ENERGI
Pulau misterius di Samudra Atlantik,
16 Oktober, 23:30. Di sebuah lorong yang gelap, Francis berjalan dengan seekor
Jaguaron putih. Leher, tangan, dan kakinya dibelenggu rantai yang dialiri
listrik, mereka tiba di sebuah pintu. Ketika mereka masuk, di dalamnya ada
sebuah generator raksasa. Diawasi oleh Alvon dan Uchida dari ruang pengintai,
Alvon mengetikkan perintah di kursinya. Dalam ruang generator tempat Francis
berada, langit-langit terbuka dan turun sesuatu. Helm transformasi milik
Francis kini melayang tepat berada di hadapannya, Uchida kemudian memberinya
instruksi.
Uchida:
“Francis, lakukan.”
Francis mengambil helm itu,
memandang sejenak kemudian beralih ke kamera pengintai. Dia kemudian memakai
helm itu, disaksikan dengan tegang oleh Uchida dan Alvon.
Identitas Pemakai
Francis Zero
Kecocokan Wajah
75%
Kecocokan Suara
67%
Kecocokan DNA
100%
Memulai Transformasi
Masukkan Kata Sandi
Francis: “N-Gage!”
Kata Sandi
Diterima
Baju Tempur
Diaktifkan
Cahaya kemerahan menyelimuti
ruangan, di ruang pengintaian pun cahaya itu bersinar menyilaukan. Francis
sudah berubah wujud dengan baju tempur lengkap, namun tetap dalam keadaan terbelenggu.
Dia perlahan berjalan menuju inti generator dan merentangkan tangannya ke
depan, meletakkan tangannya di kedua sisi inti generator yang berbentuk bola.
Uchida:
“Francis, dengarkan. Kau harus beri generator itu tenaga, kau harus mengubah
tenaga laser di tubuhmu menjadi energi listrik sebelum itu.”
Francis:
“Lalu bagaimana?”
Uchida:
“Baju tempur itu memiliki kemampuan untuk menyerap tenaga tertentu berdasarkan
wujudmu, sentuhlah inti generator itu maka kau akan mengerti.”
Francis menyentuh bola di
hadapannya, bola itu mengeluarkan energi listrik berwarna kuning. Seluruh
lingkaran di telapak tangannya menyerap energi tersebut, perlahan-lahan seluruh
lingkaran di tubuhnya berubah menjadi kuning. Sepasang mata kuning muncul di lensanya, Francis
merasakan sedikit kejang karena aliran listrik juga mengalir di tubuhnya.
Francis:
“Ghhhh, aku bisa merasakan… energi listrik di seluruh tubuhku.”
Uchida:
“Memang begitu, sekarang aktifkan perintah untuk membuat energi listrik dalam
tubuhmu berlipat ganda. Kau harus segera mengeluarkan energinya dan
menyalurkannya ke inti generator, salurkan semuanya ke dadamu.”
Francis:
“Kumpulkan... seluruh tenaga yang ada... ke dada.”
PERINTAH DITERIMA
MENGUMPULKAN TENAGA KE INTI UTAMA
TINGKATKAN ENERGI YANG DIINGINKAN
Seluruh lingkaran di tubuhnya
menghitam, kali ini di dadanya mengeluarkan sinar kuning berkilauan. Listrik sedikit
memancar dari sana, jantung Francis merasakan sakit yang tertahankan.
Uchida:
“Francis! Tekan tombol di dadamu 2 kali, setelah itu keluarkan seluruh
tenaganya ke generator!”
Tanpa pikir panjang, Francis
langsung memukul lambang di dadanya. Tapi dia melakukannya sebanyak 3 kali,
tubuh Francis mulai mengejang tak terhingga.
Francis:
“AAAAAGGGH!!”
MENGAKUMULASI TENAGA 3 X LIPAT
Uchida:
“Francis!”
Francis:
“Lepaskan… tenaga… 75%... SEKARAAAANGG!!”
PERINTAH DITERIMA
MELEPASKAN TENAGA 75%
Energi listrik yang besar
ditembakkan dari dada Francis ke inti generator di depannya, Francis jatuh
berlutut setelah menembakkan energi di dadanya. Generator yang ada di depannya
memancarkan energi listrik yang begitu besar, bersamaan dengan itu seluruh
penerangan di fasilitas itu menyala terang berikut dengan peralatan-peralatan
elektronik di dalamnya.
Alvon:
“Ya… ya… ini sempurna, sekarang mari kita lanjutkan eksperimennya.”
Uchida:
“Bagaimana dengan dia?”
Alvon:
“Biarkan dia di situ, jika tenaga generator menurun, dia akan menaikkannya
lagi.”
Uchida:
“Francis, kau dengar? Kau masih hidup?”
Francis:
“…nyaris…” (jatuh berlutut)
Uchida:
“Yare yare, seharusnya kau tekan 2 kali tadi.”
Francis:
“Ya, ugh… aku masih kesemutan karena listriknya…”
Uchida:
“Jangan lakukan apa-apa sampai ada perintah selanjutnya, kita tak tahu apa yang
akan dia lakukan berikutnya.”
Francis:
“Dengan keadaan seperti ini? Kurasa tidak, aku bahkan tak bisa menunda
perubahannya.”
Uchida:
“Itu karena energi listrik, biasanya partikel Crimson takkan bisa hilang
setelah dialiri listrik dengan tegangan tertentu. Simpan tenagamu untuk nanti, istirahat
dan bertahanlah.”
Francis:
“Akan kuingat itu…”
Francis duduk bersandar di tembok,
Jaguaron masih mengawasi dan memegang rantai yang membelenggunya. Francis
menundukkan kepalanya, sepertinya dia pingsan. Bersamaan dengan itu, masuklah
seekor Jaguaron kuning. Jaguaron putih bertatapan muka dengannya, mereka saling
mengendus satu sama lain. Jaguaron putih itu menyerahkan rantai pada Jaguaron
kuning, setelah itu dia beranjak pergi. Ketika di dalam ruangan hanya ada
Francis dan sang Jaguaron, sesosok tangan manusia muncul dari balik punggung Jaguaron.
Tangan itu memegang alat seperti pulpen, alat itu mengeluarkan sinar merah yang
diarahkan pada kamera keamanan. Kamera itu mati seketika, pemilik tangan itu
turun dari punggung Jaguaron. Ternyata dia adalah Megan, di tangan kirinya
terpasang senjata yang dia ambil. Dia melihat Francis yang bersandar di tembok,
perlahan dia mendekati dan mengamatinya.
Megan:
“Apa ini?”
Megan mencoba menyentuhnya, namun
tangannya sedikit tersetrum ketika dia hampir menyentuhnya. Dia melihat
tubuhnya yang terbelenggu oleh rantai, setelah itu dia mengetuk kepala Francis
dengan senjata di tangannya namun dia tak bergerak sama sekali. Megan mencoba menghubungi James
dengan semacam alat komunikasi di telinganya, dengan cepat James menjawabnya.
James:
“Halo, pizza pesan antar 24 jam.”
Megan:
“Kau masih sempat bercanda di saat seperti ini? James, aku berada di…” (melihat
denah di hp)
James:
“Aku tahu kau di mana, sekarang aku berada di ruang pengawas. Kau terlihat
jelas di monitor barusan sebelum kau rusak, bagaimana keadaanmu.”
Megan:
“Masih utuh, semua kamera keamanan di tempat ini mudah diakali. Aku juga
menemukan seseorang… atau sesuatu di sini, tubuhnya dibelenggu rantai.”
James:
“Apa dia hidup?”
Megan:
“Entahlah, aku bahkan tak tahu dia bernafas atau tidak. Tubuhnya dialiri
listrik, aku tersetrum sebelum sempat menyentuhnya seinci saja. Bagaimana
keadaan di sana?”
James:
“Tidak ada seorangpun di sini saat aku memasuki ruangan, semua yang bekerja di
sini sepertinya sejenis dengan Jaggy. Tapi mereka bukanlah tipe yang bisa
mengoperasikan fasilitas semacam ini, pastilah di sini ada setidaknya orang
dengan otak besar yang bisa melakukanya.”
Megan:
“Kau melihat Olivia?”
James:
“Olivia saat ini berada di laboratorium yang berada di tiga lantai ke bawah, mereka
hendak melakukan percobaan kepadanya.”
Megan: “Kita harus menyelamatkannya, sekarang
apa yang harus kulakukan?”
James:
“Suruh Jaggy untuk membawa orang yang berada di hadapanmu, seret saja dia jika
memang tak bisa disentuh.”
Megan: "Tidak mau, bagaimana kalau dia musuh?"
James: "Bagaimana kalau dia manusia?"
Megan:
(berpikir sejenak) “Baiklah, kita bertemu lagi di laboratorium.” (memutus
komunikasi)
Sementara itu James kembali
mengamati dari kamera keamanan yang baru saja kembali normal, dia melihat Jaggy
menyeret Francis dengan rantai sambil ditunggangi Megan. James hanya tersenyum
simpul melihatnya, Roy memandangi ekspresinya dengan heran.
Roy:
“Kenapa kau tak bilang saja padanya dia adalah Francis?”
James:
“Aku hanya ingin memberinya sedikit kejutan, lagipula jika dia bersamanya
keselamatannya akan terjamin.”
Roy:
“Kita harus ke mana sekarang?”
James:
“Kita cari Humpty Dumpty, jika dugaanku benar pastilah saat ini dia di
laboratorium.” (bergegas keluar)
Roy:
“Baik, tapi… (melihat sesuatu) lebih baik kau tidak menjembol pintu seperti ini
lagi.”
Roy melihat pintu yang sekarang
jebol karena sesuatu, dia langsung berjalan keluar. Tapi kejadian itu
sebenarnya telah dilihat oleh Alvon yang melihat dari kamera keamanan yang
terhubung dengan kacamatanya, dia kini sekarang sedang mengamati Drake yang
kini telah bermutasi menjadi makhluk yang lebih mengerikan. Banyak tentakel
seperti gurita yang ada di dalam tabung, tubuh dan kepalanya tidak terlihat
jelas karena tertutup tentakel. Di sebelahnya ada tabung berisi Olivia yang
setengah sadar, dia tampak sangat lemas. Kepalanya bersandar sambil melihat
Alvon dan Uchida samar-samar, beberapa Jaguaron meletakkan Rhugarator di
sekeliling Olivia kemudian keluar ketika selesai.
Uchida:
“Aku tak yakin itu adalah ide yang bagus, dia bahkan bukan mutan.”
Alvon:
“Tidak masalah untuk dirimu bukan? Dia bukan siapa-siapa bagi dirimu.”
Uchida:
“Dia masih manusia, setidaknya…”
Alvon:
“Sama dengan dirimu? Lebih baik kau perhatikan dirimu sendiri, masihkah ada
yang mau menyebutmu manusia dengan wujud itu?”
Uchida:
“Wujudku memang bukan manusia lagi… tapi setidaknya sifat kemanusiaanku masih
ada.”
Alvon:
“Kalau kau mau mundur sekarang silahkan, aku bahkan sudah menyediakan
transportasi untukmu di hangar. Kau bisa keluar bersama dengan manusia yang
saat ini sedang ke sini, lebih tepatnya sudah berada di balik pintu di
belakangmu.”
Uchida membalikkan badannya, pintu
di belakangnya mendadak terbuka. Masuklah Roy yang jatuh setelah pintu dibuka,
James sendiri melihat kejadian itu dari balik tembok sambil memegang mulutnya.
James:
“Ups.”
Uchida:
“Roy? (melihat ke balik tembok) James… kemarilah.”
James:
(keluar dari balik tembok) “Ketahuan ya? Kupikir kamera pengawasnya sudah
kumatikan.”
Alvon:
“Yang kau matikan hanyalah monitornya saja, tidak dengan sistim optikal yang
tersambung dalam diriku.”
James:
“Jadi kau… si kepala besar yang menjalankan fasilitas ini?”
Alvon:
“Suatu kehormatan bertemu denganmu, James Yorgins. Dokter Alvon, senang bisa
bertemu.”
James:
“Kau tahu diriku?”
Alvon:
“Tentu saja ‘kami’ semua mengenalmu, termasuk dengan sejarah besar yang pernah
kau buat.”
James:
“Oh, senang mendengarnya.”
Alvon:
“Sebelumnya aku mohon maaf atas kekacauan yang terjadi di atas sana, El Buitres
hanya menjalankan tugasnya untuk mengambil property yang dibawa lari.”
James:
“El Buitres? Oh, jadi mereka itu Vultures? (elang gundul) Kalau Spider-Man ada
di sini, mereka pasti sudah dihajar.”
Roy:
“Berhentilah menghubungkan kejadian ini dengan komik.”
Alvon:
“Sebagai permintaan maaf, kalian boleh keluar dari pulau ini tanpa ada gangguan
dari kami.”
Roy:
“Tunggu, tunggu, tunggu! Hei, botak! Bagaimana dengan dia?!” (menunjuk Olivia)
Alvon:
“Sayangnya dia harus tetap di sini, seperti yang kau lihat aku sedang
menjalankan eksperimen.”
Roy:
“Lepaskan dia sekarang!” (menodongkan senjata)
Alvon:
“Kau yakin mau menembak orang tua yang tidak bisa apa-apa ini? Kau bahkan belum
pernah membunuh orang sama sekali, apa kau sadar posisimu saat ini?”
Di sekeliling ruangan sudah dikelilingi
oleh beberapa mutan, di belakang Roy ada seekor mutan tikus berbadan gorila
yang hendak bersiap menerkamnya.
Alvon:
“Kulihat kalian berdua memakai Marscannon, apa kalian sudah tahu cara
penggunaannya?”
James:
“Ya, senjata ini mengambil DNA kami dan memodifikasi secara otomatis jenis
serangan yang diinginkan. Namun kami sendiri belum tahu cara untuk
melepaskannya, senjata ini… seperti menyatu dengan kami.”
Alvon:
“Tepat sekali, jadi… modifikasi macam apa yang dimasukkan ke dalam Marscannon
kalian?”
Roy:
“Tenang saja, yang ada di dalam sini hanya akan membuatmu sedikit… pusing.”
James:
“Kita bisa menyelesaikan ini tanpa harus membuat kekacauan di sini, benar?”
Alvon:
“Jika itu memang keinginanmu, kau bisa melepaskan Marscannon dan meninggalkan
tempat ini dengan tenang. Aku bisa saja memberitahumu cara untuk melepaskannya,
Orang ini… (melihat Olivia) dia mungkin
datang ke sini dan bermaksud untuk menyelamatkan kalian, tapi dia tak ada
artinya bagi kalian bukan?”
James:
“Tidak, dia masih ada hubungannya dengan keluargaku. Jadi jika kau lakukan
sesuatu padanya…”
PERHATIAN
DOPREGAS AKAN DILEPASKAN DALAM 1 MENIT
Alvon:
“Sudah terlambat.”
Roy:
“Olivia!”
Roy yang lengah, ditangkap mutan
tikus di belakangnya. Tangan kirinya ditangkap dan dia diangkat ke atas, mutan
itu menggeram kepadanya. Roy menembakkan senjatanya yang mengeluarkan semacam
gas, Roy pun dilepaskan. Mutan yang menangkapnya bersin-bersin karena gas yang
dilepaskan, hal itu membuat semua Jaguaron dalam ruangan mengejar Roy. James
sendiri juga ikut diserang, James langsung membela dirinya. Senjata di
tangannya menggembung dan menembakkan angin besar yang menghempaskan dua mutan
berbadan gagak dan berkepala kuda yang mencoba menangkapnya, kini dia
membidikkan senjata itu pada tabung yang berisi Olivia. Alvon langsung menekan
tombol, kini tabung kaca itu tertutup oleh besi padat. James menembakkan senjatanya,
namun tabung itu sama sekali tidak rusak.
James:
“Shoot!”
Alvon:
“Seharusnya kau menuruti perkataanku.”
James:
“Kau menyalahkanku? Maaf saja, tapi yang mulai duluan adalah mereka.”
Alvon:
“Tinggal 30 detik lagi… aktifkan Rhugarator.”
Uchida mendadak mengaktifkan mesin
di depannya, Rhugarator di sekitar tabung mulai menyala.
Roy:
“Humpty Dumpty?! Apa yang kau lakukan?!”
Uchida:
“Bu… bukan ini… Alvon!! Apa yang kau masukkan ke dalam tubuhku tadi selain
Ulkamium?!”
Alvon:
“Sepertinya nanite dalam tubuhmu masih bereaksi, tapi tenang saja ini adalah
pekerjaan terakhirmu.”
James:
“Apa aku bisa melakukan sesuatu?”
Uchida:
“Tidak perlu… aku… bisa mengeluarkannya sendiri!!”
Uchida mendadak memasang wajah
tegang, banyak cairan hijau keluar dari lubang di bawah tubuhnya. Angka meteran
di dadanya menurun drastis, cairan hijau itu kemudian berhenti keluar dan
membuatnya berwajah lega. Uchida terduduk lemas, sambil disaksikan oleh James
dan Roy dengan pandangan jijik.
Roy:
“Itu hal paling menjijikkan yang pernah kulihat.”
James:
“Ehm, kau perlu tisu atau semacamnya?”
Uchida:
“Ugh, nanite-nya sudah kukeluarkan. Tapi Ulkamium-nya juga ikut keluar,
tenagaku hampir habis.”
Alvon:
“10 detik lagi.”
Roy:
“Kau! Hentikan semua ini!” (menodong Alvon)
Alvon:
“Hitung mundur tak bisa dihentikan, kalian cukup saksikan saja evolusi dari wujud
manusia yang baru.”
Ketika hitung mundur mencapai 3,
sesuatu mendobrak langit-langit ruangan. Dinding besi yang menyelimuti tabung
mendadak terbelah, Rhugarator mulai menembakkan sinar. Ledakan kecil terjadi,
membuat beberapa mutan terhempas. James dan Roy berlindung di balik mesin besar
bersama Uchida, gas jingga menyelimuti seluruh ruangan. Alvon sendiri segera
memasang masker, beberapa mutan yang menghirup asap itu mendadak kejang-kejang.
Alvon menyaksikan beberapa dari mutan menjadi kurus kering, ada yang meledak
dan memuncratkan darah. Ada yang muncul anggota tubuh tambahan seperti sayap,
ekor, cakar, atau taring. Uchida, James, dan Roy perlahan menengadahkan
kepalanya dari balik mesin, mereka semua juga memakai masker. Dari balik asap
jingga, mereka melihat sosok bayangan manusia. Perlahan dia muncul dengan
membawa Olivia yang dia gendong, ternyata dia Francis yang memakai baju tempur.
Dia melihat Olivia yang terbatuk-batuk karena menghirup gas, urat nadi berwarna
ungu muncul di wajahnya.
James:
“Dia selalu muncul di saat yang tepat.”
Bintik-bintik jingga muncul di tangan
Olivia, Francis kemudian menyandarkannya di dinding. Dia memancarkan energi di
kedua telapak tangannya dan dikatupkan, perlahan kedua telapak tangannya dibuka
dan mengeluarkan bola energi yang kecil. Kedua tangannya direntangkan, bola
energi itu melayang di tengah-tengah. Mendadak dia menepukkan telapak tangannya
dan meledakkan bola energi di tengahnya, membuat gas jingga itu lenyap dengan
ledakan yang dibuat dari tepukan tangannya. Beberapa tabung di sekitarnya retak
dan pecah karena ledakan, Alvon dibuat menabrak tembok bersama dengan kursinya.
Alvon:
“Apa…? Bagaimana mungkin?! Seharusnya dia masih di ruang generator!”
Alvon melihat melalui kacamata
miliknya, terlihat rekaman seekor Jaguaron yang masih menjaga Francis yang
dibelenggu rantai. Alvon menekan beberapa tombol di kursinya, rekaman itu
memudar. Sekarang di rekaman itu terlihat jelas bahwa ruangan itu kosong
melompong, dia memandang Francis kembali.
Francis:
(menengadah ke atas) “Kau boleh turun sekarang.”
Sesuatu turun dari atas dan mendarat
di depannya, ternyata Jaggy bersama Megan yang menaikinya.
Alvon:
“Jadi itu penyebabnya?”
No comments:
Post a Comment