Thursday, December 27, 2012

Karakteristik 2

Sekarang saya akan menjelaskan karakter dari cerita yang saya buat, ada seorang karakter utama dan satu peran pembantu. Pertama saya akan menjelaskan karakter utama, Francis Zero.

Francis Zero adalah pemuda dari masa depan yang ditangkap oleh pemerintahan Alterion, dia adalah anggota pasukan pemberontak yang berhasil menghancurkan beberapa fasilitas pendukung Alterion dan mencuri beberapa rahasia mereka untuk diserahkan kepada pemimpin mereka. Sayangnya dia berhasil ditangkap dan dijadikan kelinci percobaan, dia dibawa ke laboratorium cabang Eropa ke 3. Dia kemudian dinamai sebagai subyek M46 N4 120 K, dioperasi menjadi manusia setengah mesin. Namun di tengah-tengah operasi dia diselamatkan oleh Uchida Tomizawa, peneliti Alterion yang membelot setelah mengetahui tekhnologi mesin waktu yang dikembangkan. Bersama-sama mereka kabur ke masa lalu untuk menyelidiki kebenaran dari Alterion, tapi pihak musuh juga tak membiarkan mereka.

Francis Zero sendiri telah menjadi cyborg, dia memiliki kemampuan melebihi manusia biasa. Namun karena kekuatannya yang berlebihan, apapun yang dia sentuh akan hancur. Dalam wujud manusia, dia bisa dilukai dan berdarah juga merasakan rasa sakit. Ketika bertransformasi dengan helm, dia dilindungi oleh baju tempur yang terbuat dari elemen yang disebut 'Crimson Particles' yang membuatnya kebal terhadap beberapa macam serangan. Baju tempurnya memiliki kemampuan untuk memindahkan dirinya beserta lawan ke sebuah dimensi bernama 'Crimson Dimension', 25% dari tenaga digunakan untuk menggunakan kemampuan ini. Untuk mengaktifkan kemampuan tertentu, Francis harus menarik dan menekan kenop di dadanya yang berupa simbol segitiga saling bertumpuk. Seperti brankas, ada beberapa kombinasi yang bisa dipakai untuk mengaktifkan kemampuan. Untuk sementara kemampuan yang diketahui sekarang adalah menyerap energi dan teleportasi dimensi, setiap lingkaran di tubuhnya mampu menembakkan tenaga penghancur atau pendorong. Helm yang dia pakai aslinya adalah alat yang dia pakai ketika masih menjalani operasi menjadi cyborg untuk mencuci otaknya, namun helm itu akan beralih fungsi sebagai alat tempur setelah penggunanya dicuci otak. Terima kasih atas Uchida yang menyelamatkannya sebelum dicuci otak, dia berhasil memodifikasi helm itu tanpa Francis dicuci otak.

Berikut adalah gambarnya, masih hitam putih. Tapi lain kali, akan saya beri versi warna. Yang di bawah ini adalah versi Francis yang sudah bertransformasi.

Ini adalah helm yang bisa membuatnya berubah wujud, dari depan dan samping. Pertama kali berubah, tak ada penutup mulutnya. Tapi ketika sudah berubah, penutupnya ada.

Cerita ke 9 akan segera anda nikmati, sekian penjelasannya.

Wednesday, December 26, 2012

Level 8

PERTEMPURAN

Oslo, Norwegia, 12 Oktober 2010, 06:00. Matahari sudah terbit dan menyinari seluruh kota, termasuk tempat pembuangan sampah di mana Francis dan Claudia berada sekarang. Kini Claudia berhadapan dengan sosok Francis yang menjadi gagah, dia memakai baju merah dengan motif garis berwarna kuning di sekujur tubuhnya. Di dadanya ada sebuah simbol segitiga bertumpuk, lambang segitiga berwarna merah ada di atas lambang segitiga terbalik berwarna kuning. Di setiap bagian tubuh mulai dari pundak, siku, lutut, punggung tangan dan telapak tangan terpasang semacam mutiara.

Francis: “Kau tidak apa-apa?”
Claudia: “Kak Zero?”
Francis: “Ya ini aku, kau tidak apa-apa?”
Claudia: “I... iya, hanya jatuh saja.”
Francis: “Biar kubantu.” (mengulurkan tangan)
Claudia: “Terima kasih.”
Francis: “Padahal tadi kau sudah kusuruh untuk tetap bersama dua orang tolol itu... tunggu... aku sudah bisa bahasa Norwegia lagi, aku sekarang sudah mengerti perkataanmu kembali.”
Claudia: “Cepat sekali kak Zero berganti baju.”
Francis: “Daripada memikirkan itu, bagaimana kau bisa dapat helm ini?”
Claudia: “Paman dengan wajah seperti tengkorak menyuruhku memberikannya padamu.”
Francis: “Uchida... dia di sini sekarang?”
Claudia: “Ya, dia jatuh dari atas langit dan terlihat kelaparan.”
Francis: “Ups... salahku.”

Mendadak tanah bergetar dengan keras, dari dalam tempat pembuangan besi rongsokan muncul sosok yang sangat besar. Absorber yang dilempar oleh Francis sudah bangkit kembali dengan wujud yang menyeramkan dan ukuran yang setara dengan sebuah gedung pencakar langit, absorber berkepala ular, bersayap kelelawar, bertubuh laba-laba lengkap dengan kaki-kakinya.

Francis: “Claudia, aku ingin kau segera lari dari sini bersama dengan dua orang tolol itu. Sup di rumahmu masih ada?”
Claudia: “Ada, tapi ibu menyimpannya untuk sarapan.”
Francis: “Berikan pada Uchida, orang yang memberikan helm padamu tadi. Nanti makanan itu akan kuganti, ibumu pasti akan mengerti.”
Claudia: “Tapi supnya belum dihangatkan.”
Francis: “Cepat berikan saja! Percaya saja padaku, aku ini seorang pria dewasa! Bisakah setidaknya kau mencoba untuk percaya?!”
Claudia: “Kak Zero... baiklah, cepatlah kembali.”
Francis: “Sekarang, sampai mana kita?”

MEMULAI ANALISA SUBYEK
JENIS
ORGANISME CYBER
TIPE
ABSORBER
LEVEL KEKUATAN
35 %
KELEMAHAN
API

Francis: “Aku tahu hal seperti itu, masalahnya adalah hal seperti ini bisa menarik perhatian orang sekitar. Paling tidak aku harus melawannya di tempat sepi, sekarang juga sudah pagi.”

MENCARI SOLUSI YANG BISA DIGUNAKAN
MOHON DITUNGGU
SOLUSI DITEMUKAN
GUNAKAN PEMINDAH DIMENSI
CARA PENGGUNAAN
TARIK DAN PUTAR KENOP DI DADA 45% KE KIRI
AKTIFKAN DENGAN MENEKAN KENOP

Francis: “Hey, praktis juga. Baiklah, jadi lambang ini adalah kenop? Biar kulihat, tarik lambang segitiga ini ke kanan sedikit kemudian tekan.”

Lambang segitiga merah itu diputar menjadi segitiga terbalik dan ditekan, sekarang di dadanya hanya ada lambang segitiga merah. Sesuatu terjadi pada seluruh tubuh Francis setelah dia melakukan instruksi, lambang segitiga terbalik itu mengalirkan semacam energi melalui garis-garis kuning dan membuat mutiara-mutiara di sekujur tubuhnya bersinar kemerahan.

MENGISI TENAGA
TENAGA MAKSIMUM
PEMINDAH DIMENSI DIAKTIFKAN
KUNCI SASARAN DAN TEMBAKKAN SINAR PEMINDAH

Francis: “Tembakkan? Lewat mana?”

SASARAN TERKUNCI
BERSIAP UNTUK MENEMBAK

Lambang segitiga merah di dadanya mulai bersinar, dia kemudian membusungkan dadanya. Semakin lama lambang itu makin terang, kemudian sinar merah meluncur keluar dari dadanya dan mengenai absorber. Dalam sekejap mata, absorber raksasa itu menghilang bersama dengan Francis di tempat kejadian.


Sementara itu di kediaman keluarga Welsley, Albert, Jacques, dan Claudia sedang duduk di ruang makan. Mereka melihat Uchida yang duduk di kursi dan sedari tadi kelihatan lemas, Claudia kemudian membuka tutup panci berisi sup di atas meja. Asap membubung dari dalamnya, Albert dan Jacques ngiler begitu mencium baunya. Mereka langsung mengambil sendok dan garpu serta piring di atas meja.

Claudia: “Jangan dimakan, ini untuk paman Uchida. nanti kalian semua akan dapat kalau paman Uchida sudah selesai, biar kuambilkan dulu untuknya.”

Ketika Claudia akan mengambil sup, aroma dari sup itu masuk ke dalam hidung Uchida. Hidungnya mulai bergerak-gerak, badannya yang berbentuk oval bergetar kencang. Pintu di dadanya menjeblak terbuka, dari dalamnya keluar sebuah selang. Claudia, Albert, dan Jacques kaget dan menjauhi meja. Selang dari dalam dadanya bergerak seperti ular, selang itu berjalan ke arah sup. Ujung selang itu masuk ke dalam panci dan menyedot seluruh isinya, membuat semacam meteran di dalam tubuhnya naik bersamaan dengan itu. Uchida kini membuka matanya dan menengadah ke atas, dia berteriak keras.

Uchida: “HUAAAAH!! Hah... hah... hah... kukira aku akan mati, akhirnya aku bertenaga kembali.(menepuk tangan) Gochisou-sama, masuklah.”

Selang itu masuk ke dalam tubuh Uchida, pintu di dadanya dia tutup kembali. Dia melihat Albert yang melihat secara sembunyi-sembunyi dari bawah meja, Jacques yang melihat dari balik dinding, serta Claudia yang berdiri di hadapannya. Uchida kemudian berdiri, dia mendekati Claudia.

Uchida: “Sebelumnya boleh aku tahu siapa yang memberiku makanan? Kau? (melihat Albert namun dia menggeleng) Kau? (melihat Jacques dan dijawab dengan gelengan) Atau kau, gadis kecil?”

Claudia mengangguk, tangan kanan Uchida mendekati wajahnya. Dia mengusap-usap pipinya dengan jari telunjuknya yang besar, Claudia sama sekali tidak terlihat ketakutan. Albert dan Jacques sendiri saking ketakutan dan hanya bisa melihat, Uchida kemudian berhenti mengusap-usap dan memandangi Claudia.

Uchida: “Kau tidak takut?”
Claudia: “Sedikit.”
Uchida: “Terima kasih karena telah memberiku makan, tapi... apa hanya itu saja yang kau punya?”
Claudia: “Hanya itu satu-satunya yang tersisa di rumah.”
Uchida: “Yareyare (astaga), energiku hanya terisi 25%. Aku hanya bisa bertahan selama 6 jam mulai dari sekarang, aku harus cari sumber tenaga di lain tempat. Tapi sekarang sudah pagi, aku takkan bisa keluar dengan kondisi seperti ini.”
Claudia: “Maaf, apa paman teman kak Zero? Paman bisa menolongnya?”
Uchida: “Francis? Benar, di mana dia sekarang?”
Claudia: “Tadi dia melawan monster besar di tempat pembuangan sampah, kak Zero juga berganti baju lengkap dengan helm yang paman berikan.”
Uchida: “Dia sudah bertransformasi? Lalu kau tahu apa yang terjadi setelah itu?”
Claudia: “Tadi aku disuruh untuk membawa paman Uchida bersama dengan mereka, (menunjuk Albert dan Jacques) aku juga disuruh memberi paman makan. Setelah paman dibawa ke sini, aku sempat melihat cahaya merah dari tempat pembuangan.”
Uchida: “Syukurlah, itu berarti sekarang dia sudah berpindah tempat. Kau tak usah khawatir, sekarang dia baik-baik saja.”
Claudia: “Benarkah?”
Uchida: “Benar, siapa namamu?”
Claudia: “Aku Claudia, salam kenal.”

Claudia mengulurkan tangannya, Uchida sendiri memberikan jari telunjuknya dan dijabat oleh Claudia. Wajah Uchida sendiri nampak terlihat senang, mendadak dia melihat Albert dan Jacques yang kondisinya sudah berantakan.

Uchida: “Kalian kenapa?”
Albert: “Akan panjang kalau diceritakan.”
Uchida: “Tidak apa, kita masih punya waktu sekitar 3 jam sambil menunggu Francis.”


Di tempat lain, Francis terlihat melayang-layang masih dengan pakaian tempurnya. Dia berada di sebuah tempat yang seluruh pemandangannya berwarna merah menyala, Francis ternyata pingsan dan baru saja terbangun.

Francis: “Ng, di mana aku? Tempat apa ini?”

LOKASI
DIMENSI CRIMSON
WAKTU SEBELUM DIMENSI LENYAP
2 JAM 39 MENIT
PERINGATAN
SERANGAN MUSUH
ARAH
UTARA 45 DERAJAT

Francis langsung berbalik ke belakang begitu mendengar peringatan, dia merunduk menghindari sabetan ekor raksasa. Dia melihat absorber raksasa yang tadi dia lawan terbang dengan kedua sayapnya, mengamati Francis yang melayang-layang.

Absorber: “Subyek M46 N412O K, kau akan dibawa kembali ke tempat pemberangkatan. Dua pilihan disediakan, menyerah atau dihentikan secara manual.”
Francis: “Sudah pasti kalian tahu bahwa aku tak sudi menyerahkan diri, lebih baik aku hancurkan kalian sebelum dimensi ini hilang.”
Absorber: “Pilihan ditetapkan, anda akan dihentikan secara manual.”
Francis: “Sekarang bagaimana cara aku harus menghabisinya?”

MENCARI SOLUSI
HANCURKAN INTI ABSORBER
PILIHAN PENGHANCURAN
  1. SERANG MENEMBUS TUBUH BUATAN
  2. KELUARKAN DAN HANCURKAN INTI DARI TUBUH BUATAN
  3. MASUK DAN HANCURKAN DARI DALAM

Francis: “Mari kita coba yang pertama.”

PILIHAN DITETAPKAN
SERANG MENEMBUS TUBUH BUATAN
TENAGA PENDORONG DIAKTIFKAN
KAPASITAS TENAGA
30%
SISA ENERGI
75%

Seluruh bola lampu di setiap sudut tubuhnya bersinar keemasan, Francis kemudian bersalto. Telapak kakinya mendadak menyemburkan sesuatu, dia terbang meluncur ke arah kepala absorber. Kepalanya yang hanya terdiri dari sebuah mata dan sepasang telinga kelelawar, Francis mendadak terkena hantaman dari ekor absorber. Dia terlontar cukup jauh, namun dia sempat berhenti dengan tenaga pendorong dari telapak tangan dan kakinya.

KERUSAKAN MINIMAL
10%
SISA ENERGI
71%

Francis: “Aku paham, jadi setiap lingkaran yang ada di tubuhku ini bekerja sebagai tenaga pendorong seperti roket. Mari kita lihat, tembakkan tenaga dari kedua telapak tangan.”

MEMULAI PENGISIAN TENAGA
MEMUSATKAN ENERGI PADA KEDUA TELAPAK TANGAN

Lagi-lagi ekor raksasa menyabet Francis, dia kemudian merentangkan dua telapak tangannya ke depan. Semacam sinar laser keluar dari telapak tangannya, membuat ekor itu terpental. Kepala absorber itu kemudian berubah bentuk, mata di kepalanya menghilang dan digantikan oleh sekumpulan pistol dan senapan.

Absorber: “Target terkunci.”

Absorber itu mulai menembaki Francis, kemudian dengan gesitnya semua tembakan itu dihindari Francis. Dia terbang memutari tubuh absorber yang besar dan meluncur tepat ke punggungnya, tapi sialnya dia tertangkap dan dibelit oleh ekor raksasa. Kali ini kepala absorber itu mendekatinya dan mulai menembakinya, tubuhnya diberondong oleh ratusan peluru.

PERINGATAN
KERUSAKAN MINIMAL 35% DAN SEMAKIN MENINGKAT
BILA TERUS BERLANJUT SISTEM PERTAHANAN AKAN CEPAT HANCUR

Francis: “Ugh, aku memang tidak merasakan sakit. Terima kasih berkat baju tempur ini, tapi dalam posisi seperti ini bagaimana aku bisa lepas? Tangan kananku bisa bergerak bebas, coba kalau aku punya kekuatan untuk memotong.”

MEMERIKSA SOLUSI
SOLUSI DITEMUKAN
MEMUSATKAN SELURUH ENERGI PADA TANGAN
KEMUNGKINAN BERHASIL 56%

Tangan kanan Francis bersinar keemasan dan bergetar, dia kemudian menyabet ekor yang membelitnya dan membuatnya terpotong. Francis berhasil melepaskan diri kemudian memegang, ekor yang terpotong kemudian dia buat senjata. Ekor itu dia ayunkan dan menghantam kepala absorber, menghancurkan beberapa pistol dan senapan di kepalanya. Francis kemudian mengamati tubuh raksasa absorber, helmnya menunjukkan pandangan tembus pandang. Dalam pandangan Francis, ada sesuatu seperti ubur-ubur bergerak dalam tubuh raksasa itu.

MENEMUKAN INTI ABSORBER
MENGUNCI SASARAN

Francis langsung terbang meluncur langsung ke tubuhnya dan mendarat di bagian depan, namun kaki laba-laba di sekitarnya mulai menyerang. Francis menghindari serangan dengan meloncat serta bersalto ke depan dan belakang berkali-kali, dia kemudian mengangkat tangan kanannya yang mengepal dan bersinar keemasan. Tangan kanan itu menembus tubuh absorber, namun sebuah masalah baru terjadi. Tangannya tak bisa dikeluarkan walau ditarik, membuatnya menjadi sasaran empuk kaki-kaki absorber. Dia terus-menerus dipukuli kaki-kaki tersebut, dia sama sekali tak berkutik.

METODE PENYERANGAN GAGAL
PERINGATAN
KERUSAKAN 65%
SISA ENERGI 30%
KAPASITAS TENAGA 27%
PEMAKAIAN ENERGI MENGHABISKAN TENAGA DENGAN CEPAT
DISARANKAN UNTUK MENGISI ULANG ENERGI

Francis: “Isi ulang? Bagaimana?”

BAJU TEMPUR MENGANDUNG PARTIKEL CRIMSON
SERAP PARTIKEL CRIMSON DALAM DIMENSI CRIMSON
GANTI BAJU TEMPUR KE MODE PENGISIAN
PERINGATAN
MODE PENGISIAN HANYA BISA MENGISI 25% ENERGI

Francis: “Lakukan saja, bagaimana caranya?”

TARIK KENOP
PUTAR KENOP 360 DERAJAT KE KIRI
180 DERAJAT KE KANAN
TEKAN KENOP

Setelah melakukan instruksi, seluruh lingkaran di tubuhnya bersinar kemerahan. Semua lingkaran menyerap semacam butiran kecil berwarna merah yang tersebar di sekitar daerah itu, Francis sendiri berhasil menahan satu kaki sementara dia mengisi energi.

PENGISIAN ENERGI SELESAI
SISA ENERGI 55%
KERUSAKAN 70%
HARAP BERGANTI KE MODE TEMPUR
LAKUKAN CARA BERLAWANAN DENGAN METODE PENGISIAN

Francis: “Sungguh merepotkan.”

Francis dengan sekuat tenaga mencabut dan menancapkan kaki yang dia tangkap ke tubuh absorber, setelah itu dia melakukan instruksi yang diberikan. Lingkaran-lingkaran di tubuhnya kini berubah kembali menjadi keemasan, dia berhasil mengeluarkan tangannya yang terjepit dari tubuh absorber. Setelah itu dia terbang menjauh darinya, dia kemudian melihat kumpulan rongsokan yang tadinya adalah ekor absorber terpisah dan beterbangan ke mana-mana.

Francis: “Jadi bagian tubuh yang sudah terpisah takkan bisa bergerak kembali, aku ada sebuah ide. Aku harus keluarkan intinya, pusatkan seluruh energi pada tangan dan kaki.”

MEMUSATKAN SELURUH ENERGI PADA TANGAN DAN KAKI
PERINGATAN
ENERGI ANDA AKAN HABIS
BAJU TEMPUR AKAN MATI SECARA OTOMATIS
TAK ADA ENERGI LAGI UNTUK PENDUKUNG KEHIDUPAN

Francis: “Kalau begitu sisakan 10 atau 5% untuk pendukung kehidupan.”

METODE DITERIMA
10% ENERGI DIPUSATKAN UNTUK PENDUKUNG KEHIDUPAN
45% ENERGI DIPUSATKAN PADA TANGAN DAN KAKI
WAKTU HILANGNYA DIMENSI
1 JAM 45 MENIT

Francis: “Ayo berputar.”

Francis terbang meluncur dan berputar seperti gasing ke arah absorber, dengan posisi tangan direntangkan ke depan dan kedua telapak tangannya disatukan. Dia meluncur dengan kecepatan tinggi dan menabrak kaki yang tertancap di tubuh absorber, serangannya membuat tubuh raksasa itu berlubang. Tubuh raksasa yang terdiri dari kumpulan barang rongsokan itu kini bertebaran menjadi bagian-bagian kecil, Francis sudah berhenti berputar dan terlihat mencengkeram sesuatu. Di tangannya ada semacam makhluk berwarna abu-abu, bentuknya seperti bola mata dan memiliki tentakel.

INTI BERHASIL DIKELUARKAN
DISARANKAN UNTUK MENGHANCURKAN TANPA SISA
AKTIFKAN PENGHANCUR PARTIKEL

Kedua tangannya bersinar keemasan, dia kemudian menepuk makhluk itu sampai lenyap menjadi butiran merah. Dia kemudian melayang sambil tidur-tiduran, dia meletakkan kedua tangannya di belakang kepala.

Francis: “Akhirnya selesai juga, berapa lama lagi sampai dimensi ini lenyap?”

DIMENSI AKAN LENYAP DALAM WAKTU
1 JAM 30 MENIT
SISA WAKTU PENDUKUNG KEHIDUPAN
45 MENIT

Francis: “Apa? Jadi tidak lama lagi aku akan mati? Berarti sia-sia aku di sini, andai saja ada alat komunikasi.”

SISTEM KOMUNIKASI TERSEDIA
SILAHKAN SEBUTKAN JALUR YANG INGIN DIHUBUNGI

Francis: “Jadi memang ada, tapi aku ragu jika aku bisa menghubungi Uchida.”

MELACAK JALUR
MENGHUBUNGI UCHIDA TOMIZAWA

Francis: “...ternyata bisa...”

Thursday, December 20, 2012

Level 7


TRANSFORMASI

Oslo, Norwegia, 12 Oktober 2010, 05:00. Matahari hampir terbit di sebelah timur, sebuah benda asing terbang dengan lambat di atas langit. Benda itu tak lain dan tak bukan adalah Uchida dalam bentuk manusia roket, bagian bawah tubuhnya yang seperti knalpot mengeluarkan asap sedikit-sedikit dan meletus berkali-kali.

Uchida: (bahasa Jepang) “Ugh, sial. Bisa-bisanya di saat seperti ini aku hampir kehabisan tenaga, jika saja Francis lebih cepat membawakan makanan pasti takkan seperti ini jadinya. Apalagi aku hampir sampai tujuan, aku harus menyetrumnya begitu ketemu nanti.”


Sementara itu Francis sedang mendekap Claudia dengan erat, dia mencegahnya untuk melihat apa yang dia saksikan sekarang. Seluruh bawahan Francois yang tersisa dibantai oleh makhluk hasil gabungan dari barang-barang rongsokan, mereka yang berusaha melawan ditusuk ataupun ditelan oleh makhluk-makhluk tersebut. Mereka tidak mempedulikan Francois yang sedang pingsan dan melangkahi tubuhnya begitu saja juga tak mempedulikan Francis sama sekali, keadaannya sendiri berlumuran darah setelah ditembaki. Beberapa dari makhluk-makhluk itu kini telah menyerap pistol dan senapan yang kemudian menjadi bagian tubuh mereka, Francis perlahan-lahan berdiri.

Francis: “Hmph, actually I want to destroy all of you. But before that... (hmph, sebenarnya aku mau menghancurkan kalian semua. Tapi sebelum itu...)

Francis berlari dan melewati mereka, dia berlari melewati pintu keluar kemudian berhenti dan melihat sekeliling. Dia melihat ada sebuah box telepon umum, dia kemudian menghampiri box dan memasukkan Claudia ke dalam. Pintu box itu kemudian dia ganjal dengan senapan yang entah kapan dia membawanya, Francis kemudian mengatakan sesuatu pada Claudia sebelum dia beranjak pergi.

Francis: “Ok, can you hear me?” (baik, kau bisa mendengarku?)
Claudia: “Yes.”
Francis: “You might be not understand all of what I will saying, but please listen. You must stay here, because the situation become more dangerous. I want you to wait for me until the situation is clear, you get it?” (kau mungkin takkan mengerti semua yang akan kukatakan, tapi tolong dengarkan. Kau harus tetap di sini, karena situasi menjadi semakin berbahaya. Aku ingin kau menungguku sampai situasinya beres, kau mengerti?)
Claudia: “Y... yes, a little.” (I... iya, sedikit)
Francis: (mengacungkan jempol) “Good.” (bagus)

Francis kembali berlari ke dalam tempat pembuangan, dia sekarang sudah berhadapan dengan makhluk-makhluk itu. Setelah itu dia bersiul dengan keras, siulan itu berhasil menarik perhatian mereka. Francis kemudian berjalan ke tengah-tengah mereka, mereka sekarang mengerumuninya. Francis melihat sekeliling, dia melihat Albert dan Jacques yang hanya mengalami luka ringan. Albert tengkurap dengan kondisi pantatnya mengeluarkan darah, sedangkan Jacques tertusuk di telapak tangannya.

Francis: “Ow, you're still alive?” (ow, kalian masih hidup?)
Albert: “Ka... kau..., tolong...”
Francis: “I can't hear you, I can't even understand what're you saying.” (aku tak bisa mendengarmu, aku bahkan tak paham apa yang kau katakan.)
Jacques: “P... please... help us...” (ku... kumohon... tolong kami...)
Francis: “At last, somebody speaks with my language.” (akhirnya, seseorang bicara dengan bahasaku.)
Jacques: “Please... save us, we will do anything for you...” (kumohon... selamatkan kami, kami akan lakukan apapun untukmu...”

Makhluk-makhluk itu mulai mendekati Francis, salah satunya berhadapan dengan Francis. Makhluk itu merupakan gabungan kulkas dan sebuah televisi, memiliki lengan yang merupakan gabungan dari kabel dan peralatan makan seperti sendok, garpu, dan pisau yang keluar dari balik pintu kulkas. Peralatan makan itu sendiri menjadi telapak tangan dan jari, makhluk itu mulai memunculkan tulisan-tulisan di layarnya dengan bentuk yang aneh. Di dalamnya juga muncul potret diri Francis yang kelihatan cemberut, dia mengangkat salah satu alisnya begitu melihat hal itu.

Francis: “I don't know that I have face like that.” (aku tak tahu kalau wajahku seperti itu.)

Subyek: Francis Zero alias Subyek Percobaan M46 N4120 K
Pekerjaan: Pemberontak
Kesalahan: Menyusup ke dalam Benteng Pertahanan Alterion Cabang Amerika, Menghancurkan Laboratorium Alterion Cabang Afrika ke 3 dan 5.
Ancaman: 45 %
Solusi: Bawa kembali Subyek Percobaan M46 N4120 K dalam keadaan hidup (walau beberapa bagian tubuhnya hilang) ke Laboratorium Alterion Cabang Eropa ke 3, musnahkan saksi mata.

Makhluk-makhluk itu kini mulai menyerang Francis, beberapa di antaranya juga mulai mengalihkan tujuan pada Albert dan Jacques. Francis segera cepat bertindak, dia berlari menerjang salah satu dari makhluk itu sampai jatuh. Dia menarik kerah baju bagian belakang Jacques dan mengangkat bagian belakang celana Albert, setelah itu dia berlari keluar sambil menyeret mereka.

Albert: “AAAARGH, JANGAN DI SITU!! LEPASKAN!! PANTATKU!!”
Jacques: “LEPAS! LEPAS!”

Francis kini berhenti dan ternyata kembali ke box telepon umum di mana dia meninggalkan Claudia, pintu box telepon umum masih diganjal dengan senapan. Dia menarik senapan itu dan membuka pintunya, Claudia sendiri ternyata sedang berusaha meraih telpon yang tidak bisa dia jangkau. Namun dia terkejut ketika berbalik dan melihat Francis membawa Albert dan Jacques, mereka dijatuhkan di depan Claudia. Mereka mengaduh kesakitan, Francis kemudian berjongkok sambil memandangi mereka. Dia melakukan sebuah isyarat dengan jarinya, kedua jari telunjuknya menunjuk mereka berdua kemudian jari tengah dan jari telunjuk satu tangannya menunjuk matanya sendiri dan kemudian menunjuk Claudia dengan jari telunjuk. Setelah itu dia mengibaskan jari telunjuknya di depan mereka, kemudian dia menggemeretakkan jari-jari tangan kanannya. Albert dan Jacques mengangguk paham dengan wajah ketakutan, Francis berdiri dan mulai berlari kembali ke dalam.

Albert: “La... lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang?”
Jacques: “Kita tidak boleh menyentuhnya dan harus menjaganya, kalau terjadi apa-apa dengan dia kita akan celaka.”
Albert: “Kalau itu aku juga tahu! Maksudku... apa kita harus panggil bantuan atau bagaimana?!”
Jacques: “Kita telpon polisi saja.”
Albert: (suara hati) “Kau ini tak sadar situasi kita sekarang ya?”
Claudia: “Kenapa... kalian di sini? Minggir, aku mau menyusul kak Zero!”
Jacques: “Maaf, tapi kami diminta agar kau tidak pergi dari sini oleh si Zero itu.”
Albert: “Dan kenapa juga kita harus menuruti perintahnya?”

Mendadak ada sesuatu yang besar jatuh di hadapan mereka dengan keras, tanah di sekitarnya retak setelah sesuatu itu menghantam daratan. Mereka bertiga kaget setengah mati, banyak debu beterbangan. Setelah keadaan agak tenang dan debu-debu menghilang, nampak sesuatu menancap di tanah.

Albert: “A... apa itu...? Jacques, coba kau lihat.”
Jacques: “Tidak mau, bagaimana jika itu monster yang tadi berusaha menyerang kita?”
Albert: “Aku hanya menyuruhmu untuk melihatnya saja, dari jauh juga tidak apa-apa kan?”
Jacques: “Tapi... kita tak punya lagi senjata...”

Albert berpikir sejenak sambil memandangi Jacques dan dirinya sendiri yang sekarang penampilannya sudah mirip dengan gelandangan, baju mereka terlihat compang-camping. Dia kemudian menunduk lesu, Jacques lalu mengusap-usap bahunya untuk menenangkannya.

Jacques: “Mungkin sebaiknya kita berhenti dari pekerjaan ini.”
Albert: “Benar, kau memang benar.”
Jacques: “Bos kita sudah mati, siapa lagi yang mau mempekerjakan kita?”
Albert: “Jangan panggil dia bos lagi, kita sudah cukup sengsara karena Francois.”
Jacques: “Setuju, ng? (melihat Claudia yang wajahnya berbinar-binar) Ada apa?”
Albert: “Kenapa wajahmu kelihatan ceria seperti itu?”
Claudia: “Paman-paman semua... kalian mau bertobat?”
Albert & Jacques: “Hah?”
Claudia: “Kalian ingin keluar dari pekerjaan lama kalian dan memulai hidup baru, Claudia senang mendengarnya.”

Terpukau dengan yang dikatakan Claudia, Albert dan Jacques saling memandang kemudian tersenyum. Jacques membantu Albert untuk berdiri, Jaqcues kemudian mengelus-elus kepala Claudia.

Jacques: “Terima kasih.”
Albert: “Aku tak tahu harus mengatakan apa setelah kejadian ini.”
Jacques: “Ayo kita ke rumah sakit, lukamu harus diobati.”
Albert: “Begitu juga dirimu, ambilkan ponsel di saku celanaku.”
Jacques: “Tapi... apa kita punya uang untuk biaya pengobatan?”
Albert: “...jangan ingatkan bahwa kita sekarang miskin...” (cemberut)
Claudia: “Oh ya, kak Zero... aku harus menyusul Kak Zero, apa kalian mau menolongku?”
Jacques: “Jangan, terlalu berbahaya. Kau bisa mati.”
Albert: “Bagaimana bisa, bocah. Kami bahkan sudah tak berkutik di hadapan para monster itu, apalagi senjata saja sudah tak... punya.”

Albert melihat senapan AK-47 yang tadi dipakai Francis untuk mengganjal pintu box telpon umum, senapan itu tergeletak di atas tanah. Albert segera menunjuk senapan itu, pandangan Claudia dan Jacques kini tertuju pada senapan yang dia tunjuk. Claudia mendadak mengambil senapan itu dan membuangnya ke sebuah tong sampah, Albert dan Jacques sendiri kaget melihatnya.

Albert: “Hei! Kenapa kau buang senjata itu?!”
Claudia: “Aku tak mau melihat kalian menyakiti orang, pasti kalian akan gunakan untuk hal seperti itu.”
Jacques: “Kami sendiri bahkan belum mengatakan hal seperti itu, bagaimana kau bisa tahu?”
Claudia: “Bukannya kalian tadi memukuli ayahku?”
Albert: (suara hati) “Kenapa mendadak dia berubah haluan?”
Jacques: “Bukan begitu, senjata itu mungkin bisa berguna untuk menghadapi monster yang sekarang menyerang si Zero itu.”
Claudia: “Monster? Paman bicara apa? Aku memang tidak tahu apa yang terjadi karena kak Zero terus mendekapku, memang monster seperti apa yang paman lihat?”

Baru saja berbicara begitu, dinding tempat pembuangan sampah jebol dan sesuatu baru saja menabrak dinding bangunan. Perhatian mereka kini tertuju pada benda yang baru saja menembus tembok tempat pembuangan, sesuatu bergerak merambat dan wujudnya semakin lama terlihat jelas. Monster yang berwujud seperti kadal tapi badannya merupakan gabungan dari berbagai macam benda, ekornya adalah kabel dengan steker, kakinya terdiri dari 2 pasang roda kecil, kepalanya adalah jam weker bulat, dan badannya adalah sebuah radio. Monster itu melihat Albert, Jacques, dan Claudia; dalam pandangan monster itu muncul tulisan.

Saksi Mata Terlihat
Laksanakan Metode Pemusnahan

Albert: “Itu monsternya!”
Jacques: “Albert, ayo lari! Kau juga bocah!”

Jacques lari sambil memapah Albert, namun Claudia diam di tempat dia berdiri. Dia begitu ketakutan sehingga dia tak bergeming sedikitpun, monster itu merayap dengan cepat dan melompat ke arah Claudia.

Claudia: “KAK ZEROOOO!!”

Bersamaan dengan teriakannya, sang monster ditangkap oleh sebuah tangan yang besar. Tangan itu meremukkan sang monster menjadi berkeping-keping, mendadak tangan itu jatuh di depan Claudia. Dia sempat terkejut dan melihat sesuatu yang mengejutkan, di tempat jatuhnya benda besar dari udara telah berganti menjadi sesosok orang yang tidak punya satu tangan. Kaki, tangan, dan kepalanya tak terpasang di badannya yang berbentuk oval. Tubuh yang besar tengkurap itu kemudian mendongakkan kepalanya, dia adalah Uchida yang berwajah seperti tengkorak dan memiliki ubun-ubun besi.

Uchida: (bahasa Jepang) “Tadi ada yang bilang Zero?”
Claudia: “A... aah...”
Uchida: (bahasa Jepang) “Gawat... ada yang melihatku, anak kecil? (perut berbunyi) Ugh, kenapa harus di saat seperti ini?”
Claudia: (menghampiri Uchida) “Ng... te... terima kasih...”
Uchida: (bahasa Jepang) “Hah? Kau bicara apa? Tunggu, (menarik lidahnya sendiri) nah, sudah diaktifkan. Kau tadi bicara apa?” (bahasa Norwegia)
Claudia: “Te... terima kasih telah menyelamatkanku.”
Uchida: “Itu bukan apa-apa... daripada itu... apa kau lihat orang bodoh berambut merah dengan sedikit ujung rambut yang berwarna kuning?”
Claudia: “Kak Zero? Barusan dia masuk ke dalam untuk menghadapi semacam monster, seperti barusan yang menyerangku tadi.”
Uchida: “Apa? Jadi mereka sudah bergerak, aku harus... (perut berbunyi) makan...”
Claudia: “Ng, ada yang bisa kubantu?”
Uchida: (terengah-engah) “Apa kau... bisa bawakan ini pada Francis?”

Uchida berbaring terlentang, dia memukul keras dadanya sehingga muncul sebuah pintu yang terbuka. Dia memasukkan tangannya ke dalam lubang pintu, dia mengeluarkan sesuatu dan mengangkatnya ke atas. Sebuah helm dipegang olehnya, tangannya kemudian jatuh lemas.

Claudia: “Paman! Paman tidak apa-apa?!”
Uchida: “Tidak ada waktu... bisakah kau berikan benda ini pada dia?”
Claudia: “Ba... baik, paman sendiri bagaimana?”
Uchida: “Cepat!”
Claudia: “Baik!” (berlari ketakutan)
Uchida: “Astaga, ng? (melihat Albert & Jacques yang melongo) Kalian lihat apa?”


Sementara itu di dalam tempat pembuangan sampah, Francis membanting monster gabungan dari mobil dan beberapa rongsokan ke tanah. Mobil itu sendiri tergeletak dengan posisi terlentang, meronta-ronta seperti laba-laba yang berusaha untuk bangkit. Francis kemudian memukul monster gabungan dari kulkas dan kipas angin, tinjunya menembus pintu kulkas. Pintu kulkas itu kemudian dicabut lepas, Francis menggunakannya sebagai senjata. Dia mengayunkannya ke kipas angin yang merupakan kepala monster dan menghancurkannya, setelah itu dia menendang jatuh sang monster. Pintu itu kembali diayunkan dan menghantam satu monster kecil, membuatnya terlempar dan menabrak satu monster besar. Beberapa monster yang menyatu dengan pistol menembaki Francis, dia kemudian menggunakan pintu kulkas untuk melindunginya dari tembakan. Saat itulah Francis menyadari sesuatu, monster kecil yang bertabrakan itu menjadi satu dengan monster besar. Tembakan-tembakan itu kemudian berhenti, Francis lalu menjatuhkan pintu kulkas yang banyak berlubang karena tembakan.

Francis: “So troublesome, all of you are 'Absorber' right? I can't crush all of you without certain weapon, unless 'he' is here.” (merepotkan sekali, kalian semua adalah 'Penyerap' bukan? Aku tak bisa hancurkan kalian semua tanpa senjata tertentu, kecuali 'dia' ada di sini.”
?: (bahasa Norwegia) “Benar sekali.”

Mendadak dia dikejutkan oleh suara seseorang dari belakang, dia berbalik namun tidak menemukan orang di belakangnya. Namun ada monster dengan salah satu bagian tubuh berupa radio yang menyapanya dengan kata 'Halo', keadaan menjadi hening sesaat.

Francis: “So someone... no... something has spoken.” (jadi seseorang... bukan sesuatu sudah bicara)
Absorber: (bahasa Norwegia) “Kami semua baru saja diciptakan oleh tuan kami dan kami diberi misi untuk menangkapmu, kemampuan kami adalah menyerap berbagai material baik keras maupun lunak untuk membentuk tubuh.”
Francis: “Aw, please explain it in a very normal way. How can the likes of you can understand what I'm saying and speak like a normal human?” (Aw, tolong jelaskan dengan cara yang lebih normal. Bagaimana bisa sejenis kalian bisa paham apa yang kukatakan dan bicara seperti manusia normal?)
Absorber: “Kami adalah versi yang sudah berkembang, pada awalnya kami diciptakan hanya untuk menyerap benda mati. Tapi setelah itu kami dikembangkan dengan tekhnologi tertentu dan sanggup menyerap makhluk hidup, begitulah kami bisa memahami apa yang kau ucapkan.”
Francis: “The problem is I still can't understand what are you saying, you can't even speak my language.” (masalahnya adalah aku masih tak mengerti apa yang kau katakan, kau bahkan tak bisa bicara bahasaku)
Absorber: “Setiap makhluk hidup yang kami serap memberi kami kemampuan, jika kami menyerap manusia kami hanya memiliki kemampuan berbicara sesuai dengan bahasa yang mereka kuasai. Kami juga diberikan sedikit kecerdasan setiap menyerap seorang manusia, lebih banyak manusia kami serap akan menambah...”

Tanpa pikir panjang Francis menerjang lawan bicaranya dengan lututnya sebelum dia menyelesaikan perkataannya, menghancurkan radio yang ada di tubuh Absorber. Bersamaan dengan itu, Claudia baru saja datang membawakan helm yang diserahkan Uchida.

Francis: “Enough with this troublesome talk, let's finish this you scrap!” (cukup dengan pembicaraan yang merepotkan ini, ayo selesaikan ini rongsokan!)
Claudia: “Kak Zero!”
Francis: “Claudia? What the heck are you doing here?” (Claudia? Apa yang kau lakukan di sini?)

Salah satu dari absorber berbentuk laba-laba menyerang Claudia, namun hal itu berhasil dicegah oleh Francis. Dia memeluk bagian belakang tubuh absorber itu, mengangkatnya, setelah itu dia melemparnya ke sekumpulan absorber lain. Mereka semua menyatu dan menjadi sebesar seekor kuda, wujudnya juga berubah seperti seekor kelelawar dengan sayap yang besar. Kini di tengah-tengah tempat yang luas itu ada tiga absorber dengan wujud laba-laba, kelelawar, dan ular. Francis berbalik menghadapi Claudia dengan wajah kesal, Claudia sendiri masih berdiri sambil membawa helm itu dengan gemetaran.

Francis: “I already told you to stay there, what the heck are those morons doing?!” (Aku sudah bilang padamu untuk tetap di sana, apa yang orang-orang tolol itu lakukan?!)
Claudia: “Ah, i... itu...”
Francis: “Ah, forget it, you won't understand anyway. Just get the hell...” (ah, lupakan, lagipula kau takkan mengerti. Keluar saja...)

Belum selesai bicara, sesuatu terjadi pada Francis. Sebuah benda berujung runcing dengan tetesan darah di ujungnya kini berada tepat di hadapan wajah Claudia, dia sendiri jatuh terduduk dengan wajah ketakutan. Dia kini melihat Francis dalam keadaan tertusuk dari bagian belakang hingga menembus perutnya, dia ditusuk oleh Absorber berbentuk ular dengan ekornya. Tapi Francis sendiri tak merasa kesakitan sama sekali, wajahnya tetap tenang

Francis: “Auch, that really hurt. You're not supposed to be watching this, I am sorry.” (aduh, itu sungguh sakit. Kau tak seharusnya melihat ini, maafkan aku)
Claudia: “Kak... Zero.”
Francis: “Run...” (lari...)

Absorber ular itu mengangkat dan menarik tubuh Francis, dia kemudian dibelit dengan kuatnya oleh tubuh absorber ular itu. Absorber kelelawar terbang melesat menuju Francis dan menyatu dengan absorber ular, kini absorber itu menjadi sedikit besar. Absorber itu kini memiliki sepasang sayap dan tubuh ular, absorber laba-laba sendiri berjalan menghampiri Claudia. Dia melihat absorber laba-laba yang sekarang menodongkan dua buah senapan dari kedua kaki depan kepadanya, dia menatap dengan ketakutan dan sedikit menitikkan air mata. Dia kemudian menatap helm yang dia pegang, setelah itu dia melihat Francis yang dibelit ular. Berkali-kali dia memandang helm kemudian Francis, tatapan matanya kini berubah serius. Dia kemudian melemparkan helm kepada Francis, namun sialnya helm itu malah mengenai kaki depan dari absorber laba-laba yang menodongnya. Lemparan dari helm itu membuat salah satu senapan yang ditodongkan berubah arah dan meletus, letusannya mengenai kaki satunya dan menghancurkannya. Tak putus asa, Claudia kembali mengambil helm yang gagal dia lempar. Dia kemudian berlari melewati absorber laba-laba dari bawah tubuhnya, mendekati Francis yang sekarang dibawa terbang rendah oleh absorber ular kelelawar. Francis sekarang bertatapan dengan kepala absorber tersebut, absorber yang sebenarnya tak memiliki mata itu kini mengeluarkan sebuah bola mata.

Mendapatkan Subyek M46 N4120 K
Langkah Selanjutnya
Antarkan Ke Tempat Pemberangkatan

Francis: “You have an ugly face.” (kau punya wajah yang jelek)
Claudia: “Kak Zero!”
Francis: “Moron, I already told you to run! But technically now she is running, so that's my fault.” (tolol, aku sudah bilang padamu untuk lari! Tapi secara teknis dia sekarang berlari, jadi itu kesalahanku.)
Claudia: “Terima ini!”

Claudia melemparkan helm kepada Francis, namun lemparannya meleset lagi dan mengenai kepala absorber ular kelelawar. Perhatian absorber itu teralihkan dari Francis menuju Claudia, helm yang gagal dilempar itu kini jatuh dan terpasang tepat di kepala Francis. Absorber ular itu melepaskan belitannya dan hendak menebas Claudia dengan ekornya yang cukup panjang, bersamaan dengan itu sesuatu terjadi ketika Francis memakai helm.

Francis: “What the heck?”

Identitas Pemakai
Francis Zero
Kecocokan Wajah
75%
Kecocokan Suara
67%
Kecocokan DNA
100%
Memulai Transformasi
Masukkan Kata Sandi

Francis: “Password? I see..., thanks. N - GAGE!” (kata sandi? Aku paham... terima kasih.)

Kata Sandi Diterima
Baju Tempur Diaktifkan

Mendadak seluruh tubuh Francis diselimuti cahaya yang sangat terang, bersamaan dengan itu absorber ular kelelawar mulai menebas Claudia dengan ekornya yang besar. Namun serangannya berhasil dihentikan, sesosok orang menahan ekor absorber itu dengan satu tangan. Di hadapan Claudia kini berdiri Francis yang telah berubah wujud, dia menggunakan helm lengkap dengan seperangkat pakaian tempur. Seluruh tubuhnya berwarna merah dengan sedikit warna kuning di sekitarnya, dia kemudian memegang ekor absorber itu dengan kedua tangannya. Dia mulai menarik dan memutar-mutar tubuh absorber itu, absorber ular kelelawar kemudian menabrak absorber laba-laba saat diputar-putar. Francis melepaskan ayunannya dan membuat absorber itu terbang, akhirnya absorber itu terjatuh keras di dalam tempat pembuangan tumpukan besi rongsokan. Matahari kini sudah terbit, sosok Francis dengan baju tempurnya kini terlihat jelas ketika membelakangi matahari.

Francis: “Tebak siapa yang sudah kembali.”