Thursday, December 20, 2012

Level 7


TRANSFORMASI

Oslo, Norwegia, 12 Oktober 2010, 05:00. Matahari hampir terbit di sebelah timur, sebuah benda asing terbang dengan lambat di atas langit. Benda itu tak lain dan tak bukan adalah Uchida dalam bentuk manusia roket, bagian bawah tubuhnya yang seperti knalpot mengeluarkan asap sedikit-sedikit dan meletus berkali-kali.

Uchida: (bahasa Jepang) “Ugh, sial. Bisa-bisanya di saat seperti ini aku hampir kehabisan tenaga, jika saja Francis lebih cepat membawakan makanan pasti takkan seperti ini jadinya. Apalagi aku hampir sampai tujuan, aku harus menyetrumnya begitu ketemu nanti.”


Sementara itu Francis sedang mendekap Claudia dengan erat, dia mencegahnya untuk melihat apa yang dia saksikan sekarang. Seluruh bawahan Francois yang tersisa dibantai oleh makhluk hasil gabungan dari barang-barang rongsokan, mereka yang berusaha melawan ditusuk ataupun ditelan oleh makhluk-makhluk tersebut. Mereka tidak mempedulikan Francois yang sedang pingsan dan melangkahi tubuhnya begitu saja juga tak mempedulikan Francis sama sekali, keadaannya sendiri berlumuran darah setelah ditembaki. Beberapa dari makhluk-makhluk itu kini telah menyerap pistol dan senapan yang kemudian menjadi bagian tubuh mereka, Francis perlahan-lahan berdiri.

Francis: “Hmph, actually I want to destroy all of you. But before that... (hmph, sebenarnya aku mau menghancurkan kalian semua. Tapi sebelum itu...)

Francis berlari dan melewati mereka, dia berlari melewati pintu keluar kemudian berhenti dan melihat sekeliling. Dia melihat ada sebuah box telepon umum, dia kemudian menghampiri box dan memasukkan Claudia ke dalam. Pintu box itu kemudian dia ganjal dengan senapan yang entah kapan dia membawanya, Francis kemudian mengatakan sesuatu pada Claudia sebelum dia beranjak pergi.

Francis: “Ok, can you hear me?” (baik, kau bisa mendengarku?)
Claudia: “Yes.”
Francis: “You might be not understand all of what I will saying, but please listen. You must stay here, because the situation become more dangerous. I want you to wait for me until the situation is clear, you get it?” (kau mungkin takkan mengerti semua yang akan kukatakan, tapi tolong dengarkan. Kau harus tetap di sini, karena situasi menjadi semakin berbahaya. Aku ingin kau menungguku sampai situasinya beres, kau mengerti?)
Claudia: “Y... yes, a little.” (I... iya, sedikit)
Francis: (mengacungkan jempol) “Good.” (bagus)

Francis kembali berlari ke dalam tempat pembuangan, dia sekarang sudah berhadapan dengan makhluk-makhluk itu. Setelah itu dia bersiul dengan keras, siulan itu berhasil menarik perhatian mereka. Francis kemudian berjalan ke tengah-tengah mereka, mereka sekarang mengerumuninya. Francis melihat sekeliling, dia melihat Albert dan Jacques yang hanya mengalami luka ringan. Albert tengkurap dengan kondisi pantatnya mengeluarkan darah, sedangkan Jacques tertusuk di telapak tangannya.

Francis: “Ow, you're still alive?” (ow, kalian masih hidup?)
Albert: “Ka... kau..., tolong...”
Francis: “I can't hear you, I can't even understand what're you saying.” (aku tak bisa mendengarmu, aku bahkan tak paham apa yang kau katakan.)
Jacques: “P... please... help us...” (ku... kumohon... tolong kami...)
Francis: “At last, somebody speaks with my language.” (akhirnya, seseorang bicara dengan bahasaku.)
Jacques: “Please... save us, we will do anything for you...” (kumohon... selamatkan kami, kami akan lakukan apapun untukmu...”

Makhluk-makhluk itu mulai mendekati Francis, salah satunya berhadapan dengan Francis. Makhluk itu merupakan gabungan kulkas dan sebuah televisi, memiliki lengan yang merupakan gabungan dari kabel dan peralatan makan seperti sendok, garpu, dan pisau yang keluar dari balik pintu kulkas. Peralatan makan itu sendiri menjadi telapak tangan dan jari, makhluk itu mulai memunculkan tulisan-tulisan di layarnya dengan bentuk yang aneh. Di dalamnya juga muncul potret diri Francis yang kelihatan cemberut, dia mengangkat salah satu alisnya begitu melihat hal itu.

Francis: “I don't know that I have face like that.” (aku tak tahu kalau wajahku seperti itu.)

Subyek: Francis Zero alias Subyek Percobaan M46 N4120 K
Pekerjaan: Pemberontak
Kesalahan: Menyusup ke dalam Benteng Pertahanan Alterion Cabang Amerika, Menghancurkan Laboratorium Alterion Cabang Afrika ke 3 dan 5.
Ancaman: 45 %
Solusi: Bawa kembali Subyek Percobaan M46 N4120 K dalam keadaan hidup (walau beberapa bagian tubuhnya hilang) ke Laboratorium Alterion Cabang Eropa ke 3, musnahkan saksi mata.

Makhluk-makhluk itu kini mulai menyerang Francis, beberapa di antaranya juga mulai mengalihkan tujuan pada Albert dan Jacques. Francis segera cepat bertindak, dia berlari menerjang salah satu dari makhluk itu sampai jatuh. Dia menarik kerah baju bagian belakang Jacques dan mengangkat bagian belakang celana Albert, setelah itu dia berlari keluar sambil menyeret mereka.

Albert: “AAAARGH, JANGAN DI SITU!! LEPASKAN!! PANTATKU!!”
Jacques: “LEPAS! LEPAS!”

Francis kini berhenti dan ternyata kembali ke box telepon umum di mana dia meninggalkan Claudia, pintu box telepon umum masih diganjal dengan senapan. Dia menarik senapan itu dan membuka pintunya, Claudia sendiri ternyata sedang berusaha meraih telpon yang tidak bisa dia jangkau. Namun dia terkejut ketika berbalik dan melihat Francis membawa Albert dan Jacques, mereka dijatuhkan di depan Claudia. Mereka mengaduh kesakitan, Francis kemudian berjongkok sambil memandangi mereka. Dia melakukan sebuah isyarat dengan jarinya, kedua jari telunjuknya menunjuk mereka berdua kemudian jari tengah dan jari telunjuk satu tangannya menunjuk matanya sendiri dan kemudian menunjuk Claudia dengan jari telunjuk. Setelah itu dia mengibaskan jari telunjuknya di depan mereka, kemudian dia menggemeretakkan jari-jari tangan kanannya. Albert dan Jacques mengangguk paham dengan wajah ketakutan, Francis berdiri dan mulai berlari kembali ke dalam.

Albert: “La... lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang?”
Jacques: “Kita tidak boleh menyentuhnya dan harus menjaganya, kalau terjadi apa-apa dengan dia kita akan celaka.”
Albert: “Kalau itu aku juga tahu! Maksudku... apa kita harus panggil bantuan atau bagaimana?!”
Jacques: “Kita telpon polisi saja.”
Albert: (suara hati) “Kau ini tak sadar situasi kita sekarang ya?”
Claudia: “Kenapa... kalian di sini? Minggir, aku mau menyusul kak Zero!”
Jacques: “Maaf, tapi kami diminta agar kau tidak pergi dari sini oleh si Zero itu.”
Albert: “Dan kenapa juga kita harus menuruti perintahnya?”

Mendadak ada sesuatu yang besar jatuh di hadapan mereka dengan keras, tanah di sekitarnya retak setelah sesuatu itu menghantam daratan. Mereka bertiga kaget setengah mati, banyak debu beterbangan. Setelah keadaan agak tenang dan debu-debu menghilang, nampak sesuatu menancap di tanah.

Albert: “A... apa itu...? Jacques, coba kau lihat.”
Jacques: “Tidak mau, bagaimana jika itu monster yang tadi berusaha menyerang kita?”
Albert: “Aku hanya menyuruhmu untuk melihatnya saja, dari jauh juga tidak apa-apa kan?”
Jacques: “Tapi... kita tak punya lagi senjata...”

Albert berpikir sejenak sambil memandangi Jacques dan dirinya sendiri yang sekarang penampilannya sudah mirip dengan gelandangan, baju mereka terlihat compang-camping. Dia kemudian menunduk lesu, Jacques lalu mengusap-usap bahunya untuk menenangkannya.

Jacques: “Mungkin sebaiknya kita berhenti dari pekerjaan ini.”
Albert: “Benar, kau memang benar.”
Jacques: “Bos kita sudah mati, siapa lagi yang mau mempekerjakan kita?”
Albert: “Jangan panggil dia bos lagi, kita sudah cukup sengsara karena Francois.”
Jacques: “Setuju, ng? (melihat Claudia yang wajahnya berbinar-binar) Ada apa?”
Albert: “Kenapa wajahmu kelihatan ceria seperti itu?”
Claudia: “Paman-paman semua... kalian mau bertobat?”
Albert & Jacques: “Hah?”
Claudia: “Kalian ingin keluar dari pekerjaan lama kalian dan memulai hidup baru, Claudia senang mendengarnya.”

Terpukau dengan yang dikatakan Claudia, Albert dan Jacques saling memandang kemudian tersenyum. Jacques membantu Albert untuk berdiri, Jaqcues kemudian mengelus-elus kepala Claudia.

Jacques: “Terima kasih.”
Albert: “Aku tak tahu harus mengatakan apa setelah kejadian ini.”
Jacques: “Ayo kita ke rumah sakit, lukamu harus diobati.”
Albert: “Begitu juga dirimu, ambilkan ponsel di saku celanaku.”
Jacques: “Tapi... apa kita punya uang untuk biaya pengobatan?”
Albert: “...jangan ingatkan bahwa kita sekarang miskin...” (cemberut)
Claudia: “Oh ya, kak Zero... aku harus menyusul Kak Zero, apa kalian mau menolongku?”
Jacques: “Jangan, terlalu berbahaya. Kau bisa mati.”
Albert: “Bagaimana bisa, bocah. Kami bahkan sudah tak berkutik di hadapan para monster itu, apalagi senjata saja sudah tak... punya.”

Albert melihat senapan AK-47 yang tadi dipakai Francis untuk mengganjal pintu box telpon umum, senapan itu tergeletak di atas tanah. Albert segera menunjuk senapan itu, pandangan Claudia dan Jacques kini tertuju pada senapan yang dia tunjuk. Claudia mendadak mengambil senapan itu dan membuangnya ke sebuah tong sampah, Albert dan Jacques sendiri kaget melihatnya.

Albert: “Hei! Kenapa kau buang senjata itu?!”
Claudia: “Aku tak mau melihat kalian menyakiti orang, pasti kalian akan gunakan untuk hal seperti itu.”
Jacques: “Kami sendiri bahkan belum mengatakan hal seperti itu, bagaimana kau bisa tahu?”
Claudia: “Bukannya kalian tadi memukuli ayahku?”
Albert: (suara hati) “Kenapa mendadak dia berubah haluan?”
Jacques: “Bukan begitu, senjata itu mungkin bisa berguna untuk menghadapi monster yang sekarang menyerang si Zero itu.”
Claudia: “Monster? Paman bicara apa? Aku memang tidak tahu apa yang terjadi karena kak Zero terus mendekapku, memang monster seperti apa yang paman lihat?”

Baru saja berbicara begitu, dinding tempat pembuangan sampah jebol dan sesuatu baru saja menabrak dinding bangunan. Perhatian mereka kini tertuju pada benda yang baru saja menembus tembok tempat pembuangan, sesuatu bergerak merambat dan wujudnya semakin lama terlihat jelas. Monster yang berwujud seperti kadal tapi badannya merupakan gabungan dari berbagai macam benda, ekornya adalah kabel dengan steker, kakinya terdiri dari 2 pasang roda kecil, kepalanya adalah jam weker bulat, dan badannya adalah sebuah radio. Monster itu melihat Albert, Jacques, dan Claudia; dalam pandangan monster itu muncul tulisan.

Saksi Mata Terlihat
Laksanakan Metode Pemusnahan

Albert: “Itu monsternya!”
Jacques: “Albert, ayo lari! Kau juga bocah!”

Jacques lari sambil memapah Albert, namun Claudia diam di tempat dia berdiri. Dia begitu ketakutan sehingga dia tak bergeming sedikitpun, monster itu merayap dengan cepat dan melompat ke arah Claudia.

Claudia: “KAK ZEROOOO!!”

Bersamaan dengan teriakannya, sang monster ditangkap oleh sebuah tangan yang besar. Tangan itu meremukkan sang monster menjadi berkeping-keping, mendadak tangan itu jatuh di depan Claudia. Dia sempat terkejut dan melihat sesuatu yang mengejutkan, di tempat jatuhnya benda besar dari udara telah berganti menjadi sesosok orang yang tidak punya satu tangan. Kaki, tangan, dan kepalanya tak terpasang di badannya yang berbentuk oval. Tubuh yang besar tengkurap itu kemudian mendongakkan kepalanya, dia adalah Uchida yang berwajah seperti tengkorak dan memiliki ubun-ubun besi.

Uchida: (bahasa Jepang) “Tadi ada yang bilang Zero?”
Claudia: “A... aah...”
Uchida: (bahasa Jepang) “Gawat... ada yang melihatku, anak kecil? (perut berbunyi) Ugh, kenapa harus di saat seperti ini?”
Claudia: (menghampiri Uchida) “Ng... te... terima kasih...”
Uchida: (bahasa Jepang) “Hah? Kau bicara apa? Tunggu, (menarik lidahnya sendiri) nah, sudah diaktifkan. Kau tadi bicara apa?” (bahasa Norwegia)
Claudia: “Te... terima kasih telah menyelamatkanku.”
Uchida: “Itu bukan apa-apa... daripada itu... apa kau lihat orang bodoh berambut merah dengan sedikit ujung rambut yang berwarna kuning?”
Claudia: “Kak Zero? Barusan dia masuk ke dalam untuk menghadapi semacam monster, seperti barusan yang menyerangku tadi.”
Uchida: “Apa? Jadi mereka sudah bergerak, aku harus... (perut berbunyi) makan...”
Claudia: “Ng, ada yang bisa kubantu?”
Uchida: (terengah-engah) “Apa kau... bisa bawakan ini pada Francis?”

Uchida berbaring terlentang, dia memukul keras dadanya sehingga muncul sebuah pintu yang terbuka. Dia memasukkan tangannya ke dalam lubang pintu, dia mengeluarkan sesuatu dan mengangkatnya ke atas. Sebuah helm dipegang olehnya, tangannya kemudian jatuh lemas.

Claudia: “Paman! Paman tidak apa-apa?!”
Uchida: “Tidak ada waktu... bisakah kau berikan benda ini pada dia?”
Claudia: “Ba... baik, paman sendiri bagaimana?”
Uchida: “Cepat!”
Claudia: “Baik!” (berlari ketakutan)
Uchida: “Astaga, ng? (melihat Albert & Jacques yang melongo) Kalian lihat apa?”


Sementara itu di dalam tempat pembuangan sampah, Francis membanting monster gabungan dari mobil dan beberapa rongsokan ke tanah. Mobil itu sendiri tergeletak dengan posisi terlentang, meronta-ronta seperti laba-laba yang berusaha untuk bangkit. Francis kemudian memukul monster gabungan dari kulkas dan kipas angin, tinjunya menembus pintu kulkas. Pintu kulkas itu kemudian dicabut lepas, Francis menggunakannya sebagai senjata. Dia mengayunkannya ke kipas angin yang merupakan kepala monster dan menghancurkannya, setelah itu dia menendang jatuh sang monster. Pintu itu kembali diayunkan dan menghantam satu monster kecil, membuatnya terlempar dan menabrak satu monster besar. Beberapa monster yang menyatu dengan pistol menembaki Francis, dia kemudian menggunakan pintu kulkas untuk melindunginya dari tembakan. Saat itulah Francis menyadari sesuatu, monster kecil yang bertabrakan itu menjadi satu dengan monster besar. Tembakan-tembakan itu kemudian berhenti, Francis lalu menjatuhkan pintu kulkas yang banyak berlubang karena tembakan.

Francis: “So troublesome, all of you are 'Absorber' right? I can't crush all of you without certain weapon, unless 'he' is here.” (merepotkan sekali, kalian semua adalah 'Penyerap' bukan? Aku tak bisa hancurkan kalian semua tanpa senjata tertentu, kecuali 'dia' ada di sini.”
?: (bahasa Norwegia) “Benar sekali.”

Mendadak dia dikejutkan oleh suara seseorang dari belakang, dia berbalik namun tidak menemukan orang di belakangnya. Namun ada monster dengan salah satu bagian tubuh berupa radio yang menyapanya dengan kata 'Halo', keadaan menjadi hening sesaat.

Francis: “So someone... no... something has spoken.” (jadi seseorang... bukan sesuatu sudah bicara)
Absorber: (bahasa Norwegia) “Kami semua baru saja diciptakan oleh tuan kami dan kami diberi misi untuk menangkapmu, kemampuan kami adalah menyerap berbagai material baik keras maupun lunak untuk membentuk tubuh.”
Francis: “Aw, please explain it in a very normal way. How can the likes of you can understand what I'm saying and speak like a normal human?” (Aw, tolong jelaskan dengan cara yang lebih normal. Bagaimana bisa sejenis kalian bisa paham apa yang kukatakan dan bicara seperti manusia normal?)
Absorber: “Kami adalah versi yang sudah berkembang, pada awalnya kami diciptakan hanya untuk menyerap benda mati. Tapi setelah itu kami dikembangkan dengan tekhnologi tertentu dan sanggup menyerap makhluk hidup, begitulah kami bisa memahami apa yang kau ucapkan.”
Francis: “The problem is I still can't understand what are you saying, you can't even speak my language.” (masalahnya adalah aku masih tak mengerti apa yang kau katakan, kau bahkan tak bisa bicara bahasaku)
Absorber: “Setiap makhluk hidup yang kami serap memberi kami kemampuan, jika kami menyerap manusia kami hanya memiliki kemampuan berbicara sesuai dengan bahasa yang mereka kuasai. Kami juga diberikan sedikit kecerdasan setiap menyerap seorang manusia, lebih banyak manusia kami serap akan menambah...”

Tanpa pikir panjang Francis menerjang lawan bicaranya dengan lututnya sebelum dia menyelesaikan perkataannya, menghancurkan radio yang ada di tubuh Absorber. Bersamaan dengan itu, Claudia baru saja datang membawakan helm yang diserahkan Uchida.

Francis: “Enough with this troublesome talk, let's finish this you scrap!” (cukup dengan pembicaraan yang merepotkan ini, ayo selesaikan ini rongsokan!)
Claudia: “Kak Zero!”
Francis: “Claudia? What the heck are you doing here?” (Claudia? Apa yang kau lakukan di sini?)

Salah satu dari absorber berbentuk laba-laba menyerang Claudia, namun hal itu berhasil dicegah oleh Francis. Dia memeluk bagian belakang tubuh absorber itu, mengangkatnya, setelah itu dia melemparnya ke sekumpulan absorber lain. Mereka semua menyatu dan menjadi sebesar seekor kuda, wujudnya juga berubah seperti seekor kelelawar dengan sayap yang besar. Kini di tengah-tengah tempat yang luas itu ada tiga absorber dengan wujud laba-laba, kelelawar, dan ular. Francis berbalik menghadapi Claudia dengan wajah kesal, Claudia sendiri masih berdiri sambil membawa helm itu dengan gemetaran.

Francis: “I already told you to stay there, what the heck are those morons doing?!” (Aku sudah bilang padamu untuk tetap di sana, apa yang orang-orang tolol itu lakukan?!)
Claudia: “Ah, i... itu...”
Francis: “Ah, forget it, you won't understand anyway. Just get the hell...” (ah, lupakan, lagipula kau takkan mengerti. Keluar saja...)

Belum selesai bicara, sesuatu terjadi pada Francis. Sebuah benda berujung runcing dengan tetesan darah di ujungnya kini berada tepat di hadapan wajah Claudia, dia sendiri jatuh terduduk dengan wajah ketakutan. Dia kini melihat Francis dalam keadaan tertusuk dari bagian belakang hingga menembus perutnya, dia ditusuk oleh Absorber berbentuk ular dengan ekornya. Tapi Francis sendiri tak merasa kesakitan sama sekali, wajahnya tetap tenang

Francis: “Auch, that really hurt. You're not supposed to be watching this, I am sorry.” (aduh, itu sungguh sakit. Kau tak seharusnya melihat ini, maafkan aku)
Claudia: “Kak... Zero.”
Francis: “Run...” (lari...)

Absorber ular itu mengangkat dan menarik tubuh Francis, dia kemudian dibelit dengan kuatnya oleh tubuh absorber ular itu. Absorber kelelawar terbang melesat menuju Francis dan menyatu dengan absorber ular, kini absorber itu menjadi sedikit besar. Absorber itu kini memiliki sepasang sayap dan tubuh ular, absorber laba-laba sendiri berjalan menghampiri Claudia. Dia melihat absorber laba-laba yang sekarang menodongkan dua buah senapan dari kedua kaki depan kepadanya, dia menatap dengan ketakutan dan sedikit menitikkan air mata. Dia kemudian menatap helm yang dia pegang, setelah itu dia melihat Francis yang dibelit ular. Berkali-kali dia memandang helm kemudian Francis, tatapan matanya kini berubah serius. Dia kemudian melemparkan helm kepada Francis, namun sialnya helm itu malah mengenai kaki depan dari absorber laba-laba yang menodongnya. Lemparan dari helm itu membuat salah satu senapan yang ditodongkan berubah arah dan meletus, letusannya mengenai kaki satunya dan menghancurkannya. Tak putus asa, Claudia kembali mengambil helm yang gagal dia lempar. Dia kemudian berlari melewati absorber laba-laba dari bawah tubuhnya, mendekati Francis yang sekarang dibawa terbang rendah oleh absorber ular kelelawar. Francis sekarang bertatapan dengan kepala absorber tersebut, absorber yang sebenarnya tak memiliki mata itu kini mengeluarkan sebuah bola mata.

Mendapatkan Subyek M46 N4120 K
Langkah Selanjutnya
Antarkan Ke Tempat Pemberangkatan

Francis: “You have an ugly face.” (kau punya wajah yang jelek)
Claudia: “Kak Zero!”
Francis: “Moron, I already told you to run! But technically now she is running, so that's my fault.” (tolol, aku sudah bilang padamu untuk lari! Tapi secara teknis dia sekarang berlari, jadi itu kesalahanku.)
Claudia: “Terima ini!”

Claudia melemparkan helm kepada Francis, namun lemparannya meleset lagi dan mengenai kepala absorber ular kelelawar. Perhatian absorber itu teralihkan dari Francis menuju Claudia, helm yang gagal dilempar itu kini jatuh dan terpasang tepat di kepala Francis. Absorber ular itu melepaskan belitannya dan hendak menebas Claudia dengan ekornya yang cukup panjang, bersamaan dengan itu sesuatu terjadi ketika Francis memakai helm.

Francis: “What the heck?”

Identitas Pemakai
Francis Zero
Kecocokan Wajah
75%
Kecocokan Suara
67%
Kecocokan DNA
100%
Memulai Transformasi
Masukkan Kata Sandi

Francis: “Password? I see..., thanks. N - GAGE!” (kata sandi? Aku paham... terima kasih.)

Kata Sandi Diterima
Baju Tempur Diaktifkan

Mendadak seluruh tubuh Francis diselimuti cahaya yang sangat terang, bersamaan dengan itu absorber ular kelelawar mulai menebas Claudia dengan ekornya yang besar. Namun serangannya berhasil dihentikan, sesosok orang menahan ekor absorber itu dengan satu tangan. Di hadapan Claudia kini berdiri Francis yang telah berubah wujud, dia menggunakan helm lengkap dengan seperangkat pakaian tempur. Seluruh tubuhnya berwarna merah dengan sedikit warna kuning di sekitarnya, dia kemudian memegang ekor absorber itu dengan kedua tangannya. Dia mulai menarik dan memutar-mutar tubuh absorber itu, absorber ular kelelawar kemudian menabrak absorber laba-laba saat diputar-putar. Francis melepaskan ayunannya dan membuat absorber itu terbang, akhirnya absorber itu terjatuh keras di dalam tempat pembuangan tumpukan besi rongsokan. Matahari kini sudah terbit, sosok Francis dengan baju tempurnya kini terlihat jelas ketika membelakangi matahari.

Francis: “Tebak siapa yang sudah kembali.”

No comments:

Post a Comment