Wednesday, November 20, 2013

Level 25

EKSPERIMEN 

            Pulau misterius di Samudra Atlantik, 16 Oktober 22:00. Di dalam laboratorium tempat Francis disekap, dia masih terikat oleh rantai. Di bawahnya ada beberapa duri yang jatuh, Francis mengeluarkan duri yang menancap di tubuhnya dengan kemampuan regenerasinya. Dia sedang diamati dari layar monitor oleh Uchida dalam sebuah ruangan yang gelap, di belakangnya ada Alvon yang sedang mencari sebuah data di dalam computer. Uchida melihat ke tempat di mana James dan Roy disekap, Roy terlihat duduk diam. Mendadak James muncul, dia memperlihatkan lubang hidungnya di depan kamera. Karena jijik ia beralih ke tempat lain, ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Seekor Jaguaron berjalan di sebuah lorong, dia melihat sebuah kejanggalan dalam rekaman itu.

Alvon: “Akhirnya kutemukan, Profesor Uchida.”
Uchida: “Oh, ada apa?”
Alvon: “Ini adalah hasil penelitianku selama 200 tahun.”
Uchida: “Ini…”
Alvon: “Aku menemukan cara untuk mengembalikan kekuatanku kembali, hanya saja aku butuh alat yang saat itu kau kembangkan saat terakhir kali kita bertemu.”
Uchida: “Lalu kenapa kau tidak mendapatkannya sendiri? Bukankah lebih mudah bagimu sebagai ilmuwan untuk memintanya ke laboratorium pusat?”
Alvon: “Andai saja bisa semudah itu, tapi mereka sudah mengetahui niatku. Kedua Jaguaron yang kau temui saat itu diciptakan dari DNA-ku, mereka adalah percobaan yang berhasil bertahan tanpa mengalami pembusukan setelah disuntikkan Gurkanite.”
Uchida: (mendesah) “Kita sudah hidup cukup lama setelah bekerja pada mereka, tidakkah kau pernah terpikir untuk lepas dari mereka?”
Alvon: “Kau tahu kenapa aku secara sukarela bergabung dengan mereka?”
Uchida: “Yang kutahu semua yang sukarela bekerja sama itu egois dan mudah terpikat oleh apa yang mereka tawarkan.”
Alvon: “Bagian yang pertama itu benar, tapi aku bukan orang bodoh yang mudah terpikat dengan rayuan. Dengan bergabung bersama mereka, aku bisa menemukan cara untuk mempercepat proses evolusi mutan. Keegoisanku ini memang bukan sesuatu yang patut dibanggakan, tapi saat ini yang kubutuhkan adalah bisa berdiri lagi dengan kedua kakiku dan lepas dari kursi sial ini.”
Uchida: “Dan apa yang aku dapat setelah aku membantumu?”
Alvon: “Tentu saja kau bisa pergi melanjutkan misimu itu.”
Uchida: “Bagaimana dengan Francis dan yang lain?”
Alvon: “Mereka juga akan kulepaskan, tapi sayangnya subyek M46 harus tinggal.”
Uchida: “Itu tidak bisa jadi sebuah jaminan.”
Alvon: “……”
Uchida: “Sepertinya kau tidak tahu situasimu saat ini, kau bahkan membiarkan beberapa ekor tikus masuk ke dalam bangunan ini.”
Alvon: “Membiarkan kalian masuk memang sudah jadi bagian rencana.”
Uchida: “Maksudku bukan ‘kami’.”
 

            Sementara itu di suatu tempat di dalam laboratorium, terlihat seseorang menyelinap masuk ke dalam sebuah ruangan. Di dalam ruangan tersebut ada semacam gerbang besar beserta beberapa kendaraan, orang itu kemudian menghubungi seseorang melalui semacam alat komunikasi yang terpasang di telinganya.

?: “Saya menemukan sebuah ruangan kosong dengan sebuah gerbang besar dan beberapa kendaraan, kurasa di balik gerbang itu adalah pintu keluar. Tidak ada siapapun yang menjaga tempat ini, bagaimana selanjutnya tuan James?”
James: “Gerbang besar katamu? Olivia, coba periksa apakah di situ ada semacam mesin yang terhubung ke gerbang itu?”
Olivia: “Memang ada semacam mesin dengan kabel terhubung ke gerbang, apakah saya harus menggunakan flash disk yang anda berikan di sini?”
James: “Tidak, seharusnya di sekitar situ ada computer. Kita membutuhkan peta dari bangunan ini, yang perlu kau lakukan hanya menyalakan dan memasangnya saja.”
Olivia: “Siap, saya juga harus melaporkan satu hal.”
James: “Maggie terpisah denganmu? Aku sudah bisa menduga itu, tapi dia bukan orang yang bisa tersesat segampang itu. Kalaupun dia kena masalah, dia punya perlindungan sendiri.”

 
            Mendadak langit-langit terbuka, Olivia langsung bersembunyi di balik kendaraan. Langit malam terlihat jelas ketika langit-langit terbuka dengan lebar, sebuah kendaraan masuk dan turun dari atas. Sebuah helicopter masuk ke dalamnya, diangkut oleh dua pesawat kecil tanpa awak. Heli itu diangkat menggunakan semacam gelombang energi yang dipancarkan oleh pesawat tersebut, Olivia mengenali heli itu yang ternyata heli yang mereka gunakan. Kedua pesawat kecil itu mematikan gelombang energi dan meletakkan heli itu, kedua pesawat kecil itu segera terbang keluar dan langit-langit tertutup. Olivia keluar dari dalam persembunyian dan mendekati heli, dia mengambil sebuah tas dari dalam.
 
Olivia: “Tuan James, ada hal lain yang harus saya sampaikan. Heli yang kami gunakan untuk pergi mencari anda baru saja dimasukkan ke dalam ruangan ini.”
James: “Senang mendengarnya, tapi kurasa kita butuh kursi tambahan untuk dua orang lagi. Apa mereka membongkar bagian-bagiannya?”
Olivia: “Tidak, masih utuh.”
James: “Bagaimana dengan pemancar soniknya?”
Olivia: “Maksud tuan?”
James: “Percuma pura-pura tidak tahu, kau kira aku tak tahu apapun mengenai itu? Tak ada yang tidak kuketahui mengenai Megan, lagipula dia adalah adikku.”
Olivia: “Masih terpasang di tempatnya.”
James: “Bagus, kalau begitu biar kuberitahu apa yang harus kau lakukan sekarang.”
 
            Saat James menjelaskan mengenai rencananya, sesosok makhluk mengawasinya dari atas langit-langit. Ukuran tubuhnya sebesar gajah, makhluk itu merayap pelan-pelan menuju Olivia. Namun ketika berada tepat di atasnya, Olivia segera menyadari hal tersebut.
 
Olivia: “Tuan James, mohon maaf sepertinya kita harus mengganti sedikit rencana anda.”
James: “Kau dapat masalah?”
Olivia: “Masalah ‘besar’.”
 

            Kembali ke laboratorium tempat Francis berada, dia masih tergantung dan terikat rantai. Uchida dan Alvon sudah berada di dalam, di hadapan mereka ada sebuah tabung berisi Drake yang masih tidak bisa mengendalikan perubahan wujudnya. Di sekitar tabung itu ada semacam alat yang ditodongkan ke arahnya, Uchida mengaktifkan beberapa dengan kabel dari tubuhnya.

Uchida: “Persiapan selesai.”
Alvon: “Baik, mari kita mulai percobaannya.” 

            Alvon mulai mengetikkan perintah, cairan dalam tabung tempat Drake dikurung dikeringkan. Alat di sekitar tabung itu mulai mengeluarkan semacam arus listrik, Drake yang melihat mencoba untuk mengeluarkan dirinya.

Alvon: “Melepaskan Dopregas.” 

            Tabung tempat Drake dikurung kini mulai dipenuhi oleh gas berwarna jingga, Drake semakin beringas dan mencoba untuk keluar. Dia berhasil membuat retakan di tabung, sedikit gas keluar dari dalam. Tapi lama-kelamaan dia mulai lemas dan terbaring tak berdaya, Alvon mengetikkan perintah. Alat-alat di sekitarnya mulai mengeluarkan semacam arus listrik, lampu dalam ruangan berkedip-kedip.

Alvon: “Mengaktifkan Rhugarator, daya 10%.” 

            Alat di sekitarnya kini bercahaya dan menembakkan sinar pada Drake secara bersamaan, tidak terjadi apa-apa. Alvon menaikkan dayanya menjadi 20%, gas di dalam tabung mulai berubah warna menjadi keunguan. Daya dinaikkan menjadi 30%, gas di dalam tabung perlahan memadat dan menjadi semacam lendir. Daya naik menjadi 40%, terjadi pergerakan di dalam tabung. Namun ketika daya dinaikkan menjadi 50%, mendadak lampu di dalam ruangan mati bersamaan dengan generator yang memberi tenaga di seluruh bangunan. Bersamaan dengan itu, penjara tempat James dan Roy dikurung terbuka.

Alvon: “Kurang ajar, energi tidak mencukupi untuk mengaktifkan Rhugarator.”
Uchida: “Apa boleh buat generator di fasilitas sekecil ini takkan bisa memberi tenaga 100% pada Rhugarator, hanya laboratorium cabang ke 1-5 yang memilikinya.”
Alvon: “Nyalakan generator cadangan.”

            Lampu dalam ruangan kembali menyala, Alvon kemudian mengetikkan perintah. Tabung tempat Drake dikurung mengeluarkan sedikit lendir, sesuatu yang kecil, panjang dan tertutup oleh lendir keluar dari dalam lubang retakan. Kini tabung itu terisi lagi oleh cairan, lendir ungu itu menghilang dan larut bersama cairan. Di dalamnya sudah tidak ada lagi Drake, tapi sebagai gantinya sesuatu yang lebih buruk ada di dalam. Uchida melihat dengan pandangan ngeri, tapi Alvon sendiri kagum melihatnya.
 

            Sementara itu Megan yang menaiki Jaggy sempat bertemu dengan James dan Roy yang melarikan diri dari penjara di sebuah lorong.

James: “Senang bertemu lagi.”
Megan: “Terima kasih.”
Roy: “Seharusnya kau tidak berpisah dengan Olivia.”
Megan: “Lebih cepat jika aku sendiri yang melakukannya, tapi yang terpenting aku sudah mendapatkan data peta yang kau cari.” (menunjukkan I-pad)
Roy: “Kalau begitu cepat tunjukkan jalan keluarnya, sepertinya listrik padam. Kita beruntung, ini kesempatan kita untuk kabur.”
Megan: “Belum tentu kesempatan itu akan datang, masih ada penjaga yang berkeliaran.”
James: “Benar, jangan terlalu gegabah. Setidaknya kita perlu senjata untuk bertahan dari mereka, di tempat ini pasti ada persenjataan.”
Megan: “Oh ya, aku bawa beberapa oleh-oleh untuk kalian juga.” 

            Megan mengambil beberapa barang dan melemparkannya ke bawah, James bersiul ketika melihat apa yang dijatuhkan. James mengambil barang itu, ternyata itu adalah semacam alat. Dia mencoba membidik dan mengarahkannya pada Roy, dia sempat angkat tangan dan marah.

Roy: “Hei, apa yang kau lakukan?! Mau membunuhku?!”
James: “Hanya mencoba, kau juga ambillah satu.”
Roy: (mengambil alat) “Lalu… bagaimana cara mengaktifkannya? Tak ada pelatuk atau semacam tombol di sini.”
Megan: “Ada lubang yang bisa dimasuki oleh tangan.”
James: “Oh, benar. Roy, coba kau masukkan tanganmu ke dalam.”
Roy: “Dan kehilangan tanganku? Kurasa tidak, lagipula mungkin ini hanya semacam pispot atau semacamnya.”
James: (memasukkan tangan) “Ukurannya pas.”
Roy: “He-hei!”
James: “Aku tidak apa-apa, lihat?” 

            Mendadak lengan James terjepit, alat itu mulai menyala. James sendiri menahan sakit karenanya, dia memperhatikan senjata itu secara cermat. Sebuah suara muncul dari dalamnya, mereka bertiga sempat terkejut.

CONTOH DNA TERSIMPAN
IDENTIFIKASI PEMILIK DNA

James: “Identifikasi?”
Roy: “Hei! James, lepaskan itu!”
Megan: “Ugh, kau tidak apa-apa?”
James: “Aku masih hidup, kalian tak usah panik.”

PERHATIAN
SEGERA IDENTIFIKASI
SISTEM PELEBURAN DIAKTIFKAN DALAM
10

Roy: (mencoba melepaskan) “Ugh! Lepas, lepaslah!”
James: “Roy, hentikan!”
Megan: “Roy, tenanglah.”
James: “Bukan, hentikanlah itu Roy! Biarkan aku mencoba!”
Roy: “Tidak bisa, kurang 5 detik lagi!”
James: “Kubilang… lepas!” (menendang Roy jatuh)
Roy: “Argh!”
James: “James Archibald Yorgins.”

SISTEM PELEBURAN DIHENTIKAN
PEMILIK DNA TERIDENTIFIKASI
SEBUTKAN TIPE MENYERANG

Megan: “Lihat? Ini bukan seperti yang kalian kira.”
Roy: “Ugh, perutku.”
James: “Lalu bagaimana setelahnya?”

PERINGATAN
SEBUTKAN TIPE MENYERANG
SISTEM PENGHANCURAN AKAN DIMULAI DALAM
10

Roy: “Lihat, sudah kubilang itu bom!”
Megan: “Roy, setidaknya diamlah.”
James: (memikirkan sesuatu) “Udara.”

SISTEM PENGHANCURAN DIHENTIKAN
MENGKONFIRMASI TIPE MENYERANG
MEMULAI PENCIPTAAN SENJATA

            Alat itu mulai bergetar, bagian dalamnya bergerak dan membentuk sesuatu. Alat itu menggembung kemudian mengempis berkali-kali, setelah itu alat tersebut berubah bentuk menjadi semacam senapan. Kini di tangan James ada sebuah senjata yang menyatu dengan lengannya, proses itu membuat James terengah-engah.

Roy: “James!”
James: “Hh, hh, hehehehe…”
Megan: “Bagaimana?”
James: “Awesome.” (keren)
Roy: “Kau harus secepatnya melepaskan itu, kau mulai jadi gila.”
James: “Aku dengar itu, kita harus cepat menyusul Olivia. Mari kita berikan ini padanya, sepertinya dia baru mendapat masalah.”
Roy: “Memang kau tahu di mana dia?”
James: “Jika sudah meloloskan diri, mungkin saja dia sudah tertangkap. Aku punya kemungkinan di mana dia berada, ada dua tempat.”
Megan: “Biar kutunjukkan jalannya, naiklah.”
 

            Di laboratorium, sesosok makhluk membawa Olivia yang baru saja ditangkap. Francis dan Olivia sempat bertemu pandang, ia dibawa ke hadapan Alvon dan Uchida. Makhluk yang baru saja membawanya kini terlihat jelas, seekor tokek seukuran tubuh manusia membawa Olivia dengan mulutnya.

Alvon: “Coba lihat… kita mendapatkan kelinci percobaan berikutnya…”
Uchida: “Tunggu, bukankah dia manusia?”
Alvon: “Lalu? Dia juga penyusup yang kau maksud barusan bukan?”
Uchida: “Bukankah… laboratorium cabang ini hanya menjadikan mutan sebagai subyeknya?”
Alvon: “Sejujurnya Profesor… aku belum mengatakan semua hal mengenai laboratorium ini…”
Uchida: “Kau tidak mengatakan…”
Alvon: “Benar, hampir semua yang menjadi subyek di sini adalah manusia.”
Uchida: “Tapi bukankah seharusnya kau mendapatkan subyek untuk diteliti yang dikirim oleh laboratorium pusat?”
Alvon: “Sebagai satu-satunya peneliti yang tinggal di pulau ini, hampir semuanya kukerjakan sendiri. Aku mulai menciptakan beberapa pembantu dengan Jaguaron yang kukloning dari DNA-ku sendiri, laboratorium pusat jarang memberikanku kelinci percobaan. Setiap ilmuwan yang bekerja di laboratorium cabang harus menyerahkan hasil penelitian mereka pada laboratorium pusat, mereka akan menilai kita. Jika hasilnya seperti yang mereka inginkan, kita akan ditempatkan di laboratorium dengan fasilitas yang lebih baik. Bukankah mereka juga sudah menjelaskannya padamu?”
Uchida: “……”
Alvon: “Laboratorium cabang ini sendiri adalah laboratorium dengan fasilitas rendahan, sama halnya dengan semua fasilitas yang mereka miliki. Pertambangan, pabrik, dan markas, semuanya dibagi menjadi 4 kelas. Cabang 1-5 adalah yang terelit dengan anggota yang berkualitas, cabang ke 6-20 adalah perisai untuk cabang teratas, cabang ke 21-30 adalah tempat untuk mereka yang berhasil lolos dari neraka, tapi aku… ditempatkan di cabang terburuk 31-50 di mana aku hanya bisa meneliti sampah tidak berguna.”
Uchida: “Kau hanya ingin diperhatikan oleh mereka.”
Alvon: “Oh, ini bukan sekedar perhatian. Aku hanya ingin ‘kebebasan’, tidak bisakah tua bangka sepertiku menikmati sisa hidupnya walau hanya sesaat? Karena itulah percobaan harus terus berjalan.”
Uchida: “Tapi kau tahu bahwa kita tak bisa meneruskannya karena 50% daya Rhugarator menghabiskan tenaga seluruh fasilitas ini.”
Alvon: “Karena itulah… (melirik pada Francis) kita memerlukan bantuannya.”

No comments:

Post a Comment