JAGUARON
Pulau misterius di Samudra Atlantik,
17 Oktober 2010, 00:35. Di laboratorium tempat Francis, Drake, Alvon beserta
dua Jaguaronnya sedang bertempur. Kebakaran menjadi semakin besar karena Drake
terus-terusan menyemburkan apinya ke mana-mana, para Jaguaron memenggal
setengah dari seluruh kepala ular Drake. Tapi itu tak membuatnya berhenti
menumbuhkan kepala pengganti, sekarang kepala ular di tubuhnya bertambah
sekitar puluhan.
Francis:
“Ini takkan ada habisnya.”
Alvon:
“Benar, jika api ini mencapai tangki Dopregas akan menyulut ledakan yang bisa
menghancurkan seluruh ruangan ini tanpa sisa.”
Francis:
“Kenapa kau bisa tenang dalam keadaan seperti ini?”
Alvon:
“Aku punya alasan untuk itu, berubahlah ke mode Crimson.”
Francis:
“Kalau kau memintaku untuk mencincang dia dengan mode itu…”
Alvon: “Baju
tempurmu digunakan untuk menyerap dan mengeluarkan energi, dalam kasus ini mode
Crimson adalah pilihan terbaik untuk mengatasi semua ini.”
Berpikir sejenak sambil memandangi
Alvon, dia perlahan memutar kenop di dadanya dan menekannya. Garis-garis di
tubuhnya mulai mengalirkan serpihan merah ke seluruh lingkaran di tubuhnya,
matanya juga ikut memerah. Mendadak seluruh api di sekitarnya terhisap ke dalam
lingkaran, Francis merasakan panas api yang mengalir di seluruh tubuhnya.
Tubuhnya menguap setelah menghisap banyak api, kulitnya serasa terbakar.
PERHATIAN
SUHU TUBUH MENINGKAT 3X DARI SUHU NORMAL
Francis:
“Menarik… (memandang Alvon) tapi bukan berarti aku akan berterima kasih
padamu.”
Kepala ular menyerang Francis, dia
menangkap kepala itu dengan kedua tangannya, Kepala ular itu terbakar dan
meleleh karena sentuhan tangannya, Francis langsung mencoba untuk menembakkan
sesuatu ke kepala ular yang tersisa. Api merah keluar dari kedua tangannya,
membuat sebagian besar kepala ular Drake hangus sampai menjadi abu.
Drake:
“GYAAAAAHHH!!!”
Alvon:
“Kau lihat? Subyek M46 N4 120 K? Inilah kekuatan penghancur yang kau miliki, kau
bisa dengan mudah menghancurkan apa yang ada di depanmu.”
Francis:
“Hm? (melihat Drake) Kepalanya tidak tumbuh lagi… aku paham, dia masih memiliki
absorber dalam tubuhnya… tapi aneh…”
Alvon:
“Kenapa dia bisa menyemburkan api walau sebenarnya absorber sendiri tidak tahan
panas? Itu yang ada di pikiranmu bukan?”
Francis:
“Sebenarnya aku berpikir kenapa dia tidak
mabuk seperti saat terakhir kali aku bertemu dalam wujud begitu.”
Drake:
“Keparat kau!!”
Drake menyemburkan api pada Francis,
tapi semua api yang disemburkan diserap oleh lambang di dada Francis. Dia
langsung menyerang balik dan mengeluarkan api merah dari dadanya ke Drake,
membakar habis seluruh ular di tubuhnya.
Alvon:
“Kukira tujuan sebenarnya adalah untuk menyerap semua api di ruangan agar tidak
terjadi ledakan, kenapa kau keluarkan api sebanyak itu?”
Francis:
“Tidak masalah, jika ruangan ini meledak. Aku bisa menyerap api ledakan itu
semuanya.”
Alvon:
“Sayangnya itu juga ada batasnya, kau akan lenyap tak berbekas.”
Francis:
“…katakan itu dari awal… (berhenti menembakkan api) hisap semua energi panas di
dalam ruangan ini.”
PERHATIAN
PENYERAPAN PANAS AKAN MENGAKIBATKAN PELELEHAN
Francis:
“Buka dimensi Crimson, kirim seluruh panas yang tersimpan ke sana.”
SOLUSI DITERIMA
BERSIAP UNTUK MEMBUKA PINTU DIMENSI
Francis memutar lambang di dadanya
berlawanan arah kemudian menekannya, partikel Crimson di dadanya terkumpul
secara perlahan. Sembari menunggu, dia juga menyerap seluruh api yang ada dalam
seluruh ruangan. Alvon berjalan ke tempat di mana sisa tubuh Drake berada, dia
melihat Drake yang hanya tersisa setengah tubuh bagian atas masih hidup.
Drake:
“Uhuk…”
Alvon: “Evolusimu
tak begitu berkembang.”
Drake:
“Kau…”
Alvon:
“Tapi setidaknya kau punya sedikit kebanggaan untuk kemampuanmu yang sebenarnya
hanya setengah dari diriku yang sekarang.”
Tubuh Drake yang melemah diangkat
oleh kedua Jaguaron, Alvon menusukkan salah satu cakarnya ke tubuh Drake.
Setelah itu dia mengeluarkan tabung dan memasukkan tetesan darah Drake ke dalam
tabung itu, tabung itu disimpan kembali ke dalam bajunya.
Alvon:
“Jangan khawatir, sebab kau akan terlahir kembali. Jadi kau tak akan dendam
padaku setelah ini.”
Drake ternyata masih punya cukup
tenaga untuk menyerang Alvon, dia mengeluarkan lidahnya yang seperti cacing.
Untungnya lidah itu ditangkap oleh Alvon dengan tangan kosong sebelum mengenai
wajahnya, lidahnya yang memiliki mulut untuk mengisap menyemburkan cairan.
Alvon langsung memiringkan kepalanya untuk menghindar, lidah Drake langsung
dicabut oleh Alvon. Di saat bersamaan Francis menembakkan partikel Crimson dan
membuka portal dimensi, barang-barang di sekitarnya terhisap ke dalam begitu
portal terbuka. Alvon langsung membuang lidah Drake ke belakang, lidah itu
terhisap masuk portal dan terbakar. Nasib yang sama juga terjadi pada
benda-benda yang ikut terisap, Alvon langsung memberi isyarat pada dua Jaguaron
dengan menggerakkan kepalanya ke belakang. Drake dilempar ke dalam portal,
tubuhnya terbakar diikuti dengan teriakan keras.
TENAGA PANAS BERHASIL DIPINDAHKAN
HARAP MENUTUP PORTAL DIMENSI JIKA SUDAH TAK DIGUNAKAN
Francis:
“Menutup? Bagaimana?”
Alvon:
“Hisap partikel Crimson lalu kembalilah ke mode awal.”
Francis langsung memutar kenop dan
menekannya, dia menghisap seluruh partikel Crimson di portal itu. Dia kemudian
memutarnya berlawanan arah setelah seluruh partikel tersedot, dia langsung
menekan kenop di dadanya dan kembali ke wujud awal. Francis berjalan mundur ke
dinding, dia bersandar dan perlahan duduk.
Alvon:
“Nampaknya kau kelelahan.”
Francis:
“Lalu maksudmu jika aku lelah, aku harus jungkir balik sambil buang air
begitu?”
Alvon:
“Beristirahatlah sejenak.”
Francis:
“Aku tahu kau ada maksud tertentu, kenapa tidak kita selesaikan saja sekarang?”
Alvon: “Tidak,
kau harus pulihkan tenagamu dulu. Tenang saja, kau masih punya cukup waktu
sekitar 5 menit.” (laser menggores pipinya)
Francis:
“Aku lebih memilih untuk melakukan ini secepatnya, (berdiri) aku benci jika
harus menunggu.”
Alvon:
“Aku mengerti, kalian berdua jangan ikut campur. Ini akan jadi percobaan
terakhirku di pulau ini.” (memasang kuda-kuda)
Sementara itu, James dan yang lain
masih berada di hangar. Mereka berhasil membuka gerbang, di depannya berdiri
Megan, Uchida serta James. Megan mencoba mendekati gerbang itu, tapi Uchida
mencegahnya dengan memegang pundaknya.
Megan:
“Nande?” (kenapa?)
Uchida: (Bahasa
Jepang) “Kalau kau memikirkan untuk masuk, lebih baik jangan.”
Megan: (Bahasa
Jepang) “Aku hanya ingin melihat.”
Uchida: “(Bahasa
Jepang) “Walaupun begitu, biasanya orang yang mengatakan ingin melihat sesuatu
menjadi tergoda untuk menyentuhnya.”
James:
“Megan, mundurlah. Sebab aku tak bisa jamin ada bagian tubuhmu yang masih
terpasang di tempatnya kalau kau lebih mendekat.”
Megan:
“Jadi bagaimana kita bisa memasukinya.”
James:
“Kita akan menggunakan salah satu kendaraan yang ada di sini.”
Roy: (baru
datang) “James, aku baru memeriksa semua kendaraan yang ada di sini. Kursi
penumpang semua kendaraan hanya ada dua, jadi kita harus membawa 3 buah dan
masing-masing mengendarainya.”
James:
“Tapi yang tahu cara kerjanya hanya Humpty Dumpty, bagaimana caranya kau akan
menyetir?”
Megan:
“Tunggu sebentar, maksudmu kita takkan pergi dengan helikopterku? Tidak bisa,
kenapa tidak kita berempat naik helicopter dan sisanya naik ke kendaraan itu?”
Uchida:
(Bahasa Jepang) “Sayangnya itu mustahil, kau akan terombang-ambing dalam aliran
ruang dan waktu kalau kita memasuki gerbang dengan helicopter.”
Megan:
(Bahasa Jepang) “Maksudmu kita bisa terdampar di suatu tempat dan zaman yang
berbeda?”
Uchida:
(Bahasa Jepang) “Kurang lebih, kendaraan di sini bisa dengan aman menyusuri
aliran ruang dan waktu karena memiliki bahan khusus.”
Megan:
(Bahasa Jepang) “Tidak bisakah helikopterku diderek oleh kendaraan itu?”
Roy:
“Maaf, kalian bisa bicara Bahasa Inggris saja?”
James:
“Percuma, dia tak mendengarkanmu.”
Uchida:
(Bahasa Jepang) “Tapi jika kau masih ingin membawanya, aku ada satu cara.”
Megan:
“Honto?” (benarkah?)
James:
“Kita akan membongkar beberapa bagian dari helicopter dan kendaraan itu dan
memasangkannya ke helikoptermu.”
Megan: “Ide
ba… tunggu, kau bilang dibongkar? Hei, ini helicopter pribadiku. Kau pikir aku
akan menyetujui hal seperti itu?”
James:
“Pribadi? Hei, kau boleh bilang begitu kalau kendaraan itu memang milikmu.
Mobil Ferrari milikku belum kau kembalikan sama sekali, kau masih punya dua
lagi yang seperti itu bukan?”
Megan:
“Kau naif, James. Sudah biasa bagi kita memiliki persediaan jika sesuatu
terjadi, sampai sekarang kau tak pernah mengganti kendaraanmu.”
James: “Oh,
jadi kau sekarang menganggap kendaraan kepunyaan orang sebagai persediaan?”
Uchida:
“Ng…”
Roy:
“Maaf, James…”
Uchida:
(menarik lidah) “Apa mereka selalu begini?”
Roy:
“Hampir setiap hari, hampir tidak ada orang yang berani memisahkan mereka.
Terakhir kali mereka dilerai, seorang pelayan dilarikan ke rumah sakit dengan
vas bunga tersangkut di kepalanya.”
Uchida:
“Aku bisa bayangkan itu, tapi hal ini tak bisa didiamkan begitu saja karena
kita tak punya banyak waktu.”
Roy: “Tenang
saja, mereka akan berhenti.”
Sementara mereka beradu mulut,
Olivia sudah berada di tengah mereka. Pertengkaran mereka langsung berhenti
setelah menyadari keberadaannya, mulut Olivia terlihat tersenyum tapi matanya
yang tertutup bayangan membuatnya berkesan menyeramkan. Sesuatu terjadi pada
James dan Megan, mereka mengaduh kesakitan. Roy yang melihatnya memalingkan
pandangan ke belakang, Uchida sendiri melihat dengan mulut menganga. Beberapa
saat kemudian, James dan yang lain sudah naik ke dalam heli. Olivia dan Roy
duduk di depan, sementara James dan Megan duduk di belakang mereka dengan wajah
kesakitan sambil memegang kepala mereka yang benjol.
Uchida:
“Baiklah, aku akan memulai penyatuan. Jangan keluar dari sana apapun yang
terjadi, kita hanya punya sedikit waktu.”
Uchida merentangkan tangan kirinya
ke helikopter, tangan kanannya direntangkan ke kendaraan tersebut. Jari-jarinya memanjang dan mempreteli
kendaraan, bagian-bagian helicopter dan kendaraan disatukan dengan sangat cepat.
Dalam sekejap helicopter itu sudah berubah bentuk menjadi lebih besar, seluruh
badan heli tertutup oleh bagian dari kendaraan kecuali jendela depan. Heli itu
memiliki roda seperti tank, bagian belakang memiliki booster yang besar. Mereka
yang berada di dalam heli melihat sudah ada semacam mesin dan tempat tidur di
belakangnya, kokpit tempat Olivia dan Roy kini dilengkapi komponen tambahan
seperti layar monitor dan speaker.
Megan:
“He-helinya berubah.”
James:
“Ini namanya upgrade, kau melakukan kerja yang bagus, Humpty Dumpty.”
Uchida:
(bicara melalui speaker) “Kita akan segera berangkat, jadi kau tak perlu
memberikan pujian.”
Olivia:
“Suara itu… kau bergabung dengan helicopter?”
Uchida:
“Apa boleh buat, sebab ini keadaan darurat.”
Roy:
“Kau melakukan hal yang sama seperti saat terakhir kali kita meloloskan diri.”
Flashback di saat Francis dan yang
lain berhasil lolos dari pertambangan Ulkamium di Norwegia, sebuah portal
muncul di atas sebuah gedung kantor cabang TDG. Kendaraan yang membawa mereka
semua keluar dari dalam portal dan terbang melayang di atas gedung, perlahan
kendaraan itu mendarat di landasan heli di atas gedung. Portal yang ada di
langit menghilang dalam sekejap, Francis langsung keluar bersama yang lain.
James:
“Wow, aku tak menyangka kita mengarungi waktu.”
Roy:
“Jangan senang dulu, ini pasti hanya semacam teleportasi.”
Uchida:
“Kalau kau masih tidak percaya, coba lihat ke bawah sana.”
Roy berjalan ke ujung bangunan dan
melihat sesuatu yang sangat mengejutkan, dia melihat James dan dirinya sendiri masuk
ke dalam sebuah mobil. Saking kagetnya dia hampir jatuh dari gedung, untungnya
James berhasil menahannya.
James:
“Whoa, hei lihat itu kita sebelum pergi menyelamatkan kalian.”
Francis:
“Memang siapa yang meminta untuk diselamatkan?”
James:
“Lalu bagaimana dengan ini? (menunjuk kendaraan) Aku tak mungkin bisa
menjelaskan darimana aku mendapatkan ini.”
Uchida:
“Untuk itu aku sudah berjaga-jaga, aku bisa gunakan sisa tenagaku untuk
mengubahnya menjadi kendaraan biasa yang sering dilihat banyak orang di zaman
ini.”
Uchida merentangkan kedua tangannya,
kabel keluar dari seluruh jarinya. Kendaraan itu dibongkar pasang oleh
macam-macam peralatan yang keluar dari jarinya. Dalam sekejap kendaraan itu
kini sudah berubah menjadi sebuah mobil, ekspresi Roy menjadi tak karuan begitu
melihatnya.
Uchida:
“Nah, beres. Bagaimana?”
Francis:
“Lalu aku harus terjun dari atas sini begitu melihatnya begitu?
James:
“Kenapa mobil?”
Uchida:
“Kalian biasa menaiki ini bukan?”
James:
“Memang, tapi mobil kami tak bisa terbang di jaman ini.”
Uchida:
“Ng, apa kau mau aku mengubahnya lagi? Energiku tinggal sedikit dan aku tak
punya cukup tenaga untuk melakukan itu.”
James:
“Tidak perlu, itu bisa diatur. Sebelum itu mari kita masuk, kebetulan aku sudah
memesan banyak makanan saat kita pergi.”
Kembali ke masa kini, di ruangan
laboratorium. Francis sedang melawan Alvon yang sudah berubah wujud, Francis
terbang menerjang Alvon tapi dia melompat dan menghindar. Alvon melakukan
serangan balik dengan menginjak punggungnya dan membuat Francis jatuh
tersungkur, Alvon melompat dan mendarat membelakanginya. Dia kemudian membelit
salah satu kaki Francis dengan ekornya dan membanting dirinya ke depan, Francis
mencoba menembakkan laser dari tangannya tapi Alvon melompat dan menindihnya.
Dia menahan kedua tangan dan kakinya, wajahnya mendekati wajah Francis.
Alvon:
“Ah, sepertinya kau terlihat kesal karena dipojokkan oleh seekor hewan. Aku
mungkin tak bisa melihat ekspresimu, tapi denyut nadimu mengatakan begitu.”
Francis:
“Sampai kapan kau mau terus begini? Kau sudah tahu kalau membunuhku takkan
mungkin.”
Alvon:
“Sampai kau bisa membunuhku, setelah itu kau bebas.”
Francis:
“Bodoh, kalau sampai waktu habis dan aku tetap tidak bisa melakukannya kau juga
akan mati.”
Alvon:
“Tidak, aku percaya kau bisa melakukannya subyek M46 N4 120 K. Di medan perang,
Jaguaron memiliki keunggulan dalam kecepatan urutan ke lima. Aku yakin kau yang
pernah menghadapi mereka juga bisa memahami kemampuan tempur kami, diriku
sendiri sudah berevolusi untuk menguji apa kekurangan dalam diri kami.”
Francis:
“……”
Alvon: “Aku
perlu data yang memadai untuk percobaanku selanjutnya, untuk kejayaan Alterion.”
Francis:
“Sampah seperti kalian… hanya bisa memikirkan pangkat dan kepentingan pribadi…”
Alvon:
“Kalian sendiri juga sampah.”
Francis:
“Memang benar… tapi sampah yang cukup berbahaya… kalian juga sudah membuatku
menjadi… sesuatu yang… sangat berbahaya…”
Francis menembakkan laser dari
dadanya, dengan sigap Alvon meloncat menghindar. Francis langsung melayangkan
tinjunya ke kepalanya, dia langsung mundur ke belakang. Namun Francis
menembakkan laser dari telapak tangan sehingga membuat tangannya terdorong dan
membuat sikutnya membentur wajah Alvon, dia sempat terhuyung karena serangan
mendadak itu. Disusul dengan tinju di bagian dada dan perut, Francis terus
menyerang bagian wajah, dada, dan perut secara berturut-turut. Kini sebuah
tinju hampir mengenai wajah Alvon, dia merunduk ke bawah. Sayangnya dia tak
melihat tinju yang datang dari bawah dan mengenai rahangnya dengan sangat
cepat, dia langsung terjungkir dan terlempar ke belakang. Alvon yang masih agak
syok karena serangan mendadak itu perlahan bangkit dan duduk berlutut, dia baru
menyadari sesuatu.
Alvon:
“Kau… tadi menyerangku dengan tangan yang sama dua kali ya?”
Francis:
“Untuk orang sepertimu, aku cukup menyelesaikan ini dengan satu tangan.”
No comments:
Post a Comment