Tuesday, March 26, 2013

Level 15


PEMBEBASAN

Oslo, Norwegia, 13 Oktober, 21:00. Francis masih berada di dalam sel yang dijaga oleh Margo, dalam keadaan ditusuk di dinding. Darah yang terus menetes dari tangan dan kakinya yang ditusuk oleh es ikut membeku, dia mengerang menahan rasa sakit.

Margo: “Pasti sakit bukan? Tenang saja, es itu akan mencair 1 jam lagi.”
Francis: “Aku bisa menahan semua rasa sakit ini sampai kalian semua lenyap dari dunia ini, itu lebih baik daripada aku bekerja dengan kalian.”
Margo: “Kau tadi menipunya dan kau sekarang ditipu balik, bodoh sekali. (duduk di lantai) Tapi tenang saja, aku akan benar-benar bercerita sesuatu yang menarik kepadamu. Bergembiralah, sementara kau mendengarkan ceritaku untuk menghilangkan rasa sakit.”
Francis: “Kau santai sekali, sebenarnya apa pekerjaanmu?”
Margo: “Hanya seorang kurir, (mengisap rokok) haaaah.” (menghembuskan asap)
Francis: “Kenapa kau tidak kelihatan takut pada si mata cacing itu?”

Margo membuang rokoknya yang membeku ke tanah, dia mengeluarkan sebatang rokok lagi dari dalam bajunya beserta sebuah pemantik api. Meletakkan rokok itu ke mulutnya dan menyalakannya dengan pemantik, mengisap rokok itu sampai membeku. Dia memperhatikannya agak lama kemudian menghancurkannya dengan tangan kosong, menghembuskan asap dari hidungnya.

Margo: “Sebab dia mantan bawahanku, untuk apa takut? Dia masih seekor kadal yang hanya bisa meninggalkan ekornya pada saat musuh menangkapnya, posisi yang dia miliki pun didapat dengan memfitnah Jenderal sebelum dia.”
Francis: “Dari kurir menjadi Jendral? Aneh sekali.”
Margo: “Suatu hari dia mengantarkan Ulkamium seperti biasa ke laboratorium bersama diriku, dia melihat sebuah percobaan yang diujikan kepada mutan yang sedang mengalami phase 'Venom'. Ulkamium adalah mineral yang luar biasa, selain bisa memberi tenaga pada mesin tapi juga pada makhluk hidup. Hanya dengan memasukkan mineral itu ke dalam tubuh mutan, phase Venom bisa dihentikan.”
Francis: “Memasukkan? Bagaimana caranya?”
Margo: “Ulkamium itu adalah mineral yang spesial bahkan bisa diubah dalam bentuk apapun, mencairkannya adalah salah satunya. Jika es mencair karena panas, Ulkamium bisa mencair karena dingin. Aneh bukan? Ulkamium harus didinginkan dengan suhu diantara 50 sampai 30 derajat Fahrenheit, setelah itu kau bisa menyuntikkan atau meminumnya.”
Francis: “Tapi pasti ada efek sampingnya bukan?”
Margo: “Benar, phase Venom memang bisa dihentikan. Tapi setelah itu mutan yang tubuhnya dimasukkan Ulkamium akan merasakan sedikit kecanduan, Drake yang bodoh itu dengan sukarela menawarkan diri menjadi kelinci percobaan. Sejak saat itu dia berusaha untuk menguasai Ulkamium yang dia tambang untuk dirinya sendiri, tapi dia juga menyadari satu hal. Untuk mendapatkan lebih banyak Ulkamium, dia harus memiliki posisi tinggi. Dia memfitnah orang yang pangkatnya berada setingkat di atasnya satu persatu, hasilnya seperti yang kau lihat.”
Francis: “Sungguh menyedihkan.”
Margo: “Kau merokok?”
Francis: “Tidak.”
Margo: (berdiri) “Kalau begitu cobalah sedikit, buka mulutmu.”

Tanpa pikir panjang, Francis membuka mulutnya. Margo memegang sebatang rokok dan menyalakannya, dia memegang dan menjulurkannnya dengan belalainya yang panjang. Meletakkannya di depan mulut Francis, namun ujung rokok yang dimasukkan ke mulutnya adalah bagian yang panas. Lidah Francis terbakar karena api rokok, Margo menarik belalainya.

Margo: “Oh, maaf. (tertawa) Buka mulutmu lagi, (menjulurkan belalai) sekarang gigit.”
Francis: “Ngh!” (menggigit rokok dan menelannya)
Margo: (melongo) “...mari kita coba lagi...”


Sementara itu dua orang sudah berada di depan pintu gedung tua yang akan mereka masuki, salah seorang mencoba mencongkel kayu yang menyegel pintu dengan linggis. Mereka tak menyadari, kalau mereka sedari tadi sudah diawasi oleh 'Flying Drone' dalam keadaan tak terlihat. Pandangan mereka terhubung dengan layar monitor yang dioperasikan oleh Absolon, kemudian Absolon itu menghubungi Drake melalui layar monitor.

Drake: “Ada masalah?”
Absolon: “Penyusup, 2 orang.”
Drake: “Musuh?”
Absolon: “Penduduk sipil, sepertinya gelandangan.”
Drake: “Bawa saja mereka ke dalam dan masukkan ke ruang pengolahan, kita akan buat mereka menjadi tenaga kerja kita yang berguna.”
Absolon: “Siap, Jendral Drake.”

Dua orang di depan masih berusaha untuk masuk, namun pintu itu mendadak roboh ketika masih dicongkel. Lebih tepatnya, pintu itu berputar dari bawah ke atas dan membuat mereka masuk ke dalam. Ketika sudah berada di dalam, mendadak dua absorber menangkap dan menahan mereka. Namun salah seorang berhasil kabur dengan melepaskan jaket yang dia pakai, dia berlari dan masuk ke dalam sebuah lubang. Dia meluncur di dalam lubang sampai jatuh di suatu tempat, berguling-guling sampai menabrak dinding. Orang itu kemudian duduk berlutut, dia mengusap-usap kepalanya. Ternyata dia adalah James, dia berdiri sambil meringis kesakitan.

James: “Ouch, that really hurt. What the hell was that? I'll help you later Roy, now where am I?” (aduh, itu sakit sekali. Apa-apaan itu tadi? Akan kutolong kau nanti Roy, sekarang di mana aku?)

James kini berada di dalam sebuah lorong panjang, dia menoleh ke kanan dan ke kiri. Tiba-tiba dia mendengar suara berdenting dari arah kanan, dia berjalan menuju arah suara itu. Dia terus berjalan hingga akhirnya sampai ke sebuah pintu, sumber suara di balik pintu itu terdengar semakin keras. James perlahan mendekati pintu, mendadak pintu itu terbuka dengan sendirinya. Dia langsung masuk ke dalam, di hadapannya banyak tabung kaca berisi cairan ungu dengan Absorber dalam bentuk awal.

James: “Now, what do we have here?” (Sekarang, apa yang kita dapat di sini?)

Sepanjang dia berjalan, ada beberapa tabung yang kosong. Mendadak tabung yang kosong itu terisi cairan ungu dari atas, semacam mesin mengangkut satu absorber dan memasukkannya ke dalam tabung. James berjalan ke arah tabung yang baru terisi, melihat absorber itu bergerak-gerak di dalamnya. Mata absorber itu melihat James, dia mengetukkan jarinya ke tabung. Absorber itu balik membalas ketukannya, mata absorber itu kemudian menutup dan dia berhenti bergerak.

James: “Now I'm really sure that this is an Alien hideout.” (sekarang aku cukup yakin bahwa ini adalah tempat persembunyian alien)

Suara berdenting lagi-lagi terdengar, sebuah pintu mendadak terbuka. Sekitar 4 absorber keluar dari dalam, berjalan menuju pintu di mana James masuk. Satu absorber mendadak berhenti dan menoleh ke kiri, dia melangkah ke sebuah tabung kosong. Namun yang dia lihat di dalam hanyalah absorber yang baru saja dimasukkan ke dalam, kelihatan lemas dan tidak bertenaga. Absorber itu mengabaikannya dan berjalan keluar menuju pintu bersama Absorber lain, bersamaan dengan itu tabung yang kosong mulai terisi lagi dengan cairan ungu. James keluar dari tempat persembunyiannya di belakang tabung kosong di sebelah tabung yang baru terisi, dia berlari ke pintu tempat para Absorber keluar. Pintu terbuka dan dia menemukan sesuatu seperti telur raksasa melayang di tengah-tengah ruangan, di sekitarnya ada aliran listrik yang melindunginya.

James: “What is this? Hm, looks like I can't freely touch it, I'll be fried.” (apa ini? Hm, sepertinya aku tak bisa menyentuh seenaknya, aku akan terpanggang.)

James melihat sebuah layar monitor dengan sebuah unit mesin di belakang telur raksasa, beberapa saat kemudian dia sudah berada di depan mesin itu. Banyak tombol dan tuas di mesin itu, macam-macam tombol dengan berbagai tanda. Dia mengamati mesin itu dengan teliti, dia melihat kabel yang panjang dari mesin itu dan sepertinya terhubung ke macam-macam peralatan di dalam ruangan. James melihat tombol dengan tanda listrik, tanpa pikir panjang dia memencet tombol itu. Dalam sekejap, seluruh ruangan di dalam markas menjadi gelap dan mesin-mesin berhenti beroperasi. Begitu juga penjara laser di mana Francis disekap, tapi Margo yang berjaga di depannya sama sekali tak bergerak.

Margo: “Sepertinya ada yang menyusup kemari, tapi tenang saja. Walau gelap sekalipun, panasmu masih bisa kurasakan.”

Di tempat lain dalam markas di mana Roy disekap, dia kini berada dalam sebuah tabung kaca. Ruangan di mana dia ditahan gelap gulita, dia hanya bisa melihat banyak mata menyala di dalam kegelapan.

Roy: “You're good boy, James. Quickly get me out of here before they doing something to me, those eyes creeps me out.” (Kau anak baik, James. Cepat keluarkan aku dari sini sebelum mereka melakukan sesuatu padaku, mata-mata itu membuatku takut.)

Di dalam ruang pengisian tenaga di mana James berada, ruangan itu agak sedikit terang dengan disinari lampu merah dan berkedip-kedip di dalam ruangan. Telur raksasa yang melayang itu kini tergeletak di lantai, aliran listrik di sekelilingnya mati. James mencoba menghubungi seseorang dengan hpnya, namun hpnya menunjukkan tanda tidak ada sinyal.

James: “Shoot, but the electricity is off now. I still have time before they came here, I wonder what this thing is.” (sial, tapi listriknya mati sekarang. Aku masih punya waktu sebelum mereka datang, aku penasaran benda apa ini.)

Tapi belum sempat dia mendekati dan memeriksanya, benda itu bergetar keras. Mendadak muncul sepasang tangan dan kaki dari dalamnya, benda itu kemudian berdiri dengan kedua kakinya. Tangan benda itu mencoba meraba-raba sekelilingnya, James yang melihatnya hanya bisa diam. Benda itu telah memegang tembok dengan kedua tangannya dan diam sejenak, seluruh badannya bergetar semakin keras. Sesuatu melompat dari dalam tubuhnya, menabrak langit-langit dan memantul di dalam ruangan. Benda itu berhenti memantul dan menggelinding di depan kaki James, sesuatu berbentuk bulat dan keras. Dia menghentikannya dengan kakinya, tapi dia terkejut ketika mengangkat kakinya. Itu adalah sebuah kepala, tepatnya kepala Uchida. James lebih terkejut lagi ketika mata buatan Uchida melirik kepadanya, dia jatuh terduduk.

Uchida: (bahasa Jepang) “Itai... (sakit) apa yang terjadi? Di mana tubuhku?”
James: “Y... you can talk?” (K... kau bisa bicara?)
Uchida: “Dare?” (siapa?)
James: “What are you?” (kau ini apa?)
Uchida: “Chotto mate kudasai.” (tunggu sebentar)

Uchida menjulurkan lidahnya keluar, menggigit lidahnya sendiri. Terdengar suara 'klek' dari dalam mulutnya, dia memasukkan kembali lidahnya ke dalam mulut.

Uchida: “Ah, sudah selesai. Hei, kau. Lihat di mana tubuhku?”
James: “Di... di belakangmu...”
Uchida: “Apa? Gawat sepertinya kepalaku lepas dari sana, apa yang sebenarnya terjadi? Aku tak bisa melihatmu dengan jelas, biar kuaktifkan pelacak panas.”

Mata palsu Uchida berubah warna menjadi kuning, dalam pandangannya dia melihat siluet seseorang yang sekarang merangkak di hadapannya.

Uchida: “Kau manusia?”
James: “Ya, apa kau alien?”
Uchida: “Bukan, aku cyborg. Bisa bawa kepalaku ke tubuhku?”
James: “Sekarang?”
Uchida: “Tentu sekarang! Cepat! Aku tak bisa hidup kalau lama-lama kepalaku terpisah dengan tubuhku!”
James: “Ba-baik!”

James mengangkat kepala Uchida secara terburu-buru, dia berlari membawa kepala itu ke tubuh Uchida. Namun James berhenti dan terlihat ragu-ragu, dia melihat sekujur tubuh Uchida hanya dengan sepasang tangan dan kaki namun tanpa kepala.

James: “Aku sudah berada di depan tubuhmu.”
Uchida: “Bagus, letakkan di atas.”
James: “Atas?”
Uchida: “Kepala selalu ada di atas kan? Cepat letakkan!”

James langsung meletakkan kepalanya di atas tubuhnya, tapi tidak sampai karena badannya terlalu besar. Dia kemudian mencoba melemparkan kepala itu ke atas tubuhnya, hal itu berhasil. Kepala Uchida berhasil terpasang di tubuhnya, badannya kini sudah mulai bisa digerakkan. Namun ternyata terjadi kesalahan saat James memasang kepalanya, mulutnya berada di atas dan matanya berada di bawah. Terlebih lagi, bagian wajahnya menghadap ke belakang.

Uchida: “Aku merasa aneh...”
James: “Ke... kepalamu terbalik...”
Uchida: “Hah? Itu bisa diperbaiki.”

Kepala Uchida melayang dan berputar sampai kembali ke posisi yang benar, tubuh bagian depannya kini bergerak menghadap James. Dia melihat James di bawahnya, mengangkat tubuhnya dengan tangannya yang besar.

Uchida: “Siapa kau?”
James: “A... aku teman dari seseorang yang ditahan di sini, aku sedang mencarinya.”
Uchida: “Ditahan? Tunggu, di sini ruang pengisian tenaga. Apa kau tahu di mana komputernya?”
James: “Sebelah kananmu.”
Uchida: (menoleh ke kanan lalu ke James) “Apa kau menyentuhnya?”
James: “Awalnya aku mau menghilangkan aliran listrik yang menahanmu, aku cuma menekan satu tombol. Setelah itu hal ini terjadi, tombol yang kutekan yang bertanda seperti aliran listrik.”
Uchida: “Tunggu sebentar, seharusnya aku ganti saja menjadi penglihatan malam. (mata berubah hijau) Ah, begini lebih baik.”

Uchida langsung berjalan ke komputer, jari-jarinya yang besar tertekuk ke atas dan mengeluarkan kabel. Dia mencabut beberapa kabel yang menancap di mesin itu dan menancapkan kabel dari jarinya ke lubang yang ada di mesin, layar komputer kini menyala. Uchida mulai membuka beberapa data, di layar muncul sebuah peta. Posisi mereka sekarang berada di bawah tanah, 1 lantai ke bawah.

Uchida: “Baik, jadi di sini posisi kita. Ruangan ini mengisi tenaga semua absorber yang dipekerjakan di seisi fasilitas ini, selain itu juga menjalankan seluruh tenaga dalam fasilitas. Temanmu kemungkinan dibawa ke ruangan berlawanan arah dari sini, ruang pengolahan. Kita masih punya waktu untuk menyelamatkan temanmu, tapi biar kukopi dulu peta ini ke memoriku.”
James: “Tu... tunggu, jadi makhluk itu disebut 'Absorber'?”
Uchida: “Baiklah, aku sudah mendapat petanya. Kita selamatkan dulu temanmu, setelah itu aku akan ke lantai ke 4 di bawah menyelamatkan temanku. Waktu kita tak banyak, ikut aku.”
James: “Baiklah, wow. Ini jadi semakin menarik.”


Sementara itu di ruangan tempat mesin waktu berada, beberapa Absorber mengangkut muatan Ulkamium ke kendaraan milik Margo. Drake sedang minum Ulkamium cair dari botolnya, merayap di langit-langit dengan kaki dan tangannya. Terdengar suara 'beep' 3 kali dari sebuah komputer, Drake turun dari langit-langit dan mendarat di lantai. Dia menekan tombol di komputer itu, layar monitor menyala dan muncul siluet seseorang.

Drake: “Di sini Jendral Drake, sebutkan pangkat dan divisimu.”
Genzo: “Di sini Opsir Staf Genzo dari divisi Tokyo, ada yang ingin kami sampaikan mengenai Ulkamium curian yang dicuri dari pertambangan.”
Drake: “Akhirnya ada kabar juga, lalu bagaimana perkembangannya?”
Genzo: “Ulkamium yang kami dapatkan kembali sejumlah 2 megaton dan sekarang sudah dikirim lewat jalur teleportasi.”
Drake: “Hanya itu?”

Suara beep terdengar lagi sebelum Drake mendapat jawaban, Drake menekan lagi tombol di komputer. Muncul 3 siluet secara bersamaan, hanya saja agak buram.

Borgenov: “Di sini Kolonel Borgenov dari divisi Moskow, kami mendapatkan 0,8 megaton dan sedang dalam proses pengemasan.”
Naseer: “Kapiten Naseer dari divisi Mesir, saat ini masih berusaha mengambil 1,1 megaton dari fasilitas TDG.”
Hummond: “Letnan Hummond dari divisi New York berbicara di sini, kami belum mengambil kembali Ulkamium yang dicuri dan menolak untuk menyerahkannya.”
Drake: “Apa?! Apa maksudmu? Kita semua sudah bersepakat bukan?”
Hummond: “Memang, kami mendapat perintah langsung untuk merebut kembali Ulkamium yang dicuri. Tapi kami tidak mendapatkan nama siapa yang memberi perintah, kami tak berkewajiban untuk mengembalikan Ulkamium itu tanpa perintah yang jelas dari pihak yang tidak jelas.”
Drake: “Tidak bisa, kau harus segera mengembalikannya dalam waktu 6 hari ini. Ini demi kejayaan Pemerintahan, aku memerintahkanmu sebagai Jendral di sini!”
Hummond: “Jendral? Sejak kapan? Kau belum lama mendapatkan pangkat seperti itu, kalian juga berpikir itu aneh bukan?”
Borgenov: “Memang aneh jika orang sepertimu bisa terus naik pangkat selama 2 tahun terakhir ini, bukankah 2 tahun lalu kau adalah seorang kurir?”
Drake: “I... itu...”
Hummond: “Walau pangkatmu tinggi sekalipun, jasa apa yang pernah kau berikan kepada Pemerintahan? Mengalahkan musuh? Menyerahkan penemuan yang bermanfaat? Menangkap pengkhianat?”
Naseer: “Kau tampak seperti pengkhianat.”
Drake: “Genzo, jangan diam saja. Bukankah kau sudah mengirimkan Ulkamium yang dicuri kembali itu kepadaku... kepada kami?”
Genzo: “Memang benar, tapi itu atas perintah yang memang belum jelas dari siapa. Kami hanya sekedar mengembalikan demi kestabilan Pemerintahan, tapi bukan berarti kami harus percaya kepadamu.”
Borgenov: “Semua orang yang dulu pangkatnya setingkat di atasmu, selalu dicap sebagai pengkhianat dan pangkatnya selalu kau dapat.”
Naseer: “Jangan pernah kira kami tak tahu semua itu, ada rumor yang mengatakan bahwa kau menimbun sebagian dari Ulkamium itu untuk dirimu sendiri.”
Hummond: “Bagi kami mungkin Ulkamium hanya bermanfaat untuk bahan baku persenjataan kita, tapi kami tahu Mutan sepertimu juga sangat memerlukannya.”
Drake: “!!”
Naseer: “Mutan yang sampai sekarang berhasil mendapatkan pangkat di Pemerintahan hanya belasan, termasuk dirimu.”
Borgenov: “Dan itupun atas usaha mereka sendiri, Genzo mungkin berpangkat rendah tapi dia cukup bertanggung jawab.”
Hummond: “Aku setuju dengannya, jadi kalian semua sepakat?”

Ketika orang-orang di layar monitor hendak mengangguk setuju, tiba-tiba terdengar suara alarm. Drake kemudian mengoperasikan mesin dan menekan sebuah tombol, di layar muncul sebuah peta dengan tanda merah berkedip-kedip di ruang pengolahan. Setelah itu di layar monitor muncul video rekaman di mana Uchida baru membebaskan Roy dari tabung kaca, setelah itu mereka kabur bersama James.

Drake: “Apa yang sebenarnya terjadi?! Seseorang di atas sana bisa jelaskan padaku?!”
Absolon: (suaranya saja) “Energi dimatikan secara manual oleh penyusup, seluruh fasilitas di atas mati. Penyusup telah membobol ruang pengolahan dan membebaskan seorang tahanan, energi di ruang pengisian tenaga akan pulih kembali dalam 3 menit.”
Drake: “Tahanan? Apakah itu tahanan yang berada di ruang tahanan?”
Absolon: “Tidak, tahanan masih berada di ruang tahanan.”
Drake: “Segera halangi penyusup itu untuk keluar ataupun ke bawah, bawa mereka ke sini sekarang! Segera aktifkan portal waktu, kita akan mengirim subyek M46 N4 120 K kembali ke laboratorium!”
Hummond dan semua orang yang ada di layar monitor: “!!!”
Drake: “Beritahu Margo dan kawal subyek sampai ke sini sekarang!”
Hummond: “Tunggu!”
Borgenov: “M46 katamu?!”
Drake: “Benar, kenapa?”
Naseer: “Kami memang baru mendengar ada kabar bahwa subyek percobaan yang dilarikan oleh seorang pengkhianat.”
Genzo: “Jadi dia di situ?”
Drake: “Benar, dan aku ditugaskan untuk menangkap dan mengembalikannya atas perintah Pemerintahan!”
Hummond dan yang lain: “......” (berpikir sejenak)
Drake: “?”
Borgenov: “Baiklah, kami akan memikirkan kembali untuk mengembalikan Ulkamium curian itu.”
Naseer: “Kami bertiga tepatnya, kau akan diberi kesempatan.”
Drake: “Sungguh?”
Hummond: “Itu jika kau berhasil mengembalikan subyek M46, setelah itu kami akan mengembalikannya.”
Drake: “Aku takkan mengecewakan kalian, tunggulah sampai saat itu tiba.”
Genzo: “Kami akan nantikan saat itu, komunikasi diputus.” (layar komputer mati, semua menghilang)

No comments:

Post a Comment