hancur, tanah di sekitarnya retak dan ada air yang menyembur deras dari dalam tanah. Perhatian mereka teralihkan pada seseorang yang baru saja minum teh dan meletakkan cangkirnya di atas meja, terlihat Arachnus yang sudah mengenakan topinya duduk bersama dengan James sambil menikmati cake di sebuah tawang.

Roy: “JAMES ARCHIBALD YORGINS!!”
James: “Halo.”

            Roy berlari ke arah James, dia kemudian berhenti tepat di hadapannya. Dengan wajah kesal dia menatap James, bibirnya mencibir dan mata kanannya melotot.

Roy: “Setelah semua kekacauan ini, kau cuma bisa bilang halo?!”
James: “Tidak begitu buruk.”
Roy: “Justru itu sangat buruk!”
Arachnus: “Memangnya halaman ini milikmu? Kenapa kau yang marah?”
Roy: “Halaman ini memang bukan milikku tapi kepunyaan orang lain, orang itu sendiri akan marah-marah dan menyalahkanku dan...

            Mendadak Roy berhenti berbicara saat melihat Arachnus, dia langsung mundur perlahan ke belakang. Dia tak sengaja menabrak Olivia di belakangnya, dia langsung bersembunyi di belakang Olivia. Megan lalu maju mendekati Arachnus, dia memberikan uang 100 dollar kepadanya.

Arachnus: “Dengan senang hati, nona.”
Megan: “Kenapa kau malah bawa makhluk itu kemari, James?”
James: “Itu ketidak sengajaan, makhluk itu menyerang dan berbalik mengejar. Kalau mau salahkan seseorang, Francis yang membawanya.”
Megan: “Tapi dia itu bawahanmu, di mana dia sekarang?”
James: “Sedang membereskan di tempat lain.”
Megan: “Kalau ayah dan ibu pulang, bagaimana kau bisa menjelaskan ini?”
James: “Itu sudah kupikirkan, semuanya akan beres dalam 5 menit.”
Megan: “Dan bagaimana kau akan melakukannya?”
James: “Bukan aku, dia.”

            James menunjuk Arachnus, dia mengambil sebuah alat yang ada di bawah meja. Alat itu sendiri ternyata adalah alat yang dulu pernah digunakan Uchida untuk memperbaiki tembok yang jebol di Norwegia, Arachnus berjalan ke tengah pekarangan.

James: “Sebelum Francis kembali, suruh para pelayan kemari dan mengikuti instruksiku.”
Megan: “Lebih baik kau ceritakan dulu apa yang terjadi tadi.”
James: “Akan kuceritakan sambil membereskan.”

            Flashback ketika Francis, Arachnus, dan James berhasil keluar dari jalur elektrostatis, mereka keluar tepat di  atas sebuah gedung. Mereka langsung terjun bebas dari atas gedung tersebut, untungnya Francis sempat mengaktifkan sebuah tombol. Kendaraan tersebut tidak jadi jatuh tapi melayang-layang di udara, mereka naik semakin tinggi kemudian berhenti.

James: “Kupikir aku akan mati.”
Francis: “Kau memang lebih baik mati.”
James: “Hei, hei, hei, itu dingin sekali.”
Francis: “Sebentar lagi dia akan menyusul, kalian turun saja.”
James: “Halo? Ini di tengah-tengah udara, kau mau aku jatuh? Setidaknya turunkan kami di suatu tempat.”
Arachnus: “Kenapa tidak ke mansion saja? Letaknya tidak jauh dari sini, lihat ke kiri.”
James: “Kau benar, dan ini adalah gedung yang kelihatan dari jendela ruanganku. Tapi apa tidak masalah jika nanti Hack ke sana?”
Arachnus: “Pengawalmu bisa mengurusnya, lagipula kau ada acara makan malam dengan keluargamu bukan?”
James: “Makan malam, tentu saja. Francis, ayo kita ke mansion.”
Arachnus: “Tak usah repot-repot aku akan mengantarmu, lagipula anginnya sangat pas.”

            Laba-laba di kepala Arachnus, pupil matanya mengecil. Makhluk itu langsung menancapkan dua taringnya di ubun-ubun Arachnus, matanya ditutupi oleh sang laba-laba sehingga terlihat Arachnus memiliki mata dari laba-laba itu. Dia langsung mengangkat James dan terjun ke bawah, Arachnus mengeluarkan semacam jaring dari mulutnya. Jaring itu disemburkan ke atas sehingga membentuk sebuah parasut, jaring itu kemudian digigit hingga putus. Ujung jaring yang diputus dililitkan di sekitar pinggang James, sedangkan yang satu dibelit dan dipegang di tangan kanan Arachnus. Mereka berdua terbang melayang tertiup angin, membawa mereka langsung ke mansion. Sementara Francis memandangi mereka dari kejauhan, dia kemudian mengalihkan pandangannya ke portal yang terbuka. Francis langsung mengambil alat yang dia pakai untuk mengambil helm, sekarang dia mengacungkannya ke atas dan menekannya. Tak lama kemudian, Hack muncul bersamaan dengan saat dia mengambil helm.

Francis: “N-Gage.”

            Francis langsung berubah dan berhasil menangkap salah satu kepala Hack, tapi tidak disangka muncul satu kepala lagi. Francis melihat Hack tersebut terbang melewatinya, dia kemudian melihat Hack yang dia tangkap hanya memiliki satu kepala dan mempunyai tubuh baru. Kepalanya memiliki leher panjang, tiga buah tanduk dan sebuah mulut. Badannya seperti seekor kura-kura dengan cangkang yang terlihat keras, kepalanya kemudian menarik tubuhnya sendiri hingga menabrak Francis jatuh dari kendaraannya. Dia jatuh di atap gedung bersama dengan kendaraannya, Hack tersebut memasukkan kepalanya ke dalam cangkang. Di cangkang itu ada tiga lubang, mendadak dari masing-masing lubang keluar sesuatu. Sebuah bazooka, gergaji mesin, dan kait. Seluruh senjata itu masuk kembali ke dalam cangkang, kali ini muncul percikan api dari seluruh lubang sehingga membuatnya terbang berputar.

Francis: “Ini jadi semakin menarik, sebenarnya aku mau mengejar yang satu lagi. Tapi lupakan saja, sudah ada dia.”

            Sementara itu Arachnus dan James sudah mendarat tepat di pekarangan mansion, mereka mendarat tepat di sebelah seorang pelayan yang sedang mengurus tanaman. Sang pelayan sendiri kaget saat dia berbalik dan melihat James dan Arachnus sudah berdiri di belakangnya, Arachnus sendiri sudah memakai kembali topinya.

Pelayan: “Tu-tuan James?! Sejak kapan anda kembali?!”
James: “Baru saja, ayah dan ibu sudah datang?”
Pelayan: “Ah, mengenai itu...”
James: “Biar kutebak, mereka tidak akan datang. Tidak masalah, lagipula mereka selalu mengikuti acara makan malam keluarga hanya dua kali sebulan.”
Pelayan: “Tuan James...”
James: “Lupakan saja, aku masih bisa makan malam itu sudah cukup.”

Pada saat bersamaan, para maid yang sudah mengetahui keberadaan James keluar dari dalam mansion dengan bersuka cita.

Para Maid: “Tuan James!”
James: “Halo semuanya, para maid-ku tercinta.”
Pelayan: “Lalu... siapa orang ini?”
James: “Ah, benar. Dia yang akan menemaniku makan malam hari ini, dia adalah...”
Arachnus: “Aku pertunjukan pada malam ini untuk kalian, terutama untuk James.”
Pelayan: “Pertunjukan?”
James: “Kebetulan aku sedang bosan.”
Arachnus: “Tadi kau mengatakan ingin tahu seberapa jauh kemampuanku bukan? Kebetulan sekali...”

            Sesuatu yang besar mendarat dengan keras di tengah pekarangan, menghancurkan beberapa patung dan menumbangkan beberapa pohon. Beberapa oorang di pekarangan jatuh karena guncangan keras, terlihat siluet yang besar dari balik debu yang beterbangan. Wujudnya nampak seperti manusia, perlahan-lahan debu menghilang dan menampakkan wujud sebenarnya. Seluruh tubuhnya berwarna merah, punggung berduri, leher yang bisa memanjang, percikan listrik memancar dari kedua bahunya, sepasang tangan bercakar, bagian atasnya terlihat seperti knalpot yang bengkok, bagian kepalanya sendiri berada di bawah.

James: “Itu wujud terjelek yang pernah kulihat.”

            Semua pelayan dan maid yang melihat terlihat kaget, beberapa ada yang pingsan dan lari ketakutan. Pelayan yang berada dekat James hanya bisa berdiri mematung, James kemudian memegang pundaknya.

James: “Jangan khawatir, semuanya! Dengarlah, ini bagian dari pertunjukan!”
Arachnus: “Aku jamin... ini akan jadi malam yang menyenangkan, Mr. James.”

1 comment:

  1. Assalamualaikum wr wb
    saya Yogi dari Pesantren Rakyat Al-Amin sumberpcucung ( Kampung Inggris )
    ini sedikit cuplikan tulisan saya mas
    http://butikkata.blogspot.com/2015/04/legenda-gagak-hitam.html

    mhon bimbingannya mas thx.

    ReplyDelete