EKSPERIMEN
Pulau misterius di Samudra Atlantik,
16 Oktober 22:00. Di dalam laboratorium tempat Francis disekap, dia masih
terikat oleh rantai. Di bawahnya ada beberapa duri yang jatuh, Francis
mengeluarkan duri yang menancap di tubuhnya dengan kemampuan regenerasinya. Dia
sedang diamati dari layar monitor oleh Uchida dalam sebuah ruangan yang gelap,
di belakangnya ada Alvon yang sedang mencari sebuah data di dalam computer.
Uchida melihat ke tempat di mana James dan Roy disekap, Roy terlihat duduk
diam. Mendadak James muncul, dia memperlihatkan lubang hidungnya di depan
kamera. Karena jijik ia beralih ke tempat lain, ada sesuatu yang menarik
perhatiannya. Seekor Jaguaron berjalan di sebuah lorong, dia melihat sebuah
kejanggalan dalam rekaman itu.
Alvon:
“Akhirnya kutemukan, Profesor Uchida.”
Uchida:
“Oh, ada apa?”
Alvon:
“Ini adalah hasil penelitianku selama 200 tahun.”
Uchida:
“Ini…”
Alvon:
“Aku menemukan cara untuk mengembalikan kekuatanku kembali, hanya saja aku
butuh alat yang saat itu kau kembangkan saat terakhir kali kita bertemu.”
Uchida:
“Lalu kenapa kau tidak mendapatkannya sendiri? Bukankah lebih mudah bagimu
sebagai ilmuwan untuk memintanya ke laboratorium pusat?”
Alvon:
“Andai saja bisa semudah itu, tapi mereka sudah mengetahui niatku. Kedua Jaguaron
yang kau temui saat itu diciptakan dari DNA-ku, mereka adalah percobaan yang
berhasil bertahan tanpa mengalami pembusukan setelah disuntikkan Gurkanite.”
Uchida:
(mendesah) “Kita sudah hidup cukup lama setelah bekerja pada mereka, tidakkah
kau pernah terpikir untuk lepas dari mereka?”
Alvon:
“Kau tahu kenapa aku secara sukarela bergabung dengan mereka?”
Uchida:
“Yang kutahu semua yang sukarela bekerja sama itu egois dan mudah terpikat oleh
apa yang mereka tawarkan.”
Alvon:
“Bagian yang pertama itu benar, tapi aku bukan orang bodoh yang mudah terpikat
dengan rayuan. Dengan bergabung bersama mereka, aku bisa menemukan cara untuk
mempercepat proses evolusi mutan. Keegoisanku ini memang bukan sesuatu yang
patut dibanggakan, tapi saat ini yang kubutuhkan adalah bisa berdiri lagi
dengan kedua kakiku dan lepas dari kursi sial ini.”
Uchida:
“Dan apa yang aku dapat setelah aku membantumu?”
Alvon:
“Tentu saja kau bisa pergi melanjutkan misimu itu.”
Uchida:
“Bagaimana dengan Francis dan yang lain?”
Alvon:
“Mereka juga akan kulepaskan, tapi sayangnya subyek M46 harus tinggal.”
Uchida:
“Itu tidak bisa jadi sebuah jaminan.”
Alvon:
“……”
Uchida:
“Sepertinya kau tidak tahu situasimu saat ini, kau bahkan membiarkan beberapa
ekor tikus masuk ke dalam bangunan ini.”
Alvon:
“Membiarkan kalian masuk memang sudah jadi bagian rencana.”
Uchida:
“Maksudku bukan ‘kami’.”
Sementara itu di suatu tempat di
dalam laboratorium, terlihat seseorang menyelinap masuk ke dalam sebuah
ruangan. Di dalam ruangan tersebut ada semacam gerbang besar beserta beberapa
kendaraan, orang itu kemudian menghubungi seseorang melalui semacam alat
komunikasi yang terpasang di telinganya.
?:
“Saya menemukan sebuah ruangan kosong dengan sebuah gerbang besar dan beberapa
kendaraan, kurasa di balik gerbang itu adalah pintu keluar. Tidak ada siapapun
yang menjaga tempat ini, bagaimana selanjutnya tuan James?”
James:
“Gerbang besar katamu? Olivia, coba periksa apakah di situ ada semacam mesin
yang terhubung ke gerbang itu?”
Olivia:
“Memang ada semacam mesin dengan kabel terhubung ke gerbang, apakah saya harus
menggunakan flash disk yang anda berikan di sini?”
James:
“Tidak, seharusnya di sekitar situ ada computer. Kita membutuhkan peta dari
bangunan ini, yang perlu kau lakukan hanya menyalakan dan memasangnya saja.”
Olivia:
“Siap, saya juga harus melaporkan satu hal.”
James:
“Maggie terpisah denganmu? Aku sudah bisa menduga itu, tapi dia bukan orang
yang bisa tersesat segampang itu. Kalaupun dia kena masalah, dia punya
perlindungan sendiri.”
Mendadak langit-langit terbuka, Olivia langsung
bersembunyi di balik kendaraan. Langit malam terlihat jelas ketika
langit-langit terbuka dengan lebar, sebuah kendaraan masuk dan turun dari atas.
Sebuah helicopter masuk ke dalamnya, diangkut oleh dua pesawat kecil tanpa awak.
Heli itu diangkat menggunakan semacam gelombang energi yang dipancarkan oleh
pesawat tersebut, Olivia mengenali heli itu yang ternyata heli yang mereka
gunakan. Kedua pesawat kecil itu mematikan gelombang energi dan meletakkan heli
itu, kedua pesawat kecil itu segera terbang keluar dan langit-langit tertutup.
Olivia keluar dari dalam persembunyian dan mendekati heli, dia mengambil sebuah
tas dari dalam.
Olivia: “Tuan James,
ada hal lain yang harus saya sampaikan. Heli yang kami gunakan untuk pergi
mencari anda baru saja dimasukkan ke dalam ruangan ini.”
James: “Senang
mendengarnya, tapi kurasa kita butuh kursi tambahan untuk dua orang lagi. Apa
mereka membongkar bagian-bagiannya?”
Olivia: “Tidak, masih
utuh.”
James: “Bagaimana
dengan pemancar soniknya?”
Olivia: “Maksud tuan?”
James: “Percuma
pura-pura tidak tahu, kau kira aku tak tahu apapun mengenai itu? Tak ada yang
tidak kuketahui mengenai Megan, lagipula dia adalah adikku.”
Olivia: “Masih
terpasang di tempatnya.”
James: “Bagus, kalau
begitu biar kuberitahu apa yang harus kau lakukan sekarang.”
Saat James menjelaskan mengenai rencananya, sesosok
makhluk mengawasinya dari atas langit-langit. Ukuran tubuhnya sebesar gajah,
makhluk itu merayap pelan-pelan menuju Olivia. Namun ketika berada tepat di
atasnya, Olivia segera menyadari hal tersebut.
Olivia: “Tuan James,
mohon maaf sepertinya kita harus mengganti sedikit rencana anda.”
James: “Kau dapat
masalah?”
Olivia: “Masalah ‘besar’.”
Kembali ke laboratorium tempat
Francis berada, dia masih tergantung dan terikat rantai. Uchida dan Alvon sudah
berada di dalam, di hadapan mereka ada sebuah tabung berisi Drake yang masih
tidak bisa mengendalikan perubahan wujudnya. Di sekitar tabung itu ada semacam
alat yang ditodongkan ke arahnya, Uchida mengaktifkan beberapa dengan kabel
dari tubuhnya.
Uchida:
“Persiapan selesai.”
Alvon:
“Baik, mari kita mulai percobaannya.”
Alvon mulai mengetikkan perintah,
cairan dalam tabung tempat Drake dikurung dikeringkan. Alat di sekitar tabung
itu mulai mengeluarkan semacam arus listrik, Drake yang melihat mencoba untuk
mengeluarkan dirinya.
Alvon:
“Melepaskan Dopregas.”
Tabung tempat Drake dikurung kini
mulai dipenuhi oleh gas berwarna jingga, Drake semakin beringas dan mencoba
untuk keluar. Dia berhasil membuat retakan di tabung, sedikit gas keluar dari
dalam. Tapi lama-kelamaan dia mulai lemas dan terbaring tak berdaya, Alvon
mengetikkan perintah. Alat-alat di sekitarnya mulai mengeluarkan semacam arus
listrik, lampu dalam ruangan berkedip-kedip.
Alvon:
“Mengaktifkan Rhugarator, daya 10%.”
Alat di sekitarnya kini bercahaya
dan menembakkan sinar pada Drake secara bersamaan, tidak terjadi apa-apa. Alvon
menaikkan dayanya menjadi 20%, gas di dalam tabung mulai berubah warna menjadi
keunguan. Daya dinaikkan menjadi 30%, gas di dalam tabung perlahan memadat dan
menjadi semacam lendir. Daya naik menjadi 40%, terjadi pergerakan di dalam
tabung. Namun ketika daya dinaikkan menjadi 50%, mendadak lampu di dalam
ruangan mati bersamaan dengan generator yang memberi tenaga di seluruh bangunan.
Bersamaan dengan itu, penjara tempat James dan Roy dikurung terbuka.
Alvon:
“Kurang ajar, energi tidak mencukupi untuk mengaktifkan Rhugarator.”
Uchida:
“Apa boleh buat generator di fasilitas sekecil ini takkan bisa memberi tenaga
100% pada Rhugarator, hanya laboratorium cabang ke 1-5 yang memilikinya.”
Alvon:
“Nyalakan generator cadangan.”
Lampu dalam ruangan kembali menyala,
Alvon kemudian mengetikkan perintah. Tabung tempat Drake dikurung mengeluarkan
sedikit lendir, sesuatu yang kecil, panjang dan tertutup oleh lendir keluar
dari dalam lubang retakan. Kini tabung itu terisi lagi oleh cairan, lendir ungu
itu menghilang dan larut bersama cairan. Di dalamnya sudah tidak ada lagi
Drake, tapi sebagai gantinya sesuatu yang lebih buruk ada di dalam. Uchida
melihat dengan pandangan ngeri, tapi Alvon sendiri kagum melihatnya.
Sementara itu Megan yang menaiki
Jaggy sempat bertemu dengan James dan Roy yang melarikan diri dari penjara di
sebuah lorong.
James:
“Senang bertemu lagi.”
Megan:
“Terima kasih.”
Roy:
“Seharusnya kau tidak berpisah dengan Olivia.”
Megan:
“Lebih cepat jika aku sendiri yang melakukannya, tapi yang terpenting aku sudah
mendapatkan data peta yang kau cari.” (menunjukkan I-pad)
Roy:
“Kalau begitu cepat tunjukkan jalan keluarnya, sepertinya listrik padam. Kita
beruntung, ini kesempatan kita untuk kabur.”
Megan:
“Belum tentu kesempatan itu akan datang, masih ada penjaga yang berkeliaran.”
James:
“Benar, jangan terlalu gegabah. Setidaknya kita perlu senjata untuk bertahan
dari mereka, di tempat ini pasti ada persenjataan.”
Megan:
“Oh ya, aku bawa beberapa oleh-oleh untuk kalian juga.”
Megan mengambil beberapa barang dan
melemparkannya ke bawah, James bersiul ketika melihat apa yang dijatuhkan.
James mengambil barang itu, ternyata itu adalah semacam alat. Dia mencoba
membidik dan mengarahkannya pada Roy, dia sempat angkat tangan dan marah.
Roy:
“Hei, apa yang kau lakukan?! Mau membunuhku?!”
James:
“Hanya mencoba, kau juga ambillah satu.”
Roy:
(mengambil alat) “Lalu… bagaimana cara mengaktifkannya? Tak ada pelatuk atau
semacam tombol di sini.”
Megan:
“Ada lubang yang bisa dimasuki oleh tangan.”
James:
“Oh, benar. Roy, coba kau masukkan tanganmu ke dalam.”
Roy:
“Dan kehilangan tanganku? Kurasa tidak, lagipula mungkin ini hanya semacam
pispot atau semacamnya.”
James:
(memasukkan tangan) “Ukurannya pas.”
Roy:
“He-hei!”
James:
“Aku tidak apa-apa, lihat?”
Mendadak lengan James terjepit, alat
itu mulai menyala. James sendiri menahan sakit karenanya, dia memperhatikan
senjata itu secara cermat. Sebuah suara muncul dari dalamnya, mereka bertiga
sempat terkejut.
CONTOH DNA TERSIMPAN
IDENTIFIKASI PEMILIK DNA
James:
“Identifikasi?”
Roy:
“Hei! James, lepaskan itu!”
Megan:
“Ugh, kau tidak apa-apa?”
James:
“Aku masih hidup, kalian tak usah panik.”
PERHATIAN
SEGERA IDENTIFIKASI
SISTEM PELEBURAN DIAKTIFKAN DALAM
10
Roy:
(mencoba melepaskan) “Ugh! Lepas, lepaslah!”
James:
“Roy, hentikan!”
Megan:
“Roy, tenanglah.”
James:
“Bukan, hentikanlah itu Roy! Biarkan aku mencoba!”
Roy:
“Tidak bisa, kurang 5 detik lagi!”
James:
“Kubilang… lepas!” (menendang Roy jatuh)
Roy:
“Argh!”
James:
“James Archibald Yorgins.”
SISTEM PELEBURAN DIHENTIKAN
PEMILIK DNA TERIDENTIFIKASI
SEBUTKAN TIPE MENYERANG
Megan:
“Lihat? Ini bukan seperti yang kalian kira.”
Roy:
“Ugh, perutku.”
James:
“Lalu bagaimana setelahnya?”
PERINGATAN
SEBUTKAN TIPE MENYERANG
SISTEM PENGHANCURAN AKAN DIMULAI DALAM
10
Roy:
“Lihat, sudah kubilang itu bom!”
Megan:
“Roy, setidaknya diamlah.”
James:
(memikirkan sesuatu) “Udara.”
SISTEM PENGHANCURAN DIHENTIKAN
MENGKONFIRMASI TIPE MENYERANG
MEMULAI PENCIPTAAN SENJATA
Alat itu mulai bergetar, bagian
dalamnya bergerak dan membentuk sesuatu. Alat itu menggembung kemudian
mengempis berkali-kali, setelah itu alat tersebut berubah bentuk menjadi
semacam senapan. Kini di tangan James ada sebuah senjata yang menyatu dengan
lengannya, proses itu membuat James terengah-engah.
Roy:
“James!”
James:
“Hh, hh, hehehehe…”
Megan:
“Bagaimana?”
James:
“Awesome.” (keren)
Roy:
“Kau harus secepatnya melepaskan itu, kau mulai jadi gila.”
James:
“Aku dengar itu, kita harus cepat menyusul Olivia. Mari kita berikan ini
padanya, sepertinya dia baru mendapat masalah.”
Roy:
“Memang kau tahu di mana dia?”
James:
“Jika sudah meloloskan diri, mungkin saja dia sudah tertangkap. Aku punya kemungkinan
di mana dia berada, ada dua tempat.”
Megan:
“Biar kutunjukkan jalannya, naiklah.”
Di laboratorium, sesosok makhluk
membawa Olivia yang baru saja ditangkap. Francis dan Olivia sempat bertemu
pandang, ia dibawa ke hadapan Alvon dan Uchida. Makhluk yang baru saja
membawanya kini terlihat jelas, seekor tokek seukuran tubuh manusia membawa
Olivia dengan mulutnya.
Alvon:
“Coba lihat… kita mendapatkan kelinci percobaan berikutnya…”
Uchida:
“Tunggu, bukankah dia manusia?”
Alvon:
“Lalu? Dia juga penyusup yang kau maksud barusan bukan?”
Uchida:
“Bukankah… laboratorium cabang ini hanya menjadikan mutan sebagai subyeknya?”
Alvon:
“Sejujurnya Profesor… aku belum mengatakan semua hal mengenai laboratorium
ini…”
Uchida:
“Kau tidak mengatakan…”
Alvon:
“Benar, hampir semua yang menjadi subyek di sini adalah manusia.”
Uchida:
“Tapi bukankah seharusnya kau mendapatkan subyek untuk diteliti yang dikirim
oleh laboratorium pusat?”
Alvon:
“Sebagai satu-satunya peneliti yang tinggal di pulau ini, hampir semuanya
kukerjakan sendiri. Aku mulai menciptakan beberapa pembantu dengan Jaguaron
yang kukloning dari DNA-ku sendiri, laboratorium pusat jarang memberikanku
kelinci percobaan. Setiap ilmuwan yang bekerja di laboratorium cabang harus
menyerahkan hasil penelitian mereka pada laboratorium pusat, mereka akan
menilai kita. Jika hasilnya seperti yang mereka inginkan, kita akan ditempatkan
di laboratorium dengan fasilitas yang lebih baik. Bukankah mereka juga sudah
menjelaskannya padamu?”
Uchida:
“……”
Alvon:
“Laboratorium cabang ini sendiri adalah laboratorium dengan fasilitas rendahan,
sama halnya dengan semua fasilitas yang mereka miliki. Pertambangan, pabrik,
dan markas, semuanya dibagi menjadi 4 kelas. Cabang 1-5 adalah yang terelit
dengan anggota yang berkualitas, cabang ke 6-20 adalah perisai untuk cabang
teratas, cabang ke 21-30 adalah tempat untuk mereka yang berhasil lolos dari
neraka, tapi aku… ditempatkan di cabang terburuk 31-50 di mana aku hanya bisa
meneliti sampah tidak berguna.”
Uchida:
“Kau hanya ingin diperhatikan oleh mereka.”
Alvon:
“Oh, ini bukan sekedar perhatian. Aku hanya ingin ‘kebebasan’, tidak bisakah
tua bangka sepertiku menikmati sisa hidupnya walau hanya sesaat? Karena itulah
percobaan harus terus berjalan.”
Uchida:
“Tapi kau tahu bahwa kita tak bisa meneruskannya karena 50% daya Rhugarator
menghabiskan tenaga seluruh fasilitas ini.”
Alvon:
“Karena itulah… (melirik pada Francis) kita memerlukan bantuannya.”
No comments:
Post a Comment