Tuesday, March 18, 2014

Level 29

JAGUARON

            Pulau misterius di Samudra Atlantik, 17 Oktober 2010, 00:35. Di laboratorium tempat Francis, Drake, Alvon beserta dua Jaguaronnya sedang bertempur. Kebakaran menjadi semakin besar karena Drake terus-terusan menyemburkan apinya ke mana-mana, para Jaguaron memenggal setengah dari seluruh kepala ular Drake. Tapi itu tak membuatnya berhenti menumbuhkan kepala pengganti, sekarang kepala ular di tubuhnya bertambah sekitar puluhan.

Francis: “Ini takkan ada habisnya.”
Alvon: “Benar, jika api ini mencapai tangki Dopregas akan menyulut ledakan yang bisa menghancurkan seluruh ruangan ini tanpa sisa.”
Francis: “Kenapa kau bisa tenang dalam keadaan seperti ini?”
Alvon: “Aku punya alasan untuk itu, berubahlah ke mode Crimson.”
Francis: “Kalau kau memintaku untuk mencincang dia dengan mode itu…”
Alvon: “Baju tempurmu digunakan untuk menyerap dan mengeluarkan energi, dalam kasus ini mode Crimson adalah pilihan terbaik untuk mengatasi semua ini.”

            Berpikir sejenak sambil memandangi Alvon, dia perlahan memutar kenop di dadanya dan menekannya. Garis-garis di tubuhnya mulai mengalirkan serpihan merah ke seluruh lingkaran di tubuhnya, matanya juga ikut memerah. Mendadak seluruh api di sekitarnya terhisap ke dalam lingkaran, Francis merasakan panas api yang mengalir di seluruh tubuhnya. Tubuhnya menguap setelah menghisap banyak api, kulitnya serasa terbakar.

PERHATIAN
SUHU TUBUH MENINGKAT 3X DARI SUHU NORMAL

Francis: “Menarik… (memandang Alvon) tapi bukan berarti aku akan berterima kasih padamu.”

            Kepala ular menyerang Francis, dia menangkap kepala itu dengan kedua tangannya, Kepala ular itu terbakar dan meleleh karena sentuhan tangannya, Francis langsung mencoba untuk menembakkan sesuatu ke kepala ular yang tersisa. Api merah keluar dari kedua tangannya, membuat sebagian besar kepala ular Drake hangus sampai menjadi abu.

Drake: “GYAAAAAHHH!!!”
Alvon: “Kau lihat? Subyek M46 N4 120 K? Inilah kekuatan penghancur yang kau miliki, kau bisa dengan mudah menghancurkan apa yang ada di depanmu.”
Francis: “Hm? (melihat Drake) Kepalanya tidak tumbuh lagi… aku paham, dia masih memiliki absorber dalam tubuhnya… tapi aneh…”
Alvon: “Kenapa dia bisa menyemburkan api walau sebenarnya absorber sendiri tidak tahan panas? Itu yang ada di pikiranmu bukan?”
Francis: “Sebenarnya aku berpikir kenapa dia tidak  mabuk seperti saat terakhir kali aku bertemu dalam wujud begitu.”
Drake: “Keparat kau!!”

            Drake menyemburkan api pada Francis, tapi semua api yang disemburkan diserap oleh lambang di dada Francis. Dia langsung menyerang balik dan mengeluarkan api merah dari dadanya ke Drake, membakar habis seluruh ular di tubuhnya.

Alvon: “Kukira tujuan sebenarnya adalah untuk menyerap semua api di ruangan agar tidak terjadi ledakan, kenapa kau keluarkan api sebanyak itu?”
Francis: “Tidak masalah, jika ruangan ini meledak. Aku bisa menyerap api ledakan itu semuanya.”
Alvon: “Sayangnya itu juga ada batasnya, kau akan lenyap tak berbekas.”
Francis: “…katakan itu dari awal… (berhenti menembakkan api) hisap semua energi panas di dalam ruangan ini.”

PERHATIAN
PENYERAPAN PANAS AKAN MENGAKIBATKAN PELELEHAN

Francis: “Buka dimensi Crimson, kirim seluruh panas yang tersimpan ke sana.”

SOLUSI DITERIMA
BERSIAP UNTUK MEMBUKA PINTU DIMENSI

            Francis memutar lambang di dadanya berlawanan arah kemudian menekannya, partikel Crimson di dadanya terkumpul secara perlahan. Sembari menunggu, dia juga menyerap seluruh api yang ada dalam seluruh ruangan. Alvon berjalan ke tempat di mana sisa tubuh Drake berada, dia melihat Drake yang hanya tersisa setengah tubuh bagian atas masih hidup.

Drake: “Uhuk…”
Alvon: “Evolusimu tak begitu berkembang.”
Drake: “Kau…”
Alvon: “Tapi setidaknya kau punya sedikit kebanggaan untuk kemampuanmu yang sebenarnya hanya setengah dari diriku yang sekarang.”

            Tubuh Drake yang melemah diangkat oleh kedua Jaguaron, Alvon menusukkan salah satu cakarnya ke tubuh Drake. Setelah itu dia mengeluarkan tabung dan memasukkan tetesan darah Drake ke dalam tabung itu, tabung itu disimpan kembali ke dalam bajunya.

Alvon: “Jangan khawatir, sebab kau akan terlahir kembali. Jadi kau tak akan dendam padaku setelah ini.”

            Drake ternyata masih punya cukup tenaga untuk menyerang Alvon, dia mengeluarkan lidahnya yang seperti cacing. Untungnya lidah itu ditangkap oleh Alvon dengan tangan kosong sebelum mengenai wajahnya, lidahnya yang memiliki mulut untuk mengisap menyemburkan cairan. Alvon langsung memiringkan kepalanya untuk menghindar, lidah Drake langsung dicabut oleh Alvon. Di saat bersamaan Francis menembakkan partikel Crimson dan membuka portal dimensi, barang-barang di sekitarnya terhisap ke dalam begitu portal terbuka. Alvon langsung membuang lidah Drake ke belakang, lidah itu terhisap masuk portal dan terbakar. Nasib yang sama juga terjadi pada benda-benda yang ikut terisap, Alvon langsung memberi isyarat pada dua Jaguaron dengan menggerakkan kepalanya ke belakang. Drake dilempar ke dalam portal, tubuhnya terbakar diikuti dengan teriakan keras.

TENAGA PANAS BERHASIL DIPINDAHKAN
HARAP MENUTUP PORTAL DIMENSI JIKA SUDAH TAK DIGUNAKAN

Francis: “Menutup? Bagaimana?”
Alvon: “Hisap partikel Crimson lalu kembalilah ke mode awal.”

            Francis langsung memutar kenop dan menekannya, dia menghisap seluruh partikel Crimson di portal itu. Dia kemudian memutarnya berlawanan arah setelah seluruh partikel tersedot, dia langsung menekan kenop di dadanya dan kembali ke wujud awal. Francis berjalan mundur ke dinding, dia bersandar dan perlahan duduk.

Alvon: “Nampaknya kau kelelahan.”
Francis: “Lalu maksudmu jika aku lelah, aku harus jungkir balik sambil buang air begitu?”
Alvon: “Beristirahatlah sejenak.”
Francis: “Aku tahu kau ada maksud tertentu, kenapa tidak kita selesaikan saja sekarang?”
Alvon: “Tidak, kau harus pulihkan tenagamu dulu. Tenang saja, kau masih punya cukup waktu sekitar 5 menit.” (laser menggores pipinya)
Francis: “Aku lebih memilih untuk melakukan ini secepatnya, (berdiri) aku benci jika harus menunggu.”
Alvon: “Aku mengerti, kalian berdua jangan ikut campur. Ini akan jadi percobaan terakhirku di pulau ini.” (memasang kuda-kuda)


            Sementara itu, James dan yang lain masih berada di hangar. Mereka berhasil membuka gerbang, di depannya berdiri Megan, Uchida serta James. Megan mencoba mendekati gerbang itu, tapi Uchida mencegahnya dengan memegang pundaknya.

Megan: “Nande?” (kenapa?)
Uchida: (Bahasa Jepang) “Kalau kau memikirkan untuk masuk, lebih baik jangan.”
Megan: (Bahasa Jepang) “Aku hanya ingin melihat.”
Uchida: “(Bahasa Jepang) “Walaupun begitu, biasanya orang yang mengatakan ingin melihat sesuatu menjadi tergoda untuk menyentuhnya.”
James: “Megan, mundurlah. Sebab aku tak bisa jamin ada bagian tubuhmu yang masih terpasang di tempatnya kalau kau lebih mendekat.”
Megan: “Jadi bagaimana kita bisa memasukinya.”
James: “Kita akan menggunakan salah satu kendaraan yang ada di sini.”
Roy: (baru datang) “James, aku baru memeriksa semua kendaraan yang ada di sini. Kursi penumpang semua kendaraan hanya ada dua, jadi kita harus membawa 3 buah dan masing-masing mengendarainya.”
James: “Tapi yang tahu cara kerjanya hanya Humpty Dumpty, bagaimana caranya kau akan menyetir?”
Megan: “Tunggu sebentar, maksudmu kita takkan pergi dengan helikopterku? Tidak bisa, kenapa tidak kita berempat naik helicopter dan sisanya naik ke kendaraan itu?”
Uchida: (Bahasa Jepang) “Sayangnya itu mustahil, kau akan terombang-ambing dalam aliran ruang dan waktu kalau kita memasuki gerbang dengan helicopter.”
Megan: (Bahasa Jepang) “Maksudmu kita bisa terdampar di suatu tempat dan zaman yang berbeda?”
Uchida: (Bahasa Jepang) “Kurang lebih, kendaraan di sini bisa dengan aman menyusuri aliran ruang dan waktu karena memiliki bahan khusus.”
Megan: (Bahasa Jepang) “Tidak bisakah helikopterku diderek oleh kendaraan itu?”
Roy: “Maaf, kalian bisa bicara Bahasa Inggris saja?”
James: “Percuma, dia tak mendengarkanmu.”
Uchida: (Bahasa Jepang) “Tapi jika kau masih ingin membawanya, aku ada satu cara.”
Megan: “Honto?” (benarkah?)
James: “Kita akan membongkar beberapa bagian dari helicopter dan kendaraan itu dan memasangkannya ke helikoptermu.”
Megan: “Ide ba… tunggu, kau bilang dibongkar? Hei, ini helicopter pribadiku. Kau pikir aku akan menyetujui hal seperti itu?”
James: “Pribadi? Hei, kau boleh bilang begitu kalau kendaraan itu memang milikmu. Mobil Ferrari milikku belum kau kembalikan sama sekali, kau masih punya dua lagi yang seperti itu bukan?”
Megan: “Kau naif, James. Sudah biasa bagi kita memiliki persediaan jika sesuatu terjadi, sampai sekarang kau tak pernah mengganti kendaraanmu.”
James: “Oh, jadi kau sekarang menganggap kendaraan kepunyaan orang sebagai persediaan?”
Uchida: “Ng…”
Roy: “Maaf, James…”
Uchida: (menarik lidah) “Apa mereka selalu begini?”
Roy: “Hampir setiap hari, hampir tidak ada orang yang berani memisahkan mereka. Terakhir kali mereka dilerai, seorang pelayan dilarikan ke rumah sakit dengan vas bunga tersangkut di kepalanya.”
Uchida: “Aku bisa bayangkan itu, tapi hal ini tak bisa didiamkan begitu saja karena kita tak punya banyak waktu.”
Roy: “Tenang saja, mereka akan berhenti.”

            Sementara mereka beradu mulut, Olivia sudah berada di tengah mereka. Pertengkaran mereka langsung berhenti setelah menyadari keberadaannya, mulut Olivia terlihat tersenyum tapi matanya yang tertutup bayangan membuatnya berkesan menyeramkan. Sesuatu terjadi pada James dan Megan, mereka mengaduh kesakitan. Roy yang melihatnya memalingkan pandangan ke belakang, Uchida sendiri melihat dengan mulut menganga. Beberapa saat kemudian, James dan yang lain sudah naik ke dalam heli. Olivia dan Roy duduk di depan, sementara James dan Megan duduk di belakang mereka dengan wajah kesakitan sambil memegang kepala mereka yang benjol.

Uchida: “Baiklah, aku akan memulai penyatuan. Jangan keluar dari sana apapun yang terjadi, kita hanya punya sedikit waktu.”

            Uchida merentangkan tangan kirinya ke helikopter, tangan kanannya direntangkan ke kendaraan tersebut.  Jari-jarinya memanjang dan mempreteli kendaraan, bagian-bagian helicopter dan kendaraan disatukan dengan sangat cepat. Dalam sekejap helicopter itu sudah berubah bentuk menjadi lebih besar, seluruh badan heli tertutup oleh bagian dari kendaraan kecuali jendela depan. Heli itu memiliki roda seperti tank, bagian belakang memiliki booster yang besar. Mereka yang berada di dalam heli melihat sudah ada semacam mesin dan tempat tidur di belakangnya, kokpit tempat Olivia dan Roy kini dilengkapi komponen tambahan seperti layar monitor dan speaker.

Megan: “He-helinya berubah.”
James: “Ini namanya upgrade, kau melakukan kerja yang bagus, Humpty Dumpty.”
Uchida: (bicara melalui speaker) “Kita akan segera berangkat, jadi kau tak perlu memberikan pujian.”
Olivia: “Suara itu… kau bergabung dengan helicopter?”
Uchida: “Apa boleh buat, sebab ini keadaan darurat.”
Roy: “Kau melakukan hal yang sama seperti saat terakhir kali kita meloloskan diri.”

            Flashback di saat Francis dan yang lain berhasil lolos dari pertambangan Ulkamium di Norwegia, sebuah portal muncul di atas sebuah gedung kantor cabang TDG. Kendaraan yang membawa mereka semua keluar dari dalam portal dan terbang melayang di atas gedung, perlahan kendaraan itu mendarat di landasan heli di atas gedung. Portal yang ada di langit menghilang dalam sekejap, Francis langsung keluar bersama yang lain.

James: “Wow, aku tak menyangka kita mengarungi waktu.”
Roy: “Jangan senang dulu, ini pasti hanya semacam teleportasi.”
Uchida: “Kalau kau masih tidak percaya, coba lihat ke bawah sana.”

            Roy berjalan ke ujung bangunan dan melihat sesuatu yang sangat mengejutkan, dia melihat James dan dirinya sendiri masuk ke dalam sebuah mobil. Saking kagetnya dia hampir jatuh dari gedung, untungnya James berhasil menahannya.

James: “Whoa, hei lihat itu kita sebelum pergi menyelamatkan kalian.”
Francis: “Memang siapa yang meminta untuk diselamatkan?”
James: “Lalu bagaimana dengan ini? (menunjuk kendaraan) Aku tak mungkin bisa menjelaskan darimana aku mendapatkan ini.”
Uchida: “Untuk itu aku sudah berjaga-jaga, aku bisa gunakan sisa tenagaku untuk mengubahnya menjadi kendaraan biasa yang sering dilihat banyak orang di zaman ini.”

            Uchida merentangkan kedua tangannya, kabel keluar dari seluruh jarinya. Kendaraan itu dibongkar pasang oleh macam-macam peralatan yang keluar dari jarinya. Dalam sekejap kendaraan itu kini sudah berubah menjadi sebuah mobil, ekspresi Roy menjadi tak karuan begitu melihatnya.

Uchida: “Nah, beres. Bagaimana?”
Francis: “Lalu aku harus terjun dari atas sini begitu melihatnya begitu?
James: “Kenapa mobil?”
Uchida: “Kalian biasa menaiki ini bukan?”
James: “Memang, tapi mobil kami tak bisa terbang di jaman ini.”
Uchida: “Ng, apa kau mau aku mengubahnya lagi? Energiku tinggal sedikit dan aku tak punya cukup tenaga untuk melakukan itu.”
James: “Tidak perlu, itu bisa diatur. Sebelum itu mari kita masuk, kebetulan aku sudah memesan banyak makanan saat kita pergi.”


            Kembali ke masa kini, di ruangan laboratorium. Francis sedang melawan Alvon yang sudah berubah wujud, Francis terbang menerjang Alvon tapi dia melompat dan menghindar. Alvon melakukan serangan balik dengan menginjak punggungnya dan membuat Francis jatuh tersungkur, Alvon melompat dan mendarat membelakanginya. Dia kemudian membelit salah satu kaki Francis dengan ekornya dan membanting dirinya ke depan, Francis mencoba menembakkan laser dari tangannya tapi Alvon melompat dan menindihnya. Dia menahan kedua tangan dan kakinya, wajahnya mendekati wajah Francis.

Alvon: “Ah, sepertinya kau terlihat kesal karena dipojokkan oleh seekor hewan. Aku mungkin tak bisa melihat ekspresimu, tapi denyut nadimu mengatakan begitu.”
Francis: “Sampai kapan kau mau terus begini? Kau sudah tahu kalau membunuhku takkan mungkin.”
Alvon: “Sampai kau bisa membunuhku, setelah itu kau bebas.”
Francis: “Bodoh, kalau sampai waktu habis dan aku tetap tidak bisa melakukannya kau juga akan mati.”
Alvon: “Tidak, aku percaya kau bisa melakukannya subyek M46 N4 120 K. Di medan perang, Jaguaron memiliki keunggulan dalam kecepatan urutan ke lima. Aku yakin kau yang pernah menghadapi mereka juga bisa memahami kemampuan tempur kami, diriku sendiri sudah berevolusi untuk menguji apa kekurangan dalam diri kami.”
Francis: “……”
Alvon: “Aku perlu data yang memadai untuk percobaanku selanjutnya, untuk kejayaan Alterion.”
Francis: “Sampah seperti kalian… hanya bisa memikirkan pangkat dan kepentingan pribadi…”
Alvon: “Kalian sendiri juga sampah.”
Francis: “Memang benar… tapi sampah yang cukup berbahaya… kalian juga sudah membuatku menjadi… sesuatu yang… sangat berbahaya…”

            Francis menembakkan laser dari dadanya, dengan sigap Alvon meloncat menghindar. Francis langsung melayangkan tinjunya ke kepalanya, dia langsung mundur ke belakang. Namun Francis menembakkan laser dari telapak tangan sehingga membuat tangannya terdorong dan membuat sikutnya membentur wajah Alvon, dia sempat terhuyung karena serangan mendadak itu. Disusul dengan tinju di bagian dada dan perut, Francis terus menyerang bagian wajah, dada, dan perut secara berturut-turut. Kini sebuah tinju hampir mengenai wajah Alvon, dia merunduk ke bawah. Sayangnya dia tak melihat tinju yang datang dari bawah dan mengenai rahangnya dengan sangat cepat, dia langsung terjungkir dan terlempar ke belakang. Alvon yang masih agak syok karena serangan mendadak itu perlahan bangkit dan duduk berlutut, dia baru menyadari sesuatu.

Alvon: “Kau… tadi menyerangku dengan tangan yang sama dua kali ya?”

Francis: “Untuk orang sepertimu, aku cukup menyelesaikan ini dengan satu tangan.”

No comments:

Post a Comment