TRANSFORMASI
Oslo,
Norwegia, 12 Oktober 2010, 05:00. Matahari hampir terbit di sebelah
timur, sebuah benda asing terbang dengan lambat di atas langit. Benda
itu tak lain dan tak bukan adalah Uchida dalam bentuk manusia roket,
bagian bawah tubuhnya yang seperti knalpot mengeluarkan asap
sedikit-sedikit dan meletus berkali-kali.
Uchida: (bahasa Jepang)
“Ugh, sial. Bisa-bisanya di saat seperti ini aku hampir kehabisan
tenaga, jika saja Francis lebih cepat membawakan makanan pasti takkan
seperti ini jadinya. Apalagi aku hampir sampai tujuan, aku harus
menyetrumnya begitu ketemu nanti.”
Sementara itu Francis
sedang mendekap Claudia dengan erat, dia mencegahnya untuk melihat
apa yang dia saksikan sekarang. Seluruh bawahan Francois yang tersisa
dibantai oleh makhluk hasil gabungan dari barang-barang rongsokan,
mereka yang berusaha melawan ditusuk ataupun ditelan oleh
makhluk-makhluk tersebut. Mereka tidak mempedulikan Francois yang
sedang pingsan dan melangkahi tubuhnya begitu saja juga tak
mempedulikan Francis sama sekali, keadaannya sendiri berlumuran darah
setelah ditembaki. Beberapa dari makhluk-makhluk itu kini telah
menyerap pistol dan senapan yang kemudian menjadi bagian tubuh
mereka, Francis perlahan-lahan berdiri.
Francis: “Hmph,
actually I want to destroy all of you. But before that... (hmph,
sebenarnya aku mau menghancurkan kalian semua. Tapi sebelum itu...)
Francis berlari dan
melewati mereka, dia berlari melewati pintu keluar kemudian berhenti
dan melihat sekeliling. Dia melihat ada sebuah box telepon umum, dia
kemudian menghampiri box dan memasukkan Claudia ke dalam. Pintu box
itu kemudian dia ganjal dengan senapan yang entah kapan dia
membawanya, Francis kemudian mengatakan sesuatu pada Claudia sebelum
dia beranjak pergi.
Francis: “Ok, can you
hear me?” (baik, kau bisa mendengarku?)
Claudia: “Yes.”
Francis: “You might be
not understand all of what I will saying, but please listen. You must
stay here, because the situation become more dangerous. I want you to
wait for me until the situation is clear, you get it?” (kau mungkin
takkan mengerti semua yang akan kukatakan, tapi tolong dengarkan. Kau
harus tetap di sini, karena situasi menjadi semakin berbahaya. Aku
ingin kau menungguku sampai situasinya beres, kau mengerti?)
Claudia: “Y... yes, a
little.” (I... iya, sedikit)
Francis: (mengacungkan
jempol) “Good.” (bagus)
Francis kembali berlari
ke dalam tempat pembuangan, dia sekarang sudah berhadapan dengan
makhluk-makhluk itu. Setelah itu dia bersiul dengan keras, siulan itu
berhasil menarik perhatian mereka. Francis kemudian berjalan ke
tengah-tengah mereka, mereka sekarang mengerumuninya. Francis melihat
sekeliling, dia melihat Albert dan Jacques yang hanya mengalami luka
ringan. Albert tengkurap dengan kondisi pantatnya mengeluarkan darah,
sedangkan Jacques tertusuk di telapak tangannya.
Francis: “Ow, you're
still alive?” (ow, kalian masih hidup?)
Albert: “Ka... kau...,
tolong...”
Francis: “I can't hear
you, I can't even understand what're you saying.” (aku tak bisa
mendengarmu, aku bahkan tak paham apa yang kau katakan.)
Jacques: “P...
please... help us...” (ku... kumohon... tolong kami...)
Francis: “At last,
somebody speaks with my language.” (akhirnya, seseorang bicara
dengan bahasaku.)
Jacques: “Please...
save us, we will do anything for you...” (kumohon... selamatkan
kami, kami akan lakukan apapun untukmu...”
Makhluk-makhluk itu
mulai mendekati Francis, salah satunya berhadapan dengan Francis.
Makhluk itu merupakan gabungan kulkas dan sebuah televisi, memiliki
lengan yang merupakan gabungan dari kabel dan peralatan makan seperti
sendok, garpu, dan pisau yang keluar dari balik pintu kulkas.
Peralatan makan itu sendiri menjadi telapak tangan dan jari, makhluk
itu mulai memunculkan tulisan-tulisan di layarnya dengan bentuk yang
aneh. Di dalamnya juga muncul potret diri Francis yang kelihatan
cemberut, dia mengangkat salah satu alisnya begitu melihat hal itu.
Francis: “I don't know
that I have face like that.” (aku tak tahu kalau wajahku seperti
itu.)
Subyek:
Francis Zero alias Subyek Percobaan M46 N4120 K
Pekerjaan:
Pemberontak
Kesalahan:
Menyusup ke dalam Benteng Pertahanan Alterion Cabang Amerika,
Menghancurkan Laboratorium Alterion Cabang Afrika ke 3 dan 5.
Ancaman:
45 %
Solusi:
Bawa kembali Subyek Percobaan M46 N4120 K dalam keadaan hidup (walau
beberapa bagian tubuhnya hilang) ke Laboratorium Alterion Cabang
Eropa ke 3, musnahkan saksi mata.
Makhluk-makhluk
itu kini mulai menyerang Francis, beberapa di antaranya juga mulai
mengalihkan tujuan pada Albert dan Jacques. Francis segera cepat
bertindak, dia berlari menerjang salah satu dari makhluk itu sampai
jatuh. Dia menarik kerah baju bagian belakang Jacques dan mengangkat
bagian belakang celana Albert, setelah itu dia berlari keluar sambil
menyeret mereka.
Albert:
“AAAARGH, JANGAN DI SITU!! LEPASKAN!! PANTATKU!!”
Jacques:
“LEPAS! LEPAS!”
Francis
kini berhenti dan ternyata kembali ke box telepon umum di mana dia
meninggalkan Claudia, pintu box telepon umum masih diganjal dengan
senapan. Dia menarik senapan itu dan membuka pintunya, Claudia
sendiri ternyata sedang berusaha meraih telpon yang tidak bisa dia
jangkau. Namun dia terkejut ketika berbalik dan melihat Francis
membawa Albert dan Jacques, mereka dijatuhkan di depan Claudia.
Mereka mengaduh kesakitan, Francis kemudian berjongkok sambil
memandangi mereka. Dia melakukan sebuah isyarat dengan jarinya, kedua
jari telunjuknya menunjuk mereka berdua kemudian jari tengah dan jari
telunjuk satu tangannya menunjuk matanya sendiri dan kemudian
menunjuk Claudia dengan jari telunjuk. Setelah itu dia mengibaskan
jari telunjuknya di depan mereka, kemudian dia menggemeretakkan
jari-jari tangan kanannya. Albert dan Jacques mengangguk paham dengan
wajah ketakutan, Francis berdiri dan mulai berlari kembali ke dalam.
Albert:
“La... lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang?”
Jacques:
“Kita tidak boleh menyentuhnya dan harus menjaganya, kalau terjadi
apa-apa dengan dia kita akan celaka.”
Albert:
“Kalau itu aku juga tahu! Maksudku... apa kita harus panggil
bantuan atau bagaimana?!”
Jacques:
“Kita telpon polisi saja.”
Albert:
(suara hati) “Kau ini tak sadar situasi kita sekarang ya?”
Claudia:
“Kenapa... kalian di sini? Minggir, aku mau menyusul kak Zero!”
Jacques:
“Maaf, tapi kami diminta agar kau tidak pergi dari sini oleh si
Zero itu.”
Albert:
“Dan kenapa juga kita harus menuruti perintahnya?”
Mendadak
ada sesuatu yang besar jatuh di hadapan mereka dengan keras, tanah di
sekitarnya retak setelah sesuatu itu menghantam daratan. Mereka
bertiga kaget setengah mati, banyak debu beterbangan. Setelah keadaan
agak tenang dan debu-debu menghilang, nampak sesuatu menancap di
tanah.
Albert:
“A... apa itu...? Jacques, coba kau lihat.”
Jacques:
“Tidak mau, bagaimana jika itu monster yang tadi berusaha menyerang
kita?”
Albert:
“Aku hanya menyuruhmu untuk melihatnya saja, dari jauh juga tidak
apa-apa kan?”
Jacques:
“Tapi... kita tak punya lagi senjata...”
Albert
berpikir sejenak sambil memandangi Jacques dan dirinya sendiri yang
sekarang penampilannya sudah mirip dengan gelandangan, baju mereka
terlihat compang-camping. Dia kemudian menunduk lesu, Jacques lalu
mengusap-usap bahunya untuk menenangkannya.
Jacques:
“Mungkin sebaiknya kita berhenti dari pekerjaan ini.”
Albert:
“Benar, kau memang benar.”
Jacques:
“Bos kita sudah mati, siapa lagi yang mau mempekerjakan kita?”
Albert:
“Jangan panggil dia bos lagi, kita sudah cukup sengsara karena
Francois.”
Jacques:
“Setuju, ng? (melihat Claudia yang wajahnya berbinar-binar) Ada
apa?”
Albert:
“Kenapa wajahmu kelihatan ceria seperti itu?”
Claudia:
“Paman-paman semua... kalian mau bertobat?”
Albert
& Jacques: “Hah?”
Claudia:
“Kalian ingin keluar dari pekerjaan lama kalian dan memulai hidup
baru, Claudia senang mendengarnya.”
Terpukau
dengan yang dikatakan Claudia, Albert dan Jacques saling memandang
kemudian tersenyum. Jacques membantu Albert untuk berdiri, Jaqcues
kemudian mengelus-elus kepala Claudia.
Jacques:
“Terima kasih.”
Albert:
“Aku tak tahu harus mengatakan apa setelah kejadian ini.”
Jacques:
“Ayo kita ke rumah sakit, lukamu harus diobati.”
Albert:
“Begitu juga dirimu, ambilkan ponsel di saku celanaku.”
Jacques:
“Tapi... apa kita punya uang untuk biaya pengobatan?”
Albert:
“...jangan ingatkan bahwa kita sekarang miskin...” (cemberut)
Claudia:
“Oh ya, kak Zero... aku harus menyusul Kak Zero, apa kalian mau
menolongku?”
Jacques:
“Jangan, terlalu berbahaya. Kau bisa mati.”
Albert:
“Bagaimana bisa, bocah. Kami bahkan sudah tak berkutik di hadapan
para monster itu, apalagi senjata saja sudah tak... punya.”
Albert
melihat senapan AK-47 yang tadi dipakai Francis untuk mengganjal
pintu box telpon umum, senapan itu tergeletak di atas tanah. Albert
segera menunjuk senapan itu, pandangan Claudia dan Jacques kini
tertuju pada senapan yang dia tunjuk. Claudia mendadak mengambil
senapan itu dan membuangnya ke sebuah tong sampah, Albert dan Jacques
sendiri kaget melihatnya.
Albert:
“Hei! Kenapa kau buang senjata itu?!”
Claudia:
“Aku tak mau melihat kalian menyakiti orang, pasti kalian akan
gunakan untuk hal seperti itu.”
Jacques:
“Kami sendiri bahkan belum mengatakan hal seperti itu, bagaimana
kau bisa tahu?”
Claudia:
“Bukannya kalian tadi memukuli ayahku?”
Albert:
(suara hati) “Kenapa mendadak dia berubah haluan?”
Jacques:
“Bukan begitu, senjata itu mungkin bisa berguna untuk menghadapi
monster yang sekarang menyerang si Zero itu.”
Claudia:
“Monster? Paman bicara apa? Aku memang tidak tahu apa yang terjadi
karena kak Zero terus mendekapku, memang monster seperti apa yang
paman lihat?”
Baru
saja berbicara begitu, dinding tempat pembuangan sampah jebol dan
sesuatu baru saja menabrak dinding bangunan. Perhatian mereka kini
tertuju pada benda yang baru saja menembus tembok tempat pembuangan,
sesuatu bergerak merambat dan wujudnya semakin lama terlihat jelas.
Monster yang berwujud seperti kadal tapi badannya merupakan gabungan
dari berbagai macam benda, ekornya adalah kabel dengan steker,
kakinya terdiri dari 2 pasang roda kecil, kepalanya adalah jam weker
bulat, dan badannya adalah sebuah radio. Monster itu melihat Albert,
Jacques, dan Claudia; dalam pandangan monster itu muncul tulisan.
Saksi
Mata Terlihat
Laksanakan
Metode Pemusnahan
Albert:
“Itu monsternya!”
Jacques:
“Albert, ayo lari! Kau juga bocah!”
Jacques
lari sambil memapah Albert, namun Claudia diam di tempat dia berdiri.
Dia begitu ketakutan sehingga dia tak bergeming sedikitpun, monster
itu merayap dengan cepat dan melompat ke arah Claudia.
Claudia:
“KAK ZEROOOO!!”
Bersamaan
dengan teriakannya, sang monster ditangkap oleh sebuah tangan yang
besar. Tangan itu meremukkan sang monster menjadi berkeping-keping,
mendadak tangan itu jatuh di depan Claudia. Dia sempat terkejut dan
melihat sesuatu yang mengejutkan, di tempat jatuhnya benda besar dari
udara telah berganti menjadi sesosok orang yang tidak punya satu
tangan. Kaki, tangan, dan kepalanya tak terpasang di badannya yang
berbentuk oval. Tubuh yang besar tengkurap itu kemudian mendongakkan
kepalanya, dia adalah Uchida yang berwajah seperti tengkorak dan
memiliki ubun-ubun besi.
Uchida:
(bahasa Jepang) “Tadi ada yang bilang Zero?”
Claudia:
“A... aah...”
Uchida:
(bahasa Jepang) “Gawat... ada yang melihatku, anak kecil? (perut
berbunyi) Ugh, kenapa harus di saat seperti ini?”
Claudia:
(menghampiri Uchida) “Ng... te... terima kasih...”
Uchida:
(bahasa Jepang) “Hah? Kau bicara apa? Tunggu, (menarik lidahnya
sendiri) nah, sudah diaktifkan. Kau tadi bicara apa?” (bahasa
Norwegia)
Claudia:
“Te... terima kasih telah menyelamatkanku.”
Uchida:
“Itu bukan apa-apa... daripada itu... apa kau lihat orang bodoh
berambut merah dengan sedikit ujung rambut yang berwarna kuning?”
Claudia:
“Kak Zero? Barusan dia masuk ke dalam untuk menghadapi semacam
monster, seperti barusan yang menyerangku tadi.”
Uchida:
“Apa? Jadi mereka sudah bergerak, aku harus... (perut berbunyi)
makan...”
Claudia:
“Ng, ada yang bisa kubantu?”
Uchida:
(terengah-engah) “Apa kau... bisa bawakan ini pada Francis?”
Uchida
berbaring terlentang, dia memukul keras dadanya sehingga muncul
sebuah pintu yang terbuka. Dia memasukkan tangannya ke dalam lubang
pintu, dia mengeluarkan sesuatu dan mengangkatnya ke atas. Sebuah
helm dipegang olehnya, tangannya kemudian jatuh lemas.
Claudia:
“Paman! Paman tidak apa-apa?!”
Uchida:
“Tidak ada waktu... bisakah kau berikan benda ini pada dia?”
Claudia:
“Ba... baik, paman sendiri bagaimana?”
Uchida:
“Cepat!”
Claudia:
“Baik!” (berlari ketakutan)
Uchida:
“Astaga, ng? (melihat Albert & Jacques yang melongo) Kalian
lihat apa?”
Sementara
itu di dalam tempat pembuangan sampah, Francis membanting monster
gabungan dari mobil dan beberapa rongsokan ke tanah. Mobil itu
sendiri tergeletak dengan posisi terlentang, meronta-ronta seperti
laba-laba yang berusaha untuk bangkit. Francis kemudian memukul
monster gabungan dari kulkas dan kipas angin, tinjunya menembus pintu
kulkas. Pintu kulkas itu kemudian dicabut lepas, Francis
menggunakannya sebagai senjata. Dia mengayunkannya ke kipas angin
yang merupakan kepala monster dan menghancurkannya, setelah itu dia
menendang jatuh sang monster. Pintu itu kembali diayunkan dan
menghantam satu monster kecil, membuatnya terlempar dan menabrak satu
monster besar. Beberapa monster yang menyatu dengan pistol menembaki
Francis, dia kemudian menggunakan pintu kulkas untuk melindunginya
dari tembakan. Saat itulah Francis menyadari sesuatu, monster kecil
yang bertabrakan itu menjadi satu dengan monster besar.
Tembakan-tembakan itu kemudian berhenti, Francis lalu menjatuhkan
pintu kulkas yang banyak berlubang karena tembakan.
Francis:
“So troublesome, all of you are 'Absorber' right? I can't crush all
of you without certain weapon, unless 'he' is here.” (merepotkan
sekali, kalian semua adalah 'Penyerap' bukan? Aku tak bisa hancurkan
kalian semua tanpa senjata tertentu, kecuali 'dia' ada di sini.”
?:
(bahasa Norwegia) “Benar sekali.”
Mendadak
dia dikejutkan oleh suara seseorang dari belakang, dia berbalik namun
tidak menemukan orang di belakangnya. Namun ada monster dengan salah
satu bagian tubuh berupa radio yang menyapanya dengan kata 'Halo',
keadaan menjadi hening sesaat.
Francis:
“So someone... no... something has spoken.” (jadi seseorang...
bukan sesuatu sudah bicara)
Absorber:
(bahasa Norwegia) “Kami semua baru saja diciptakan oleh tuan kami
dan kami diberi misi untuk menangkapmu, kemampuan kami adalah
menyerap berbagai material baik keras maupun lunak untuk membentuk
tubuh.”
Francis:
“Aw, please explain it in a very normal way. How can the likes of
you can understand what I'm saying and speak like a normal human?”
(Aw, tolong jelaskan dengan cara yang lebih normal. Bagaimana bisa
sejenis kalian bisa paham apa yang kukatakan dan bicara seperti
manusia normal?)
Absorber:
“Kami adalah versi yang sudah berkembang, pada awalnya kami
diciptakan hanya untuk menyerap benda mati. Tapi setelah itu kami
dikembangkan dengan tekhnologi tertentu dan sanggup menyerap makhluk
hidup, begitulah kami bisa memahami apa yang kau ucapkan.”
Francis:
“The problem is I still can't understand what are you saying, you
can't even speak my language.” (masalahnya adalah aku masih tak
mengerti apa yang kau katakan, kau bahkan tak bisa bicara bahasaku)
Absorber:
“Setiap makhluk hidup yang kami serap memberi kami kemampuan, jika
kami menyerap manusia kami hanya memiliki kemampuan berbicara sesuai
dengan bahasa yang mereka kuasai. Kami juga diberikan sedikit
kecerdasan setiap menyerap seorang manusia, lebih banyak manusia kami
serap akan menambah...”
Tanpa
pikir panjang Francis menerjang lawan bicaranya dengan lututnya
sebelum dia menyelesaikan perkataannya, menghancurkan radio yang ada
di tubuh Absorber. Bersamaan dengan itu, Claudia baru saja datang
membawakan helm yang diserahkan Uchida.
Francis:
“Enough with this troublesome talk, let's finish this you scrap!”
(cukup dengan pembicaraan yang merepotkan ini, ayo selesaikan ini
rongsokan!)
Claudia:
“Kak Zero!”
Francis:
“Claudia? What the heck are you doing here?” (Claudia? Apa yang
kau lakukan di sini?)
Salah
satu dari absorber berbentuk laba-laba menyerang Claudia, namun hal
itu berhasil dicegah oleh Francis. Dia memeluk bagian belakang tubuh
absorber itu, mengangkatnya, setelah itu dia melemparnya ke
sekumpulan absorber lain. Mereka semua menyatu dan menjadi sebesar
seekor kuda, wujudnya juga berubah seperti seekor kelelawar dengan
sayap yang besar. Kini di tengah-tengah tempat yang luas itu ada tiga
absorber dengan wujud laba-laba, kelelawar, dan ular. Francis
berbalik menghadapi Claudia dengan wajah kesal, Claudia sendiri masih
berdiri sambil membawa helm itu dengan gemetaran.
Francis:
“I already told you to stay there, what the heck are those morons
doing?!” (Aku sudah bilang padamu untuk tetap di sana, apa yang
orang-orang tolol itu lakukan?!)
Claudia:
“Ah, i... itu...”
Francis:
“Ah, forget it, you won't understand anyway. Just get the hell...”
(ah, lupakan, lagipula kau takkan mengerti. Keluar saja...)
Belum
selesai bicara, sesuatu terjadi pada Francis. Sebuah benda berujung
runcing dengan tetesan darah di ujungnya kini berada tepat di hadapan
wajah Claudia, dia sendiri jatuh terduduk dengan wajah ketakutan. Dia
kini melihat Francis dalam keadaan tertusuk dari bagian belakang
hingga menembus perutnya, dia ditusuk oleh Absorber berbentuk ular
dengan ekornya. Tapi Francis sendiri tak merasa kesakitan sama
sekali, wajahnya tetap tenang
Francis:
“Auch, that really hurt. You're not supposed to be watching this, I
am sorry.” (aduh, itu sungguh sakit. Kau tak seharusnya melihat
ini, maafkan aku)
Claudia:
“Kak... Zero.”
Francis:
“Run...” (lari...)
Absorber
ular itu mengangkat dan menarik tubuh Francis, dia kemudian dibelit
dengan kuatnya oleh tubuh absorber ular itu. Absorber kelelawar
terbang melesat menuju Francis dan menyatu dengan absorber ular, kini
absorber itu menjadi sedikit besar. Absorber itu kini memiliki
sepasang sayap dan tubuh ular, absorber laba-laba sendiri berjalan
menghampiri Claudia. Dia melihat absorber laba-laba yang sekarang
menodongkan dua buah senapan dari kedua kaki depan kepadanya, dia
menatap dengan ketakutan dan sedikit menitikkan air mata. Dia
kemudian menatap helm yang dia pegang, setelah itu dia melihat
Francis yang dibelit ular. Berkali-kali dia memandang helm kemudian
Francis, tatapan matanya kini berubah serius. Dia kemudian
melemparkan helm kepada Francis, namun sialnya helm itu malah
mengenai kaki depan dari absorber laba-laba yang menodongnya.
Lemparan dari helm itu membuat salah satu senapan yang ditodongkan
berubah arah dan meletus, letusannya mengenai kaki satunya dan
menghancurkannya. Tak putus asa, Claudia kembali mengambil helm yang
gagal dia lempar. Dia kemudian berlari melewati absorber laba-laba
dari bawah tubuhnya, mendekati Francis yang sekarang dibawa terbang
rendah oleh absorber ular kelelawar. Francis sekarang bertatapan
dengan kepala absorber tersebut, absorber yang sebenarnya tak
memiliki mata itu kini mengeluarkan sebuah bola mata.
Mendapatkan
Subyek M46 N4120 K
Langkah
Selanjutnya
Antarkan
Ke Tempat Pemberangkatan
Francis:
“You have an ugly face.” (kau punya wajah yang jelek)
Claudia:
“Kak Zero!”
Francis:
“Moron, I already told you to run! But technically now she is
running, so that's my fault.” (tolol, aku sudah bilang padamu untuk
lari! Tapi secara teknis dia sekarang berlari, jadi itu kesalahanku.)
Claudia:
“Terima ini!”
Claudia
melemparkan helm kepada Francis, namun lemparannya meleset lagi dan
mengenai kepala absorber ular kelelawar. Perhatian absorber itu
teralihkan dari Francis menuju Claudia, helm yang gagal dilempar itu
kini jatuh dan terpasang tepat di kepala Francis. Absorber ular itu
melepaskan belitannya dan hendak menebas Claudia dengan ekornya yang
cukup panjang, bersamaan dengan itu sesuatu terjadi ketika Francis
memakai helm.
Francis:
“What the heck?”
Identitas
Pemakai
Francis
Zero
Kecocokan
Wajah
75%
Kecocokan
Suara
67%
Kecocokan
DNA
100%
Memulai
Transformasi
Masukkan
Kata Sandi
Francis:
“Password? I see..., thanks. N - GAGE!” (kata sandi? Aku paham...
terima kasih.)
Kata
Sandi Diterima
Baju
Tempur Diaktifkan
Mendadak
seluruh tubuh Francis diselimuti cahaya yang sangat terang, bersamaan
dengan itu absorber ular kelelawar mulai menebas Claudia dengan
ekornya yang besar. Namun serangannya berhasil dihentikan, sesosok
orang menahan ekor absorber itu dengan satu tangan. Di hadapan
Claudia kini berdiri Francis yang telah berubah wujud, dia
menggunakan helm lengkap dengan seperangkat pakaian tempur. Seluruh
tubuhnya berwarna merah dengan sedikit warna kuning di sekitarnya,
dia kemudian memegang ekor absorber itu dengan kedua tangannya. Dia
mulai menarik dan memutar-mutar tubuh absorber itu, absorber ular
kelelawar kemudian menabrak absorber laba-laba saat diputar-putar.
Francis melepaskan ayunannya dan membuat absorber itu terbang,
akhirnya absorber itu terjatuh keras di dalam tempat pembuangan
tumpukan besi rongsokan. Matahari kini sudah terbit, sosok Francis
dengan baju tempurnya kini terlihat jelas ketika membelakangi
matahari.
Francis:
“Tebak siapa yang sudah kembali.”