TERTANGKAP
Oslo,
Norwegia, 13 Oktober 2010, 17:00. Di gudang tempat persembunyian di
mana tadinya Francis dan Uchida berada, kini menjadi puing-puing tak
berbekas. Di hadapan puing-puing itu berdiri seseorang berjaket,
bertudung, membawa ransel, berkacamata hitam dan memakai topi. Dia
membuka kacamata hitam, tudung, dan topinya. Ternyata dia adalah
James, dia perlahan berjalan menuju puing-puing. Dia berlutut dan
memegang serpihan-serpihan di hadapannya, menggenggamnya dan
menjatuhkannya. Setelah itu dia mengeluarkan HP dari saku jaketnya,
menghubungi Roy.
James:
“Halo? Jangan berteriak dulu, sebab aku butuh bantuanmu sekarang.
Tamu kehormatan kita sudah tak lagi berada di tempatnya, bisa bawa
beberapa orang dari bagian 'Kebersihan' kemari?”
James
mendadak melihat sesuatu bersinar di puing-puing, dia langsung
berlari dan menyingkirkan beberapa puing sampai dia menemukan
sesuatu. Sebuah CPU komputer dengan layar yang sudah rusak, CPU itu
sendiri masih utuh.
James:
“Bawa juga beberapa orang dari bagian 'Pengembangan', ada sesuatu
yang kutemukan dan perlu diteliti di sini. Ng?”
James
sadar dia menginjak sesuatu di bawah kakinya, dia mengangkat sesuatu
dari bawah tempat dia berdiri. Ketika dia berhasil mengangkatnya, dia
mendapatkan sebuah helm yang dipakai Francis untuk bertransformasi.
James:
“Ini...”
Francis
kini disekap di dalam penjara dengan jeruji laser, dia duduk di sudut
memandangi bagian luar penjara. Ada beberapa absorber yang
mondar-mandir berjalan kesana kemari, salah satu mendorong kereta
dorong berisi Ulkamium. Tak lama kemudian seseorang datang menuju
selnya, kini di depan sel berdiri Jendral Drake.
Drake:
“Subyek M46 N4 120 K, aku tak menyangka jika kau kabur ke wilayah
kekuasaan kami.”
Francis:
“......”
Drake:
“Tak ada yang mau kau katakan? Aku sebenarnya ingin banyak
mendengar cerita darimu. Jadi, kudengar kau dilarikan oleh ilmuwan
kami yang sekarang sedang diinterogasi di ruang pengisian tenaga saat
ini.”
Francis:
“......”
Drake:
“Masih tidak mau bicara? Mungkin ini bisa membuatmu bicara.”
Jendral
Drake mengacungkan tongkatnya pada Francis, menembakkan listrik ke
sekujur tubuhnya. Dia sedikit kejang-kejang, namun dia berdiri.
Mendadak dia berlari menuju Jendral Drake, namun jeruji laser
menahannya sebelum dia sempat menyentuh wajah Drake. Dia menghentikan
sengatan listriknya, Francis sendiri mundur dari jeruji. Baju yang
dia kenakan hangus, tubuhnya yang terluka sembuh dengan sendirinya.
Francis:
“Your electricity is nothing for me, punk. His electricity is
better than you.” (listrikmu tak ada apa-apanya bagiku, sialan.
Listriknya lebih baik dari dirimu.”
Drake:
“Bahasa Inggris, karena itu kau tak bisa menjawab pertanyaanku?
Very well, I'll speak with your language.” (baiklah, aku akan
berbicara dengan bahasamu)
Francis:
“It's futile if you want to persuade me to join you.” (tak ada
gunanya jika kau mau membujukku untuk bergabung denganmu)
Drake:
“Oh, there's no need to do that. I just want you to know, your
savior is being tortured in another room. But amazingly, he won't
speak a word yet.” (oh, tak perlu melakukan hal seperti itu. Aku
hanya ingin kau tahu, penyelamatmu sedang disiksa di ruangan lain.
Tapi menariknya, dia tak mau bicara sedikitpun.)
Francis:
“He's tough isn't he?” (dia tangguh, bukan?)
Drake:
“Indeed, when we want to interrogate him, he change himself into
defensive mode.” (Benar, saat kami ingin menginterogasinya, dia
mengubah dirinya menjadi mode pertahanan.)
Di
ruangan lain, Uchida kini dalam bentuk telur. Dia diperiksa oleh
beberapa Absorber, sambil diperhatikan oleh Margo. Para Absorber itu
mencoba untuk membukanya dengan beberapa metode, memukulinya dengan
semacam palu, mengebornya, dan menembakinya dengan laser.
Francis:
“What do you plan to do with me?” (apa yang mau kau rencanakan
denganku?)
Drake:
“First thing, my name is not 'you'. I'm Drake, and you will call me
General Drake, if you may.” (pertama, namaku bukanlah 'kau'. Aku
Drake, dan kau akan memanggilku Jendral Drake, jika kau tak
keberatan.)
Francis:
“Well... Drake, can you answer my question first?” (Baiklah...
Drake, bisakah kau jawab pertanyaanku dulu?”
Drake:
“You're one of the fools who still struggle hardly for what you
called 'freedom', so why I should answer it? After you return to the
future, you will be reprogramed into one of our finest soldier.”
(kau adalah salah satu dari orang bodoh yang masih mencoba untuk
berjuang keras untuk apa yang kau sebut 'kebebasan', lalu kenapa aku
harus menjawabnya? Setelah kau kembali ke masa depan, kau akan
diprogram ulang menjadi salah satu prajurit terbaik kami)
Francis:
“You already answer it.” (kau sudah menjawabnya)
Drake:
“Now its my turn to ask you a question, you will answer it
immediately. Before you escape from the laboratory, Professor Uchida
is the one who release you. Is that right?” (sekarang giliranku
untuk mengajukan pertanyaan, kau akan menjawabnya langsung. Sebelum
kau kabur dari laboratorium, Profesor Uchida adalah orang yang
membebaskanmu. Benarkah itu?”
Francis:
“Damn right.” (memang benar)
Drake:
“When you arrive in this era, did he tell you something?” (saat
kau tiba di era ini, apa dia memberitahumu sesuatu?)
Francis:
“A few things.” (beberapa hal)
Drake:
“And what is it?” (dan apakah itu?)
Francis:
“It's complicated, I can't even remember.” (rumit sekali, aku
bahkan tak bisa ingat)
Jendral
Drake sekali lagi mengacungkan tongkatnya ke arah Francis, kali ini
dari tongkatnya keluar laser yang menggores pipi kirinya. Darah
mengucur keluar dari mulutnya, pipinya robek begitu lebar sehingga
giginya terlihat. Francis berlutut memegang pipinya dan menahan rasa
sakit, namun pipinya kembali sembuh dan utuh seperti sediakala.
Drake:
“Then you must remember, you still have luck. Your healing factor
saves you, I still have time until your departure.” (kalau begitu
kau harus ingat, kau masih punya keberuntungan. Kekuatan penyembuhmu
menyelamatkanmu, aku masih punya waktu sampai keberangkatanmu.)
Francis:
“This pain... is nothing, you can ask me hundred times, thousand
times, I don't care. You think I'll answer to a coward who wield a
weapon?” (rasa sakit ini... bukan apa-apa, kau bisa tanyai aku
ratusan kali, ribuan kali, aku tak peduli. Kau pikir aku akan
menjawab pada pengecut yang pegang senjata?)
Drake:
“...you're right, using weapon is a cowardly way. Then how about
this, I'll put my weapon and I tell you something interesting?”
(...kau benar, mengunakan senjata itu cara pengecut. Lalu bagaimana
dengan ini, akan kutaruh senjataku dan akan kuberitahu sesuatu yang
menarik?)
Francis:
“If it didn't make me bored here, I'll consider it.” (jika itu
tak membuatku bosan di sini, akan kupertimbangkan)
Drake:
“Oh, I can guarantee it.” (oh, aku bisa jamin itu)
Di
gedung TDG cabang Oslo, Norwegia, di sebuah laboratorium. James
sedang duduk bersama beberapa orang ilmuwan, mereka sedang sibuk
melakukan penelitian. Mengetik tuts keyboard, mencoba membuka sebuah
program. Beberapa komputer dijalankan masing-masing ilmuwan
Ilmuwan
1: “Firewall pertama berhasil diterobos.”
Ilmuwan
2: “Firewall ke dua berhasil diterobos.”
Ilmuwan
3: “Ada virus yang mencoba masuk ke sistem kita, Antivirus kita tak
mampu menahannya.”
James:
“Kerja bagus, serahkan sisanya kepadaku. Kalian mundurlah, maaf
sudah merepotkan kalian. Baiklah, mari kita lihat apa yang terjadi
jika aku suntikkan imunisasi ke 'bokong'-nya.”
James
memasukkan sebuah kaset ke CPU, lalu muncul tulisan 'Password' di
layar monitor. Setelah menekan beberapa tombol, James menekan Enter.
Di layar monitor yang besar muncul huruf besar bertuliskan
'Menjalankan Proses: Menghapus Virus'. Beberapa saat kemudian muncul
tulisan 'Virus berhasil dihapus, Area aman untuk dimasuki', setelah
itu James mengepalkan tangan dan menggerakkannya ke bawah bersama
lengannya sedikit.
James:
“Akhirnya, mari kita lihat isinya.”
James
mengetik beberapa kata, muncullah wallpaper bergambar Einstein
menjulurkan lidah.
James:
(jengkel) “Ini cuma perasaanku atau sepertinya kita sedang diejek
setelah berhasil masuk?”
Roy:
(berlari masuk) “JAMES ARCHIBALD YORGINS!!”
James:
“Roy, tenang dulu. Aku baru saja berhasil membuka database yang
kutemukan.”
Roy:
“Lagi-lagi kau keluar tanpa ijin dan tanpa pengawasan! Bagaimana
jadinya aku menghadap pada ayahmu nanti?!”
James:
“Bukankah kau bilang akan memberikan bantuan sepenuhnya jika aku
setuju untuk pulang ke rumah?”
Roy:
“Tapi setidaknya harus ada seseorang yang menemanimu ke manapun kau
pergi, walau hanya satu orang.”
James:
“Baik, baik, aku mengerti. Yang terpenting sekarang adalah ini.”
(menunjuk layar monitor)
Roy:
“Sepertinya orang yang terlihat bodoh ini mengejekmu.”
James:
(jengkel) “Mari kita lanjutkan penelusurannya.”
Beberapa
saat kemudian, James melihat video yang merekam saat Francis sedang
berlatih di dimensi Crimson. Dia melihat video itu di laptopnya di
sebuah kamar tidur, dia melihat ketika Francis berlatih dalam mode
Crimson. Menciptakan bilah pisau di bagian lutut, tumit, ujung kaki,
sikut, bahu, serta cakar di semua jari tangannya. Banyak bola besi
terbang meluncur ke arahnya, dia menangkis semua serangan itu dengan
semua pedang dan cakar yang ada di tubuhnya. Memotong-motong bola itu
sambil bersalto, bergerak dengan lincahnya. Namun tak lama kemudian
semua bola itu menancap di semua bilah pisau, bahkan pada semua jari
tangannya yang bercakar. Beberapa bola terbang meluncur membentur
perut dan kepala Francis, membuatnya melayang berputar tak
terkendali.
Francis:
“Matikan Crimson mode!”
Uchida:
“Yang benar itu non aktifkan, Francis. Kau masih dalam mode
pelatihan, takkan bisa kau matikan semudah itu. Kau harus hancurkan
50 buah untuk menyelesaikan latihan, setelah itu kau bisa
menon-aktifkannya. Kau hanya kurang 17 buah, kau sudah mengeluh di
saat seperti ini?”
Francis:
“Aku tak mau mendengar itu dari orang yang menaikkan tingkat
kesulitan latihan karena kecerobohannnya!”
Uchida:
“Berhenti mengeluh, kali ini aku benar-benar mengawasimu.”
Francis:
(suara hati) “Kalau aku tidak melayang di udara, aku bisa saja
menghentikan semua dengan mudah. Tunggu, mungkin ini bisa berhasil.”
Francis
membenturkan semua bola yang menancap di seluruh jarinya dengan cara
menepukkan tangan, semua bola di tangannya hancur. Dia kemudian
mencabut semua bola besi beserta pisau yang ada di tubuhnya,
melemparnya satu persatu ke bola besi yang berdatangan. Namun hal itu
tak membuatnya hancur, dia lalu diam dan menundukkan kepala. Kakinya
mengeluarkan partikel Crimson dan menciptakan sesuatu di bawah
kakinya, sesuatu berbentuk kotak di masing-masing telapak kakinya.
Ketika sebuah bola besi meluncur, dia melompatinya dan mendarat di
pijakan yang dia buat dengan kedua tangannya. Kedua kakinya
direntangkan, dia mulai memutar kakinya. Menggerakkan putaran itu
dengan kedua tangan yang berpijak di pijakan buatannya, menendang
bola-bola itu jauh-jauh. Kini dia berdiri dengan satu tangan dan
menangkap sebuah bola dengan kedua kakinya, dia bersalto melempar
bola itu dan menendangnya ke salah satu bola yang terbang menuju ke
arahnya. Hal itu membuat seluruh bola membentur layaknya bola bilyar,
semua bola itu kini meluncur ke sana kemari hingga akhirnya bola-bola
itu menuju satu tempat. Di atas kepala Francis seluruh bola itu
bertubrukan dan hancur, di sekitarnya sudah tak ada lagi bola besi.
Francis:
“Aku bisa keluar sekarang?”
Uchida:
“Kau bisa keluar dengan sendirinya, aku sudah menambahkan program
yang bisa membuatmu keluar kapanpun kau mau setelah menyelesaikan
pelatihan. Putar kenop...”
Francis:
“45 derajat ke kanan?”
Uchida:
“Benar.”
Semua
kristal di tubuhnya menguning setelah dia memutar dan menekan kenop
di dadanya, setelah itu dia membusungkan dada dan menembakkan sinar
sehingga membuat sebuah lubang dalam dimensi Crimson. Video itu
kemudian habis masa penayangannya, James menutup laptopnya setelah
melihat video.
James:
“Menarik.”
Dia
duduk di atas kasur dan membuka ranselnya, dia mengeluarkan helm yang
dia temukan. Dia mengamatinya dari dekat, setelah itu dia mencoba
memakainya. Beberapa saat kemudian, muncul tulisan di layar helm.
PERINGATAN
IDENTITAS
PEMAKAI TAK DIKENALI
AKTIFKAN
MODE EKSEKUSI
Mendadak
kaget karena hal itu, dia melepas helm yang dia kenakan dan
menjatuhkannya ke lantai. Helm itu mengeluarkan semacam arus listrik
dari dalam serta laser yang membakar karpet tempat helm itu jatuh,
James segera mengambil segelas air dan menyiramnya ke bekas terbakar.
Terdengar suara ketukan dari pintu, James langsung berlari ke pintu
dan menahannya.
Roy:
“James, ada apa di dalam? Aku mendengar ada suara jatuh.”
James:
“Tidak ada apa-apa, hanya gelas jatuh.”
Roy:
“Gelas? Kenapa bunyinya tidak seperti ada yang pecah?”
James:
“Ng... gelasnya jatuh bersama laptopku. Aku tak sengaja
menyenggolnya, gelasnya masih ada di atas meja.”
Roy:
“Katakan saja itu sejak awal, aku ingin memberitahukan bahwa aku
sudah menemukan orang yang kau cari dari pelacak yang kau tanamkan.”
James:
“Kerja bagus, aku akan langsung ke sana. Dengan pengawalan yang kau
sudah siapkan tentunya, apa semua sudah siap.”
Roy:
“Sesuai yang kau minta.”
James
terengah-engah dan kembali berjalan ke tempat tidur, dia menjatuhkan
dirinya di atas kasur. Menutup wajahnya dengan kedua tangan, dia
kemudian tertawa.
James:
“Ha... hahaha... hahahahahaha, kau memang orang yang menarik,
Francis. Sudah kuputuskan, aku harus mendapatkan dia bagaimanapun
juga.”
Kembali
ke tempat Francis sedang disekap, Francis kini dalam keadaan terluka
parah di dalam selnya. Kedua tangan dan kakinya tertusuk semacam
tombak terbuat dari es, dia dalam kondisi tertancap di dinding. Drake
dan Margo berada di hadapannya, luka yang berada di sekujur tubuh
Francis mulai menghilang.
Margo:
“Ini buang-buang waktu, boleh kubekukan dan kukeluarkan otaknya?”
Drake:
“Tidak, laboratorium cabang menginginkan kita untuk mengirimnya
dalam keadaan tidak ada salah satu bagian tubuhnya lepas dari
tempatnya. Kau sudah diberitahu itu sebelum berangkat kemari bukan?”
Margo:
“Kalau begitu berikan aku satu kesempatan lagi untuk membuatnya
bicara.”
Drake:
“Silahkan, dengar baik-baik M46 N4 12O K. Atau kupanggil Mr Zero
saja, jika kau berkenan. Aku tahu kau bisa sedikit bahasa Norwegia,
kau sempat menipuku tadi.”
Margo:
“Cepat ajukan pertanyaannya dan biarkan aku bekukan dia sampai ke
tulang-tulangnya.”
Drake:
“Tenanglah Margo, kita takkan mendapat apa-apa jika ceroboh.
Sekarang maukah menjawab pertanyaanku sekali lagi? Apakah ada orang
lain selain Uchida yang datang ke zaman ini? Apakah dia pernah
mengatakan pada dirimu jika dia mengirim orang lain ke zaman ini
sebelum dia membawamu kabur?”
Francis:
“Heh, lucu sekali.”
Drake:
“Apanya?”
Francis:
“Melihat pengecut sepertimu ketakutan setengah mati karena
kecerobohannya sendiri, aku bisa melihatnya. Apa kau begitu takut
mereka akan menghukummu karena melenyapkan sebagian dari pesanan
mereka?”
Drake:
“Apa maksudmu?”
Francis:
“Terlihat dari mata cacingmu, rasa takut.”
Margo:
“Benar, pengecut ini sangat ketakutan karena dia belum mendapatkan
6 megaton Ulkamium yang dia hilangkan.”
Drake:
“Bukan dihilangkan, dicuri.” (gemetaran)
Margo:
“Dia sendiri juga punya kebiasaan buruk, kau tahu dia selalu
mengambil sedikit bagian dari hasil tambang untuk dirinya sendiri?”
Drake:
“Margo! Tugasmu hanya untuk membuatnya bicara!”
Mendadak
Margo membenturkan kepala Drake ke tanah, menahannya di lantai dengan
belalai yang mendadak keluar dari hidungnya. Sebuah botol minuman
jatuh tepat di bawah kaki Francis, Drake meronta-ronta dalam
cengkeraman belalai Margo.
Drake:
“Margo!! Apa yang kau lakukan?!”
Francis:
“Kau... mutan?”
Margo:
“Tidak, aku Cyborg. Tapi dirinya ya, (memandang Drake) menyedihkan.
Ulkamium adalah mineral yang menjadi bahan utama tubuhku dan tubuhmu,
apa kau tahu kegunaan lain dari Ulkamium?”
Francis:
“Tidak.”
Margo:
“Itu berguna sebagai penekan, kau juga pasti tahu mutan saat
mengalami phase 'Venom'.”
Francis:
“Aku... sudah mengetahuinya..., ibuku sendiri adalah mutan.”
Margo:
“Benarkah? Seharusnya kau masuk ke bagian biologis, lalu kenapa
mereka memasukkanmu ke divisi organisme cyber?”
Francis:
“Karena ibuku... bukanlah ibu kandungku, aku sudah hidup dengan
mutan selama 10 tahun. Phase 'Venom' adalah saat di mana mutan tak
bisa mengendalikan kekuatannya karena emosi tertentu, mutan akan
merasakan sakit yang tertahankan ketika menjalaninya. Aku melihat
dengan mata kepalaku sendiri, ibuku mengalami phase 'Venom' ketika
dia merasakan suatu kesedihan.”
Margo:
“Seperti yang kau katakan, dalam kasus ini Drake juga mengalaminya.
Kau lihat?”
Mata
Drake yang memerah berubah menjadi hijau, dia meronta-ronta dan
berusaha keras mengambil botol yang ada di bawah kaki Francis. Dia
hanya bisa menyaksikan ketika tubuh Drake perlahan-lahan menyusut,
yang tersisa dari dirinya adalah seragam yang dia pakai. Margo
kemudian melenyapkan belalainya, Francis hanya melihat dengan
menyipitkan mata.
Francis:
“What the...”
Mendadak
dari dalam baju yang dipakai Drake, ada semacam benda panjang keluar
dan menangkap botol di bawah kaki Francis. Benda itu menarik botol ke
dalam pakaian, sesuatu bergerak di dalamnya. Terdengar suara tegukan
dari dalam, sesuatu di dalam mulai meronta-ronta. Suara mendesis kini
terdengar dari dalamnya, merobek baju dari dalam. Sebuah tangan
keluar dari dalamnya, sesosok makhluk kecil keluar dari dalamnya.
Margo:
“Lihat, lucu bukan?”
Drake:
(terengah-engah) “Kau lakukan itu lagi... akan kubunuh kau...”
Margo:
“Aku tak takut pada dirimu, penjilat.”
Francis:
(tak berekspresi) “......”
Margo:
“Kau tidak bereaksi apapun setelah melihat ini?”
Francis:
“Lalu maksudmu aku harus memutar-mutar mataku sambil menjulurkan
lidah begitu?”
Margo:
(melongo) “Sepertinya itu menarik...”
Drake:
“Kita sudahi dulu interogasi hari ini, aku tak mungkin bisa
menanyainya dalam keadaan begini. Kau yang bertanggung jawab, kau
akan menjaganya semalaman penuh.”
Margo:
“Dengan senang hati.”
Dua
absorber masuk ke dalam, salah satunya membawa makhluk kecil itu di
atas telapak tangannya. Satu lagi membawa tongkat Drake, Margo juga
ikut keluar. Penjara laser kembali menyala, Francis dibiarkan dalam
keadaan tertusuk di dinding.
Kembali
kepada James, kali ini dia berada dalam sebuah mobil kecil bersama
Roy sebagai supirnya. Dia sedang melihat HP-nya, di dalamnya ada
semacam radar. Roy mengerem mobil dan berhenti di depan sebuah gedung
yang kelihatannya tak terpakai, mereka keluar dari dalam mobil.
Roy:
“Kau yakin di sini tempatnya?”
James:
“Sangat yakin, sebab pelacak itu menunjukkan dia berada di dalam
sini. Sekarang aku akan masuk ke dalam.”
Roy:
“Tunggu, kau tak bisa seenaknya langsung masuk ke gedung yang
kosong ini sendirian. Kita panggil polisi saja dulu, suruh mereka
memeriksa ke dalam.”
James:
“Aku sudah mengatakan padamu, orang ini spesial. Kau tak perlu
memanggil polisi, cukup aku saja yang memeriksa masuk ke dalam. Lebih
baik kau suruh pulang para pengawal yang sedari tadi mengikuti kita,
kau pikir aku tak tahu?”
Roy:
“Apa maksudmu?”
James:
“Aku tahu kalau dalam radius 10 meter ini ada mobil yang sedari
tadi membuntuti kita, lalu dua sampai tiga orang yang menyamar jadi
gelandangan di pojok perempatan itu, dan seorang tukang listrik yang
mengawasi kita dengan teropong di atas sana.” (menunjuk tiang
listrik)
Roy:
“Seperti biasa, perhitunganmu selalu akurat.”
James:
“Jadi tolong, sekali ini saja biarkan aku sendiri masuk ke dalam. Pengawalan yang kau sediakan cukup sampai di sini saja, tenang saja. Selain itu juga, aku sudah pakai rompi anti peluru dan membawa alarm
kalau sesuatu terjadi padaku.”
Roy:
“Tidak mau.”
James:
“Ayolah, aku sudah janji akan pulang bukan?”
Roy:
“Tapi tetap saja kau tak boleh masuk ke dalam, kecuali... kau
membawa seseorang untuk melindungimu.”
James:
“Tentu saja kau boleh ikut, sekarang... ayo kita masuk.”
(memandangi gedung tua)
No comments:
Post a Comment