PEMBEBASAN
Oslo,
Norwegia, 13 Oktober, 21:00. Francis masih berada di dalam sel yang
dijaga oleh Margo, dalam keadaan ditusuk di dinding. Darah yang terus
menetes dari tangan dan kakinya yang ditusuk oleh es ikut membeku,
dia mengerang menahan rasa sakit.
Margo:
“Pasti sakit bukan? Tenang saja, es itu akan mencair 1 jam lagi.”
Francis:
“Aku bisa menahan semua rasa sakit ini sampai kalian semua lenyap
dari dunia ini, itu lebih baik daripada aku bekerja dengan kalian.”
Margo:
“Kau tadi menipunya dan kau sekarang ditipu balik, bodoh sekali.
(duduk di lantai) Tapi tenang saja, aku akan benar-benar bercerita
sesuatu yang menarik kepadamu. Bergembiralah, sementara kau
mendengarkan ceritaku untuk menghilangkan rasa sakit.”
Francis:
“Kau santai sekali, sebenarnya apa pekerjaanmu?”
Margo:
“Hanya seorang kurir, (mengisap rokok) haaaah.” (menghembuskan
asap)
Francis:
“Kenapa kau tidak kelihatan takut pada si mata cacing itu?”
Margo
membuang rokoknya yang membeku ke tanah, dia mengeluarkan sebatang
rokok lagi dari dalam bajunya beserta sebuah pemantik api. Meletakkan
rokok itu ke mulutnya dan menyalakannya dengan pemantik, mengisap
rokok itu sampai membeku. Dia memperhatikannya agak lama kemudian
menghancurkannya dengan tangan kosong, menghembuskan asap dari
hidungnya.
Margo:
“Sebab dia mantan bawahanku, untuk apa takut? Dia masih seekor
kadal yang hanya bisa meninggalkan ekornya pada saat musuh
menangkapnya, posisi yang dia miliki pun didapat dengan memfitnah
Jenderal sebelum dia.”
Francis:
“Dari kurir menjadi Jendral? Aneh sekali.”
Margo:
“Suatu hari dia mengantarkan Ulkamium seperti biasa ke laboratorium
bersama diriku, dia melihat sebuah percobaan yang diujikan kepada
mutan yang sedang mengalami phase 'Venom'. Ulkamium adalah mineral
yang luar biasa, selain bisa memberi tenaga pada mesin tapi juga pada
makhluk hidup. Hanya dengan memasukkan mineral itu ke dalam tubuh
mutan, phase Venom bisa dihentikan.”
Francis:
“Memasukkan? Bagaimana caranya?”
Margo:
“Ulkamium itu adalah mineral yang spesial bahkan bisa diubah dalam
bentuk apapun, mencairkannya adalah salah satunya. Jika es mencair
karena panas, Ulkamium bisa mencair karena dingin. Aneh bukan?
Ulkamium harus didinginkan dengan suhu diantara 50 sampai 30 derajat
Fahrenheit, setelah itu kau bisa menyuntikkan atau meminumnya.”
Francis:
“Tapi pasti ada efek sampingnya bukan?”
Margo:
“Benar, phase Venom memang bisa dihentikan. Tapi setelah itu mutan
yang tubuhnya dimasukkan Ulkamium akan merasakan sedikit kecanduan,
Drake yang bodoh itu dengan sukarela menawarkan diri menjadi kelinci
percobaan. Sejak saat itu dia berusaha untuk menguasai Ulkamium yang
dia tambang untuk dirinya sendiri, tapi dia juga menyadari satu hal.
Untuk mendapatkan lebih banyak Ulkamium, dia harus memiliki posisi
tinggi. Dia memfitnah orang yang pangkatnya berada setingkat di
atasnya satu persatu, hasilnya seperti yang kau lihat.”
Francis:
“Sungguh menyedihkan.”
Margo:
“Kau merokok?”
Francis:
“Tidak.”
Margo:
(berdiri) “Kalau begitu cobalah sedikit, buka mulutmu.”
Tanpa
pikir panjang, Francis membuka mulutnya. Margo memegang sebatang
rokok dan menyalakannya, dia memegang dan menjulurkannnya dengan
belalainya yang panjang. Meletakkannya di depan mulut Francis, namun
ujung rokok yang dimasukkan ke mulutnya adalah bagian yang panas.
Lidah Francis terbakar karena api rokok, Margo menarik belalainya.
Margo:
“Oh, maaf. (tertawa) Buka mulutmu lagi, (menjulurkan belalai)
sekarang gigit.”
Francis:
“Ngh!” (menggigit rokok dan menelannya)
Margo:
(melongo) “...mari kita coba lagi...”
Sementara
itu dua orang sudah berada di depan pintu gedung tua yang akan mereka
masuki, salah seorang mencoba mencongkel kayu yang menyegel pintu
dengan linggis. Mereka tak menyadari, kalau mereka sedari tadi sudah
diawasi oleh 'Flying Drone' dalam keadaan tak terlihat. Pandangan
mereka terhubung dengan layar monitor yang dioperasikan oleh Absolon,
kemudian Absolon itu menghubungi Drake melalui layar monitor.
Drake:
“Ada masalah?”
Absolon:
“Penyusup, 2 orang.”
Drake:
“Musuh?”
Absolon:
“Penduduk sipil, sepertinya gelandangan.”
Drake:
“Bawa saja mereka ke dalam dan masukkan ke ruang pengolahan, kita
akan buat mereka menjadi tenaga kerja kita yang berguna.”
Absolon:
“Siap, Jendral Drake.”
Dua
orang di depan masih berusaha untuk masuk, namun pintu itu mendadak
roboh ketika masih dicongkel. Lebih tepatnya, pintu itu berputar dari
bawah ke atas dan membuat mereka masuk ke dalam. Ketika sudah berada
di dalam, mendadak dua absorber menangkap dan menahan mereka. Namun
salah seorang berhasil kabur dengan melepaskan jaket yang dia pakai,
dia berlari dan masuk ke dalam sebuah lubang. Dia meluncur di dalam
lubang sampai jatuh di suatu tempat, berguling-guling sampai menabrak
dinding. Orang itu kemudian duduk berlutut, dia mengusap-usap
kepalanya. Ternyata dia adalah James, dia berdiri sambil meringis
kesakitan.
James:
“Ouch, that really hurt. What the hell was that? I'll help you
later Roy, now where am I?” (aduh, itu sakit sekali. Apa-apaan itu
tadi? Akan kutolong kau nanti Roy, sekarang di mana aku?)
James
kini berada di dalam sebuah lorong panjang, dia menoleh ke kanan dan
ke kiri. Tiba-tiba dia mendengar suara berdenting dari arah kanan,
dia berjalan menuju arah suara itu. Dia terus berjalan hingga
akhirnya sampai ke sebuah pintu, sumber suara di balik pintu itu
terdengar semakin keras. James perlahan mendekati pintu, mendadak
pintu itu terbuka dengan sendirinya. Dia langsung masuk ke dalam, di
hadapannya banyak tabung kaca berisi cairan ungu dengan Absorber
dalam bentuk awal.
James:
“Now, what do we have here?” (Sekarang, apa yang kita dapat di
sini?)
Sepanjang
dia berjalan, ada beberapa tabung yang kosong. Mendadak tabung yang
kosong itu terisi cairan ungu dari atas, semacam mesin mengangkut
satu absorber dan memasukkannya ke dalam tabung. James berjalan ke
arah tabung yang baru terisi, melihat absorber itu bergerak-gerak di
dalamnya. Mata absorber itu melihat James, dia mengetukkan jarinya ke
tabung. Absorber itu balik membalas ketukannya, mata absorber itu
kemudian menutup dan dia berhenti bergerak.
James:
“Now I'm really sure that this is an Alien hideout.” (sekarang
aku cukup yakin bahwa ini adalah tempat persembunyian alien)
Suara
berdenting lagi-lagi terdengar, sebuah pintu mendadak terbuka.
Sekitar 4 absorber keluar dari dalam, berjalan menuju pintu di mana
James masuk. Satu absorber mendadak berhenti dan menoleh ke kiri, dia
melangkah ke sebuah tabung kosong. Namun yang dia lihat di dalam
hanyalah absorber yang baru saja dimasukkan ke dalam, kelihatan lemas
dan tidak bertenaga. Absorber itu mengabaikannya dan berjalan keluar
menuju pintu bersama Absorber lain, bersamaan dengan itu tabung yang
kosong mulai terisi lagi dengan cairan ungu. James keluar dari tempat
persembunyiannya di belakang tabung kosong di sebelah tabung yang
baru terisi, dia berlari ke pintu tempat para Absorber keluar. Pintu
terbuka dan dia menemukan sesuatu seperti telur raksasa melayang di
tengah-tengah ruangan, di sekitarnya ada aliran listrik yang
melindunginya.
James:
“What is this? Hm, looks like I can't freely touch it, I'll be
fried.” (apa ini? Hm, sepertinya aku tak bisa menyentuh seenaknya,
aku akan terpanggang.)
James
melihat sebuah layar monitor dengan sebuah unit mesin di belakang
telur raksasa, beberapa saat kemudian dia sudah berada di depan mesin
itu. Banyak tombol dan tuas di mesin itu, macam-macam tombol dengan
berbagai tanda. Dia mengamati mesin itu dengan teliti, dia melihat
kabel yang panjang dari mesin itu dan sepertinya terhubung ke
macam-macam peralatan di dalam ruangan. James melihat tombol dengan
tanda listrik, tanpa pikir panjang dia memencet tombol itu. Dalam
sekejap, seluruh ruangan di dalam markas menjadi gelap dan
mesin-mesin berhenti beroperasi. Begitu juga penjara laser di mana
Francis disekap, tapi Margo yang berjaga di depannya sama sekali tak
bergerak.
Margo:
“Sepertinya ada yang menyusup kemari, tapi tenang saja. Walau gelap
sekalipun, panasmu masih bisa kurasakan.”
Di
tempat lain dalam markas di mana Roy disekap, dia kini berada dalam
sebuah tabung kaca. Ruangan di mana dia ditahan gelap gulita, dia
hanya bisa melihat banyak mata menyala di dalam kegelapan.
Roy:
“You're good boy, James. Quickly get me out of here before they
doing something to me, those eyes creeps me out.” (Kau anak baik,
James. Cepat keluarkan aku dari sini sebelum mereka melakukan sesuatu
padaku, mata-mata itu membuatku takut.)
Di
dalam ruang pengisian tenaga di mana James berada, ruangan itu agak
sedikit terang dengan disinari lampu merah dan berkedip-kedip di
dalam ruangan. Telur raksasa yang melayang itu kini tergeletak di
lantai, aliran listrik di sekelilingnya mati. James mencoba
menghubungi seseorang dengan hpnya, namun hpnya menunjukkan tanda
tidak ada sinyal.
James:
“Shoot, but the electricity is off now. I still have time before
they came here, I wonder what this thing is.” (sial, tapi
listriknya mati sekarang. Aku masih punya waktu sebelum mereka
datang, aku penasaran benda apa ini.)
Tapi
belum sempat dia mendekati dan memeriksanya, benda itu bergetar
keras. Mendadak muncul sepasang tangan dan kaki dari dalamnya, benda
itu kemudian berdiri dengan kedua kakinya. Tangan benda itu mencoba
meraba-raba sekelilingnya, James yang melihatnya hanya bisa diam.
Benda itu telah memegang tembok dengan kedua tangannya dan diam
sejenak, seluruh badannya bergetar semakin keras. Sesuatu melompat
dari dalam tubuhnya, menabrak langit-langit dan memantul di dalam
ruangan. Benda itu berhenti memantul dan menggelinding di depan kaki
James, sesuatu berbentuk bulat dan keras. Dia menghentikannya dengan
kakinya, tapi dia terkejut ketika mengangkat kakinya. Itu adalah
sebuah kepala, tepatnya kepala Uchida. James lebih terkejut lagi
ketika mata buatan Uchida melirik kepadanya, dia jatuh terduduk.
Uchida:
(bahasa Jepang) “Itai... (sakit) apa yang terjadi? Di mana
tubuhku?”
James:
“Y... you can talk?” (K... kau bisa bicara?)
Uchida:
“Dare?” (siapa?)
James:
“What are you?” (kau ini apa?)
Uchida:
“Chotto mate kudasai.” (tunggu sebentar)
Uchida
menjulurkan lidahnya keluar, menggigit lidahnya sendiri. Terdengar
suara 'klek' dari dalam mulutnya, dia memasukkan kembali lidahnya ke
dalam mulut.
Uchida:
“Ah, sudah selesai. Hei, kau. Lihat di mana tubuhku?”
James:
“Di... di belakangmu...”
Uchida:
“Apa? Gawat sepertinya kepalaku lepas dari sana, apa yang
sebenarnya terjadi? Aku tak bisa melihatmu dengan jelas, biar
kuaktifkan pelacak panas.”
Mata
palsu Uchida berubah warna menjadi kuning, dalam pandangannya dia
melihat siluet seseorang yang sekarang merangkak di hadapannya.
Uchida:
“Kau manusia?”
James:
“Ya, apa kau alien?”
Uchida:
“Bukan, aku cyborg. Bisa bawa kepalaku ke tubuhku?”
James:
“Sekarang?”
Uchida:
“Tentu sekarang! Cepat! Aku tak bisa hidup kalau lama-lama kepalaku
terpisah dengan tubuhku!”
James:
“Ba-baik!”
James
mengangkat kepala Uchida secara terburu-buru, dia berlari membawa
kepala itu ke tubuh Uchida. Namun James berhenti dan terlihat
ragu-ragu, dia melihat sekujur tubuh Uchida hanya dengan sepasang
tangan dan kaki namun tanpa kepala.
James:
“Aku sudah berada di depan tubuhmu.”
Uchida:
“Bagus, letakkan di atas.”
James:
“Atas?”
Uchida:
“Kepala selalu ada di atas kan? Cepat letakkan!”
James
langsung meletakkan kepalanya di atas tubuhnya, tapi tidak sampai
karena badannya terlalu besar. Dia kemudian mencoba melemparkan
kepala itu ke atas tubuhnya, hal itu berhasil. Kepala Uchida berhasil
terpasang di tubuhnya, badannya kini sudah mulai bisa digerakkan.
Namun ternyata terjadi kesalahan saat James memasang kepalanya,
mulutnya berada di atas dan matanya berada di bawah. Terlebih lagi,
bagian wajahnya menghadap ke belakang.
Uchida:
“Aku merasa aneh...”
James:
“Ke... kepalamu terbalik...”
Uchida:
“Hah? Itu bisa diperbaiki.”
Kepala
Uchida melayang dan berputar sampai kembali ke posisi yang benar,
tubuh bagian depannya kini bergerak menghadap James. Dia melihat
James di bawahnya, mengangkat tubuhnya dengan tangannya yang besar.
Uchida:
“Siapa kau?”
James:
“A... aku teman dari seseorang yang ditahan di sini, aku sedang
mencarinya.”
Uchida:
“Ditahan? Tunggu, di sini ruang pengisian tenaga. Apa kau tahu di
mana komputernya?”
James:
“Sebelah kananmu.”
Uchida:
(menoleh ke kanan lalu ke James) “Apa kau menyentuhnya?”
James:
“Awalnya aku mau menghilangkan aliran listrik yang menahanmu, aku
cuma menekan satu tombol. Setelah itu hal ini terjadi, tombol yang
kutekan yang bertanda seperti aliran listrik.”
Uchida:
“Tunggu sebentar, seharusnya aku ganti saja menjadi penglihatan
malam. (mata berubah hijau) Ah, begini lebih baik.”
Uchida
langsung berjalan ke komputer, jari-jarinya yang besar tertekuk ke
atas dan mengeluarkan kabel. Dia mencabut beberapa kabel yang
menancap di mesin itu dan menancapkan kabel dari jarinya ke lubang
yang ada di mesin, layar komputer kini menyala. Uchida mulai membuka
beberapa data, di layar muncul sebuah peta. Posisi mereka sekarang
berada di bawah tanah, 1 lantai ke bawah.
Uchida:
“Baik, jadi di sini posisi kita. Ruangan ini mengisi tenaga semua
absorber yang dipekerjakan di seisi fasilitas ini, selain itu juga
menjalankan seluruh tenaga dalam fasilitas. Temanmu kemungkinan
dibawa ke ruangan berlawanan arah dari sini, ruang pengolahan. Kita
masih punya waktu untuk menyelamatkan temanmu, tapi biar kukopi dulu
peta ini ke memoriku.”
James:
“Tu... tunggu, jadi makhluk itu disebut 'Absorber'?”
Uchida:
“Baiklah, aku sudah mendapat petanya. Kita selamatkan dulu temanmu,
setelah itu aku akan ke lantai ke 4 di bawah menyelamatkan temanku.
Waktu kita tak banyak, ikut aku.”
James:
“Baiklah, wow. Ini jadi semakin menarik.”
Sementara
itu di ruangan tempat mesin waktu berada, beberapa Absorber
mengangkut muatan Ulkamium ke kendaraan milik Margo. Drake sedang
minum Ulkamium cair dari botolnya, merayap di langit-langit dengan
kaki dan tangannya. Terdengar suara 'beep' 3 kali dari sebuah
komputer, Drake turun dari langit-langit dan mendarat di lantai. Dia
menekan tombol di komputer itu, layar monitor menyala dan muncul
siluet seseorang.
Drake:
“Di sini Jendral Drake, sebutkan pangkat dan divisimu.”
Genzo:
“Di sini Opsir Staf Genzo dari divisi Tokyo, ada yang ingin kami
sampaikan mengenai Ulkamium curian yang dicuri dari pertambangan.”
Drake:
“Akhirnya ada kabar juga, lalu bagaimana perkembangannya?”
Genzo:
“Ulkamium yang kami dapatkan kembali sejumlah 2 megaton dan
sekarang sudah dikirim lewat jalur teleportasi.”
Drake:
“Hanya itu?”
Suara
beep terdengar lagi sebelum Drake mendapat jawaban, Drake menekan
lagi tombol di komputer. Muncul 3 siluet secara bersamaan, hanya saja
agak buram.
Borgenov:
“Di sini Kolonel Borgenov dari divisi Moskow, kami mendapatkan 0,8
megaton dan sedang dalam proses pengemasan.”
Naseer:
“Kapiten Naseer dari divisi Mesir, saat ini masih berusaha
mengambil 1,1 megaton dari fasilitas TDG.”
Hummond:
“Letnan Hummond dari divisi New York berbicara di sini, kami belum
mengambil kembali Ulkamium yang dicuri dan menolak untuk
menyerahkannya.”
Drake:
“Apa?! Apa maksudmu? Kita semua sudah bersepakat bukan?”
Hummond:
“Memang, kami mendapat perintah langsung untuk merebut kembali
Ulkamium yang dicuri. Tapi kami tidak mendapatkan nama siapa yang
memberi perintah, kami tak berkewajiban untuk mengembalikan Ulkamium
itu tanpa perintah yang jelas dari pihak yang tidak jelas.”
Drake:
“Tidak bisa, kau harus segera mengembalikannya dalam waktu 6 hari
ini. Ini demi kejayaan Pemerintahan, aku memerintahkanmu sebagai
Jendral di sini!”
Hummond:
“Jendral? Sejak kapan? Kau belum lama mendapatkan pangkat seperti
itu, kalian juga berpikir itu aneh bukan?”
Borgenov:
“Memang aneh jika orang sepertimu bisa terus naik pangkat selama 2
tahun terakhir ini, bukankah 2 tahun lalu kau adalah seorang kurir?”
Drake:
“I... itu...”
Hummond:
“Walau pangkatmu tinggi sekalipun, jasa apa yang pernah kau berikan
kepada Pemerintahan? Mengalahkan musuh? Menyerahkan penemuan yang
bermanfaat? Menangkap pengkhianat?”
Naseer:
“Kau tampak seperti pengkhianat.”
Drake:
“Genzo, jangan diam saja. Bukankah kau sudah mengirimkan Ulkamium
yang dicuri kembali itu kepadaku... kepada kami?”
Genzo:
“Memang benar, tapi itu atas perintah yang memang belum jelas dari
siapa. Kami hanya sekedar mengembalikan demi kestabilan Pemerintahan,
tapi bukan berarti kami harus percaya kepadamu.”
Borgenov:
“Semua orang yang dulu pangkatnya setingkat di atasmu, selalu dicap
sebagai pengkhianat dan pangkatnya selalu kau dapat.”
Naseer:
“Jangan pernah kira kami tak tahu semua itu, ada rumor yang
mengatakan bahwa kau menimbun sebagian dari Ulkamium itu untuk dirimu
sendiri.”
Hummond:
“Bagi kami mungkin Ulkamium hanya bermanfaat untuk bahan baku
persenjataan kita, tapi kami tahu Mutan sepertimu juga sangat
memerlukannya.”
Drake:
“!!”
Naseer:
“Mutan yang sampai sekarang berhasil mendapatkan pangkat di
Pemerintahan hanya belasan, termasuk dirimu.”
Borgenov:
“Dan itupun atas usaha mereka sendiri, Genzo mungkin berpangkat
rendah tapi dia cukup bertanggung jawab.”
Hummond:
“Aku setuju dengannya, jadi kalian semua sepakat?”
Ketika
orang-orang di layar monitor hendak mengangguk setuju, tiba-tiba
terdengar suara alarm. Drake kemudian mengoperasikan mesin dan
menekan sebuah tombol, di layar muncul sebuah peta dengan tanda merah
berkedip-kedip di ruang pengolahan. Setelah itu di layar monitor
muncul video rekaman di mana Uchida baru membebaskan Roy dari tabung
kaca, setelah itu mereka kabur bersama James.
Drake:
“Apa yang sebenarnya terjadi?! Seseorang di atas sana bisa jelaskan
padaku?!”
Absolon:
(suaranya saja) “Energi dimatikan secara manual oleh penyusup,
seluruh fasilitas di atas mati. Penyusup telah membobol ruang
pengolahan dan membebaskan seorang tahanan, energi di ruang pengisian
tenaga akan pulih kembali dalam 3 menit.”
Drake:
“Tahanan? Apakah itu tahanan yang berada di ruang tahanan?”
Absolon:
“Tidak, tahanan masih berada di ruang tahanan.”
Drake:
“Segera halangi penyusup itu untuk keluar ataupun ke bawah, bawa
mereka ke sini sekarang! Segera aktifkan portal waktu, kita akan
mengirim subyek M46 N4 120 K kembali ke laboratorium!”
Hummond
dan semua orang yang ada di layar monitor: “!!!”
Drake:
“Beritahu Margo dan kawal subyek sampai ke sini sekarang!”
Hummond:
“Tunggu!”
Borgenov:
“M46 katamu?!”
Drake:
“Benar, kenapa?”
Naseer:
“Kami memang baru mendengar ada kabar bahwa subyek percobaan yang
dilarikan oleh seorang pengkhianat.”
Genzo:
“Jadi dia di situ?”
Drake:
“Benar, dan aku ditugaskan untuk menangkap dan mengembalikannya
atas perintah Pemerintahan!”
Hummond
dan yang lain: “......” (berpikir sejenak)
Drake:
“?”
Borgenov:
“Baiklah, kami akan memikirkan kembali untuk mengembalikan Ulkamium
curian itu.”
Naseer:
“Kami bertiga tepatnya, kau akan diberi kesempatan.”
Drake:
“Sungguh?”
Hummond:
“Itu jika kau berhasil mengembalikan subyek M46, setelah itu kami
akan mengembalikannya.”
Drake:
“Aku takkan mengecewakan kalian, tunggulah sampai saat itu tiba.”
Genzo:
“Kami akan nantikan saat itu, komunikasi diputus.” (layar
komputer mati, semua menghilang)
No comments:
Post a Comment