Friday, April 12, 2013

Level 16


DRAKE

Oslo, Norwegia, 14 Oktober, 01:30. Di markas rahasia di dalam tanah, tiga lantai ke bawah terjadi kerusuhan. Uchida berlari di depan bersama Roy dan James yang mengikutinya dari belakang, dia menyeruduk sekumpulan Absorber yang menghalanginya di lorong. Pintu di depannya diterobos sampai jebol, beberapa tubuh Absorber hancur dan menyisakan tubuh asli mereka. James sempat berhenti melihat mereka, beberapa Flying Drone terbang di atas tanpa mereka ketahui.

James: “Hei, bukankah itu bola mata yang tadi ada di ruangan tempat kau ditahan barusan?”
Uchida: “Ya, benar.” (menyemburkan api dari telunjuknya)
Roy: “Whoa!! Apa yang kau lakukan?”
Uchida: “Mencegah mereka membuat tubuh lagi, mereka lemah terhadap panas. Namanya adalah Absorber, mereka menyerap segala benda dan membentuknya menjadi tubuh untuk mereka.”
James: “Jelek sekali namanya, mungkin kita bisa bawa satu dari mereka.”
Roy: “Itu bukan ide bagus.”
Uchida: “Bukan saatnya bicara, sebentar lagi seluruh fasilitas ini akan menyala lagi. Jika itu terjadi kita takkan bisa keluar, energi dalam tubuhku juga tinggal sedikit.”
Roy: “Berapa lama kira-kira fasilitas akan menyala?”
Uchida: “Semenit lagi.”
James: “Lalu apa langkah kita selanjutnya?”

Sebuah peluru berdesing dan hampir mengenai kepala James, untungnya peluru itu ditahan oleh telapak tangan Uchida. Dia langsung membawa kedua orang itu dengan tangannya masing-masing, Uchida berlari membawa mereka berdua masuk ke sebuah pintu. Mereka dibawa menuruni tangga, pintu yang mereka masuki jebol oleh Flying Drone yang tak terlihat.

Roy: (posisi menghadap ke belakang) “Hei, turunkan kami!”
James: (posisi menghadap ke depan) “Apa itu barusan?”
Uchida: “Flying Drone, mereka yang tadi menembak kepalamu.”
Roy: “Tapi aku tak melihat apa-apa di belakang... (peluru menggores pipi) percepat langkahmu!”
James: “Tunggu sebentar, (mengeluarkan HP dan menyalakan kamera) aku memang tak bisa melihatnya. Tapi sepertinya ada sesuatu yang menembaki kita, apa ini tekhnologi Stealth?” (HP hancur tertembak)
Roy: “Hei, berhentilah dan lawan mereka! Biar kami lari sendiri!”
Uchida: “Dan membiarkan kalian terbunuh? Tidak akan!”
James: “Apa tak ada cara untuk menghentikan mereka?”
Uchida: “Kita tak punya waktu untuk itu!”
James: “Baiklah, aku mau kau berhenti sebentar. Ada yang ingin aku coba, tolong tutup telinga kalian.”
Roy: “Oh, mau pakai itu?”
Uchida: “Apa yang kalian bicarakan?”
James: “Berhenti saja dan tutup... apa kau punya telinga?”
Uchida: (mendadak berhenti dan menurunkan mereka) “Aku sudah berhenti, kau suruh aku tutup apa tadi?”
James: “Maaf.”
Uchida: (menyembunyikan kepalanya ke dalam tubuh) “Begini sudah cukup, aku tak tahu kau mau apa jadi cepat lakukan!”

James mengeluarkan sebuah alat seperti pena, Roy dan James juga menutup telinga dengan semacam penyumbat yang disumpalkan ke telinga mereka. kemudian dia menekan tombol di alat itu dan mengacungkannya ke atas. Semacam gelombang suara keluar dari alat itu, sesuatu terjadi di saat bersamaan. Ada percikan listrik muncul di udara, kemudian suara sesuatu jatuh ke lantai dengan keras. Sesuatu itu menggelepar dan wujud aslinya sedikit terlihat, menabrak tembok berulang kali hingga akhirnya berhenti dan menampakkan wujud di depan mereka. Dua Flying Drone di hadapan mereka muncul dengan tengkurap, kondisi sedikit rusak, beberapa anggota badannya copot, dan tubuhnya sedikit kejang.

James: (melepas sumbat telinga) “Jadi ini wujud penyerang misterius kita?”
Roy: “Cuma seekor lalat?”
James: “Hei, kau sudah boleh mengeluarkan kepalamu.” (mengetuk badan Uchida)
Roy: “Semestinya kita pakai obat pembasmi serangga.”
Uchida: (memunculkan kepala sedikit) “Kau habis melakukan apa?”
James: “Hanya uji coba produk, (melihat ke bawah tangga) apa dia di bawah sana?”
Uchida: “Ya, kita harus turun ke sana.”
Roy: “Sejauh itu? Aku tidak mau!”
James: “Humpty Dumpty, apa kau bisa memasukkan kakimu?”
Uchida: “Tentu saja bisa, kenapa?”
James: “Aku punya ide.”

Suara teriakan tiga orang terdengar di lorong tangga beberapa saat kemudian disertai suara bergemuruh, Uchida meluncur turun dengan cepat sambil membawa James dan Roy. Uchida menuruni tangga tanpa menggunakan kakinya, badannya bergetar karena menuruni tangga dengan bagian bawah tubuhnya yang bulat. James terlihat kegirangan, Uchida nampak kesakitan, sementara Roy sendiri terlihat ketakutan.


Beberapa saat kemudian seluruh fasilitas di dalam markas kembali menyala, Margo dan beberapa Absorber masuk ke dalam sebuah elevator. Absorber yang mengawalnya membawa bongkahan es berisi Francis, bagian tubuhnya membeku kecuali kepalanya.

Margo: “Akhirnya menyala kembali, bagaimana keadaanmu?”
Francis: “Sejuk, kau masih punya rokok?”
Margo: (memeriksa saku) “Tinggal tiga, tapi aku cukup beri kau satu saja.”

Margo menyalakan rokok dan meletakkannya di mulut Francis, dia mengisap rokok itu dan terbatuk-batuk sedikit. Rokok itu dia gigit keras-keras, elevator mulai bergerak bersamaan dengan itu. Elevator itu bergerak ke atas, setelah itu berhenti dan bergerak ke kiri kemudian berputar 180 derajat. Kini elevator bergerak maju, Margo sendiri baru membuang rokoknya yang membeku.

Margo: “Huh, selalu saja begitu.”
Francis: “Heheh.”
Margo: “Kau sendiri terlihat cukup menikmati, enak bukan?”
Francis: “Ya sedikit hangat, terima kasih atas apinya.”
Margo: “Benarkah? Tapi api sekecil itu takkan bisa terus menghangatkanmu.”

Margo memunculkan belalainya, dia mendekatkan ujung belalainya ke dekat wajah Francis. Dia menyemburkan sedikit gas dari dalamnya, wajah Francis langsung tertutup salju. Margo menghilangkan belalainya, setelah itu ia meletakkan pemantik api di depan wajah Francis yang membeku.

Margo: “Sebenarnya aku ingin mengisap panas di seluruh tubuhmu, tapi kau akan langsung mati jika kulakukan itu. Nyalakan sendiri apinya, coba nikmati kehangatannya.”


Uchida dan yang lain kini berada di lantai ke 4, tempat di mana tadinya Francis ditahan. Tempat itu kini sudah kosong, di dalamnya ada 4 bongkahan es merah kecil yang baru mencair di dinding. Uchida sendiri duduk bersandar di dinding, terlihat kelelahan dan kesakitan. Dia mengusap-usap bagian bawah tubuhnya yang tadi digunakan untuk menuruni tangga, banyak goresan di sana. Roy hanya diam memperhatikan, James mendekatkan kipas angin listrik kecil ke wajah Uchida.

Uchida: (terengah-engah) “Kenapa kau tidak mengatakan kita akan pakai cara seperti itu?”
James: “Kalau aku bilang kau takkan mau melakukannya.”
Uchida: “...sepertinya aku agak terlambat...”
Roy: “Kau tidak apa-apa?”
Uchida: “Energiku tinggal sedikit, sudah terkuras banyak karena mempertahankan diriku waktu interogasi dan membakar absorber barusan.”
James: “Aku tak mengerti, jika energimu habis kenapa tak diisi di ruang pengisian tenaga yang kau bilang tadi?”
Uchida: “Energi yang kugunakan di tubuhku ini berbeda dengan yang dipakai absorber, sumber energiku sama dengan yang mengisi energi kalian sehari-hari.”
Roy: “Yang mengisi energi kami sehari-hari?”
James: “Maksudmu makanan?”
Uchida: “Benar, walau cyborg masih ada sedikit bagian manusia dalam diriku.”
Roy: “Apa tidak bisa... maaf... disetrum saja?”
Uchida: “Aku bukan semacam baterai handphone yang bisa dicharger, energiku tinggal 10%.”
James: “Apa tak ada sumber energi lain untuk mengisi tenagamu?”
Uchida: “Sebenarnya ada satu... tapi aku khawatir itu akan merusak komponenku, aku tak bisa menggunakannya.”
James: “Makanan ya, aku ada permen pelega tenggorokan di tasku.”
Roy: “Tunggu sebentar, aku sepertinya bawa cokelat 'Snickers' di sakuku.”
Uchida: “Tidak apa-apa, daripada tidak ada. Keluarkan saja semua makanan yang kalian punya, walau terisi 1% saja aku harus menemukan Francis.”
James: “Francis? Francis Zero?”
Uchida: “Be... nar... kena... pa... kau... tahu?”
James: “Kami pernah bertemu, dia...”

Belum sempat menyelesaikan perkataannya, Uchida sudah pingsan. James dan Roy terburu-buru mengeluarkan makanan dan minuman yang mereka bawa, di lantai sudah berada 5 butir permen pelega tenggorokan, 3 batang coklat dan 3 botol air mineral ukuran sedang.

James: “Cepat masukkan makanan ini ke mulutnya agar dia bangun lagi.”
Roy: “Cuma satu yang aku bingung.”
James: “Apa itu?”
Roy: “Bagaimana dia bisa menelan makanan itu jika tak punya leher?”
James: (diam sejenak) “Benar, berikan 'Snickers' itu padaku. Kita coba saja masukkan dulu ke mulutnya, ”

Roy membuka dan menyerahkan sebatang Snickers kepada James, perlahan-lahan James mendekatkan Snickers itu ke mulut Uchida. Tubuh Uchida bergetar, semakin lama semakin keras. Pintu di dadanya terbuka, sebuah selang keluar dan menyedot Snickers yang dipegang James. Roy dan James terkejut, selang itu melata di tanah. Selang itu mendekati makanan dan minuman yang ada di lantai, menyedot semua yang ada di hadapannya. Tapi beberapa saat kemudian, selang itu mulai memuntahkan bungkus makanan serta botol. Uchida membuka matanya, selang itu kembali masuk ke dalam tubuhnya.

Uchida: “Ugh, (berdiri) cuma itu yang kalian punya?”
James: “Kurang lebih, mana mungkin kami bawa lobster ke sini.”
Roy: “Jadi mulutmu ada di perut?”
Uchida: “Terisi 5%, lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Kebetulan sekali, fasilitas ini sudah kembali menyala. Kita akan naik elevator, menghemat energi.”
Roy: “Ada elevator? Syukurlah ayo kita langsung naik ke atas, kita laporkan pada polisi tentang kejadian yang menimpa kita.”
James: “Kita pulang begitu saja?”
Roy: “Tempat ini terlalu berbahaya, mana mungkin aku membiarkanmu mencarinya sendirian. Kita serahkan urusan pencarian temanmu pada polisi, bukan, tentara.”
Uchida: “Oi oi oi, awalnya kalian sebenarnya mau apa ke tempat ini?”
James: “Menyelamatkan temanku yang diculik.”
Uchida: “Bukannya dia sudah kuselamatkan?” (melihat Roy)
James: “Dia cuma pengawalku, aku mencari temanku. Kau juga kenal dia dengan baik, kau bilang dia temanmu juga kan?”
Uchida: “Francis?”
James: “Ya, itu dia.”
Uchida: “Bagaimana kau...”
James: “Yang terpenting sekarang adalah Francis, dilihat dari keadaannya mungkin dia baru disiksa dan dipindahkan ke suatu tempat. Coba kalau kita bisa tahu ke mana dia dipindahkan.”
Uchida: “Tunggu sebentar, seharusnya di markas ini ada fasilitas ruang kendali dan pengawasan. (menutup mata) Ketemu, ada di lantai terbawah.”
James: “Kalau begitu kita segera ke sana.”
Roy: “James! Monster-monster itu kembali!”

Dua Absorber berada tepat di hadapan mereka, Uchida dan yang lain langsung melarikan diri. Absorber itu mengeluarkan batu sebesar semangka dari tangan mereka kemudian langsung melemparkannya, batu-batu itu hampir mengenai mereka. Kini Uchida dan yang lain berlindung di balik tembok penjara, Absorber itu masih melempari mereka dengan batu.

James: “Kalau begini kita tak bisa bergerak, di mana elevatornya?”
Uchida: “Di arah darimana Absorber datang, tenagaku tak cukup untuk menghadapi mereka.”
Roy: “Sial, HP-nya tak ada sinyal!”
Uchida: “Kita di bawah tanah, itu sudah jelas.”
James: “Bisakah kita serang mereka di mata dengan alat lain?”
Uchida: “Untuk melawan mereka? Misalnya?”
James: “Roy, ada alat pertahanan diri yang bisa kita pakai?”
Roy: “Sebentar, aku punya alat kejut listrik dan semprotan merica.”
James: (diam sejenak) “Kita bukan mau mempertahankan diri dari perampok.”
Roy: “Tapi tak ada salahnya jika mencoba kan?”
James: “Hei, Humpty Dumpty! Apa kau bisa menahan mereka sebentar?”
Uchida: “Aku punya nama, Uchida, Uchida Tomizawa.”
James: “Baiklah, pak Uchida. Bagaimana?”
Uchida: “Untuk serangan seperti ini tubuhku masih bisa bertahan, aku tak tahu kau mau melakukan apa. Jika rencanamu tak berhasil, aku akan pakai rencanaku.”

Uchida keluar dari persembunyian dan menahan serangan batu, tapi kepala di tubuhnya tidak ada. Kepalanya berada di balik dinding, James langsung berlindung di balik tubuh Uchida. Roy yang melihat kepala Uchida pingsan begitu saja, tubuh Uchida kini mendekati kedua Absorber. Setelah dirasa cukup dekat, James maju ke depan. Dia menyemprotkan semprotan merica dan penyetrum ke mata-mata Absorber, serangan berhenti dan tidak ada respon sama sekali dari Absorber. Keadaan mendadak hening, kepala Uchida berguling-guling kemudian berhenti. Dia melihat keadaan di depannya, salah satu Absorber menyabet James dan dia berhasil menghindar.

Uchida: “Shimatta!” (sial!)

Kepala Uchida berguling-guling ke depan kemudian melompat ke bagian atas tubuhnya, dia langsung membawa James kembali ke balik dinding penjara. Salah satu Absorber yang diserang dengan alat kejut listrik keluar dari tubuh buatannya, matanya berkedip-kedip dan tubuh aslinya menggelepar. Absorber itu kini mulai bersatu dengan Absorber di sebelahnya, tubuh buatan mereka kini bersatu dan menjadi sedikit besar. Alat kejut listrik itu sendiri juga ikut diserap, Absorber itu kini memiliki dua mata.

Uchida: “Kau serang mereka dengan barang seperti itu? Sudah jelas mereka takkan bergeming!”
James: “Tapi sepertinya listrik membuatnya kesakitan.”
Uchida: “Itu cuma akan menahannya sedikit, kita sekarang akan pakai rencanaku.”
James: “Astaga, Roy. Sepertinya dia pingsan, tapi kelihatannya dia tak terluka.”
Uchida: “Biarkan saja dia, nanti biar aku yang bawa.”

Uchida membuka pintu di dadanya, kabel-kabel keluar dari jari-jari tangannya. Ia lalu memasukkan ke dalam dadanya, mengeluarkan sesuatu dari dalamnya. Ia memberikannya langsung kepada James. Dia menerima semacam pistol dengan laras panjang, ada dua buah tombol berwarna merah dan biru di sampingnya.

Uchida: “Kau bisa menembakkan senjata?”
James: “Bisa, senjata apa ini?”
Uchida: “Hot and Cold Revolver, kau bisa menembakkan energi panas dan dingin dari dalamnya. Cara pakainya mudah seperti mesin dispenser, tinggal menekan tombol yang mewakili udara yang akan keluar. Kau harus menarik kenop yang ada di bagian belakang untuk mengisi udara, setelah itu tekan pelatuk yang ada di pistol. Udara yang berada di dalam akan diubah menjadi energi panas atau dingin, tergantung dari tombol yang kau tekan. Sekarang keluarlah dan hadapi mereka, aku mau melihat kemampuanmu.”
James: “Ini jadi semakin menarik, dengan senang hati.”

James menekan tombol merah, menarik kenop di belakang pistol. Setelah udara terisi penuh, kenop di belakang pistol kembali seperti semula. James keluar dari persembunyian dan menembakkan pistol dua kali, semacam udara panas keluar dari moncong pistol. Salah satu tembakan mengenai satu mata Absorber, tapi mata yang satunya melindungi diri dengan masuk ke dalam tubuh buatan. Mata yang terkena tembakan keluar dari tubuh buatan, Absorber itu menggelepar kemudian menguap dan menghilang. Kini Absorber yang tersisa menyerang balik dengan menggunakan alat kejut listrik yang diserap, James berlari menjauh dari serangan. Mata di tubuhnya muncul kembali, James berusaha membidik. Namun mata itu masuk kembali, kemudian muncul lalu masuk kembali di tempat-tempat yang berbeda setiap dia berusaha membidik. Absorber itu menyabet dengan tangannya yang bersatu dengan alat kejut listrik, tangan yang satu menembakkan batu-batu kerikil. James kembali berlindung di balik dinding penjara, namun kepala bagian belakangnya terkena sedikit serpihan kerikil

James: (memegang kepala) “Aw, shoot! (sial) Sakit sedikit, tidak apa-apa. Aku tak bisa mengenainya, bagaimana ini?”
Uchida: “Kau suruh aku untuk shoot?” (menembak)
James: “Bukan, maksudku aku kesal karena tak bisa menembaknya.”
Uchida: “Maksudmu $#1%?”
James: “Bagiku itu shoot, mata itu selalu muncul dan menghilang sesukanya.”
Uchida: “Percuma, tembakanmu mengenai satu diantaranya. Sisanya akan berlindung di dalam tubuh, kau harus memaksanya keluar dari tubuhnya.”
James: “Tunggu, tadi kau bilang ini adalah Hot and Cold bukan? Jika aku pakai ke mode Cold, apakah itu juga bisa...”
Uchida: “Aku sudah katakan padamu kelemahannya adalah panas.”
James: “Bukan, maksudku bisakah mode itu menghancurkan tubuh buatannya?”
Uchida: (diam 5 detik) “Benar, kenapa tak terpikirkan. Tentu saja bisa, kau harus menembakkannya dengan kekuatan penuh.”

James kemudian menekan tombol biru di pistol, mengisinya penuh dengan udara. Dia kemudian membidik ke arah Absorber itu dari balik dinding, semacam gas putih tebal keluar ketika James menekan pelatuk. Dia terus menekannya, tembakan batu kerikil dari Absorber itu mulai melambat. James perlahan keluar dari dinding sambil menembakkan pistol, tangan Absorber yang menyerap alat kejut listrik itu kini berada di depan wajah James. Gas dari pistol berhenti menyembur, tangan Absorber itu jatuh ke tanah dan hancur berkeping-keping. James diam di tempat dan masih mengacungkan pistol, Uchida keluar dari balik tembok sambil membawa Roy di tangannya. Kini di hadapan mereka ada Absorber yang badannya sudah membeku, James kemudian menekan tombol merah. Mengisi pistol dengan udara sampai penuh, setelah itu dia menembakkannya lagi dengan kekuatan penuh. Tubuh Absorber itu mencair sepenuhnya, menyisakan tubuh aslinya. Uchida kemudian menyemburkan api ke tubuh asli Absorber dari jari telunjuknya, menghanguskannya sampai jadi abu. James berkacak pinggang sebelah, setelah itu dia meniup ujung pistol itu.

James: “Semudah shooter game di arena permainan.”
Uchida: “Kita pergi sekarang, Francis sudah menunggu cukup lama.”


Uchida dan James sudah berada di dalam ruang kendali beberapa saat kemudian, mereka baru melumpuhkan semua Absolon yang berada di dalam. Uchida kini sedang mengoperasikan komputer dan melihat rekaman video dari kamera pengawas, di layar muncul gambar kejadian di penjara sebelum Francis dibawa.

Uchida: “Ini dia, 15 menit yang lalu dia baru dibawa.”
James: “Apa maksudmu? Aku hanya melihat mereka membawa bongkahan es, aku tak melihat ada orang.”
Uchida: “Justru itulah dia, dia baru saja dibekukan.”
James: “Tapi dia masih hidup bukan?”
Uchida: “Sejauh ini ya, sekarang aku perlu tahu dia dibawa ke mana. (mengetik) Ini dia, astaga.”
James: “Ada apa?”
Uchida: “Kita harus segera ke bawah, dia akan segera dideportasi.”
James: “Sekarang?”
Uchida: “Tentu sekarang, kita tak punya waktu lagi!”

Mereka tak menyadari jika sedari tadi Drake mengawasi mereka dari ruangan pribadinya, dia sendiri sekarang duduk di depan monitor. Di layar monitor, mereka masuk ke dalam elevator. Elevator itu mulai bergerak ke tempat di mana Drake berada, dia kemudian menekan tombol bertanda kotak terpisah menjadi dua. Di saat bersamaan, muncul tembok yang memisahkan James dan Uchida yang membawa Roy. Elevator itu kemudian terpisah menjadi dua dan berubah jalur, yang satu masih menuju ke tempat Drake berada dan yang satu langsung menuju ke bawah. Dalam sekejap elevator yang menuju ke ruangan Drake berhenti dan melemparkan James keluar, dia jatuh dengan kerasnya ke lantai. Dia merintih kesakitan, dia kemudian berdiri perlahan dan melihat keadaan di sekitar ruangan yang agak gelap.

James: (mengusap-usap sekujur tubuh) “Ouch, where am I?” (aduh, di mana aku?)

Dia berjalan sempoyongan ke meja di depannya, setelah itu dia duduk di atasnya. Dalam sekejap muncul sebuah kotak di belakangnya, tapi dia sendiri tak menyadarinya. Dia duduk sambil memegang bahu sebelah kanan, sikutnya berbunyi ketika menekuknya. Mendadak ada yang menodong punggungnya dari belakang, James perlahan menoleh ke belakang. Drake sudah berada di belakangnya, duduk di kursinya sambil menodongkan tongkatnya.

Drake: “Turun dari sana, sekarang.”
James: (mengangkat tangan) “Whoa...”
Drake: “Turun – dari – sana.”
James: “What do you say?” (apa katamu?)
Drake: “Get down!” (turun!)
James: (mengangguk dan turun dari meja) “......”
Drake: “Move one step and turn around” (Maju selangkah dan berbaliklah.)
James: (maju dan berbalik) “Done.” (sudah)
Drake: “Don't answer!” (Jangan menjawab!)

Drake membuka kotak di depannya, banyak butiran-butiran Ulkamium yang bersinar kehijauan di dalamnya. Drake mengeluarkan botol minumnya dan memasukkannya ke dalam kotak, menyedot sebagian Ulkamium di dalamnya. Kondisi Drake tampak terlihat tidak sehat, tangannya yang memegang tongkat gemetaran. Nafasnya berat, matanya sayu, tentakel di kedua matanya bergerak lemas dan lidahnya sedikit menjulur.

James: (suara hati) “Isn't that...” (bukankah itu)

Masih mengacungkan tongkat pada James, Drake mengambil botol yang sudah terisi penuh dan menutupnya. Tombol di tutupnya ditekan, botol itu kemudian bergetar hebat. Botol itu kemudian berhenti bergetar, dia membuka lagi tutupnya dan langsung meneguk Ulkamium cair yang ada di dalam. Namun karena kondisinya, dia tak sengaja menjatuhkan botolnya. Isi Ulkamium cair itu tumpah, membuat Drake kelabakan. Dia menjatuhkan tongkat yang dia pegang, kemudian dia jatuh ke lantai. James segera mengambil tindakan, dia mengeluarkan pistol pemberian Uchida. James menodongkan ke arah meja Drake, dia berjalan perlahan memutari meja. James mendapati pemandangan yang sangat menjijikkan, Drake terlihat sedang menjilati Ulkamium cair yang tumpah di lantai. Kondisinya sendiri tampak terlihat berbeda, di tubuhnya muncul sepasang tangan tambahan dari dalam perutnya. Begitu melihat James berada di depannya, Drake langsung mengambil botol dan tongkat yang dia jatuhkan. James menembakkan udara panas ke arah Drake, namun Drake meloncat ke langit-langit dan merayap. Dia menghilang dalam kegelapan, namun kemudian terdengar suara mendesis dari kegelapan.

James: “I don't like this, I must get out from here.” (aku tak suka ini, aku harus keluar dari sini)
Drake: “There is no way out.” (tak ada jalan keluar)
James: “Who the heck are you?” (Siapa kau?)
Drake: “Me? Let's see... eheh... eheheh... I'm Drake, the General of this facility.” (aku? Biar kulihat... eheh... eheheh... aku Drake, Jendral dari tempat ini)
James: “So you're the big guy who run all of this? How amazing, that this place is running by a freak.” (Jadi kau adalah orang besar yang menguasai semua ini? Menakjubkan sekali, kalau tempat ini dikelola oleh orang aneh)
Drake: “Silence! Eheh... eheheheh... you won't get out of this room... eheheheh... because you're my main dish.” (diam! Eheh... eheheheh... kau takkan keluar dari ruangan ini... eheheheh... karena kau adalah hidangan utamaku)

Drake berada di belakang James dengan posisi terjungkir, dia hendak melahap James dengan mulutnya yang menjadi besar. Menyadari kalau suara itu berada dekat di belakangnya, James berbalik dan meloncat menghindar. Dia hampir terkena gigitan Drake, James mulai menembakinya. Drake menghindar dan menghilang dalam kegelapan, suara tawanya terdengar dari dalam kegelapan.

Drake: “Eheh... eheheh... eheheheh...”
James: “What the heck... (apa-apaan...) Whoa!!” (menghindari tembakan laser)
Drake: “Stay away!” (menjauhlah!)
James: “He's totally nuts.” (dia benar-benar gila)
Drake: “You touch that... I'll devour, spit it, and I'll devour you again... eheh... eheheh...” (kau sentuh itu... akan kutelan, kumuntahkan, dan kutelan dirimu lagi)
James: (menyeringai) “Oh, really?” (oh, benarkah?)

James mendekati meja sekali lagi, kali ini banyak tembakan laser dari kegelapan. James berlindung di balik meja, terus diberondong oleh tembakan laser. Drake keluar dari dalam kegelapan, merayap dengan sepasang kaki dan 2 pasang tangan. Dia melompat ke atas meja, memeluk kotak di atasnya. James yang berlindung di bawah meja mendadak dicekik oleh salah satu tangan Drake dari atas, dia mencoba berontak untuk melepaskan diri. James lalu mengubah pistol ke mode Cool, mengisi penuh energi di dalamnya kemudian menembakkannya dengan energi penuh ke tangan yang mencekiknya. Tangan itu membeku dalam sekejap dan dipecahkan oleh James, Drake yang kehilangan satu tangannya langsung menghentakkan tongkatnya ke meja, James sendiri berguling-guling ke depan. Drake melompat ke langit-langit sambil membawa kotak dan meja itu meledak setelah tongkat dihentakkan, kini di tempat di mana meja itu berada muncul sebuah lubang. Drake dan James kini saling berhadapan, tangan kanannya yang berada di perut dan hancur kini tumbuh kembali. Drake mengambil botol minuman yang ada di balik seragamnya lalu meminumnya, namun Ulkamium cair di botolnya sudah habis. Dia kemudian membuka kotak dan memasukkan botol ke dalam, tapi sebelum itu terjadi James menembak hancur botol itu.

James: “I don't know what's happening to you, but I think you must stop that.” (Aku tak tahu apa yang terjadi padamu, tapi kupikir kau harus hentikan itu)

Drake yang kelihatan teler sama sekali tak mendengar apa yang dikatakan James, dia malah membuang botol yang hancur. Mendadak dia mengangkat kotak ke atas dan membaliknya, menelan Ulkamium yang masih dalam wujud butiran-butiran. Beberapa saat kemudian, Drake berjalan mundur dan sempoyongan. Setelah itu dia maju ke depan kemudian mundur lagi, dia kemudian berhenti. Pipinya menggembung, dia memuntahkan dan meludahkan sesuatu ke arah James. Dia sendiri merunduk menghindarinya, Drake menjatuhkan tongkat yang dia pegang. Tongkat itu menggelinding ke depan dan jatuh ke dalam lubang, James melihat ke benda yang dimuntahkan oleh Drake. Sesuatu bergerak-gerak di dalam kegelapan, matanya besar dan merah menyala.

No comments:

Post a Comment