Tuesday, March 26, 2013

Level 15


PEMBEBASAN

Oslo, Norwegia, 13 Oktober, 21:00. Francis masih berada di dalam sel yang dijaga oleh Margo, dalam keadaan ditusuk di dinding. Darah yang terus menetes dari tangan dan kakinya yang ditusuk oleh es ikut membeku, dia mengerang menahan rasa sakit.

Margo: “Pasti sakit bukan? Tenang saja, es itu akan mencair 1 jam lagi.”
Francis: “Aku bisa menahan semua rasa sakit ini sampai kalian semua lenyap dari dunia ini, itu lebih baik daripada aku bekerja dengan kalian.”
Margo: “Kau tadi menipunya dan kau sekarang ditipu balik, bodoh sekali. (duduk di lantai) Tapi tenang saja, aku akan benar-benar bercerita sesuatu yang menarik kepadamu. Bergembiralah, sementara kau mendengarkan ceritaku untuk menghilangkan rasa sakit.”
Francis: “Kau santai sekali, sebenarnya apa pekerjaanmu?”
Margo: “Hanya seorang kurir, (mengisap rokok) haaaah.” (menghembuskan asap)
Francis: “Kenapa kau tidak kelihatan takut pada si mata cacing itu?”

Margo membuang rokoknya yang membeku ke tanah, dia mengeluarkan sebatang rokok lagi dari dalam bajunya beserta sebuah pemantik api. Meletakkan rokok itu ke mulutnya dan menyalakannya dengan pemantik, mengisap rokok itu sampai membeku. Dia memperhatikannya agak lama kemudian menghancurkannya dengan tangan kosong, menghembuskan asap dari hidungnya.

Margo: “Sebab dia mantan bawahanku, untuk apa takut? Dia masih seekor kadal yang hanya bisa meninggalkan ekornya pada saat musuh menangkapnya, posisi yang dia miliki pun didapat dengan memfitnah Jenderal sebelum dia.”
Francis: “Dari kurir menjadi Jendral? Aneh sekali.”
Margo: “Suatu hari dia mengantarkan Ulkamium seperti biasa ke laboratorium bersama diriku, dia melihat sebuah percobaan yang diujikan kepada mutan yang sedang mengalami phase 'Venom'. Ulkamium adalah mineral yang luar biasa, selain bisa memberi tenaga pada mesin tapi juga pada makhluk hidup. Hanya dengan memasukkan mineral itu ke dalam tubuh mutan, phase Venom bisa dihentikan.”
Francis: “Memasukkan? Bagaimana caranya?”
Margo: “Ulkamium itu adalah mineral yang spesial bahkan bisa diubah dalam bentuk apapun, mencairkannya adalah salah satunya. Jika es mencair karena panas, Ulkamium bisa mencair karena dingin. Aneh bukan? Ulkamium harus didinginkan dengan suhu diantara 50 sampai 30 derajat Fahrenheit, setelah itu kau bisa menyuntikkan atau meminumnya.”
Francis: “Tapi pasti ada efek sampingnya bukan?”
Margo: “Benar, phase Venom memang bisa dihentikan. Tapi setelah itu mutan yang tubuhnya dimasukkan Ulkamium akan merasakan sedikit kecanduan, Drake yang bodoh itu dengan sukarela menawarkan diri menjadi kelinci percobaan. Sejak saat itu dia berusaha untuk menguasai Ulkamium yang dia tambang untuk dirinya sendiri, tapi dia juga menyadari satu hal. Untuk mendapatkan lebih banyak Ulkamium, dia harus memiliki posisi tinggi. Dia memfitnah orang yang pangkatnya berada setingkat di atasnya satu persatu, hasilnya seperti yang kau lihat.”
Francis: “Sungguh menyedihkan.”
Margo: “Kau merokok?”
Francis: “Tidak.”
Margo: (berdiri) “Kalau begitu cobalah sedikit, buka mulutmu.”

Tanpa pikir panjang, Francis membuka mulutnya. Margo memegang sebatang rokok dan menyalakannya, dia memegang dan menjulurkannnya dengan belalainya yang panjang. Meletakkannya di depan mulut Francis, namun ujung rokok yang dimasukkan ke mulutnya adalah bagian yang panas. Lidah Francis terbakar karena api rokok, Margo menarik belalainya.

Margo: “Oh, maaf. (tertawa) Buka mulutmu lagi, (menjulurkan belalai) sekarang gigit.”
Francis: “Ngh!” (menggigit rokok dan menelannya)
Margo: (melongo) “...mari kita coba lagi...”


Sementara itu dua orang sudah berada di depan pintu gedung tua yang akan mereka masuki, salah seorang mencoba mencongkel kayu yang menyegel pintu dengan linggis. Mereka tak menyadari, kalau mereka sedari tadi sudah diawasi oleh 'Flying Drone' dalam keadaan tak terlihat. Pandangan mereka terhubung dengan layar monitor yang dioperasikan oleh Absolon, kemudian Absolon itu menghubungi Drake melalui layar monitor.

Drake: “Ada masalah?”
Absolon: “Penyusup, 2 orang.”
Drake: “Musuh?”
Absolon: “Penduduk sipil, sepertinya gelandangan.”
Drake: “Bawa saja mereka ke dalam dan masukkan ke ruang pengolahan, kita akan buat mereka menjadi tenaga kerja kita yang berguna.”
Absolon: “Siap, Jendral Drake.”

Dua orang di depan masih berusaha untuk masuk, namun pintu itu mendadak roboh ketika masih dicongkel. Lebih tepatnya, pintu itu berputar dari bawah ke atas dan membuat mereka masuk ke dalam. Ketika sudah berada di dalam, mendadak dua absorber menangkap dan menahan mereka. Namun salah seorang berhasil kabur dengan melepaskan jaket yang dia pakai, dia berlari dan masuk ke dalam sebuah lubang. Dia meluncur di dalam lubang sampai jatuh di suatu tempat, berguling-guling sampai menabrak dinding. Orang itu kemudian duduk berlutut, dia mengusap-usap kepalanya. Ternyata dia adalah James, dia berdiri sambil meringis kesakitan.

James: “Ouch, that really hurt. What the hell was that? I'll help you later Roy, now where am I?” (aduh, itu sakit sekali. Apa-apaan itu tadi? Akan kutolong kau nanti Roy, sekarang di mana aku?)

James kini berada di dalam sebuah lorong panjang, dia menoleh ke kanan dan ke kiri. Tiba-tiba dia mendengar suara berdenting dari arah kanan, dia berjalan menuju arah suara itu. Dia terus berjalan hingga akhirnya sampai ke sebuah pintu, sumber suara di balik pintu itu terdengar semakin keras. James perlahan mendekati pintu, mendadak pintu itu terbuka dengan sendirinya. Dia langsung masuk ke dalam, di hadapannya banyak tabung kaca berisi cairan ungu dengan Absorber dalam bentuk awal.

James: “Now, what do we have here?” (Sekarang, apa yang kita dapat di sini?)

Sepanjang dia berjalan, ada beberapa tabung yang kosong. Mendadak tabung yang kosong itu terisi cairan ungu dari atas, semacam mesin mengangkut satu absorber dan memasukkannya ke dalam tabung. James berjalan ke arah tabung yang baru terisi, melihat absorber itu bergerak-gerak di dalamnya. Mata absorber itu melihat James, dia mengetukkan jarinya ke tabung. Absorber itu balik membalas ketukannya, mata absorber itu kemudian menutup dan dia berhenti bergerak.

James: “Now I'm really sure that this is an Alien hideout.” (sekarang aku cukup yakin bahwa ini adalah tempat persembunyian alien)

Suara berdenting lagi-lagi terdengar, sebuah pintu mendadak terbuka. Sekitar 4 absorber keluar dari dalam, berjalan menuju pintu di mana James masuk. Satu absorber mendadak berhenti dan menoleh ke kiri, dia melangkah ke sebuah tabung kosong. Namun yang dia lihat di dalam hanyalah absorber yang baru saja dimasukkan ke dalam, kelihatan lemas dan tidak bertenaga. Absorber itu mengabaikannya dan berjalan keluar menuju pintu bersama Absorber lain, bersamaan dengan itu tabung yang kosong mulai terisi lagi dengan cairan ungu. James keluar dari tempat persembunyiannya di belakang tabung kosong di sebelah tabung yang baru terisi, dia berlari ke pintu tempat para Absorber keluar. Pintu terbuka dan dia menemukan sesuatu seperti telur raksasa melayang di tengah-tengah ruangan, di sekitarnya ada aliran listrik yang melindunginya.

James: “What is this? Hm, looks like I can't freely touch it, I'll be fried.” (apa ini? Hm, sepertinya aku tak bisa menyentuh seenaknya, aku akan terpanggang.)

James melihat sebuah layar monitor dengan sebuah unit mesin di belakang telur raksasa, beberapa saat kemudian dia sudah berada di depan mesin itu. Banyak tombol dan tuas di mesin itu, macam-macam tombol dengan berbagai tanda. Dia mengamati mesin itu dengan teliti, dia melihat kabel yang panjang dari mesin itu dan sepertinya terhubung ke macam-macam peralatan di dalam ruangan. James melihat tombol dengan tanda listrik, tanpa pikir panjang dia memencet tombol itu. Dalam sekejap, seluruh ruangan di dalam markas menjadi gelap dan mesin-mesin berhenti beroperasi. Begitu juga penjara laser di mana Francis disekap, tapi Margo yang berjaga di depannya sama sekali tak bergerak.

Margo: “Sepertinya ada yang menyusup kemari, tapi tenang saja. Walau gelap sekalipun, panasmu masih bisa kurasakan.”

Di tempat lain dalam markas di mana Roy disekap, dia kini berada dalam sebuah tabung kaca. Ruangan di mana dia ditahan gelap gulita, dia hanya bisa melihat banyak mata menyala di dalam kegelapan.

Roy: “You're good boy, James. Quickly get me out of here before they doing something to me, those eyes creeps me out.” (Kau anak baik, James. Cepat keluarkan aku dari sini sebelum mereka melakukan sesuatu padaku, mata-mata itu membuatku takut.)

Di dalam ruang pengisian tenaga di mana James berada, ruangan itu agak sedikit terang dengan disinari lampu merah dan berkedip-kedip di dalam ruangan. Telur raksasa yang melayang itu kini tergeletak di lantai, aliran listrik di sekelilingnya mati. James mencoba menghubungi seseorang dengan hpnya, namun hpnya menunjukkan tanda tidak ada sinyal.

James: “Shoot, but the electricity is off now. I still have time before they came here, I wonder what this thing is.” (sial, tapi listriknya mati sekarang. Aku masih punya waktu sebelum mereka datang, aku penasaran benda apa ini.)

Tapi belum sempat dia mendekati dan memeriksanya, benda itu bergetar keras. Mendadak muncul sepasang tangan dan kaki dari dalamnya, benda itu kemudian berdiri dengan kedua kakinya. Tangan benda itu mencoba meraba-raba sekelilingnya, James yang melihatnya hanya bisa diam. Benda itu telah memegang tembok dengan kedua tangannya dan diam sejenak, seluruh badannya bergetar semakin keras. Sesuatu melompat dari dalam tubuhnya, menabrak langit-langit dan memantul di dalam ruangan. Benda itu berhenti memantul dan menggelinding di depan kaki James, sesuatu berbentuk bulat dan keras. Dia menghentikannya dengan kakinya, tapi dia terkejut ketika mengangkat kakinya. Itu adalah sebuah kepala, tepatnya kepala Uchida. James lebih terkejut lagi ketika mata buatan Uchida melirik kepadanya, dia jatuh terduduk.

Uchida: (bahasa Jepang) “Itai... (sakit) apa yang terjadi? Di mana tubuhku?”
James: “Y... you can talk?” (K... kau bisa bicara?)
Uchida: “Dare?” (siapa?)
James: “What are you?” (kau ini apa?)
Uchida: “Chotto mate kudasai.” (tunggu sebentar)

Uchida menjulurkan lidahnya keluar, menggigit lidahnya sendiri. Terdengar suara 'klek' dari dalam mulutnya, dia memasukkan kembali lidahnya ke dalam mulut.

Uchida: “Ah, sudah selesai. Hei, kau. Lihat di mana tubuhku?”
James: “Di... di belakangmu...”
Uchida: “Apa? Gawat sepertinya kepalaku lepas dari sana, apa yang sebenarnya terjadi? Aku tak bisa melihatmu dengan jelas, biar kuaktifkan pelacak panas.”

Mata palsu Uchida berubah warna menjadi kuning, dalam pandangannya dia melihat siluet seseorang yang sekarang merangkak di hadapannya.

Uchida: “Kau manusia?”
James: “Ya, apa kau alien?”
Uchida: “Bukan, aku cyborg. Bisa bawa kepalaku ke tubuhku?”
James: “Sekarang?”
Uchida: “Tentu sekarang! Cepat! Aku tak bisa hidup kalau lama-lama kepalaku terpisah dengan tubuhku!”
James: “Ba-baik!”

James mengangkat kepala Uchida secara terburu-buru, dia berlari membawa kepala itu ke tubuh Uchida. Namun James berhenti dan terlihat ragu-ragu, dia melihat sekujur tubuh Uchida hanya dengan sepasang tangan dan kaki namun tanpa kepala.

James: “Aku sudah berada di depan tubuhmu.”
Uchida: “Bagus, letakkan di atas.”
James: “Atas?”
Uchida: “Kepala selalu ada di atas kan? Cepat letakkan!”

James langsung meletakkan kepalanya di atas tubuhnya, tapi tidak sampai karena badannya terlalu besar. Dia kemudian mencoba melemparkan kepala itu ke atas tubuhnya, hal itu berhasil. Kepala Uchida berhasil terpasang di tubuhnya, badannya kini sudah mulai bisa digerakkan. Namun ternyata terjadi kesalahan saat James memasang kepalanya, mulutnya berada di atas dan matanya berada di bawah. Terlebih lagi, bagian wajahnya menghadap ke belakang.

Uchida: “Aku merasa aneh...”
James: “Ke... kepalamu terbalik...”
Uchida: “Hah? Itu bisa diperbaiki.”

Kepala Uchida melayang dan berputar sampai kembali ke posisi yang benar, tubuh bagian depannya kini bergerak menghadap James. Dia melihat James di bawahnya, mengangkat tubuhnya dengan tangannya yang besar.

Uchida: “Siapa kau?”
James: “A... aku teman dari seseorang yang ditahan di sini, aku sedang mencarinya.”
Uchida: “Ditahan? Tunggu, di sini ruang pengisian tenaga. Apa kau tahu di mana komputernya?”
James: “Sebelah kananmu.”
Uchida: (menoleh ke kanan lalu ke James) “Apa kau menyentuhnya?”
James: “Awalnya aku mau menghilangkan aliran listrik yang menahanmu, aku cuma menekan satu tombol. Setelah itu hal ini terjadi, tombol yang kutekan yang bertanda seperti aliran listrik.”
Uchida: “Tunggu sebentar, seharusnya aku ganti saja menjadi penglihatan malam. (mata berubah hijau) Ah, begini lebih baik.”

Uchida langsung berjalan ke komputer, jari-jarinya yang besar tertekuk ke atas dan mengeluarkan kabel. Dia mencabut beberapa kabel yang menancap di mesin itu dan menancapkan kabel dari jarinya ke lubang yang ada di mesin, layar komputer kini menyala. Uchida mulai membuka beberapa data, di layar muncul sebuah peta. Posisi mereka sekarang berada di bawah tanah, 1 lantai ke bawah.

Uchida: “Baik, jadi di sini posisi kita. Ruangan ini mengisi tenaga semua absorber yang dipekerjakan di seisi fasilitas ini, selain itu juga menjalankan seluruh tenaga dalam fasilitas. Temanmu kemungkinan dibawa ke ruangan berlawanan arah dari sini, ruang pengolahan. Kita masih punya waktu untuk menyelamatkan temanmu, tapi biar kukopi dulu peta ini ke memoriku.”
James: “Tu... tunggu, jadi makhluk itu disebut 'Absorber'?”
Uchida: “Baiklah, aku sudah mendapat petanya. Kita selamatkan dulu temanmu, setelah itu aku akan ke lantai ke 4 di bawah menyelamatkan temanku. Waktu kita tak banyak, ikut aku.”
James: “Baiklah, wow. Ini jadi semakin menarik.”


Sementara itu di ruangan tempat mesin waktu berada, beberapa Absorber mengangkut muatan Ulkamium ke kendaraan milik Margo. Drake sedang minum Ulkamium cair dari botolnya, merayap di langit-langit dengan kaki dan tangannya. Terdengar suara 'beep' 3 kali dari sebuah komputer, Drake turun dari langit-langit dan mendarat di lantai. Dia menekan tombol di komputer itu, layar monitor menyala dan muncul siluet seseorang.

Drake: “Di sini Jendral Drake, sebutkan pangkat dan divisimu.”
Genzo: “Di sini Opsir Staf Genzo dari divisi Tokyo, ada yang ingin kami sampaikan mengenai Ulkamium curian yang dicuri dari pertambangan.”
Drake: “Akhirnya ada kabar juga, lalu bagaimana perkembangannya?”
Genzo: “Ulkamium yang kami dapatkan kembali sejumlah 2 megaton dan sekarang sudah dikirim lewat jalur teleportasi.”
Drake: “Hanya itu?”

Suara beep terdengar lagi sebelum Drake mendapat jawaban, Drake menekan lagi tombol di komputer. Muncul 3 siluet secara bersamaan, hanya saja agak buram.

Borgenov: “Di sini Kolonel Borgenov dari divisi Moskow, kami mendapatkan 0,8 megaton dan sedang dalam proses pengemasan.”
Naseer: “Kapiten Naseer dari divisi Mesir, saat ini masih berusaha mengambil 1,1 megaton dari fasilitas TDG.”
Hummond: “Letnan Hummond dari divisi New York berbicara di sini, kami belum mengambil kembali Ulkamium yang dicuri dan menolak untuk menyerahkannya.”
Drake: “Apa?! Apa maksudmu? Kita semua sudah bersepakat bukan?”
Hummond: “Memang, kami mendapat perintah langsung untuk merebut kembali Ulkamium yang dicuri. Tapi kami tidak mendapatkan nama siapa yang memberi perintah, kami tak berkewajiban untuk mengembalikan Ulkamium itu tanpa perintah yang jelas dari pihak yang tidak jelas.”
Drake: “Tidak bisa, kau harus segera mengembalikannya dalam waktu 6 hari ini. Ini demi kejayaan Pemerintahan, aku memerintahkanmu sebagai Jendral di sini!”
Hummond: “Jendral? Sejak kapan? Kau belum lama mendapatkan pangkat seperti itu, kalian juga berpikir itu aneh bukan?”
Borgenov: “Memang aneh jika orang sepertimu bisa terus naik pangkat selama 2 tahun terakhir ini, bukankah 2 tahun lalu kau adalah seorang kurir?”
Drake: “I... itu...”
Hummond: “Walau pangkatmu tinggi sekalipun, jasa apa yang pernah kau berikan kepada Pemerintahan? Mengalahkan musuh? Menyerahkan penemuan yang bermanfaat? Menangkap pengkhianat?”
Naseer: “Kau tampak seperti pengkhianat.”
Drake: “Genzo, jangan diam saja. Bukankah kau sudah mengirimkan Ulkamium yang dicuri kembali itu kepadaku... kepada kami?”
Genzo: “Memang benar, tapi itu atas perintah yang memang belum jelas dari siapa. Kami hanya sekedar mengembalikan demi kestabilan Pemerintahan, tapi bukan berarti kami harus percaya kepadamu.”
Borgenov: “Semua orang yang dulu pangkatnya setingkat di atasmu, selalu dicap sebagai pengkhianat dan pangkatnya selalu kau dapat.”
Naseer: “Jangan pernah kira kami tak tahu semua itu, ada rumor yang mengatakan bahwa kau menimbun sebagian dari Ulkamium itu untuk dirimu sendiri.”
Hummond: “Bagi kami mungkin Ulkamium hanya bermanfaat untuk bahan baku persenjataan kita, tapi kami tahu Mutan sepertimu juga sangat memerlukannya.”
Drake: “!!”
Naseer: “Mutan yang sampai sekarang berhasil mendapatkan pangkat di Pemerintahan hanya belasan, termasuk dirimu.”
Borgenov: “Dan itupun atas usaha mereka sendiri, Genzo mungkin berpangkat rendah tapi dia cukup bertanggung jawab.”
Hummond: “Aku setuju dengannya, jadi kalian semua sepakat?”

Ketika orang-orang di layar monitor hendak mengangguk setuju, tiba-tiba terdengar suara alarm. Drake kemudian mengoperasikan mesin dan menekan sebuah tombol, di layar muncul sebuah peta dengan tanda merah berkedip-kedip di ruang pengolahan. Setelah itu di layar monitor muncul video rekaman di mana Uchida baru membebaskan Roy dari tabung kaca, setelah itu mereka kabur bersama James.

Drake: “Apa yang sebenarnya terjadi?! Seseorang di atas sana bisa jelaskan padaku?!”
Absolon: (suaranya saja) “Energi dimatikan secara manual oleh penyusup, seluruh fasilitas di atas mati. Penyusup telah membobol ruang pengolahan dan membebaskan seorang tahanan, energi di ruang pengisian tenaga akan pulih kembali dalam 3 menit.”
Drake: “Tahanan? Apakah itu tahanan yang berada di ruang tahanan?”
Absolon: “Tidak, tahanan masih berada di ruang tahanan.”
Drake: “Segera halangi penyusup itu untuk keluar ataupun ke bawah, bawa mereka ke sini sekarang! Segera aktifkan portal waktu, kita akan mengirim subyek M46 N4 120 K kembali ke laboratorium!”
Hummond dan semua orang yang ada di layar monitor: “!!!”
Drake: “Beritahu Margo dan kawal subyek sampai ke sini sekarang!”
Hummond: “Tunggu!”
Borgenov: “M46 katamu?!”
Drake: “Benar, kenapa?”
Naseer: “Kami memang baru mendengar ada kabar bahwa subyek percobaan yang dilarikan oleh seorang pengkhianat.”
Genzo: “Jadi dia di situ?”
Drake: “Benar, dan aku ditugaskan untuk menangkap dan mengembalikannya atas perintah Pemerintahan!”
Hummond dan yang lain: “......” (berpikir sejenak)
Drake: “?”
Borgenov: “Baiklah, kami akan memikirkan kembali untuk mengembalikan Ulkamium curian itu.”
Naseer: “Kami bertiga tepatnya, kau akan diberi kesempatan.”
Drake: “Sungguh?”
Hummond: “Itu jika kau berhasil mengembalikan subyek M46, setelah itu kami akan mengembalikannya.”
Drake: “Aku takkan mengecewakan kalian, tunggulah sampai saat itu tiba.”
Genzo: “Kami akan nantikan saat itu, komunikasi diputus.” (layar komputer mati, semua menghilang)

Monday, March 25, 2013

Karakteristik 6

Hari ini saya memberikan deskripsi lain tentang pasukan musuh, pertama adalah robot nyamuk yang mengejar Francis dan Uchida. Bentuknya seperti nyamuk biasa, tapi sedikit berbentuk mesin. Saya nggak bisa beritahu detailnya seperti apa, tapi saya bisa beri gambar untuk diimprovisasi.
 
Bentuk wajah dan tubuhnya begini, robot ini belum punya nama tetap. Kemampuannya adalah terbang berdesing, menembakkan laser, mengeluarkan jarum dari wajahnya dan menusuk lawan, bisa menyemprotkan semacam cairan asam yang bisa melelehkan apa saja.

Berikutnya untuk Flying Drone, robot lalat yang bisa menghilang dan tak bisa dilihat. Namun sayang kemampuan menghilangnya tak sempurna, bisa terlihat di refleksi air atau kaca. Memiliki kemampuan menembak jitu sasaran (sniper), serta menyeruduk lawan. Bagi yang sudah melihat dan mau coba mengkreasikannya sendiri, selamat mencoba



Thursday, March 21, 2013

Level 14


TERTANGKAP

Oslo, Norwegia, 13 Oktober 2010, 17:00. Di gudang tempat persembunyian di mana tadinya Francis dan Uchida berada, kini menjadi puing-puing tak berbekas. Di hadapan puing-puing itu berdiri seseorang berjaket, bertudung, membawa ransel, berkacamata hitam dan memakai topi. Dia membuka kacamata hitam, tudung, dan topinya. Ternyata dia adalah James, dia perlahan berjalan menuju puing-puing. Dia berlutut dan memegang serpihan-serpihan di hadapannya, menggenggamnya dan menjatuhkannya. Setelah itu dia mengeluarkan HP dari saku jaketnya, menghubungi Roy.

James: “Halo? Jangan berteriak dulu, sebab aku butuh bantuanmu sekarang. Tamu kehormatan kita sudah tak lagi berada di tempatnya, bisa bawa beberapa orang dari bagian 'Kebersihan' kemari?”

James mendadak melihat sesuatu bersinar di puing-puing, dia langsung berlari dan menyingkirkan beberapa puing sampai dia menemukan sesuatu. Sebuah CPU komputer dengan layar yang sudah rusak, CPU itu sendiri masih utuh.

James: “Bawa juga beberapa orang dari bagian 'Pengembangan', ada sesuatu yang kutemukan dan perlu diteliti di sini. Ng?”

James sadar dia menginjak sesuatu di bawah kakinya, dia mengangkat sesuatu dari bawah tempat dia berdiri. Ketika dia berhasil mengangkatnya, dia mendapatkan sebuah helm yang dipakai Francis untuk bertransformasi.

James: “Ini...”


Francis kini disekap di dalam penjara dengan jeruji laser, dia duduk di sudut memandangi bagian luar penjara. Ada beberapa absorber yang mondar-mandir berjalan kesana kemari, salah satu mendorong kereta dorong berisi Ulkamium. Tak lama kemudian seseorang datang menuju selnya, kini di depan sel berdiri Jendral Drake.

Drake: “Subyek M46 N4 120 K, aku tak menyangka jika kau kabur ke wilayah kekuasaan kami.”
Francis: “......”
Drake: “Tak ada yang mau kau katakan? Aku sebenarnya ingin banyak mendengar cerita darimu. Jadi, kudengar kau dilarikan oleh ilmuwan kami yang sekarang sedang diinterogasi di ruang pengisian tenaga saat ini.”
Francis: “......”
Drake: “Masih tidak mau bicara? Mungkin ini bisa membuatmu bicara.”

Jendral Drake mengacungkan tongkatnya pada Francis, menembakkan listrik ke sekujur tubuhnya. Dia sedikit kejang-kejang, namun dia berdiri. Mendadak dia berlari menuju Jendral Drake, namun jeruji laser menahannya sebelum dia sempat menyentuh wajah Drake. Dia menghentikan sengatan listriknya, Francis sendiri mundur dari jeruji. Baju yang dia kenakan hangus, tubuhnya yang terluka sembuh dengan sendirinya.

Francis: “Your electricity is nothing for me, punk. His electricity is better than you.” (listrikmu tak ada apa-apanya bagiku, sialan. Listriknya lebih baik dari dirimu.”
Drake: “Bahasa Inggris, karena itu kau tak bisa menjawab pertanyaanku? Very well, I'll speak with your language.” (baiklah, aku akan berbicara dengan bahasamu)
Francis: “It's futile if you want to persuade me to join you.” (tak ada gunanya jika kau mau membujukku untuk bergabung denganmu)
Drake: “Oh, there's no need to do that. I just want you to know, your savior is being tortured in another room. But amazingly, he won't speak a word yet.” (oh, tak perlu melakukan hal seperti itu. Aku hanya ingin kau tahu, penyelamatmu sedang disiksa di ruangan lain. Tapi menariknya, dia tak mau bicara sedikitpun.)
Francis: “He's tough isn't he?” (dia tangguh, bukan?)
Drake: “Indeed, when we want to interrogate him, he change himself into defensive mode.” (Benar, saat kami ingin menginterogasinya, dia mengubah dirinya menjadi mode pertahanan.)

Di ruangan lain, Uchida kini dalam bentuk telur. Dia diperiksa oleh beberapa Absorber, sambil diperhatikan oleh Margo. Para Absorber itu mencoba untuk membukanya dengan beberapa metode, memukulinya dengan semacam palu, mengebornya, dan menembakinya dengan laser.

Francis: “What do you plan to do with me?” (apa yang mau kau rencanakan denganku?)
Drake: “First thing, my name is not 'you'. I'm Drake, and you will call me General Drake, if you may.” (pertama, namaku bukanlah 'kau'. Aku Drake, dan kau akan memanggilku Jendral Drake, jika kau tak keberatan.)
Francis: “Well... Drake, can you answer my question first?” (Baiklah... Drake, bisakah kau jawab pertanyaanku dulu?”
Drake: “You're one of the fools who still struggle hardly for what you called 'freedom', so why I should answer it? After you return to the future, you will be reprogramed into one of our finest soldier.” (kau adalah salah satu dari orang bodoh yang masih mencoba untuk berjuang keras untuk apa yang kau sebut 'kebebasan', lalu kenapa aku harus menjawabnya? Setelah kau kembali ke masa depan, kau akan diprogram ulang menjadi salah satu prajurit terbaik kami)
Francis: “You already answer it.” (kau sudah menjawabnya)
Drake: “Now its my turn to ask you a question, you will answer it immediately. Before you escape from the laboratory, Professor Uchida is the one who release you. Is that right?” (sekarang giliranku untuk mengajukan pertanyaan, kau akan menjawabnya langsung. Sebelum kau kabur dari laboratorium, Profesor Uchida adalah orang yang membebaskanmu. Benarkah itu?”
Francis: “Damn right.” (memang benar)
Drake: “When you arrive in this era, did he tell you something?” (saat kau tiba di era ini, apa dia memberitahumu sesuatu?)
Francis: “A few things.” (beberapa hal)
Drake: “And what is it?” (dan apakah itu?)
Francis: “It's complicated, I can't even remember.” (rumit sekali, aku bahkan tak bisa ingat)

Jendral Drake sekali lagi mengacungkan tongkatnya ke arah Francis, kali ini dari tongkatnya keluar laser yang menggores pipi kirinya. Darah mengucur keluar dari mulutnya, pipinya robek begitu lebar sehingga giginya terlihat. Francis berlutut memegang pipinya dan menahan rasa sakit, namun pipinya kembali sembuh dan utuh seperti sediakala.

Drake: “Then you must remember, you still have luck. Your healing factor saves you, I still have time until your departure.” (kalau begitu kau harus ingat, kau masih punya keberuntungan. Kekuatan penyembuhmu menyelamatkanmu, aku masih punya waktu sampai keberangkatanmu.)
Francis: “This pain... is nothing, you can ask me hundred times, thousand times, I don't care. You think I'll answer to a coward who wield a weapon?” (rasa sakit ini... bukan apa-apa, kau bisa tanyai aku ratusan kali, ribuan kali, aku tak peduli. Kau pikir aku akan menjawab pada pengecut yang pegang senjata?)
Drake: “...you're right, using weapon is a cowardly way. Then how about this, I'll put my weapon and I tell you something interesting?” (...kau benar, mengunakan senjata itu cara pengecut. Lalu bagaimana dengan ini, akan kutaruh senjataku dan akan kuberitahu sesuatu yang menarik?)
Francis: “If it didn't make me bored here, I'll consider it.” (jika itu tak membuatku bosan di sini, akan kupertimbangkan)
Drake: “Oh, I can guarantee it.” (oh, aku bisa jamin itu)


Di gedung TDG cabang Oslo, Norwegia, di sebuah laboratorium. James sedang duduk bersama beberapa orang ilmuwan, mereka sedang sibuk melakukan penelitian. Mengetik tuts keyboard, mencoba membuka sebuah program. Beberapa komputer dijalankan masing-masing ilmuwan

Ilmuwan 1: “Firewall pertama berhasil diterobos.”
Ilmuwan 2: “Firewall ke dua berhasil diterobos.”
Ilmuwan 3: “Ada virus yang mencoba masuk ke sistem kita, Antivirus kita tak mampu menahannya.”
James: “Kerja bagus, serahkan sisanya kepadaku. Kalian mundurlah, maaf sudah merepotkan kalian. Baiklah, mari kita lihat apa yang terjadi jika aku suntikkan imunisasi ke 'bokong'-nya.”

James memasukkan sebuah kaset ke CPU, lalu muncul tulisan 'Password' di layar monitor. Setelah menekan beberapa tombol, James menekan Enter. Di layar monitor yang besar muncul huruf besar bertuliskan 'Menjalankan Proses: Menghapus Virus'. Beberapa saat kemudian muncul tulisan 'Virus berhasil dihapus, Area aman untuk dimasuki', setelah itu James mengepalkan tangan dan menggerakkannya ke bawah bersama lengannya sedikit.

James: “Akhirnya, mari kita lihat isinya.”

James mengetik beberapa kata, muncullah wallpaper bergambar Einstein menjulurkan lidah.

James: (jengkel) “Ini cuma perasaanku atau sepertinya kita sedang diejek setelah berhasil masuk?”
Roy: (berlari masuk) “JAMES ARCHIBALD YORGINS!!”
James: “Roy, tenang dulu. Aku baru saja berhasil membuka database yang kutemukan.”
Roy: “Lagi-lagi kau keluar tanpa ijin dan tanpa pengawasan! Bagaimana jadinya aku menghadap pada ayahmu nanti?!”
James: “Bukankah kau bilang akan memberikan bantuan sepenuhnya jika aku setuju untuk pulang ke rumah?”
Roy: “Tapi setidaknya harus ada seseorang yang menemanimu ke manapun kau pergi, walau hanya satu orang.”
James: “Baik, baik, aku mengerti. Yang terpenting sekarang adalah ini.” (menunjuk layar monitor)
Roy: “Sepertinya orang yang terlihat bodoh ini mengejekmu.”
James: (jengkel) “Mari kita lanjutkan penelusurannya.”


Beberapa saat kemudian, James melihat video yang merekam saat Francis sedang berlatih di dimensi Crimson. Dia melihat video itu di laptopnya di sebuah kamar tidur, dia melihat ketika Francis berlatih dalam mode Crimson. Menciptakan bilah pisau di bagian lutut, tumit, ujung kaki, sikut, bahu, serta cakar di semua jari tangannya. Banyak bola besi terbang meluncur ke arahnya, dia menangkis semua serangan itu dengan semua pedang dan cakar yang ada di tubuhnya. Memotong-motong bola itu sambil bersalto, bergerak dengan lincahnya. Namun tak lama kemudian semua bola itu menancap di semua bilah pisau, bahkan pada semua jari tangannya yang bercakar. Beberapa bola terbang meluncur membentur perut dan kepala Francis, membuatnya melayang berputar tak terkendali.

Francis: “Matikan Crimson mode!”
Uchida: “Yang benar itu non aktifkan, Francis. Kau masih dalam mode pelatihan, takkan bisa kau matikan semudah itu. Kau harus hancurkan 50 buah untuk menyelesaikan latihan, setelah itu kau bisa menon-aktifkannya. Kau hanya kurang 17 buah, kau sudah mengeluh di saat seperti ini?”
Francis: “Aku tak mau mendengar itu dari orang yang menaikkan tingkat kesulitan latihan karena kecerobohannnya!”
Uchida: “Berhenti mengeluh, kali ini aku benar-benar mengawasimu.”
Francis: (suara hati) “Kalau aku tidak melayang di udara, aku bisa saja menghentikan semua dengan mudah. Tunggu, mungkin ini bisa berhasil.”

Francis membenturkan semua bola yang menancap di seluruh jarinya dengan cara menepukkan tangan, semua bola di tangannya hancur. Dia kemudian mencabut semua bola besi beserta pisau yang ada di tubuhnya, melemparnya satu persatu ke bola besi yang berdatangan. Namun hal itu tak membuatnya hancur, dia lalu diam dan menundukkan kepala. Kakinya mengeluarkan partikel Crimson dan menciptakan sesuatu di bawah kakinya, sesuatu berbentuk kotak di masing-masing telapak kakinya. Ketika sebuah bola besi meluncur, dia melompatinya dan mendarat di pijakan yang dia buat dengan kedua tangannya. Kedua kakinya direntangkan, dia mulai memutar kakinya. Menggerakkan putaran itu dengan kedua tangan yang berpijak di pijakan buatannya, menendang bola-bola itu jauh-jauh. Kini dia berdiri dengan satu tangan dan menangkap sebuah bola dengan kedua kakinya, dia bersalto melempar bola itu dan menendangnya ke salah satu bola yang terbang menuju ke arahnya. Hal itu membuat seluruh bola membentur layaknya bola bilyar, semua bola itu kini meluncur ke sana kemari hingga akhirnya bola-bola itu menuju satu tempat. Di atas kepala Francis seluruh bola itu bertubrukan dan hancur, di sekitarnya sudah tak ada lagi bola besi.

Francis: “Aku bisa keluar sekarang?”
Uchida: “Kau bisa keluar dengan sendirinya, aku sudah menambahkan program yang bisa membuatmu keluar kapanpun kau mau setelah menyelesaikan pelatihan. Putar kenop...”
Francis: “45 derajat ke kanan?”
Uchida: “Benar.”

Semua kristal di tubuhnya menguning setelah dia memutar dan menekan kenop di dadanya, setelah itu dia membusungkan dada dan menembakkan sinar sehingga membuat sebuah lubang dalam dimensi Crimson. Video itu kemudian habis masa penayangannya, James menutup laptopnya setelah melihat video.

James: “Menarik.”

Dia duduk di atas kasur dan membuka ranselnya, dia mengeluarkan helm yang dia temukan. Dia mengamatinya dari dekat, setelah itu dia mencoba memakainya. Beberapa saat kemudian, muncul tulisan di layar helm.

PERINGATAN
IDENTITAS PEMAKAI TAK DIKENALI
AKTIFKAN MODE EKSEKUSI

Mendadak kaget karena hal itu, dia melepas helm yang dia kenakan dan menjatuhkannya ke lantai. Helm itu mengeluarkan semacam arus listrik dari dalam serta laser yang membakar karpet tempat helm itu jatuh, James segera mengambil segelas air dan menyiramnya ke bekas terbakar. Terdengar suara ketukan dari pintu, James langsung berlari ke pintu dan menahannya.

Roy: “James, ada apa di dalam? Aku mendengar ada suara jatuh.”
James: “Tidak ada apa-apa, hanya gelas jatuh.”
Roy: “Gelas? Kenapa bunyinya tidak seperti ada yang pecah?”
James: “Ng... gelasnya jatuh bersama laptopku. Aku tak sengaja menyenggolnya, gelasnya masih ada di atas meja.”
Roy: “Katakan saja itu sejak awal, aku ingin memberitahukan bahwa aku sudah menemukan orang yang kau cari dari pelacak yang kau tanamkan.”
James: “Kerja bagus, aku akan langsung ke sana. Dengan pengawalan yang kau sudah siapkan tentunya, apa semua sudah siap.”
Roy: “Sesuai yang kau minta.”

James terengah-engah dan kembali berjalan ke tempat tidur, dia menjatuhkan dirinya di atas kasur. Menutup wajahnya dengan kedua tangan, dia kemudian tertawa.

James: “Ha... hahaha... hahahahahaha, kau memang orang yang menarik, Francis. Sudah kuputuskan, aku harus mendapatkan dia bagaimanapun juga.”


Kembali ke tempat Francis sedang disekap, Francis kini dalam keadaan terluka parah di dalam selnya. Kedua tangan dan kakinya tertusuk semacam tombak terbuat dari es, dia dalam kondisi tertancap di dinding. Drake dan Margo berada di hadapannya, luka yang berada di sekujur tubuh Francis mulai menghilang.

Margo: “Ini buang-buang waktu, boleh kubekukan dan kukeluarkan otaknya?”
Drake: “Tidak, laboratorium cabang menginginkan kita untuk mengirimnya dalam keadaan tidak ada salah satu bagian tubuhnya lepas dari tempatnya. Kau sudah diberitahu itu sebelum berangkat kemari bukan?”
Margo: “Kalau begitu berikan aku satu kesempatan lagi untuk membuatnya bicara.”
Drake: “Silahkan, dengar baik-baik M46 N4 12O K. Atau kupanggil Mr Zero saja, jika kau berkenan. Aku tahu kau bisa sedikit bahasa Norwegia, kau sempat menipuku tadi.”
Margo: “Cepat ajukan pertanyaannya dan biarkan aku bekukan dia sampai ke tulang-tulangnya.”
Drake: “Tenanglah Margo, kita takkan mendapat apa-apa jika ceroboh. Sekarang maukah menjawab pertanyaanku sekali lagi? Apakah ada orang lain selain Uchida yang datang ke zaman ini? Apakah dia pernah mengatakan pada dirimu jika dia mengirim orang lain ke zaman ini sebelum dia membawamu kabur?”
Francis: “Heh, lucu sekali.”
Drake: “Apanya?”
Francis: “Melihat pengecut sepertimu ketakutan setengah mati karena kecerobohannya sendiri, aku bisa melihatnya. Apa kau begitu takut mereka akan menghukummu karena melenyapkan sebagian dari pesanan mereka?”
Drake: “Apa maksudmu?”
Francis: “Terlihat dari mata cacingmu, rasa takut.”
Margo: “Benar, pengecut ini sangat ketakutan karena dia belum mendapatkan 6 megaton Ulkamium yang dia hilangkan.”
Drake: “Bukan dihilangkan, dicuri.” (gemetaran)
Margo: “Dia sendiri juga punya kebiasaan buruk, kau tahu dia selalu mengambil sedikit bagian dari hasil tambang untuk dirinya sendiri?”
Drake: “Margo! Tugasmu hanya untuk membuatnya bicara!”

Mendadak Margo membenturkan kepala Drake ke tanah, menahannya di lantai dengan belalai yang mendadak keluar dari hidungnya. Sebuah botol minuman jatuh tepat di bawah kaki Francis, Drake meronta-ronta dalam cengkeraman belalai Margo.

Drake: “Margo!! Apa yang kau lakukan?!”
Francis: “Kau... mutan?”
Margo: “Tidak, aku Cyborg. Tapi dirinya ya, (memandang Drake) menyedihkan. Ulkamium adalah mineral yang menjadi bahan utama tubuhku dan tubuhmu, apa kau tahu kegunaan lain dari Ulkamium?”
Francis: “Tidak.”
Margo: “Itu berguna sebagai penekan, kau juga pasti tahu mutan saat mengalami phase 'Venom'.”
Francis: “Aku... sudah mengetahuinya..., ibuku sendiri adalah mutan.”
Margo: “Benarkah? Seharusnya kau masuk ke bagian biologis, lalu kenapa mereka memasukkanmu ke divisi organisme cyber?”
Francis: “Karena ibuku... bukanlah ibu kandungku, aku sudah hidup dengan mutan selama 10 tahun. Phase 'Venom' adalah saat di mana mutan tak bisa mengendalikan kekuatannya karena emosi tertentu, mutan akan merasakan sakit yang tertahankan ketika menjalaninya. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, ibuku mengalami phase 'Venom' ketika dia merasakan suatu kesedihan.”
Margo: “Seperti yang kau katakan, dalam kasus ini Drake juga mengalaminya. Kau lihat?”

Mata Drake yang memerah berubah menjadi hijau, dia meronta-ronta dan berusaha keras mengambil botol yang ada di bawah kaki Francis. Dia hanya bisa menyaksikan ketika tubuh Drake perlahan-lahan menyusut, yang tersisa dari dirinya adalah seragam yang dia pakai. Margo kemudian melenyapkan belalainya, Francis hanya melihat dengan menyipitkan mata.

Francis: “What the...”

Mendadak dari dalam baju yang dipakai Drake, ada semacam benda panjang keluar dan menangkap botol di bawah kaki Francis. Benda itu menarik botol ke dalam pakaian, sesuatu bergerak di dalamnya. Terdengar suara tegukan dari dalam, sesuatu di dalam mulai meronta-ronta. Suara mendesis kini terdengar dari dalamnya, merobek baju dari dalam. Sebuah tangan keluar dari dalamnya, sesosok makhluk kecil keluar dari dalamnya.

Margo: “Lihat, lucu bukan?”
Drake: (terengah-engah) “Kau lakukan itu lagi... akan kubunuh kau...”
Margo: “Aku tak takut pada dirimu, penjilat.”
Francis: (tak berekspresi) “......”
Margo: “Kau tidak bereaksi apapun setelah melihat ini?”
Francis: “Lalu maksudmu aku harus memutar-mutar mataku sambil menjulurkan lidah begitu?”
Margo: (melongo) “Sepertinya itu menarik...”
Drake: “Kita sudahi dulu interogasi hari ini, aku tak mungkin bisa menanyainya dalam keadaan begini. Kau yang bertanggung jawab, kau akan menjaganya semalaman penuh.”
Margo: “Dengan senang hati.”

Dua absorber masuk ke dalam, salah satunya membawa makhluk kecil itu di atas telapak tangannya. Satu lagi membawa tongkat Drake, Margo juga ikut keluar. Penjara laser kembali menyala, Francis dibiarkan dalam keadaan tertusuk di dinding.


Kembali kepada James, kali ini dia berada dalam sebuah mobil kecil bersama Roy sebagai supirnya. Dia sedang melihat HP-nya, di dalamnya ada semacam radar. Roy mengerem mobil dan berhenti di depan sebuah gedung yang kelihatannya tak terpakai, mereka keluar dari dalam mobil.

Roy: “Kau yakin di sini tempatnya?”
James: “Sangat yakin, sebab pelacak itu menunjukkan dia berada di dalam sini. Sekarang aku akan masuk ke dalam.”
Roy: “Tunggu, kau tak bisa seenaknya langsung masuk ke gedung yang kosong ini sendirian. Kita panggil polisi saja dulu, suruh mereka memeriksa ke dalam.”
James: “Aku sudah mengatakan padamu, orang ini spesial. Kau tak perlu memanggil polisi, cukup aku saja yang memeriksa masuk ke dalam. Lebih baik kau suruh pulang para pengawal yang sedari tadi mengikuti kita, kau pikir aku tak tahu?”
Roy: “Apa maksudmu?”
James: “Aku tahu kalau dalam radius 10 meter ini ada mobil yang sedari tadi membuntuti kita, lalu dua sampai tiga orang yang menyamar jadi gelandangan di pojok perempatan itu, dan seorang tukang listrik yang mengawasi kita dengan teropong di atas sana.” (menunjuk tiang listrik)
Roy: “Seperti biasa, perhitunganmu selalu akurat.”
James: “Jadi tolong, sekali ini saja biarkan aku sendiri masuk ke dalam. Pengawalan yang kau sediakan cukup sampai di sini saja, tenang saja. Selain itu juga, aku sudah pakai rompi anti peluru dan membawa alarm kalau sesuatu terjadi padaku.”
Roy: “Tidak mau.”
James: “Ayolah, aku sudah janji akan pulang bukan?”
Roy: “Tapi tetap saja kau tak boleh masuk ke dalam, kecuali... kau membawa seseorang untuk melindungimu.”
James: “Tentu saja kau boleh ikut, sekarang... ayo kita masuk.” (memandangi gedung tua)

Friday, March 15, 2013

Karakteristik 5

Saya ingin memberikan ilustrasi dari pihak musuh, yaitu absorber. Absorber memiliki kekuatan untuk bergabung dengan benda apapun dan membuatnya menjadi tubuh mereka, bentuk awal mereka adalah sebuah bola mata dengan banyak tentakel. Ini adalah bentuk mata dari absorber.
Bentuk awal dari absorber, sebelumnya diceritakan di Level 6. Seorang pria bermata merah melahap bulat-bulat seorang manusia kemudian memuntahkannya, mengubahnya menjadi bola mata bertentakel bernama absorber. Absorber itu diketahui dikelola oleh pasukan Alterion, digunakan sebagai tenaga kerja pertambangan. Di Level 9 atau 10, muncul karakter Absorber yang bisa berbicara. Absorber yang bisa berbicara ini disebut Absolon, mereka memiliki sedikit kepandaian dan kemampuan berbicara seperti manusia. Mereka bisa memiliki kemampuan seperti itu karena menyerap tubuh manusia, lebih tepatnya bagian otak. Otak manusialah yang memberikan kemampuan tersebut pada mereka, makin banyak otak mereka serap, makin meningkat kemampuannya untuk berpikir. Mata absorber lemah terhadap panas, karena itu absorber menyerap benda dan membentuk tubuh untuk melindungi matanya. Untuk mengalahkannya tubuh aslinya harus dikeluarkan dari tubuh buatannya, setelah itu hancurkan. Di bawah ini adalah gambarnya.

Semua absorber yang bekerja pada Drake bentuknya seperti manusia, hanya saja tubuhnya terbuat dari tanah karena menyerap batuan di pertambangan, begitu juga absolon. Seperti ini bentuknya.

Sekian dulu, berikutnya saya akan berikan ilustrasi mengenai musuh yang lain.

Wednesday, March 13, 2013

Level 13


PEKERJAAN

Oslo, Norwegia, 13 Oktober 2010, 11:00. Di sebuah lembaga permasyarakatan, ada dua orang yang sedang tidur dan mendekam di penjara. Seorang sipir mendatangi sel mereka dan mengetuk jeruji dengan pentungan yang dia bawa, dua orang itu terbangun. Ternyata mereka adalah Albert dan Jacques, sang sipir membuka sel dan segera menyuruh mereka keluar. Beberapa saat kemudian, mereka sudah berada di luar lembaga permasyarakatan dengan pakaian bebas. Sebuah mobil limosin berhenti di depan mereka, pintu mobil depan terbuka dan seorang supir bersetelan dan bertopi hitam keluar dari dalam. Albert dan Jacques keheranan melihatnya, orang itu kemudian membukakan pintu belakang mobil.

Supir: “Masuklah ke dalam, kalian sudah ditunggu.”
Albert: “A... ada perlu apa? Apa bos... bukan, maksudku yang menunggu adalah Francois?”
Jacques: “Maaf, tapi kami sudah berhenti bekerja pada Francois.”
Supir: “Masuk saja dan kalian akan tahu, kita harus secepatnya berangkat.”

Mereka berdua lalu masuk ke dalam mobil, orang itu kemudian menutup pintu dan kembali ke bangku pengemudi. Mobil itu langsung beranjak dari tempatnya, dengan diikuti dua sepeda motor. Albert dan Jacques kini berhadapan dengan seseorang yang sedang asyiknya main PSP, Albert dan Jacques sendiri hanya bisa menoleh ke kanan dan ke kiri sambil melihat-lihat bagian dalam mobil.

Jacques: “Permisi, apa kau juga dipanggil?”
Albert: “Sebenarnya kami mau dibawa ke mana?”
?: “......”
Albert: “Apa kau orang suruhan mantan bos kami?”
Jacques: “Permisi, apa kau dengar?”
?: “......”
Albert: “Apa dia tuli?”
Jacques: “Entah, apa kita perlu teriaki dia?”
Albert: “Coba kau hampiri dia.”
Jacques: “Baiklah.” (hendak menyentuh orang tersebut)
?: “Don't touch me, please.” (tolong, jangan sentuh aku)
Jacques: “Oooh, dia berbahasa Inggris karena itu tak paham perkataan kita.”
Albert: “Repot juga, jadi kita harus menunggu sampai tempat tujuan kita.”
Jacques: “Coba, kutanya sedikit bahasa Inggris. Name?”
?: “Quiet, please.” (tolong, diam)
Jacques: “Kuwait? Nama yang aneh?”
Albert: “Bukan, rasanya kau disuruh diam.”
?: “What the...?” (apa yang...?)
Albert: “Sepertinya dia sedang bermain.”
Jacques: “Gameboy, ya? Dia main apa?”

Jacques sedikit berdiri dan melihat PSP yang dimainkan orang itu, namun di layarnya kurang terlihat jelas. Perlahan Jacques mendekatinya dan kepalanya ditengadahkan ke atas dan matanya melirik ke bawah. Game yang dimainkannya sedikit kelihatan, namun masih kurang jelas. Jacques kemudian membungkuk dan menurunkan kepalanya untuk melihat, ternyata dia memainkan game RPG. Mendadak mobil direm mendadak karena ada anak kecil berlari di depannya, bersamaan dengan itu kepala orang yang bermain PSP itu terbentur oleh kepala Jacques yang terlalu dekat ketika dia sedang mengamati PSP.

Jacques: “Argh!”
?: “Auch!! What the heck're you doin?!” (Aduh!! Apa yang kau lakukan?!)
Supir: “Sorry boss, there is a little children running in the front.” (Maaf bos, ada anak kecil berlari di depan)
?: “I'm not askin you, but him.” (aku tak bertanya padamu, tapi dia)
Jacques: “Maaf, maaf, kau tak apa?”
?: (melihat PSP) “Aw, shoot! Another failure, I must load it again!” (ah, sial! Gagal lagi, aku harus meloadnya lagi!)

Orang itu kemudian mematikan PSP-nya dan meletakkannya di dalam ransel, orang itu kini melihat Albert dan Jacques. Dia kemudian menekan sebuah tombol di pintu mobil, sebuah woofer muncul dari bawah bangku. Dia kemudian menarik nafas dan menghembuskannya perlahan, orang itu sendiri ternyata adalah James.

James: “Apa yang sebenarnya kau lakukan?”
Jacques: “Dia bicara bahasa kita, kenapa baru sekarang?”
Albert: “Bodoh, bukan. Yang bicara bukan dia tapi dari sana, (menunjuk woofer) sepertinya itu menerjemahkan perkataannya.”
Jacques: “Benarkah, coba kau bicara sekali lagi.”
James: “Salah siapa ini? Kenapa kepalamu malah berada di depan kepalaku?”
Jacques: “Ah, aku cuma penasaran dengan game yang kau mainkan di gameboy itu.”
James: “Monster Hunter, dan itu bukan gameboy tapi PSP. Ah, tapi itu kan hanya game. Kita langsung saja bicara ke intinya, mula-mula mengenai nama. Namaku James Yorgins, aku yang membebaskan kalian.”
Albert: “Yorgins? Sepertinya aku pernah dengar.”
Jacques: “Namamu mirip dengan nama orang yang memimpin sebuah perusahaan elektronik, kalau tak salah TDG.”
James: “Sebenarnya yang memimpin adalah ayahku, dan namanya adalah Henry.”
Jacques: “Oh, ayahmu...”
Albert: “Tunggu! James Yorgins yang dikenal sebagai playboy jutawan itu?”
Jacques: “Kau tahu?”
Albert: “Jelas aku tahu! Kemanapun dia pergi banyak wanita yang selalu mengikutinya, selain itu dia juga terkenal kaya!”
Jacques: “Wah, hebat! Jadi kau pemimpin perusahaan?”
James: “Apa hanya itu saja yang dikenal dari diriku? Aku tak selalu dikelilingi oleh wanita kemanapun aku pergi, sekarang ini di sekitarku hanya ada laki-laki seperti yang kalian lihat. Sudahlah, aku membebaskan kalian karena ada sesuatu yang harus kalian ceritakan.”


Sementara itu Francis sedang menjalani pelatihan di dalam Crimson Dimension, Uchida sendiri sedang tidur dengan pulas di kursi santainya. Francis yang sudah dalam keadaan memakai baju tempurnya kini berhadapan dengan selusin pedang yang melayang-layang, seluruh kristal di dalam tubuhnya memerah. Kristal di kedua bahunya mengumpulkan serpihan-serpihan merah dan membentuk senjata, dengan cepatnya dia mengambil kedua senjata itu dengan kedua tangannya. Senjata itu sendiri adalah sepasang pisau bergerigi, Francis sendiri mulai memasang kuda-kuda. Pisau itu dipegangnya dalam keadaan terbalik, keadaan sejenak menjadi hening. Sepasang mata kuning mendadak muncul dari lensa, bersamaan dengan itu pedang-pedang di sekitarnya mulai menyerang. Serangan datang dari depan dan belakangnya, Francis dengan cepatnya menangkis semua serangan dengan pisau. Beberapa menyerang dari bawah, namun berhasil dihindarinya dengan melompat. Dua buah pedang masing-masing datang dari dua arah secara bersamaan, nyaris mengenai pinggul.

Francis: “Hampir saja.”

Dua pedang yang barusan menyerangnya patah, di kedua sikutnya kini muncul sepasang pisau yang menempel. Flashback ketika kedua pedang menyerangnya dalam gerakan lambat, ternyata Francis menciptakan pisau di sikutnya ketika menghindar dan serangan hampir mengenai pinggulnya. Dia berputar ketika diserang, serangan pisau sikut itu menggores bilah pedang dan membuatnya terpotong. Sekarang ada tiga pedang dengan ujungnya mengarah pada Francis, berputar-putar mengitarinya.

Francis: “Mari kita coba sesuatu yang baru.”

Francis kini membuang kedua pisaunya, mengubahnya menjadi serpihan dan menyerapnya. Francis menyilangkan kedua lengannya di depan kepala, kini tiga pedang itu mulai terbang menerjang Francis. Begitu cepatnya serangan itu sehingga tak bisa dilihat oleh mata telanjang, tapi tidak semuanya mengenai bagian tubuh Francis. Dia merunduk sedikit kemudian kembali berdiri, posisi ketiga pedang itu hampir menyentuh lehernya dan membentuk segitiga. Mendadak pedang-pedang itu terpotong-potong menjadi beberapa bagian kecil, kini di kedua tangan Francis ada semacam cakar di semua jari-jarinya. Beberapa bilah pisau juga muncul di pundak, sikut, lutut, tumit, serta ujung kakinya. Matanya yang kuning kembali menyala, dia mulai menyerang semua pedang yang tersisa. Dia memutar badannya terus menerus sehingga membuat bilah pisau terbang ke segala arah, semua pedang yang tersisa ada yang pecah ataupun terpotong. Francis menghentikan putarannya, menghilangkan semua senjata yang ada di tubuhnya. Setelah itu Francis menekan tombol di dadanya dan memutarnya, membuat seluruh kristal di tubuhnya menguning. Setelah itu dia membusungkan dadanya dan menembakkan sinar dari dadanya, membuka sebuah portal menuju dunia nyata. Francis masuk ke dalam dan dalam sekejap sampai di ruangan tempat Uchida sedang tidur mendengkur, dia diam sejenak kemudian rubuh ke lantai. Uchida terbangun karena kaget, dia langsung berdiri dan melihat Francis dalam keadaan tengkurap.

Uchida: “Kau tak apa-apa?”
Francis: “Biarkan aku seperti ini, kepalaku pusing.”
Uchida: “Tentu saja, kau kan masih memiliki separuh bagian manusia dalam dirimu. Menjadi Cyborg itu bukan berarti kau tidak bisa merasakan semua yang kau rasakan, aku sendiri sudah tidak bisa merasakan bagaimana rasanya dingin atau panas kecuali di bagian wajah.”
Francis: “Ya, benar. Tapi kau beruntung masih bisa menikmati makanan dan minuman dari mulutmu, walau kau tak punya leher.”

Uchida membalikkan badan Francis, menekan tombol di dadanya dengan jari tengah tangan kirinya. Dalam sekejap Francis sudah tidak dalam keadaan memakai baju tempur, Uchida langsung menyetrum dahi Francis dengan jempolnya.

Francis: “AAAAUUW!! Itu kan kenyataannya! Kenapa kau malah marah?!”
Uchida: “Ya, memang aku bisa makan semua makanan itu. Tapi apakah kau sudah tahu bagaimana caraku makan dan minum?”
Francis: “Tidak.”
Uchida: “Gadis kecil itu tak memberitahumu?”
Francis: “Claudia? Tidak.”
Uchida: “Biar kuperlihatkan, ambilkan sebotol cola yang ada di belakangmu.”

Beberapa saat kemudian, Uchida duduk bersila di hadapan sebotol Cola. Dia menarik nafas sejenak dan membuka pintu di dadanya, sebuah selang mendadak keluar dan masuk ke dalam mulut botol. Dalam hitungan detik, botol Cola di hadapannya kini kosong melompong dan penyok. Selang itu kemudian kembali masuk ke dalam, pintu di dadanya kemudian ditutup.

Uchida: “Kau sudah lihat?”
Francis: “Ya.” (wajah kaku)
Uchida: “Kau itu tak bisa sedikit kaget ya?”
Francis: “Lantas jika aku melihat itu aku harus berjalan dengan tangan sambil menggonggong begitu?”
Uchida: “Kau cukup bilang 'Wow' saja.”
Francis: “Kau kan berasal dari dunia yang sama denganku, jadi apapun yang ada dalam tubuhmu aku sudah terbiasa melihatnya.”
Uchida: “Kau benar, lalu apa yang pernah membuatmu kaget?”
Francis: “Mungkin ketika aku berada di dunia ini, itu hal yang cukup mengagetkan. Kenapa? Karena semua orang bisa dengan santainya berjalan dengan riang, hampir tak ada yang saling bunuh.”
Uchida: “Ho, jadi kau baru pertama kali terkejut ketika melihat hal semacam itu?”
Francis: “Sebenarnya... ada hal di dunia kita yang pernah membuatku kaget. Aku pernah mengalaminya sekali, tapi aku tak bisa menceritakan padamu sekarang.”
Uchida: “Hmm, sebenarnya ada yang ingin kutanyakan mengenai kejadian kemarin. Darimana kau mendapatkan baju ganti dengan cepat setelah insiden itu?”
Francis: “Aku mendapatkannya dari seorang penguntit.”
Uchida: “Siapa yang mengikutimu?!” (hendak menyetrum dengan jempol)
Francis: “Sebelum aku ceritakan semuanya, bisakah kau jauhkan jempolmu dari dahiku?”
Uchida: “Aku sudah pernah katakan padamu agar tak banyak menarik perhatian, tapi sekarang ada yang mengikutimu. Bagaimana bisa kau jelaskan itu?”
Francis: “Karena itu dengarkan dulu penjelasanku! Setelah kau dengarkan, kau boleh lakukan semaumu!”


Di sebuah gedung dari perusahaan TDG, James sedang menuju sebuah ruangan sambil menaiki sepeda gunung. Pintu ruangan terbuka dan James masuk ke dalamnya, dia disambut oleh beberapa orang Bodyguard (pengawal) dan beberapa Maid. (pelayan wanita) James turun dari sepeda dan mengambil tiga buah biskuit yang disajikan oleh seorang Maid di atas sebuah nampan, satu biskuit dia makan dan dua lainnya dia lemparkan pada dua orang. Mereka mendapatkan masing-masing satu, kini James berjalan dan berhenti di depan mereka.

James: “Nah, bagaimana seragam baru kalian?”

Di hadapan James, berdiri Albert dan Jacques dengan seragam berlogo TDG di belakang punggung mereka dan di bagian dada kanan tertulis 'Teknisi'. Seragam itu terdiri dari jaket merah, celana kuning, dan sebuah topi merah dengan bagian depan berwarna kuning berlogo TDG.

Albert: “Ah, aku...”
Jacques: “Bagaimana mengatakannya?”
James: “Kenapa kalian tidak makan dulu biskuitnya?”
Albert: “Oh, baik. (menggigit biskuit) Hm, enak.”
Jacques: “Manis juga, apa ini coklat?”
James: “Aku senang kalian menikmatinya, kalian sudah selesai?”
Albert: “Ah, tunggu. Kami perlu...”
James: (menjentikkan jari) “Ladies!”

Dalam sekejap, dua orang maid datang membawa nampan dengan segelas besar minuman dan menuangkannya ke dalam dua gelas kecil yang dibawa maid satunya. Mereka berdua hanya terdiam sejenak kemudian mengambil minuman di hadapan mereka, meneguknya habis sambil berkata...

Albert & Jacques: “Segar!”
James: “Sudah selesai?” (wajah dingin)
Albert: “...ah... iya...”
Jacques: “Te... terima kasih...”
James: “Ada lagi yang mau dikatakan? (Albert dan Jacques menggeleng) Bagus, sekarang katakan pendapat kalian mengenai seragam yang kalian pakai.”
Albert: “Ukurannya... pas.”
Jacques: “Warnanya... bagus...”
James: “Bergembiralah, sebab seragam itu adalah pekerjaan baru kalian.”
Albert: “Apa? Kau memberi...”
Jacques: “...pekerjaan untuk kami?”
James: “Memang kau pikir aku mau mengajak kalian ke karnaval?”
Albert: “Apakah aku tuli?”
Jacques: “Sepertinya begitu, kedengarannya aku mendengar dia berbicara dengan bahasa Norwegia.”
James: “Jadi kau baru sadar? (duduk di sofa) Itu adalah tekhnologi yang terpasang pada seragam kalian, ada di topi dan kerah jaket kalian.”
Albert dan Jacques: “Apa?” (memperhatikan seragam masing-masing)
James: “Di sini adalah Techno Dynamic Group, perusahaan dan pengembang tekhnologi terdiri dari 300 cabang di seluruh dunia. Tekhnologi itu adalah salah satu yang kalian gunakan, kemampuannya mampu menerjemahkan bahasa dari lawan bicara kalian. Di kerah jaket ada mikrofon yang membuat kalian berbicara dengan bahasa yang kugunakan, yaitu Inggris. Dan di topi kalian ada semacam earphone yang membuat perkataan yang kalian dengar menjadi bahasa Norwegia, aku sendiri masih berbahasa Inggris.”
Albert & Jacques: “Wow! Hebat!”
James: “Tapi itu masih belum dipasarkan, jadi jangan pernah coba untuk menjualnya. Kalau kalian lakukan itu, aku bisa tuntut kalian dan membuat kalian berada di tempat yang jauh lebih buruk dari penjara.” (wajah seram)
Albert: “Ehehe... tentu saja kami takkan menjualnya.” (ketakutan)
Jacques: “Lalu, apa sebenarnya yang harus kami lakukan?”
Albert: “Apa kami harus tanda tangan kontrak?”
James: “Tidak usah, lagipula kalian sudah memberiku informasi yang berharga. Kalau kalian memang tidak mau, aku bisa ambil kembali seragam itu.”
Albert: “Jangan, kami terima.”
Jacques: “Kami terima pekerjaan ini.”
James: “Bagus, kalau begitu kalian bisa mulai bekerja besok. Antarkan mereka melihat-lihat ke tempat kerja mereka, kita tak mau jika tenaga kerja kita yang baru melakukan kesalahan atau terlambat datang untuk bekerja bukan?”
Bodyguard: “Baik, tuan.”

Dua orang dari Bodyguard James mengantar kepergian mereka, James melambaikan tangannya pada mereka berdua. Setelah mereka pergi, seseorang memukul kepalanya dengan koran dari belakang. Seorang pria gendut berkacamata dengan kulit hitam legam, berkepala botak, memakai seragam pelayan sudah berdiri di belakangnya.

James: “Roy!! Itu sakit!” (menggaruk kepala)
Roy: “Sebenarnya apa yang kau pikirkan?! Mempekerjakan kriminal di perusahaan milik ayahmu, apa yang akan ayahmu katakan nanti?”
James: “Mantan kriminal, aku jamin mereka takkan membuat masalah di perusahaan ini. Lagipula mereka sudah tidak mau lagi melakukan kejahatan, kata yang tepat mungkin 'bertobat'.”
Roy: “Tapi hanya dalam 2 hari, mereka masih punya kemungkinan melakukan kejahatan lagi. Kalau kau mau mempekerjakan mereka, lebih baik kau masukkan saja dulu ke tempat rehabilitasi selama sebulan.”
James: “Kalau aku menunggu selama itu, aku takkan bisa mengenal lebih dekat dengan orang yang menyelamatkanku kemarin. Dia sudah banyak berhutang padaku, aku harus membuat dia bekerja untukku bagaimanapun caranya.”
Roy: “Tentang orang yang kau minta datanya kemarin, aku sudah coba mencari identitasnya. Dia sama sekali tak terdaftar di negara manapun, tak pernah ada orang bernama Francis Zero di dunia ini.”
James: “Di dunia ini, itu sudah jelas. Dia orang yang muncul entah dari mana dan sudah membantu keluarga Welsley meringkus Francois Orvile dan komplotannya, dia juga punya kekuatan misterius yang tak dimiliki semua makhluk yang hidup di planet ini.”
Roy: “Kau tidak berpikir dia itu...”
James: “Alien? Itu mungkin saja, dia memakai identitas palsu dan menyamar menjadi manusia seperti kita. Mencoba untuk hidup dengan kita, mempelajari budaya kita, juga...”
Roy: “Cukup, (menutup mulut James) jangan biarkan imajinasimu keluar lebih dari ini. Dia itu bukan semacam Superman yang begitu saja terbang dari atas dan menghentikan truk seberat 10 ton dengan mudahnya.”
James: (menyingkirkan tangan Roy dari mulut) “Kalau begitu, bagaimana kau bisa menjelaskan mineral yang saat itu ditinggalkan di pintu depan perusahaan sekitar seminggu yang lalu dan menjadi sumber tenaga yang cukup untuk sebuah mobil Rolls Royce selama 20 tahun ke depan?”
Roy: “Entahlah, tapi karena alasan itulah kau dilarang keluar tanpa pengawalan. Kau masih berada di negara ini karena keegoisanmu untuk keinginanmu bermain di luar, bahkan sejak kejadian pembobolan itu kau masih nekat keluar.”
James: “Roy, kali ini beda. Setelah aku mendapatkan yang kuinginkan, kita akan kembali ke New York.”
Roy: “Maksudmu pulang ke 'rumah'?”
James: “Ya, rumah.”
Roy: “Tempat adik, ayah, dan ibumu tinggal?”
James: “Kau pikir yang mana lagi?”
Roy: “Syukurlah, kalau begitu aku akan mulai mengemas barang.”
James: “Sebelum itu, temukan dia dulu. Tak ada gunanya jika aku pulang tanpa dirinya, cepat kerjakan sekarang!”
Roy: “Sir! Yes, sir!” (memberi hormat)

Roy segera keluar dari dalam ruangan, James sendiri mengeluarkan foto Francis dari saku bajunya dan melihatnya sejenak. Dia tertawa kecil, memasukkan kembali foto itu ke dalam saku bajunya. Setelah itu dia menyuruh semua orang dalam ruangan keluar, dia berjalan ke meja kerja dan mengambil sesuatu. Dia membawa ransel di punggungnya dan menghampiri sebuah lemari, membuka pintunya dan memasukinya dengan santai.

James: “Aku juga akan keluar.” (menutup pintu lemari)


Kembali ke gudang di mana Francis dan Uchida berada, di depan sudah berdiri seseorang. Ternyata orang itu adalah Margo bersama dengan beberapa absorber, pria besar itu mengeluarkan cerutu dari dalam saku celananya. Dia menggigit cerutu itu, kemudian salah satu absorber menyalakan api dan membakar ujung cerutu. Margo mengisap dan mengeluarkan asapnya dari hidung, namun cerutu yang diisapnya kini dibuang dalam keadaan membeku.

Margo: “Ah, itu sudah yang terakhir. Kalian yakin ini tempatnya?”
Absorber: “Kami sudah melacaknya dari bagian Flying Drone yang tersangkut di tubuhnya, subyek M 46 N4 120 K masuk ke dalam sini. Di dalam juga ada tanda kehidupan dari Profesor Uchida Tomizawa, mereka berdua...”
Margo: “Aku tahu, mereka ada di dalam. Aku bisa merasakan panas mereka, kalian urus sang profesor. Aku akan atasi 'aset' kalian yang dibawa kabur, kalian sendiri tak berguna di hadapan dirinya.”

Di dalam gudang, Francis masih berada di dalam ruangan bersama Uchida. Tapi suasana di dalam sedikit lain, mulut Uchida menganga lebar setelah selesai mendengar penjelasan dari Francis.

Uchida: “James... Yorgins... katamu?”
Francis: “Dia terus memaksaku sejak kejadian itu, memintaku bekerja sebagai pengawalnya. Mengikutiku waktu makan malam di rumah Claudia, sampai terbawa dalam mimpiku juga.”
Uchida: “...terima...”
Francis: “Apa?”
Uchida: “Kau harus menerimanya!”
Francis: “Hei...”
Uchida: “Jika kau bertemu dia lagi, kau harus menerimanya!”
Francis: “Tunggu, tunggu, tunggu! Kenapa mendadak...”
Uchida: “Orang ini adalah kunci penting yang bisa membawa kita pada petunjuk berikutnya, dia bisa memberitahukan padamu semua rahasia di masa kini.”
Francis: “Dia? Yang benar saja.”
Uchida: “Tidak, ini serius. Dengarlah, aku sudah mendapatkan beberapa informasi penting. Kau masih ingat pembicaraan kita mengenai Ulkamium? Mineral yang dikirim dari masa lalu ke masa depan itu kini diteliti oleh perusahaan milik ayahnya, namun tak lama kemudian terjadi sebuah insiden.”
Francis: “Tunggu, bukankah kau bilang mineral itu sama sekali belum pernah ditemukan di masa lalu?”
Uchida: “Dengarkan dulu, Ulkamium yang sedang dalam tahap penelitian itu dicuri. Kemungkinan direbut kembali oleh pihak 'Alterion', beritanya ada di koran 2 hari yang lalu. Jika kau bisa masuk ke dalam sana, ambil sedikit informasi mengenai Ulkamium itu...”
Francis: “Kita akan tahu di mana markas cabang milik Alterion di masa ini...”
Uchida: “Benar, karena itu...”

Mendadak sesuatu menjebol tembok, Francis dan Uchida meloncat ke belakang. Beberapa absorber masuk menyerang Uchida, menindihnya dalam jumlah banyak. Dari lubang, muncul semacam tentakel yang melilit dan menarik Francis keluar. Dia jatuh terguling-guling di luar gudang, mendadak dia berada dalam sebuah kurungan. Dia melihat seseorang keluar dari dalam gudang, membawa Uchida yang terjebak dalam jaring yang terbuat dari kumpulan absorber. Di hadapan Francis kini berdiri Margo yang sedang merokok, menghembuskan asap rokok ke wajah Francis. Rokok yang dia isap mendadak membeku, dia menjatuhkannya ke tanah hingga pecah.

Margo: “Drake memang tak bisa diandalkan, aku saja bisa menangkap mereka dengan mudah. Apa kabarmu, bocah?”
Francis: “Alterion...”
Margo: “Namaku Margo, ada beberapa orang yang ingin bertemu dengan kalian.”